
Pagi Hari di Seoul
Ternyata yang aku harapkan tidak terjadi perutku ternyata masih sakit dan badanku terasa sangat lemah aku pun segera kekamar mandi untuk membersihkan badanku, dikamar mandi aku merasa agak sedikit pusing ditambah perutku yang tidak berhenti sakit sejak semalam, wajahku terlihat sangat pucat dan penglihatan ku sedikit demi sedikit terlihat kabur dan aku pun pingsan
saat membuka mata aku sudah berada di rumah sakit dan di inpus "apa yang terjadi... ucapku, Yoongi pun datang bersama dokter " kenapa aku bisa ada disini... tanyaku kepada Yoongi "kau tadi pingsan di kamar mandi jadi aku membawamu ke rumah sakit.... jawab Yoongi,
Ingatan Yoongi
Yoongi sudah bangun dan dia sedang menungguku keluar dari kamar mandi " haa kenapa wanita itu sangat lama, aku bisa terlambat ke kantor kalau begini... ucap Yoongi, dia pun menunggu sebentar lagi tapi aku tidak keluar juga jadi dia memutuskan untuk mengetuk pintu tapi tidak ada satu pun tanggapan dari ku "hey kenapa kau lama sekali didalam sana... teriak Yoongi, tapi tidak ada satu pun tanggapan dariku " YuRi apa kau baik-baik saja... ucap Yoongi karena tidak ada jawaban dariku Yoongi pun membuka paksa pintu kamar mandi dan dia melihatku sudah pingsan, "YuRi bangun.. kenapa wajahnya sangat pucat... ucap Yoongi tanpa berpikir lagi Yoongi pun segera membawaku kerumah sakit
" apa eomma dan appa tau kalau aku di rumah sakit... tanyaku "ani(tidak) aku belum memberitahu mereka... jawab Yoongi " baguslah jika kamu belum memberi taunya dan kau tidak perlu memberitahu mereka... ucapku "aku paham... ucap Yoongi, Dokter pun memeriksa ku " apa perut anda masih terasa sakit... tanya Dokter kepadaku "sudah tidak terlalu... jawabku " tapi apa yang membuat perutku terasa sakit dok... tanya ku "saya punya kabar gembira dan kabar buruk untuk anda... ucap Dokter " kabar gembira dan buruk maksudnya apa ya dok... tanya Yoongi penasaran "kabar gembiranya Nona YuRi sedang mengandung... jawab Dokter, aku dan Yoongi pun terkejut mendengar perkataan dokter itu " be-benarkah?... tanyaku seakan tidak percaya "ya anda sudah mengandung dan usia kehamilan ada sudah satu minggu... jawab Dokter, aku pun memegang perutku dengan sangat bahagia begitu pula dengan Yoongi yang masih tercengang seakan tidak percaya " tapi kabar buruk nya... ucap Dokter "kabar buruk nya apa dok... tanya Yoongi " janin nona YuRi sangat lemah itu yang menyebabkan anda mengalami sakit perut, dan jika anda sampai terlambat membawa istri anda kesini mungkin janinnya tidak akan selamat... ucap Dokter "ta-tapi kenapa bisa begitu dok... tanya Yoongi " mungkin nona YuRi terlalu sering mengkonsumsi minuman yang bersoda dan alkohol semua itu dapat menyebabkan kerusakan pada janin dan janin nona YuRi ini baru seminggu dan itu sangat membahayakan kondisi janin yang masih mudah... jawab Dokter "apa karena aku hamil jadi aku tidak merasakan mabuk walaupun setelah minum banyak alkohol... pikir ku" jadi saya harap Nona YuRi tidak mengonsumsi itu semua saat sedang hamil itu akan membahayakan janin anda atau yang lebih buruknya anda akan kehilangan anak anda... saran dokter "ba-baik dokter... ucapku " baiklah kalau begitu saya akan menuliskan beberapa obat buat Nona YuRi dan tuan Min boleh ikut saya sebentar anda harus mengurus beberapa sebelum meninggalkan rumah sakit... ucap Dokter, Yoongi dan dokter pun meninggalkan ku sendiri "haa aku tidak percaya aku akan sebentar lagi menjadi eomma... gumamku sambil mengelus-ngelus perutku " eomma berjanji akan menjagamu dengan baik... ucapku, setelah Yoongi selesai mengurus semuanya, aku pun diperbolehkan pulang, kami berdua pun segera kembali ke apartemen
Yoongi sedang sibuk membuat bubur didapur saat Yoongi sedang sibuk membuatkan ku bubur tak lama seseorang memencet bel "siapa yang bertamu... ucap Yoongi, Yoongi pun segera pergi membuka pintu dan ternyata itu adalah Namjoon "안녕하세요 (selamat siang)... ucap Namjoon memberi salam "네(iya) ada urusan apa kau kemari... tanya Yoongi, saat Namjoon baru ingin menjawab pertanyaan Yoongi aku sudah berada di belakang Yoongi " ini.. aku sudah menandatangani semuanya sisanya kamu yang urus... ucapku "아라요 (aku mengerti) nona... ucap Namjoon "더아찬 널루(kenapa kau kemari) aku sudah bilang jangan meninggalkan kamar, janin mu itu sangat lemah bagaimana jika kau sampai terluka... omel Yoongi " aisshh bisakah kau berhenti mengomel telinga ku sampai sakit mendengarnya... ucapku "kalau begitu kembali kekamar sekarang... omel Yoongi " cihh... Namjoon aku beberapa hari ini tidak akan ke perusahaan jadi aku serahkan urusan perusahaan kepadamu... ucapku "아라요(baiklah) tapi apa tadi tuan Min bilang janin... ucap Namjoon "네(ya) apa yang kau pikir kan benar aku sedang mengandung... ucapku " benarkah 축하해요(selamat) YuRi... ucap Namjoon memberi selamat padaku "hem 고마워(makasih)... ucapku " kalau begitu kamu harus fokus dengan kehamilan mu, kamu tidak perlu memikirkan masalah perusahaan serahkan semua itu padaku... ucap Namjoon "아라소(baiklah)... ucapku sedikit senang, setelah itu Namjoon pun berpamitan dan segera kembali ke perusahaan, aku sedikit senang karena kata-kata Namjoon tadi yang enak didengar, Yoongi yang melihatku tersenyum pun heran " ah sekarang kau sudah tau cara tersenyum ya... ledek Yoongi, aku pun tiba-tiba merubah ekspresi wajah ku "몰라(terserah)... ucapku sambil kembali kekamar " Hati-hati jangan sampai terjatuh... teriak Yoongi "cihh apa aku ini anak kecil... gumamku " haa dasar wanita keras kepala... Gumam Yoongi
setelah cukup lama menunggu Yoongi pun datang sambil membawa makanan "kenapa kau lama sekali, membuat bubur tidak butuh memakan waktu yang lama... omelku karena mulai kelaparan " hoho lihat siapa yang sedang berbicara, baru saja tadi katanya tidak ingin memakan bubur tapi lihat sekarang seperti orang yang sedang kelaparan... ucap Yoongi "karena aku memang kelaparan dan kau tidak mengizinkan ku melakukan apa-apa... omelku" tentu saja bagaimana aku bisa membiarkan mu melakukan apa-apa dalam keadaan begini... ucap Yoongi "terserah, sekarang berikan makanannya aku sudah lapar... ucapku, Yoongi pun memberiku bubur yang di buatnya tapi saat aku ingin memakannya tiba-tiba seseorang memencet bel lagi " siapa lagi yang datang... ucap Yoongi, Yoongi pun segera turun dan membuka pintu dan ternyata itu adalah ibu Yoongi "oh eomma, apa yang eomma lakukan disini... tanya Yoongi " tentu saja eomma ingin melihat anak dan menantu eomma... jawab ibu Yoongi "apa eomma datang sendiri, 어디 아빠(dimana ayah).... tanya Yoongi " ada dirumah, dimana istri mu... tanya Ibu Yoongi "dia ada dikamar... jawab Yoongi, ibu Yoongi pun segera naik kekamar dan dikamar aku baru memasukkan bubur kedalam mulutku dan ibu mertua ku pun datang " oh eomma... ucapku dengan mulut sedikit penuh "ada apa dengan mu YuRi apa kau sedang sakit... tanya ibu mertua ku " ani, eomma YuRi sedang hamil jadi aku membuatkannya bubur... jawab Yoongi "apa? kau bilang hamil... ucap Ibu Yoongi terkejut "네 (iya)... ucap Yoongi " Hei muntah kan bubur itu cepat... ucap Ibu Yoongi yang tiba-tiba panik sambil memberi ku tissu, aku pun langsung memuntahkan bubur yang baru masuk dimulut ku "와에요 엄마(kenapa ibu)... tanya Yoongi kebingungan aku pun ikut bingung " kau bilang YuRi sedang hamil terus kenapa kau memberikannya bubur, kau tau bubur tidak baik untuk orang hamil... omel ibu Yoongi "be-benarkah... tanya Yoongi tidak percaya " kau ini padahal sekolah tinggi tapi tidak tau hal sepele seperti ini... omel ibu Yoongi sambil menjewer telinga Yoongi "a...aw... aw eomma apa yang eomma lakukan... tanya Yoongi sedikit kesakitan " sekarang ambil bubur itu dan ikut eomma kedapur... ucap Ibu Yoongi sambil melepas tangannya dari telinga Yoongi, Yoongi pun mengambil bubur itu dari hadapan ku dan segera membawanya kedapur "eomma akan membuatkan mu makanan yang enak... ucap Ibu Yoongi lalu pergi menyusul Yoongi " ah padahal aku benar-benar sudah lapar... gumamku
setelah cukup lama menunggu akhirnya Yoongi dan ibu mertua ku pun datang membawa makanan "ini makanan yang baik untuk orang hamil, nasi gandum, sup rumput laut, Ubi jalar dan susu... ucap Ibu mertua ku "보고 가지(ayo makan)... ucap Ibu Yoongi, aku pun segera mencicipi makanan yang dibuat kan oleh ibu mertua ku "어떡해(bagaimana)... tanya ibu Yoongi " emm마쓰다(enak)... jawab ku "tentu saja, sekarang kau harus rutin memakan makanan ini, Yoongi sudah menceritakan eomma tentang kehamilan mu jadi kamu harus menjaganya dengan baik dan eomma juga sudah menulis resep makanan ini untuk Yoongi agar dia bisa membuatkan mu... ucap Ibu Yoongi "고마워 엄마(makasih ibu)... ucapku
Malam hari di Seoul
setelah selesai, ibu Yoongi pun berpamitan untuk pulang dan dia yang akan memberi tahu ke ibuku tentang kehamilanku, Yoongi mengantar ibunya pulang dan aku sendiri di apartemen " haa 나 (aku) masih tidak percaya bahwa aku benar-benar sedang hamil... ucapku sambil mengelus-ngelus perutku "aku akan segera menjadi eomma.. ucapku " eomma tidak tau apa eomma harus merasa bahagia atau sedih, disatu sisi eomma bahagia karena keberadaan mu tapi disisi lain eomma sedih mengetahui bahwa kau hampir tiada gara-gara perilaku buruk eomma... ucapku "eomma janji akan menjagamu dengan baik sampai kau bisa melihat dunia ini... ucapku, tak lama Yoongi pun kembali dan dia melihat ku belum juga tidur " hei kenapa kau masih belum tidur... tanya Yoongi "cihh Nak, kamu juga harus tau bahwa appa mu hampir juga melukaimu dengan cara memberikan eomma bubur.... ucapku sambil memegang perutku " i-itu hanya kesalahan yang tidak disengaja aku tidak tau kalau bubur tidak baik untuk orang hamil... ucap Yoongi membela diri "terserah... ucapku lalu segera tidur, Yoongi pun segera tidur disamping ku dan dia memeluk ku " apa yang kau lakukan... tanyaku "aku hanya ingin tidur bersama anakku... jawab Yoongi sambil meletakkan tangannya di perutku " appa akan melindungi mu... gumam Yoongi dan segera tidur