My Family That Is Cold As Snow

My Family That Is Cold As Snow
#Ep26*Berkorban#2


"Yu-YuRi sejak kapan... ucap Jin gugup, aku melirik sinis ke Jin laku melihat Namjoon " ah Yu-YuRi apa yang kau lakukan disini... tanya Namjoon gugup "aku membawakan mu makanan.... jawabku dingin, Namjoon dan Jin pun mulai merasa gelisah " ah aku sudah selesai memeriksa mu Namjoon, aku akan pergi memeriksa pasien lainnya... ucap Jin sambil berjalan kearah pintu "aku akan bicara padamu nanti Jin... ucapku tampa melihat Jin yang berada dibelakangku " ah ba-baiklah Yu-YuRi kau datang saja ke-keruanganku.... ucap Jin lalu meninggalkan ruangan, tinggal aku dan Namjoon berada didalam ruangan itu, aku pun berjalan mendekati Namjoon dan Namjoon mulai tampak sangat gelisah "Yu-YuRi a-aku akan jelaskan semuanya... ucap Namjoon, aku hanya berjalan dengan muka datar, lalu aku mengeluarkan makanan yang dibuat ibuku tadi dan meletakkannya di sebuah piring " makan ini... ucapku sambil memberikan Namjoon makanan "ah ba-baiklah... ucap Namjoon sambil menerimanya, aku pun duduk didekat Namjoon dan melihatnya makan, Namjoon langsung memakan makanan itu dengan lahap " hemm masitta (enaknya) apa kau tidak makan YuRi... tanya Namjoon sambil melihatku "ani(tidak) aku sudah makan.... jawabku, Namjoon pun melanjutkan makannya " kenapa kau bisa disini... tanyaku, mendengar pertanyaan ku Namjoon pun langsung tersedak dan batuk, aku pun langsung memberinya minum "apa kau tidak bisa makan dengan pelan, Minum ini.... omel ku sambil memberikan minum ke Namjoon, Namjoon pun langsung menerimanya dan meminumnya " ahhh hampir saja.... ucap Namjoon legah "apa kau baik-baik saja.... tanyaku " ah Nee(iya) aku baik-baik saja.... jawab Namjoon "baguslah kalau begitu kembalilah makan.... ucapku " ah ani(tidak) aku sudah kenyang.... ucap Namjoon "apa kau bercanda kau baru saja makan dan kau sudah kenyang.... ucapku " aku tidak terlalu lapar, aku akan memakannya nanti.... ucap Namjoon "molla(terserah)... ucapku, Namjoon pun menyimpan sisa makanannya di atas laci " oh iya YuRi apa yang kau lakukan disini.. tanya Namjoon "haa ternyata kau punya nyali juga bertanya seperti itu padaku... ucapku dengan nada sedikit tinggi, Namjoon pun langsung diam setelah mendengar perkataanku " kenapa kau bisa sampai begini... tanyaku "ah itu.. karena penyakit lama ku kambuh heheh... jawab Namjoon " khojimal hajimarah (jangan berbohong).... ucapku mulai kesal "a-aku tidak bohong... ucap Namjoon beralasan " haa apa kita ini baru kenal seperti satu dua bulan, aku sudah mengenalmu sejak SD dan kau tidak memiliki riwayat penyakit apapun.... ucapku dengan wajah kesal "ah ka-kau salah YuRi sebenarnya aku sudah mengidap penyakit ini saat masih bayi... ucap Namjoon mencari-cari alasan " oh benarkah penyakit apa itu.... tanyaku "penyakit asam Lambung... jawab Namjoon " lalu kenapa bisa penyakit mu kambuh... tanyaku lagi "ka-karena aku sering memakan yang pedas-pedas padahal itu tidak boleh hahah aku memang bodoh... jawab Namjoon " haa asam lambung sejak bayi, ha itu sungguh lucu.... ucapku sambil menahan amarah "kau pikir aku ini bodoh, IQ ku lebih tinggi darimu bagaimana bisa kau memberiku alasan yang tidak masuk akal seperti itu .... ucapku masih menahan amarah " ah si-siapa yang mengatai mu bodoh... ucap Namjoon mulai panik "ah Namjoon sebaiknya kau mengatakan yang sejujurnya sebelum aku meledak.... ucapku " me-megatakan apa?... tanya Namjoon "kau sakit gara-gara mengurus perusahaan kan... tanyaku tenang " hahaha si-siapa bilang... jawab Namjoon berusaha bersikap santai "Namjoon jika kau tidak ingin mengatakan yang sebebarnya mulai saat ini juga kau bukan sekertaris ku lagi... ucapku lalu berdiri dari tempat duduk dan berjalan kearah pintu " Yu-YuRi chamkanman (tunggu sebentar) ba-baiklah aku akan mengatakan yang sebenarnya... ucap Namjoon, aku pun berbalik dan kembali duduk di dekat Namjoon "ka-kau benar aku sakit gara-gara mengurus perusahaan, ta-tapi kau tidak perlu khawatir aku hanya kelelahan tidak buruk kok... ucap Namjoon " paboya(bodoh) bagimana aku tidak khawatir karena mengurus perusahan kau sampai-sampai tidak mempedulikan kesehatan mu apa kau pikir aku akan senang melihatnya.... ucapku kesal "te-tenang saja sebentar lagi aku akan pulang kok... ucap Namjoon " aku mendengar semua apa yang tadi kalian bicarakan dan Jin bilang kau membutuhkan waktu yang lama untuk keluar... ucapku "ah itu... ucap Namjoon mencari alasan " cukup mulai saat ini kau harus fokus dengan pengobatanmu dulu dan masalah perusahaan biar aku yang mengurusnya mulai sekarang... ucapku "ba-bagaiman bisa kau tidak boleh mengurus perusahaan dulu bagaimana jika kamu kelelahan dan mempengaruhi kandunganmu... ucap Namjoon " sekarang aku sudah baik-baik saja dan kau harus fokus dengan pengobatanmu.... ucapku "tapi YuRi...ucap Namjoon " tidak ada tapi, jika aku melihatmu mengurus perusahaan sebelum kau sembuh aku akan langsung memecat mu menjadi sekertaris ku saat itu juga... ancamku "ba-baiklah... ucap Namjoon " oh dan yah aku tadi mendengar semua apa yang kau dan Jin bicarakan... ucapku mengingatkan Namjoon "be-benarkah se-semua... tanya Namjoon " nee(yaa) semuanya... jawabku "haa berarti kau mendengar tentang perasaan ku padamu... tanya Namjoon terang-terangan " nee(ya) aku mendengarnya... jawabku "haa baguslah jika kau mendengarnya jadi aku bisa tenang... ucap Namjoon "tenang..? ucapku " Nee(ya) aku tidak perlu lagi menyembunyikan perasaan ku padamu karena kau sedah mengetahuinya... ucap Namjoon, entah kenapa aku terdiam setelah Namjoon mengucapkan perkataannya itu "kwaenchana(apa kau baik-baik saja)... tanya Namjoon yang melihatku termenung " oh nee(ya)...jawabku "oh iya aku juga akan berusaha menjadi saudara laki-laki mu mulai sekarang.... ucap Namjoon sambil tersenyum " haa aku rasa tidak perlu, aku tidak ingin mempunyai saudara bodoh sepertimu... caci ku "apa bodoh... ucap Namjoon " ya kau bodoh bagaimana bisa kau menyimpan perasaan selama ini dariku.... ucapku "aku mempunyai alasan untuk itu... ucap Namjoon " alasan apa?.... tanya ku "sebenarnya aku sudah lama ingin mengutarakan perasaan ku padamu saat kau sudah tidak bersama dengan Jungkook tapi aku takut jika aku memberitahukan mu, kau akan merasa canggung padaku dan perlahan menjauh dariku jadi aku memutuskan untuk terus menyimpan perasaan ini darimu... jawab Namjoon " dasar bodoh, kenapa kau tidak mencobanya, andai dulu kau memberitahukanku mungkin sekarang kita sudah hidup bersama... ucapku mulai menangis "Yu-YuRi kenapa kau menangis... tanya Namjoon panik " itu karena mu, kenapa kau harus terus berkorban untukku... ucapku "uljima (Jagan menangis)... ucap Namjoon berusaha menenangkanku,aku pun langsung memeluk Namjoon yang " kenapa kau begitu bodoh Namjoon... ucapku sambil terus menangis "Yu-YuRi ada apa dengan mu tidak biasanya kamu seperti ini.... tanya Namjoon heran " kau terus saja berkorban untukku sedangkan aku tidak pernah melakukan apa-apa untukmu... ucapku "uljima(jangan menangis) kau pantas mendapatkan pengorbananmu... ucap Namjoon menenangkan ku, aku pun melepas pelukanku dan mengelap air mataku " mianhae (maaf) aku tidak pernah memperhatikanmu... ucapku "hemm kau tidak perlu meminta maaf... ucap Namjoon sambil mengelus rambutku " melihatmu saja bahagia aku sudah sangat beruntung... ucap Namjoon, aku menenangkan diriku setelah menagis, saat aku sudah mulai tenang aku kembali mengobrol dengan Namjoon "apa sekarang kau baik-baik saja... tanya Namjoon " Nee(ya)... jawabku "haa aku sekar benar-benar seperti mempunyai adik perempuan... ucap Namjoon sambil tersenyum " jangan terlalu berharap.... ucapku Jutek "oh sekarang kau kembali jutek padahal semenit yang lalu kau menangis dipelukanku.... ucap Namjoon " cihh berhenti menggodaku.... ucapku "Hahah baiklah-baiklah aku akan berhenti... ucap Namjoon " aku akan pulang sekarang sudah hampir malam... ucapku "baiklah... ucap Namjoon, aku pun berdiri dan mulai berjalan ke arah pintu tapi saat aku tiba didepan pintu aku membalikkan badanku " oppa (kakak laki-laki)fokus lah pada pengobatanmu dan soal perusahaan serahkan pada kau.... ucapku sambil keluar dari ruangan "o-oppa apa tadi YuRi memanggilku oppa... ucap Namjoon, sebelum aku meninggalkan Rumah sakit aku memutuskan untuk menemui Jin dulu aku pun langsung ke ruangannya, aku menggunakan masker karena aku tidak terlalu menyukai bau rumah sakit, setelah tiba diruangan Jin ternyata dia sedang tidak disana aku pun memutuskan untuk menunggunya sebentar


setelah cukup lama menunggu Jin tak kunjung datang aku pun memutuskan untuk pulang tapi saat aku baru saja ingin meninggalkan ruangan Jin tiba-tiba seseorang membuka pintu dan ternyata itu adalah Jin, Jin pun melihat kearahku dan dia sedikit terkejut mungkin karena dia tidak mengenaliku saat mengenakan masker " kenapa anda bisa berada di ruangan saya, apa nona sudah membuat janji.... tanya Jin "Ini aku paboya(bodoh).... ucapku tanpa membuka masker " siapa?... tanya Jin masih tidak tau "YuRi... jawabku " ah Yu-YuRi kenapa kau mengenakan masker... tanya Jin "lupakan itu aku disini untuk bertanya padamu bukan mendapat pertanyaan darimu... ucapku " ka-kau ingin menanyakan soal apa.... tanya Jin tampak gugup "tentang Namjoon.. jawabku " ah Namjoon dia cuma kelelahan dia terlalu banyak bekerja sehingga lupa beristirahat, kau tidak perlu khawatir.... ucap Jin "hmm, sejak kapan Namjoon berada disini... tanyaku " sejak seminggu yang lalu... jawab Jin "lalu kenapa kau tidak memberitahukanku... tanyaku " ka-karena Namjoon melarang ku untuk memberitahukan mu padahal aku ingin sekali memberitahu mu tapi Namjoon terus melarang ku.... jawab Jin menyelamatkan dirinya "hmm baiklah, aku akan pulang sekarang dan kau harus menjaga Namjoon sampai benar-benar pulih dan jangan membiarkannya memegang laptop atau henpon nya kalau bukan hal yang penting... ucapku " ba-baiklah aku akan menjaga Namjoon... ucap Jin, aku pun berjalan meninggalkan ruangan Jin, di perjalanan keluar dari rumah sakit aku sedikit mual karena mencium bau obat-obat dari rumah sakit, aku pun mempercepat langkahku, setelah sampai diluar aku pun langsung menjalankan mobil ku dan memutuskan untuk kembali ke apartemen walaupun aku dan Yoongi belum berbaikan