
aku, ibu dan ayahku makan bersama dimeja makan, Ibuku membuatkan semua makanan kesukaan ku "haa lihat eomma mu membuat terlalu banyak makanan mentang-mentang putrinya sedang datang... komentar ayahku " apa salahnya jika aku membuat banyak makanan untuk putriku... ucap ibuku "benar appa, aku baru lagi memakan masakan eomma setelah sekian lama haa rasanya aku ingin tinggal bersama kalian lagi... ucapku " apa yang kau katakan... ucap ibuku sambil menjentik dahi ku "aww apa yang eomma lakukan... ucapku sambil memegang dahi ku " chagiya apa yang kau lakukan kenapa kau menyakiti putrimu... ucap ayahku "dia pantas menerimanya siapa suruh dia berkata seperti itu... ucap ibuku " apa yang ku katakan... tanyaku "kau tadi berkata ingin tinggal bersama kami selamanya... jawab ibuku " apa itu salah... tanyaku heran "tentu saja salah, kau itu sudah berkeluarga dan sebentar lagi kau akan menjadi ibu tapi kau masih saja berpikir untuk tetap tinggal bersama kami disini.... jawab ibuku kesal " apa yang salah dengan perkataan ku itu aku hanya ingin menghabiskan waktu ku lebih banyak bersama kalian... ucapku "aisst tutup mulutmu itu sebelum eomma jahit, bagaimana kau bisa berkata seperti itu terus apa kau tidak ingat bahwa kau memiliki suami... tanya ibuku " molla (terserah), aku tidak ingin melihat wajahnya.... gumamku tetapi ternyata ibuku mendengarnya "apa yang kau katakan? tidak ingin melihat wajah suamimu... tanya ibuku makin kesal " ani(tidak) bukan begitu maksudku emmm.. ah lupakan aku mau makan... jawabku "andwe (tidak boleh) kau tidak boleh makan sebelum menjawab pertanyaan eomma... ucap ibuku sambil menghalangi ku mengambil makanan " cha-chagiya kenapa kau melarang putrimu untuk makan bukannya kau membuat makanan ini untuknya.... ucap Ayahku yang dari tadi hanya diam melihat ibuku dan aku berdebat "ani(tidak) dia tidak boleh makan sebelum menjawab pertanyaanku... ucap ibuku " haa eomma aku benar-benar sudah lapar... rengek ku "kalau begitu cepat jawab pertanyaan eomma... ucap ibuku " pertanyaan apa... tanyaku "apa kau sedang bertengkar dengan Nampyeon (suami) mu.... tanya ibuku " ani(tidak)... jawabku "lalu kenapa kau kesini sendirian... tanya ibuku " itu karena...aku ingin bertemu dengan eomma dan appa, Yoongi tidak bisa mengantarku karena sedang mengerjakan sesuatu.... ucapku "sasilingayo (benarkah itu) kau tidak membohongi eomma kan... tanya ibuku curiga " kreom (tentu) saja kenapa aku harus membohongi eomma... jawabku "baiklah kalau begitu kau boleh makan... ucap ibuku " ha Bogo(makanlah)... ucap Ayahku, suasana pun kembali tenang kami menikmati makanan yang ibuku buat
Kami pun selesai dengan makan siang kami dan Ayahku keruang tamu untuk menonton sesuatu sedangkan aku dan ibuku masih berada di dapur "aku akan membantu eomma mencuci piring... ucapku sambil membawa piring kotor " omo hajima (jangan) biar eomma yang melakukannya sendiri... larang ibuku "tidak apa-apa eomma... ucapku " bagaimana jika kamu kecapean dan mempengaruhi janinmu... ucap ibuku "tidak akan eomma lagi pula piringnya cuman sedikit aku tidak akan lelah... ucapku meyakinkan ibuku " haa baiklah terserah kamu Chagiya (sayang).... ucap ibuku, saat aku asik mencuci piring ibuku malah mengeluarkan beberapa tempat - tempat kecil dan meletakkan makanan di dalamnya "siapa yang eomma ingin bawakan... tanyaku " eomma ingin membawakan untuk Namjoon dia sedang berada di rumah sakit sementara eomma dan appanya sedang berada di luar negeri.... jawab ibuku "apa! Namjoon sedang ada dirumah sakit... tanyaku sedikit terkejut, Ibuku pun langsung sadar atas apa yang baru saja dia katakan, ternyata ibuku tampa sadar memberitahu kondisi Namjoon " ah maksud eomma Jin eomma ingin membawakan makanan ini untuk Jin karena dia sudah merawat mu dan cucu eomma dengan baik... ucap ibuku beralasan "eomma aku bukan anak kecil yang bisa dibohongi, katakan dengan Jujur kenapa Namjoon bisa ada dirumah sakit... tanyaku " ah chagiya kamu salah dengar eomma tadi bilang ini untuk Jin... ucap ibuku yang masih mengeles "chagiya beritahukan saja kepada YuRi yang sebenarnya... teriak Ayahku dari ruang tamu " ah paboya (bodoh)... caci ibuku untuk Ayahku "eomma aku menunggu penjelasan... ucapku " ah baiklah eomma akan memberitahukanmu... ucap ibuku "Sebenarnya Namjoon memeng sedang berada di rumah sakit dia sedang di rawat karena terlalu lelah dan lupa beristirahat... ucap ibuku " tapi kenapa tidak ada yang memberitahukanku.... tanyaku "Namjoon melarang eomma memberitahu kan kondisinya kepadamu karena dia takut kau akan khawatir dan akan mempengaruhi kandungan mu... jawab ibuku " haa lupakan biar aku yang membawakan makanan itu untuknya dimana Namjoon dirawat.... tanyaku "dirumah sakit tempat Jin berkerja... jawab ibuku " itu artinya Jin mengetahui semua ini... tanyaku "Nee(iya) chagiya... jawab ibuku " baiklah berikan makanan itu... ucapku mulai kesal "tidak perlu chagiya biar appa dan eomma yang mengantarkannya untuk Namjoon.... ucap ibuku " ani(tidak) biar aku saja,aku juga ingin memberitahukan sesuatu pada Jin dan Namjoon.... ucapku, ibuku pun pasrah dan memberikan aku tempat makan itu akupun meninggalkan rumah ibuku dan langsung menuju rumah sakit tempat Jin bekerja
" haha kau benar sudah lama sekali dan aku tidak pernah melupakan pelukan YuRi itu...ucap Namjoon "haa kau benar pria yang baik,andai aku adalah seorang wanita aku akan menikahimu....ucap Jin " walaupun kau adalah wanita aku akan tetap memilih YuRi...ucap Namjoon sedikit geli "hahah aku hanya bercanda ,kau kira kau saja yang menyimpan hati pada YuRi kita semua juga tapi tidak ada yang mencintai YuRi seperti dirimu sampai-sampai kau rela meninggalkan cita-cita mu hanya untuk terus dekat dengan YuRi...ucap Jin " haa cukup basa basinya cepat periksa aku dan beritahu kapan aku bisa pulang...ucap Namjoon "haa aku sudah bilang kau tidak akan bisa cepat pulang jika kau terus bekerja,kau harus berhenti bekerja sejenak...saran Jin"mana bisa begitu, jika aku berhenti bekerja siapa yang akan mengurus perusahaan YuRi... ucap Namjoon " aku yang akan mengurusnya...ucapku sambil masuk kedalam kamar, sontak Namjoon dan Jin terkejut melihat ku