My Family That Is Cold As Snow

My Family That Is Cold As Snow
#Ep23*Berat Badan


Aku naik kekamar dengan kesal dan menutup pintu kamar "ah menyebalkan padahal aku membuatkan itu untuknya agar perutnya tidak sakit lagi tapi dia malah melontarkan banyak pertanyaan aneh... Ucapku kesal, Aku memandangi diriku di cermin dan rasanya berat badanku tertambah itu terlihat jelas dipipiku yang mulai membesar " Apa berat badanku bertambah... Ucapku, aku pun segera mencari timbangan setelah menemukannya aku menimbang diriku dan timbangan itu menunjukkan angka 50 aku pun sontak terkejut melihat berat badanku "Li-lima puluh, apa aku bertambah gemuk kapan terakhir kali aku menimbang berat badanku... Ucapku " Yang benar saja kandungan ku baru berusia 4 minggu dan berat badanku sudah 50 bagaimana jika usia kandungan ku satu bulan.... Ucapku sambil membayangkan diriku yang gemuk "ahhh tidak tidak tidak aku tidak mau segemuk itu, mungkin berat badanku tertambah gara-gara sering memakan yang manis-manis... Pikirku " 차기야 (sayang) bisakah kau tidak menginginkan yang manis-manis ,Jika 엄마(ibu) terus terusan memakan yang manis-manis berat badan eomma bisa bertambah dan memakan yang manis-manis juga tidak baik untuk gigi bagaiamana jika gigi eomma rusak jadi chagiya mulai hari ini dan seterusnya bagaimana jika kamu menginginkan makanan yang sehat-sehat saja ya seperti sayuran dan buah-buahan ya chagiya.... Ucapku sambil mengelus perutku yang sedikit membuncit, aku pun baru menyadari bahwa perutku mulai membuncit "ah kenapa perutku seperti ini apa ini karena lemak atau karena bayi ku yang didalam mulai besar... Ucapku sambil tersenyum " Haaa eomma tidak sabar ingin melihatmu jadi kamu harus cepat-cepat besar ya chagiya... Ucapku, walaupun ini ada kehamilan ku yang pertama aku sama sekali tidak merasa takut biasanya orang-orang yang hamil pertama akan merasa takut saat mereka akan melahirkan karena saat melahirkan akan merasakan sakit yang luar biasa tapi bagiku bagaimana pun rasa sakit saat melahirkan itu akan tergantikan oleh satu nyawa yang sangat berharga "oh nak kamu tidak boleh seperti appa mu ya eomma tidak menyukai sifat appa mu itu dia sangat menyebalkan... Ucapku dan tiba-tiba pintu kamar pun terbuka " Hei jangan mengatakan yang tidak-tidak tentangku pada calon anak ku.... Ucap Yoongi sambil masuk kedalam kamar "apa yang kau katakan, ini adalah anakku... Ucapku " Itu anak ku juga aku yang membuatnya... Ucap Yoongi, aku langsung minder mendengar perkataan Yoongi itu, Yoongi pun berjalan mendekatiku "apa yang kau ingin lakukan... Tanyaku, boro-boro menjawab pertanyaan ku Yoongi malah langsung memelukku " Yoongi apa yang kau lakukan... Tanyaku sambil menggeliat "aku ingin memeluk anak ku apa itu salah... Jawab Yoongi " Lepaskan aku,aku tidak suka dipeluk apa lagi dipeluk oleh mu... Ucapku "kamu jangan kegeeran aku memeluk anak ku bukan kamu... Ucap Yoongi " Aku bilang lepaskan... Ucapku sambil menginjak kakinya "awww kenapa kau ini, apa kau tidak tau itu sangat sakit apa lagi berat mu kini jadi bertambah... Ucap Yoongi " A-apa kau bilang... Ucapku kesal "aku bilang kau semakin hari semakin gemuk... Ejek Yoongi, mendengar perkataan Yoongi itu membuatku sangat marah, siapa wanita yang tidak marah dibilangin seperti itu " Aku membencimu Yoongi... Teriak ku sambil meninggalkan kamar "Hey YuRi kau mau kemana... Tanya Yoongi, Aku turun dari lantai dua dengan kesal dan menuju kamar tamu, sebelumnya aku sudah meminta kunci kamar tamu itu pada ibu Yoongi dengan alasan aku membersihkannya untuk bayi ku, aku pun masuk kedalam kamar tamu dan menguncinya, Yoongi yang ternyata sudah berada di luar kamar berteriak-teriak memanggilku " YuRi kenapa kau mengunci pintunya.... Teriak Yoongi dari luar "aku tidak ingin melihat mu pergi sana... Teriakku " Ada apa denganmu aku hanya mengatakan yang sebenarnya... Teriak Yoongi "aku bilang pergi... Teriakku, Yoongi pun tak lagi bersuara mungkin dia sudah pergi kekamar, Perkataan Yoongi tadi itu benar-benar sangat menyakiti hatiku, aku baru pertama kali ini mendengar seseorang mengatai ku seperti itu " Ahhh dasar pria bodoh... Geramku


Pagi pun tiba, aku pun bangun dan naik kekamar utama untuk membersihkan badanku dan saat sampai dikamar aku melihat Yoongi yang masih tertidur pulas, melihat wajahnya saja membuat amarah ku muncul, akupun segera kekamar mandi dan setelah selesai bersih - bersih aku langsung turun kedapur untuk membuat sarapan, aku pun membuat sandwich dan membuat Susu, setelah selesai membuatnya akupun langsung memakannya, saat aku sedang memakan sarapan ku Yoongi pun datang dan menghampiri ku "apa yang sedang kau makan... Tanya Yoongi, aku hanya diam tidak menjawab pertanyaan Yoongi " Kenapa kau tidak menungguku membuatkanmu sarapan... Ucap Yoongi dan lagi-lagi aku tetap diam seolah-olah tidak ada yang sedang berbicara denganku, akupun selesai menyantap sarapan ku dan bersiap untuk naik kekamar tapi saat aku berjalan Yoongi menghentikan langkahku dengan memegang tanganku "ada apa denganmu... Tanya Yoongi, aku melepas tangan Yoongi yang memegang tanganku lalu aku melanjutkan langkahku, Yoongi hanya melihatku


Semenjak kejadian kemarin aku terus mendiamkan Yoongi sampai dia meminta maaf padaku tentang perkataannya itu,karena bosan dikamar aku keruang tamu untuk menonton sesuatu sebagai penghibur saat itu juga Yoongi menghampiri ku yang sedang menonton flim dan Yoongi langsung duduk disampingku dan ikut nonton bersama ku, sesekali dia melirik kearahku, dia pikir aku tidak mengetahuinya "ehem apa hari ini kita tidak pergi konsultasi... Tanya Yoongi mencairkan suasana yang hening tetapi susana malah semakin hening karena aku tidak kunjung menjawab pertanyaannya "hey apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan... Tanya Yoongi lagi tetapi aku masih memutuskan untuk tetap diam, saat Yoongi ingin melontarkan pertanyaan lagi tiba-tiba terdengar suara bel, aku pun langsung berdiri dari sofa dan langsung menuju ke arah pintu untuk membuka pintu dan saat aku membuka pintu ternyata yang datang adalah Jin, sebelumnya aku memeng meminta Jin untuk datang karena aku tidak bisa pergi kerumah sakit karena satu alasan, akupun menyuruh Jin masuk dan kami pun pergi keruang tamu " Haa kau benar-benar membuatku lelah saja YuRi kenapa kau tidak kerumah sakit saja malah menyuruhku datang menghampiri mu....omel Jin sambil mengeluarkan alat-alat medisnya "aku akhir-akhir ini sering merasa mual jika mencium bau aneh dari rumah sakit jadi aku memintamu datang saja kerumahku.... Ucapku " Haa kau ini mentang-mentang aku adalah teman mu jadi kau seenaknya menyuruhku kemari... Ucap Jin "kalau kau tidak suka aku bisa meminta dokter lainnya yang memeriksa ku.. . Ucapku " Apa? Jangan! Siapa bilang aku tidak suka, aku suka sekali hehehe tadi itu aku hanya bercanda... Ucap Jin,"oh iya apa akhir-akhir ini kau mengonsumsi sesuatu yang tidak baik... Tanya Jin "tidak, kenapa?... Jawabku " Padahala baru kemari kondisi janin mulai sudah membaik tapi kenapa sekarang malah kembali melemah... Ucap Jin "apa yang kau maksud dokter... Tanya Yoongi yang dari tadi hanya diam " Ya janin YuRi kembali melemah apa akhir-akhir ini kau sedang stres atau sedang banyak pikiran.... Tanya Jin kepadaku "hmm 네 (iya) aku akhir-akhir ini stres dan memikirkan sesuatu... Jawabku " Apa yang membuatmu stres... Tanya Yoongi , tapi aku tetap tidak ingin menjawab pertanyaan Yoongi "kau tau stres bisa mempengaruhi kondisi janinmu jadi mulai sekarang kau tidak boleh stres ingat itu dan aku juga sudah mengatakan bahwa kau harus terus tersenyum dan merasa bahagia.... Ucap Jin " Baiklah.... Ucapku "aku akan memberi mu tambahan obat... Ucap Jin sambil menulis resep obat untukku " Tuan Min bisa ke apotik atau kerumah sakit untuk membeli obat-obat ini untuk YuRi... Ucap Jin sambil memberikan sebuah kertas ke Yoongi "ah baiklah... Ucap Yoongi,Jin pun mengemasi alat-alat medisnya keran dia akan segera kembali kerumah sakit " Oh iya satu lagi YuRi kau tidak boleh kelelahan.... Saran Jin "baiklah... Ucapku, Jin pun pamit dan meninggalkan apartemen ku, Tinggal aku dan Yoongi, Yoongi menatapku dengan matanya yang sipit itu dengan tajam " Apa... Ucapku "kenapa bisa begitu... Tanya Yoongi" Apa maksudnya aku tidak mengerti.... Jawabku "apa yang membuatmu stres... Tanya Yoongi " Kau ingin tau apa yang membuatku stres... Tanya ku balik "네(ya)... Jawab Yoongi " Kau... Kau yang membuatku stres... Ucapku "aku!apa yang sudah kulakukan ?... Tanya Yoongi " Kau pikir saja sendiri... Jawabku sambil meninggalkan Yoongi, tapi Yoongi menghentikan ku lagi