My Family That Is Cold As Snow

My Family That Is Cold As Snow
#Ep7*Ada apa dengan Mu?


Aku datang lebih awal di bar tempat kami selalu berkumpul, akupun menunggu Namjoon sebentar sebelum memesan minuman, setelah beberapa menit menunggu aku tidak melihat tanda-tanda kemunculan Namjoon aku pun memesan minuman duluan sambil menunggunya, tak lama minuman ku pun habis tetapi Namjoon belum datang juga "kenapa dia terlambat... gumamku, aku pun memutuskan untuk menunggunya sebentar lagi ,sambil memesan minuman lagi, tak lama aku pun selesai menghabiskan gelas kedua ku dan Namjoon pun tak lekas datang " cihh kemana anak itu... gumamku yang sedikit pusing, aku pun mengecek henpon ku dan tidak ada satu pun notif pesan atau panggilan dari Namjoon, aku pun mencoba menghubunginya tetapi nomornya tidak dapat dihubungi "ahh kenapa nomornya tidak bisa dihubungi... Gumamku sedikit kesal, karena efek dari alkohol kepala ku pun mulai terasa pusing " aissh kepalaku... gumamku sambil memegangnya, dua pria yang melihatku duduk sendirian dan terlihat mulai tak sadar menghampiri mejaku "Hay Noona apa kau baik-baik saja... tanya salah satu pria " apa peduli mu aku tidak butuh perhatian kalian... jawabku "heyy noona teman ku hanya bertanya padamu kau tidak perlu menjawab sedingin itu... ucap pria satunya lagu " apa aku meminta temanmu untuk memperhatikan ku tidak kan jadi menyingkirlah dari hadapanku segera... bentak ku "dasar wanita ******... ucap pria itu sambil mengangkat tangannya bersiap memukulku ,tetapi sebelum tangan pria itu sampai diwajahku seseorang telah menghentikannya dan yah itu adalah Namjoon " cihh lepaskan tanganku brengsek... ucap pria itu "aku bisa saja menuntutmu karena kasus kekerasan pada wanita yang tidak sadarkan diri... ucap Namjoon " sudah mari kita pulang sebelum semuanya jadi makin rumit... bisik pria satunya lagi,Namjoon pun melepaskan tangan pria itu lalu pria tersebut bersama dengan temannya segera meninggalkan bar, Namjoon yang melihatku mulai tak sadarkan diri pun langsung membantuku berdiri lalu mengantarku keluar dan masuk kedalam mobil, saat di perjalanan Namjoon mampir di minimarket untuk membelikanku minuman peredah mabuk "Minum ini... ucap Namjoon sambil memberikan nya padaku, aku pun langsung meminumnya " ah Mian aku datang terlambat... ucap Namjoon "tidak masalah, aku akan pulang sekarang.... ucapku "aku akan mengantarmu.... ucap Namjoon " tidak perlu aku sudah bisa mengemudi sekarang... ucapku "Bagaimana kamu bisa mengemudi dalam keadaan mabuk... ucap Namjoon " haa baiklah terserah kamu.... ucapku, kami pun masuk kedalam mobil dan Namjoon pun menjalankan mobilnya, sepanjang perjalanan aku dan Namjoon tidak mengatakan sepatah kata pun aku hanya duduk diam termenung sedangkan Namjoon fokus menyetir, kami pun tiba di apartemen ku, Yoongi yang mendengar suara mobilku mengintip ku di jendela "Lagi-lagi pulang dengan pria... gumam Yoongi " pakailah mobil ku untuk pulang.... ucapku "ah tidak perlu aku bisa memesan taksi online... ucap Namjoon " ini sudah pukul 1:00 sudah jarang taksi online... ucapku "baiklah kalau begitu, aku akan datang pagi-pagi kesini menjemput mu... ucap Namjoon "eung(Ya)... ucapku "kalau begitu aku pamit dulu... ucap Namjoon ,setelah Namjoon pergi aku pun masuk kedalam apartemen Yoongi yang menunggu di balik pintu itu mengagetkan ku " aishh kau mengagetkan ku kenapa kau berdiri seperti hantu disitu... ucapku sambil berjalan naik ke lantai dua "siapa dia?... tanya Yoongi " kau tidak perlu tau... jawabku "tentu saja aku harus tau karena aku..., " Suami ku terus kenapa... tanyaku memotong pembicaraan Yoongi "kau bilang kenapa? bagaimana jika seseorang melihatmu jalan bersama pria lain apa yang akan mereka pikirkan tentangmu... ucap Yoongi " haa apa kau seperhatian itu padaku... ucapku "dengar yang harus kau tau tentang ku adalah aku tidak peduli apa yang orang lain katakan tentang diriku... ucapku " kau memang tidak peduli tapi apa kau melupakan keluarga mu dan keluarga ku, disaat kau menganggap perkataan seseorang terhadap dirimu adalah angin tapi bagi keluarga ku dan keluargamu menganggap itu adalah angin badai untuk mereka... ucap Yoongi, aku hanya bisa terdiam tidak tau ingin menjawab apa "sebenarnya ada apa denganmu? kau fikir hanya kau yang tertekan oleh pernikahan ini aku juga sama tertekan tetapi aku tidak akan sampai mempermalukan keluarga ku... ucap Yoongi " Cukup aku tidak butuh ocehan mu... bentak ku sambil berlari naik kekamar, sampai di kamar aku langsung menutup pintu kamar "haa menyebalkan... gumamku kesal " kenapa aku harus berakhir seperti ini.... pikirku, setelah perdebatan tadi aku pun memutuskan untuk tidur, aku tidak mengunci pintu kamar untuk Yoongi karena aku tau ini adalah apartemen miliknya walaupun kami sudah menikah dan semua yang dia punya adalah milikku tapi aku tidak berasumsi seperti itu dan yah aku juga tidak mengharapkan Yoongi akan tidur disampingku, Malam pun berlalu begitu cepat


pukul 06:00 waktu Seoul


Saat aku bangun tidak seperti biasa yang pertama aku lihat adalah Yoongi yang masih tertidur di samping ku tapi itu tidak berlaku untuk hari ini entah aku yang bangun kesiangan atau Yoongi yang memang semalam tidak tidur dikamar, aku pun melepaskan pemikiran tentang itu dan segera masuk kedalam kamar mandi dan bersiap - siap untuk ke kantor, setelah selesai siap-siap aku pun langsung turun ke lantai satu untuk membuat sarapan saat sampai ke lantai satu aku melihat Yoongi yang masih tertidur di sofa depan TV, ternyata memang semalam dia tidak tidur dikamar dari pada mengurusnya aku berjalan kedapur dan seperti biasa membuat sandwich dan susu coklat sebagai sarapan ku setelah selesai menyantap sarapanku aku pun bersiap-siap kekantor, aku pun terkejut saat membuka pintu melihat seseorang sudah berada didepan pintu apartemen "kau...