My Family That Is Cold As Snow

My Family That Is Cold As Snow
#Ep28*Milikku


betapa terkejutnya aku melihat tingkah Yoongi kepada karyawan wanita itu, Yoongi berdiri dari tempat duduknya dan mengambil salah satu pakaian di dekatnya lalu melemparkan kearah karyawan wanita itu, wajah Yoongi tampak sedikit kesal lalu karyawan itu meninggalkan Yoongi dan membawa pakaian yang tadi dilemparkan Yoongi untuknya "haa dasar pria yang kejam... gumamku, aku pun melanjutkan langkahku keruang ganti untuk mencoba pakaian yang sudah aku pilih, setelah selesai mencoba semua pakaian aku siap untuk membayarnya, aku pun menghampiri Yoongi yang masih duduk menungguku " sudah selesai?... tanya Yoongi "eung, kajja... jawabku kami pun pergi kekasir untuk membayar pakain yang aku pilih dan disana aku melihat karyawan wanita yang tadi menghampiri Yoongi, bajunya sudah rapi kembali " hitung semuanya... ucapku "Nee noona... jawab salah satu karyawan itu, karyawan itu pun menyebutkan jumlah yang akan aku bayar " apa kau sudah menghitung semuanya... tanya ku "Nee, saya sudah menghitung semuanya... jawab karyawan itu " geurae? apakah kau juga sudah menghitung yang tadi diberikan oleh Nampyeon ku... tanyaku "Na... Nampyeon... ucap karyawan itu gagap " Nee, bukankah tadi Nampyeon ku memberikanmu baju kami akan membayar itu juga dan itu sudah jadi milikmu... ucap ku "ah khamsamnida... ucap karyawan itu, aku pun memberikan kartu kredit ku padanya sambil membisikkan sesuatu ditelinga karyawan itu"mulai sekarang kau harus memperhatikan apa yang semua aku miliki dan itu tidak akan terulang lagi kau mengerti?... bisikku " N.. nee saya mengerti... ucap karyawan itu, setelah itu kami pun meninggalkan Moll dan menuju mobil "apa kau ingin kesuatu tempat lagi... tanya Yoongi sambil fokus menyetir " aniyo aku ingin pulang... jawabku "kalau begitu kajja makan dulu... ucap Yoongi, Yoongi pun membawaku disebuah restoran setelah tiba di restoran kami pun langsung masuk kedalam dan memesan makanan, Yoongi memesankanku makanan yang baik untukku dan tentu saja untuk bayinya juga, setelah pesanan kami datang kami pun langsung memakannya, tapi saat kami sedang memakan makanan kami tiba-tiba dua wanita asing mendekati meja ku dan Yoongi " silyehamnida(permisi) apa kami boleh berkenalan dengan anda... ucap salah satu wanita itu kepada Yoongi, tetapi Yoongi tidak mempedulikan mereka dia hanya terus menyantap makanannya "ah oppa kami dari tadi memperhatikan oppa disana, oppa sangat tampan apa oppa seorang artis... tanya wanita satunya lagi " yaaa apa kalian tidak bisa melihat bahwa kami sedang makan.. tanyaku "omo apa ini Yeongdongsaeng(adik pr) oppa, Jinjja yeppeo(sungguh cantik)... ucap wanita itu " haa Yeongdongsaeng dasar bocah tengik... ucapku "yaa apa kamu bisa memberikan aku nomor oppa mu aku akan menjadi teman baikmu... ucap salah satu wanita itu " hentikan, kenapa kalian terus mengganggu , aku akan melaporkan kepada pengurus restoran ini jika kalian terus menganggu kami... ucap Yoongi mulai kesal "ah Mianhae, kalau begitu kami akan segera kembali kemeja kami... ucap wanita itu lalu kembali kemeja mereka " yaa waeyo kau tidak memberitahukan kalau aku adalah anae (istri) mu apa kau suka jika seseorang menyebutku sebagai dongsaeng mu... tanya ku kesal "tidak perlu memperdulikan mereka, kembalilah makan... jawab Yoongi " molla(terserah) aku sudah tidak lapar lagi... ucapku sambil meninggalkan Yoongi "hei kau mau kemana?... teriak Yoongi,aku pun menuju tempat parkir dan langsung masuk kedalam mobil " cihh apa sesulit itu mengatakan kalau aku ini adalah anaenya... ucapku kesal, Tak lama Yoongi pun datang dan langsung masuk kedalam mobil "waeyo kau tidak menghabiskan makanan mu dan langsung pergi... tanya Yoongi " waeyo? aku sudah mengatakan kalau aku tidak lapar lagi... jawabku masih dalam keadaan sedikit emosi "Na (aku) membukuskan makanan yang baru kau bisa memakannya di apartemen nanti...ucap Yoongi sambil menyimpan makanan di kursi belakang " na mengatakan tidak lapar lagi tetapi waeyo jeo(kau) masih saja membelinya?... tanya ku "tidak apa-apa... jawab Yoongi sambil menjalankan mobil dan kami pun kembali ke apartemen


sesampai di apartemen Yoongi membawa belanjaan ku "biar aku yang membawanya.... ucapku " aniyo(tidak) biar aku saja... ucap Yoongi, aku pun berjalan duluan naik kekamar meninggalkan Yoongi, aku pun tiba dikamar dan merebahkan diriku di atas tempat tidur "haa kenapa hari ini dia sedikit berbeda... pikirku sambil mengusap perutku " hmm kenapa aku tiba-tiba ingin memakan yang kecut-kecut ya... pikirku "apa kau ingin memakan sesutu yang asam chagiya... ucapku sambil mengelus perutku, Yoongi pun datang kekamar membawa belanjaan ku " aku menyimpan makanan tadi didalam lemari es... ucap Yoongi sambil meletakkan belanjaan ku diatas kasur "apa aku bilang saja ya kepada Yoongi kalau aku ingin memakan yang asam-asam... ucapku dalam hati " tapi bagaimana jika dia menganggap ku mulai manja kepadanya... sebaiknya aku tidak mengatakannya.... ucapku dalam hati, aku pun berdiri dari tempat tidur "kau mau kemana?... tanya Yoongi " kenapa kau terus bertanya setiap aku ingin pergi... tanya ku balik "waeyo apa itu salah?... tanya Yoongi " tentu saja karena itu sangat merepotkan... jawab ku "kau tinggal menjawab pertanyaan ku saja... ucap Yoongi " geurae (baiklah), tapi jika aku memberitahukan mu apa kah kau akan melakukannya... tanya ku "dangyeonhaji(tentu saja)... jawab Yoongi " geurae sekarang aku ingin memakan mangga mudah apa kau bisa mencarikan nya untukku ah maksudnya untuk bayi kita.. ucap ku "geurae aku akan pergi mencarikan nya untuk mu... ucap Yoongi dan meninggalkan kamar " ha ada apa dengannya hari ini, waeyo dia mau menuruti perkataanku... pikirku, aku pun membuka belanjaan ku dan merapikan nya di lemari pakaian ku "besok aku akan mulai kerja, chagiya apa kau ingin melihat perusahaan eomma, eomma akan membawamu besok kesana sampai ajusshi (paman) Namjoon mu pulih... ucapku, aku mengambil henpon ku dan menelpon seseorang, " yeoboseyo(halo)... ucapku "ah Nee yeoboseyo Hoejangnim (ibu/Bpk CEO) wae gerue? (ada apa)... ucap Namjoon " Yaa(hei) apa kau sedang berada dikantor... tanyaku "ah Ceosonghamnida (maaf)... ucap Namjoon"gwaenchana... tanya ku " ah nee na gwenchana.... jawab Namjoon "jinjja(sungguh)... tanya ku meintrogasi " ah nee jinja gwaenchanayo.... jawab Namjoon "geurae... ucapku " ah nee, igeot (itu) kalau tidak ada yang ingin dibicarakan lagi bisa aku menutup telponnya... tanya Namjoon gugup "waeyo? apa kau ingin melakukan sesuatu... tanyaku " aniyo Na hanya ingin beristirahat lebih awal agar bisa kembali kekantor.... jawab Namjoon "geurae kalau begitu aku akan menutup telponnya.... ucap ku " Nee... ucap Namjoon "jalja (selamat tidur)... ucapku lalu menutup panggilan, tapi saat berbicara dengan Namjoon aku merasa dia sedang menyembunyikan sesuatu dariku, aku pun memutuskan untuk menelpon Jin " yeoboseyo... ucapku "ah nee wae gere (ada apa)?... tanya Jin " eottoke(bagaimana) kondisi Namjoon sekarang... tanya ku balik "ah aku baru saja memeriksanya tapi hasilnya belum keluar... jawab Jin " kalau begitu beritahu aku jika kau sudah mengetahuinya..... tanya ku "arasso... jawab Jin, saat aku hendak menutup panggilan kami tiba-tiba aku mendengar seseorang memanggil Jin " Dok ini hasil dari pasien bernama Kim Namjoon... ucap suster "ah gomawo.... ucap Jin " Yaa apa hasilnya sudah keluar... ucapku "oh aku kira kau sudah menutup panggilannya.... ucap Jin " tidak perlu banyak tanya, bagaimana dengan hasilnya.... tanya ku "geurae aku akan memberitahumu... ucap Jin, suasana terasa hening aku tidak mendengar suara Jin lagi " Yaaa eottoke? Yaa! Yeoboseyo, cihh kenapa dia tidak bicara... ucap ku mulai kesal, tiba-tiba Jin teriak sehingga membuatku terkejutnya "Yaaa(hei) wae gere.... ucapku