
aku pun tiba di apartemen entah kenapa susana hatiku tidak bagus malam ini "beraninya pria mesum itu pergi dengan wanita lain... ucapku kesal, entah kenapa aku tidak suka melihat Yoongi jika sedang bersama wanita lain " aghrrr aku membencimu pria mesum... teriak ku, tak lama Yoongi pun pulang dan dia melihatku berada di kasur "apa dia sudah tidur... ucap Yoongi, aku sebenarnya belum tidur aku hanya berpura-pura, Yoongi segera tidur di samping ku setelah membersihkan badannya dan malam itu aku memutuskan untuk tidak mengajak Yoongi berbicara
Pagi hari di Seoul
aku bangun pagi - pagi untuk berangkat kekantor, sebelum berangkat aku membuat sarapan coklat panas dan roti bakar, saat aku sedang sarapan Yoongi pun turundan kedapur, sepertinya dia juga ingin sarapan sebelum kekantor, tapi saat dia didapur dia tidak melihat apa-apa di meja makan " dimana sarapan ku... tanya Yoongi kepadaku yang sedang menyantap sarapanku, aku hanya diam tidak sambil menghabiskan sarapanku, setelah aku selesai dengan sarapan ku aku pun bersiap untuk berangkat ke kantor "buatkan aku sarapan dulu sebelum kamu kekantor... tanya Yoongi sambil menahanku " kau bisa membuatnya sendiri... jawabku sambil melanjutkan langkahku dan meninggalkan apartemen "ada apa lagi dengan Gadis itu... pikir Yoongi
Aku pun tiba di salah satu bar dan aku memesan beberapa botol Soju, aku terus mengingat kejadian kemarin malam dan mood ku tambah makin buruk setiap memikirkan kejadian itu, aku sudah menghabiskan 3 botol Soju tapi aku masih merasa tidak mabuk tidak seperti biasanya, saat minum banyak aku akan langsung mabuk tapi malam ini aku sudah menghabiskan 3 botol Soju dan aku masih baik-baik saja aneh bukan "beri aku tiga botol lagi... ucapku, pelayan pun membawakan ku 3 botol Soju dan aku langsung meminumnya dari botol, baru kali ini aku melakukan hal ini " astaga Gadis itu sangat kuat minum... ucap salah satu pengunjung dan satu persatu para pengunjung pun mulai saling bisik satu sama lain, tapi aku tidak memperdulikan mereka, jika aku sampai menanggapi semua perkataan mereka aku takut mebuat keributan karena susana hatiku sedang tidak baik, aku sudah menghabiskan botol minuman ke-4 ku saat aku ingin meminum botol yang ke-5 tiba-tiba seseorang menahanku "apa yang kau lakukan... tanya Yoongi, aku melihat kearah Yoongi dan menghempaskan tangannya " aku yang harusnya bertanya seperti itu... ucapku "ayo kita pulang... ucapnya sambil memegang kembali tanganku " ani... ucapku sambil melepaskan kembali tangan Yoongi "kau sudah minum banyak... ucap Yoongi " terus... apa hubungannya padamu jika aku minum... tanyaku "YuRi kau sudah mabuk, ayo kita pulang... ucap Yoongi " ha aku tidak mabuk sama sekali dan tolong jangan ikut campur urusanku.... ucapku sambil meletakkan bon pembayaran dan meninggalkan Yoongi, Yoongi pun langsung menyusul ku, aku langsung pergi ke tempat mobilku diparkir "biar aku yang menyetir.... ucap Yoongi " aku bisa melakukannya sendiri... ucapku "bagaiamana bisa kau menyetir dalam keadaan mabuk... tanya Yoongi " aku bilang aku tidak mabuk... jawabku dengan nada tinggi sambil masuk kedalam mobil dan meninggalkan Yoongi, Yoongi pun Cepat-cepat menyusulku dengan Mobilnya, malam itu aku memang tidak mabuk walaupun sudah minum terlalu banyak Soju, Yoongi tepat berada dibelakang ku,
aku pun tiba di apartemen, tapi aku tidak melihat Yoongi dari pada memikirkan itu aku langsung masuk kedalam apartemen dan lansung menuju ruang kerjaku, diruang kerjaku ternyata sudah ada dokumen yang kuminta Namjoon untuk mengantarnya, aku pun pergi untuk membersihkan badanku ku dulu sebelum mengerjakan dokumen-dokumen itu semua, setelah selesai bersi-bersi aku pun langsung fokus ke pekerjaanku, tak lama Yoongi pun datang dan membawa sesuatu lalu dia letakkan dimeja kau yang dia bawanya "minum ini... ucap Yoongi, ternyata yang dia bawa adalah obat pereda mabuk, tapi aku sama sekali tidak mabuk, bukannya membuatku senang itu malah membuatku tambah kesal " aku sudah bilang aku tidak mabuk, ambil kembali sampah mu.... ucapku saat Yoongi ingin membalas perkataan ku tiba-tiba seseorang memencet bel apartemen, aku pun langsung pergi melihatnya karena aku tak pasti itu pesanan ku, beberapa menit lalu aku memesan makanan untuk makan malam karena aku sedang tidak mood untuk masak, setelah membuka pintu ternyata itu benar pesanan ku, aku pun langsung menerimanya dan membayarnya, Yoongi yang ternyata tadi menyusul ku turun sekarang berada dibelakang ku "apa kau memesan makanan.... tanya Yoongi " eung(ya) waeyo (kenapa).. ucapku "kenapa kau tidak membuat makan malam dan malam memesan makanan... tanya Yoongi " aku memesan untuk diriku sendiri jika kau mau kau bisa masak atau memesan juga... jawabku "kenapa kau tidak membuat makan malam... tanya Yoongi " banyak yang harus aku kerjakan aku tidak sempat untuk membuat makan malam... jawabku "apa perkerjaan mu lebih penting dari pada membuat kan suamimu makan malam.... tanya Yoongi " tentu saja pekerjaan ku lebih penting dari semuanya bahkan lebih penting darimu.... jawabku sambil naik meninggalkan Yoongi, sebelum melanjutkan pekerjaan ku aku memakan makanan yang aku pesan setelah itu aku melanjutkan pekerjaan ku, setelah beberapa jam diruang kerja aku tidak melihat Yoongi datang mungkin dia sudah tertidur di kamar, jam menunjukkan pukul 11 malam dan masih banyak dokumen yang harus aku tanda tangani lagi, saat aku sedang menandatangani dokumen tiba-tiba aku merasakan sakit di perutku tapi aku tidak memedulikan nya dan sakitnya pun datang lagi, aku tidak tau kenapa perutku sakit mungkin karena terlalu banyak meminum alkohol, walaupun perutku terasa sakit aku tetap melanjutkan mengerjakan dokumen-dokumen yang ada dimejaku, setelah satu jam aku pun selesai dengan pekerjaan ku dan perut ku masih saja terasa sakit, aku pun segera kekamar untuk beristirahat dan ternyata Yoongi sudah ada di dalam kamar tertidur lelap, aku pun segera tidur dan berharap sakit di perutku akan hilang esok pagi