
Pagi hari di kota Paris
hari ini adalah hari kami kembali ke Seoul, saat bangun Yoongi sudah tidak berada di samping ku dan aku pun dalam keadaan tanpa busana, aku berusaha mengingat kejadian semalam dan yang ku ingat hanya waktu aku mencium Yoongi " haa astaga apa yang kulakukan semalam... ucapku, notif pesan pun masuk di henpon ku dan itu dari pria mesum "aku keluar sebentar menemui seseorang, kau bersiap - siaplah'' isi pesan Yoongi, aku pun bersiap untuk membersihkan tetapi saat aku ingin bangun sekujur tubuh ku terasa sakit" awww, dasar pria mesum... ucapku kesal
sementara itu ditempat lain
ternyata yang Yoongi temui adalah Jungkook mereka bertemu di salah satu kafe, setelah Jungkook dan Yoongi duduk mereka pun memesan minuman dan memulai berbincang an mereka "apa yang sebenarnya terjadi semalam... tanya Jungkook " itu hanya sebuah kesalahan pahaman... jawab Yoongi "jeongmal (benarkah) syukur lah jika tidak terjadi apa-apa... ucap Jungkook " Nee., tapi bisa kah kau jelaskan tentang wanita yang bersama mu semalam.... ucap Yoongi "maksud YehNa... tanya Jungkook " Nee.... jawab Yoongi "dia adalah teman ku,kami ketemu saat sedang mencari - cari toko bunga, ternyata kami berdua mempunyai daya tarik tentang bunga, jadi kami memutuskan untuk berkerja sama, dia lebih tua dari ku jadi aku menggangap nya sebagai Nunaku(kakak perempuan).... ucap Jungkook " oh iya semalam YehNa bilang kalau kamu dan dia pernah menjalin hubungan.... tanya Jungkook "Nee, kami memang pernah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, dia adalah cinta pertamaku, saat usia ku 18 tahun, kami menjalin hubungan sangat baik, tapi entah kenapa saat hari kelulusan dia meminta putus dariku dan pergi keluar negri untuk melanjutkan kuliahnya, aku pun tidak pernah melihatnya sampai semalam aku melihatnya di pesta mu.... jawab Yoongi " benarkah, tapi kenapa kau tidak pernah menceritakan itu kepadaku.... tanya Jungkook "aku merasa itu sudah tidak penting bagiku jadi buat apa aku menceritakan itu padamu... jawab Yoongi " hmm kau benar juga... ucap Jungkook "ah satu lagi apa YehNa memiliki suami atau semacamnya... tanya Yoongi " setau ku YehNa tidak mempunyai kekasih apa lagi suami!.... jawab Jungkook "ada apa? jangan bilang kau masih tertarik padanya... tanya Jungkook " tentu saja tidak, mungkin aku yang salah dengar... Jawab Yoongi "hmm... oh iya kau tidak pernah mengatakan bahwa yang kau nikahi adalah cinta pertama ku.... ucap Jungkook " cinta pertama mu?... ucap Yoongi "Nee, YuRi adalah cinta pertama ku... ucap Jungkook " aku pikir cinta pertama mu bernama Yu... ucap Yoongi "pfft itu singkatan dari YuRi... ucap Jungkook sambil memperlihatkan sebuah foto di henpon nya kepada Yoongi " tapi dia tidak sama dengan wajah istriku... ucap Yoongi "hmm tentu saja dia sekarang jauh berbeda, dia sudah dewasa dan menjadi istri seseorang dan senyum ceria yang ada diwajahnya ini kini hilang selamanya karena kesalahan ku... ucap Yoongi " kesalahan apa?... tanya Yoongi penasaran "ah bukan apa-apa, oh iya apa kau tidak terlambat ke penerbangan mu, kau kan hanya datang untuk pamit kepadaku.... ucap Jungkook mengganti topik " ah aku hampir lupa.... ucap Yoongi, setelah itu mereka pun berpisah dan Yoongi segera kembali ke hotel untuk menjemput ku
Aku sudah berada di luar hotel menunggu Yoongi "kemana pria mesum itu, kenapa dia lama sekali... ucapku geram, setelah menunggu cukup lama sebuah taksi berhenti di hadapanku " cepatlah masuk... ucap Yoongi dari jendela mobil "kau... kenapa lama sekali... omelku " omelnya nanti saja cepat lah naik kita bisa terlambat penerbangan... ucap Yoongi "cihh....ucapku sambil masuk kedalam Taksi, kami pun segera berangkat kebendara
Kami pun tiba di rumah orang tua ku, aku dan Yoongi memencet bel rumah, pintu pun terbuka dan didepan pintu orang tua ku dan mertuaku menyambut kedatangan kami " akhirnya kalian sampai juga... ucap ibuku sambil memelukku, begitu pula dengan ibu Yoongi memelukku dan memeluk Yoongi "apa perjalanan kalian menyenangkan... tanya ibuku " Nee, eomma... jawabku "oh iya apa kalian cuma pulang bertiga... tanya ibuku " haa eomma biarkan aku beristirahat, aku capek... jawabku "tapi eomma hanya mau tau... ucap ibuku " ah chagiya, biarkan YuRi dan Yoongi beristirahat mereka pasti lelah selama di penerbangan... tanya ayahku kepada ibuku, aku pun memeluk ayahku sebelum naik kekamar karena dia yang paling mengerti ku, aku dan Yoongi pun naik kekamarku
sesampai dikamar aku merebahkan tubuhku di atas kasur ku, aku begitu merindukan susana di kamar ku "apa ini kamarmu... tanya Yoongi, oh iya aku hampir melupakan pria mesum itu seketika susana di kamarku pun berbeda karena kehadirannya,aku hanya mengabaikan pertanyaan Yoongi, tiba-tiba Yoongi ikut merebahkan tubuhnya disamping ku " Aiss... bisakah kau membiarkanku beristirahat... tanya ku kesal "emang apa yang sedang aku perbuat terhadapmu... tanya balik Yoongi sambil mengubah posisinya menghadap kearahku " bisakah kau diam, aku kesini untuk menghindar dari pertanyaan eomma ku tetapi disini masih ada saja yang terus bertanya padaku, aku rasa semua di keluarga ini memiliki bakat untuk menjadi seorang wartawan... ucapku, setelah mengatakan itu aku tidak mendengar suara Yoongi lagi, aku pun melihat kearah Yoongi dan ternyata di sedang memandangku "kenapa kau melihatku seperti itu... tanyaku " waeyo (kenapa)?... tanya balik Yoongi, karena kesal dengan Yoongi, aku pun memutuskan untuk pergi mandi "jangan menyentuh barang-barang ku...teriak ku dari dalam kamar mandi,Yoongi pun bangun dari kasur dan melihat - lihat isi kamarku, dia melihat foto-fotoku saat masih menjadi seorang siswi SMA "hem dia tampak polos difoto ini tapi kenapa aslinya seperti kucing liar... ucap Yoongi " hemm apa mereka semua satu sekolah... ucap Yoongi, saat Yoongi sedang melihat-lihat rak buku dia melihat sebuah bingkai foto terselip diantara buku - buku, karena penasaran Yoongi pun mengambil bingkai foto itu dan dia melihat foto yang sama di henpon Jungkook "hemm aku tidak percaya kalau ini benar-benar dia... ucap Yoongi " tapi kenapa dia menyembunyikan foto ini... pikir Yoongi, saat Yoongi sedang berpikir aku pun keluar dari kamar mandi dan melihat Yoongi sedang memegang sesuatu ditangannya "khyaa aku sudah bilang jangan menyentuh barang-barang ku... ucap ku sambil mengambil bingkai foto dari tangan Yoongi " waeyo (kenapa) aku tidak boleh memegangnya... tanya Yoongi "kau tidak punya hak... jawabku lantang " hah apa kau ini seorang lansia, kau lupa kalau aku adalah suamimu dan semua yang kau miliki adalah milikku... ucap Yoongi, tiba-tiba pandangan Yoongi mengarah kearah yang lain, aku pun menyadari itu dan spontan menampar pipi Yoongi "apa yang kau lihat... ucapku yang hanya mengenakan handuk " aww dasar kucing liar beraninya kau menampar suamimu.... ucap Yoongi "jangan menjadi pria lemah, aku hanya menampar mu dengan pelan... ucapku sambil mencari baju di lemari pakaian" cihh.... aku akan memberimu pelajaran karena sudah berani menampar ku... gumam Yoongi, saat aku sedang sibuk mencari baju tiba-tiba Yoongi memelukku dari belakang "a-apa yang kau lakukan pria mesum... ucapku sambil meronta-ronta " aku hanya ingin memeluk istri ku harum ini.... ucap Yoongi sambil mendekatkan kepalanya ke leherku "cepat lepaskan aku pria mesum, kalau tidak aku akan benar-benar menamparmu dengan sangat keras... ucapku mengancam, tiba-tiba Yoongi menjatuhkanku di atas kasur dan menahan kedua tanganku " apa kau masih bisa menampar ku... ucap Yoongi "dasar pria mesum... ucapku sambil berusaha melepas genggamannya, Yoongi pun langsung mencium ku dan tangannya yang satu bersiap membuka handuk yang aku pakai, aku pun dengan siagap menendang kearah asetnya " awwww apa yang kau lakukan, apa kau tidak ingin memiliki keturunan.... ucap Yoongi sambil kesakitan "rasakan itu pria mesum... ucapku sambil mengambil baju dan masuk kedalam kamar mandi untuk memakainya
setelah itu orang tua kami pun memanggil kami untuk makan malam, aku dan Yoongi pun segera turun dan kami semua makan malam bersama, setelah selesai makan malam aku dan Yoongi bersiap untuk naik kekamar kami tetapi tiba-tiba ibuku menghentikan kami dan menyuruh kami untuk duduk di ruang tamu karena ada sesuatu yang mereka sampai kan kepadaku dan Yoongi " ada apa... tanya ku "eomma, ah maksudnya Uri(kami) ingin mengatakan sesuatu pada kalian.... jawab ibu mertuaku " tentang apa...? ucapku dan Yoongi secara bersamaan