my destiny its you

my destiny its you
part 9


Entah kenapa Rina merasa kan lengannya kesemutan saat Rina membuka matanya,ternyata boy menggenggam jari jemari wanita itu ke dalam dekapannya.rina melihat jam di samping tempat tidurnya menunjukan masih pukul 3 malam.akhirnya Rina mencoba mengecek suhu tubuh boy saat Rina mengusap keningnya suhu tubuh boy sudah lumayan normal walau masih sedikit panas,tapi tidak sampai panas seperti sebelumnya.rina akhirnya berusaha merebahkan dirinya di atas kasur,walau satu tangannya masih di genggam oleh boy.


" aduhhh enak bgt rebahan " kata Rina dlm hati.pelan pelan dia mengenakan kepalanya di atas bantal empuk miliknya.mau TDK mau posisi Rina harus miring seolah memeluk boy,karna sebelah tangannya di genggam erat oleh laki laki itu.


" ya Tuhan salah kah ini?" kata Rina dalam hati sambil bersandar nyaman di lengan boy.lama kelamaan Rina mulai tertidur kembali.


✓ sinar matahari menyilaukan masuk ke dlm tirai kamar Rina yg putih dan mulai membuat mata laki laki itu pelan pelan terbuka,boy melihat sekeliling atap kamar dan kamar yg dia tiduri,seolah lupa dia berada di mana?lalu saat dia melihat ke sebelahnya,ada wanita cantik dgn kaos oblong putih celana pendek yg memperlihatkan oahai putih mulusnya rambutnya terurai hitam indah,saat boy menatap wajah wanita itu,hatinya tersenyum lega.ternyata dia tidak mimpi ataupun berkhayal,wanita itu benar benar ada di sampingnya.melihat Rina yg tertidur pulas menjaga dirinya semalaman,entah bagaimana ada rasa bahagia dalam lubuk hatinya.dan mulai mendekatkan niatnya untuk segera mengurus semua permasalahannya dengan putri,boy merasa TDK ingin menyia-nyiakan lagi dan tidak mau kehilangan rina.


pelan pelan boy menggerakkan tubuhnya,lalu memindahkan tubuh Rina dari pelukannya.kepala boy masih sedikit pusing tapi tidak sepusing tadi malam.boy beranjak bangun dan saat tubuhnya ingin berdiri tiba tiba Rina terbangun.wanita itu terbangun sambil mengucek kedua mata birunya.dan menatap boy yang ada di hadapannya.


" kamu mau kemana?apa masih hangat badannya?" tanya Rina dia seperti tidak canggung pada boy.


boy tersenyum " udh gak,berkat kamu " kata boy membuat pipi Rina merona merah.rina menyamankan sejenak dirinya yg terjaga semalaman demi menemani boy yg sedang sakit.lalu Rina teringat kalau hari ini dia harus mengantar boy ke tukang urut.


" boy kamu hari ini harus ke tukang urut " kata Rina masih belum beranjak dari atas kasurnya


" iya tempat biasa aku di urut aja ya.." jwb boy yg sedang menatap layar ponselnya.begitu banyak panggilan tak terjawab dan pesan yg belum dia buka.bahkan menurut boy malas utk dia buka.akhirnya dia memutuskan utk mematikan ponselnya.rina mendekatinya dan melihat layar ponsel yg padam.


" kenapa kamu matikan?


" aku gak mau di ganggu "jwb boy " kalo org kantor bisa hub aku di no satu lagi " dia menujuk ponsel nya yg tergeletak di meja kecil kamar Rina " aku hanya gak mau di ganggu sama omonga2 yg membuat ku pusing dan mereka gak tau no lain selain no aku,hanya org kantor yang tau "


Rina menatap boy dengan tatapan yg bingung,kenapa dia sama sekali enggan menghubungin keluarganya.lalu tiba tiba ponsel kantornya berdering.tertera nama Edo di layar ponsel tersebut.boy langsung mengangkat nya " gimana do?" boy langsung bertanya tanpa banyak bicara.boy terlihat mendengarkan perkataan Edo,boy hanya menjawab " oke " lalu " w pengen cepet selesai " lalu " kalo bisa cariin w apartemen deh " Rina bertambah bingung dan boy menyadari tatapan bingung rina.boy langsung mengakhiri panggilannya." aku mandi dulu ya " kaya boy,Rina hanya mengangguk.


" boy pakai air hangat karna masih ada luka memar di badan kamu " kata Rina begitu memperhatikan lelaki itu.boy mengganggu sambil tersenyum kepada Rina dan melangkah masuk ke dlm kamar mandi.rina langsung menyiapkan pakaian utk boy kenakan nanti,celana pendek semi jeans milik papanya dan kaos hitam polos.


lalu Rina beranjak keluar kamar menuju dapur,di meja makan terlihat Keyla yg sedang menunggu sarapan " hi dear sudah sarapan?" Rina mengecup kening Keyla,Keyla tersenyum


" Keyla mau di buatkan omlete buatan mama " jwb Keyla dengan senyuman cerianya.


" ok mama buatin ya dear,Keyla duduk manis di sini ya " kata Rina lalu masuk ke dlm dapur,sudah ada bi sari di situ yg sedang menyiapkan teh hangat dan roti bakar utk dihidangkan.


Rina mulai membuatkan omlete utk Keyla,dengan cekatan dia sudah menghidangkan omlete yg di isi dengan daging cincang dan keju utk putri kesayangannya.boy pun sudah ada di meja makan " kamu mau sarapan apa sebelum kita pergi ke tukang urut " kata Rina,boy menyeruput teh hangatnya." apa saja aku makan,asal buatan kamu " jwb boy dan membuat Keyla tersenyum manis menatap kedua org dewasa itu.dia merasa suatu kelengkapan dalam hidupnya merasakan sebuah kehangatan saat ada sosok laki laki di meja makannya,sesuatu yg selama ini Keyla inginkan selain sosok kakeknya.


" key kamu hari ini ada kegiatan apa?mama mau anter om boy di urut badannya " kata Rina sambil berjala menghampiri lemari dapur membuka nya dan mengambil selai coklat baru karna yg lama sudah habis.


" gak kemana mana mah,apa mamah mau ngajak key?" tanya gadis kecil itu penuh harapan


boy mengusap kepala Keyla,senyum merekah di wajahnya PD gadis kecil yg dulu pernah dia banyangkan utk menjadi anaknya saat dia masih bersama dengan Rina." kalo Keyla gak keberatan mau kan temenin om?"


keyla mengganggukan kepala dgn bahagianya,Rina kembali ke meja makan dengan roti isi selai coklat " ok kalo bgtu Keyla siap2 ya habis mama mandi kita berangkat " kata Rina " habiskan ya aku mandi dulu " rina melangkah pergi dari meja makan menuju kamarnya,untuk mandi dan berganti pakaian.


✓ Sepanjang perjalanan Keyla terus mengajak Rina dan boy mengobrol mulai dari kesukaan Keyla kepada kucing atau pun masalah pelajaran sekolah nya.rina terlihat menikmati percakakan antara boy dan putrinya itu,ada rasa senang bercampur khawatir jika nanti boy pergi lagi dan putrinya pasti akan menanyakan LG kemana sosok laki2 itu.


Dan tak lama mereka tiba di tempat tujuan mereka,Rina membantu boy berjalan keluar dari dlm mobil lalu Keyla yang di suruh duduk diam di dlm mobil dengan pengawal ya yg masih setia menemani di dlm mobil.saat sampai di dlm rumah tukang urut itu,boy dan Rina terlihat masih menunggu di bangku tunggu karna msh mengantri,Rina memakai topi dan kacamata putih supaya tidak terlalu mencolok.karna bisa jadi ada yg kenal atau ada yg mengenalinya.maklum saja anak pengusaha itu pun sering di Incara wartawan karena kesuksesannya dan status singel parents nya.lima menit kemudian boy sudah masuk utk di urut,Rina pun ikut mendampingi melihat bagaimana rasa sakit yg di rasakan oleh boy.berkali kali boy merintih sampai terakhir saat setelah selesai hanya ada sopakan di pergelangan tangan kanan nya.kata tukang urutnya,ada geseran yg terjadi hingga harus di sopak.lalu setelah melakukan administrasi Rina dan boy kembali ke dalam mobil.keyla bertanya saat boy dan Rina sudah di dlm mobil dan mobil sudah mulai melaju.rinaencoba menjelaskan begitu juga boy,sampai Keyla berusaha mengerti.


" key..ada yang mau Keyla kunjungi gak hari ini ?" tanya boy saat mobil mulai melaju.


Keyla terlihat berfikir,gadis cantik itu msh memikirkan mau kemana dia hari ini.tapi Rina menghalau fikiran Keyla dan boy.


" kamu msh sakit boy harus istirahat " jwb Rina


" GPP aku pengen jalan2 sama Keyla dan kamu " kata boy " aku PGN habisin waktu sama kamu dan key "


Rina tersenyum dan tanpa sadar boy mengelus punggung tangan Rina. " kamu mau kemana?" tanya boy sekali lagi.


" mah key pengen bgt ke Jogja " kata Keyla memecahkan keheningan dan rencana yg Rina hendak fikirkan.


" gak bisa sayang,waktunya terlalu sebentar " jwb Rina.


" Senin mama libur sehari key udh lama gk.liburan sama mama " sahut keyla.memang benar ucapan key,terakhir dia liburan justru dengan sang kakek ke london.keyla ingin sekali ke tempat dimana daerah Jogja menjadi tempat favorit keyla.jogja dan Bali,kalau ke Bali di sana ada villa dan beberapa resort milik keluarga rina.serta hotel yg di bangun oleh ayahnya.tapi tidak mungkin jika ke balik,terlalu terburu buru.jadi Rina mengiyakan ajakan sang putri untuk ke Jogja menggunakan pesawat pribadinya.