my destiny its you

my destiny its you
part 25


malam nya boy pulang cukup larut karna dia juga mengajak Edo,adrian,William bertemu di kantor rina.evie dan Ardy pun ikut bergabung mereka semua saling mensupport boy yang sedang di Landa satu masalah.


saat boy sudah sampai di rumah dia melihat lampu di ruang keluarganya masih menyala,bahkan seperti ada orang yang sedang berbincang di sana.boy menatap jam dinding terlihat sudah menunjukan pukul 10 malam.boy merasa sangat lelah bukan karna pekerjaan melainkan memikirkan beberapa masalahnya.saat boy mau melangkah tiba tiba dia di panggil oleh sang ibu.


" nak ayah mau bicara sama kamu " kata ibunya,walau ibunya sudah tau kalau anaknya sangat lelah,tapi mau bagaimana lagi suaminya mau berbicara dengan boy " sebentar saja temui ayahmu nak "


dengan berat hati boy melangkah masuk ke dalam ruang keluarga.di dalam sudah duduk ayahnya,putri dan mba Dina yang sedang menikmati secangkir kopi.


" ada apa ?" boy langsung duduk di samping kakak pertamanya mba dina.sangat enggan memandang wanita ular yang duduk di hadapannya.


" kamu sudah tau kalau istri kamu hamil ?" tanya ayahnya


boy tau masalah ini akan langsung di bahas


" entahlah " jawab boy dengan raut wajah yang datar


" nak putri hamil " kata ibunya boy,boy menatap wajah ibunya lalu bergantian menatap ayahnya


" itu tidak akan merubah keputusan boy mah " jawab boy seketika ruangan itu terasa panas karna ada percikan percikan emosi dari boy dan ayahnya.boy tau ayahnya akan langsung memintanya utk membatalkan rencana perceraiannya tapi tidak bagi boy,dia benar benar sudah tidak tahan dengan wanita ular itu.


" kamu pikir ayah mau dengar kata penolakan dari kamu !" nada bicara ayahnya sudah meninggi tapi boy masih dengan wajah datarnya.muak rasanya dengan sikap sang ayah yang tidak mau memperdulikan perasaannya sedikit pun." cabut gugatan mu atau kau akan ayah coret dari daftar ahli waris keluarga "


mata boy langsung menyala tanpa basa basi boy langsung berdiri dari duduknya di ikuti oleh mba Dina dan ibunya.boy menepis tangan mba Dina yang menyuruhnya tenang.


" apa ayah pernah tanya perasaan boy,apa ayah pernah tau rasanya melihat istri kita pergi dengan laki laki lain,apa ayah pernah tau rasanya saat kita membaca pesan tak senonoh istri ayah dengan laki laki dan yang di bahas adalah masalah ranjang ? pernah ?" seru boy menunjuk putri " dan sekarang boy harus diam dengan meng iyakan kalau anak yang di kandungnya adalah anak boy,cucu ayah ?"


wajah sang ayah pun sudah memanas,ada bersitan rasa terkejut dalam wajahnya.tak menyangka kalau selama ini putranya sudah mengalami banyak rasa sakit tapi dia tahan.namu ayah ya sudah berjanji akan menjaga putri pada sahabatnya yang tak lain adalah org tua putri sendiri.


" tapi kamu tidak punya bukti " kata ayahnya tak mau menatap mata boy yang sudah panas.


boy tertawa dam menyeringai ke arah putri lalu kembali menatap sang ayah.


" banyak bukti yah,dan semua sudah tersusun rapih di meja pengadilan " jawab boy dan putri langsung memucat." dan sekarang boy hanya minta Tes DNA " seketika putri langsung memberanikan diri menoleh pada boy.matanya membulat terlihat jelas hawa takut atas semuanya


" kamu aneh boy,mana bisa aku di tes DNA dengan usia janinku masih kecil " sahut putri


" kata siapa gak bisa " kini mba Dina sudah membuka suaranya " besok kita cek kandungan biar gue tau berapa usia kandungan itu " kembali ada rasa takut di wajah putri bagaimana kalau dokter itu memberi tahu kalau usia kandungannya sudah masuk 2 bln mau jalan 3 bulan. bisa terbongkar semuanya.


" boy gak akan pernah takut kehilangan harta dari ayah,yang boy mau hanya sebuah kebahagian dan ketenangan dlm hidup boy silahkan tapi boy akan tetap pada pendirian boy,boy akan menceraikan putri "


" dan akan kembali pada janda itu kan ?" celetuk putri tiba tiba membuat tatapan boy tertuju padanya apalg ada nada mengejek saat putri menyebutkan kata janda.


" lebih baik dia janda tapi menikah dengan lelaki memerawani nya di banding perawan tapi saat menikah sudah tidak perawan bahkan bukan menikah dgn laki laki yg memerawani nya..itu jauh lebih berharga " sahut boy tajam " dan dia jauh lebih baik bahkan perempuan terbaik untuk ku "


perkataan boy seolah menampar putri yang memang benar apa yang di katakan boy,bahkan putri sudah tidak perawan saat menikah dengan boy.hubungannya dengan Dion dulu sudah sangat jauh.


" sudah nak " kata ibunda boy,mengusap punggung putranya berusaha menenangkan boy.


" boy akan tetap menceraikan nya "kata boy masih enggan untuk duduk


" bagaimana kalau bayi itu benar benar anak kamu..." perkataan ayahnya langsung di potong tanpa panjang lebar oleh boy.


" akan tetap bercerai " nafasnya sudah naik turun,emosi sekali karna kenapa sampai detik ini ayahnya masih selalu membela menantu nya yang sudah menghancurkan rumah tangganya sendiri.


" tidak bisa " seru sang ayah berdiri mengahadapi putranya " kamu akan tetap menjadi suaminya "


putri tersenyum sinis mendengarnya bahkan mba Dina langsung menangkap wajah putri yang tersenyum sinis itu,seperti menang mendengar pembelaan.


" kalau begitu boy angkat kaki dari sini " jawab boy lalu berlalu meninggalkan anggota keluarganya.


" boy tunggu dek !!" panggil mba Dina mengejar adiknya,tapi sebelum beranjak mba Dina menatap ayahnya " Cukup yah,,cukup bikin anak ayah sendiri hancur dan membahagiakan anak org lain " mba Dina berlalu di ikuti oleh ibundanya.


ayah boy pun menundukan kepalanya bingung karna ada hal yang sebenarnya tidak di ketahui oleh anak anak mereka,lalu putri melangkah " makasih ya ayah,cuma ayah yang masih mau membela putri " Ayah menatap putri yang berlalu


" apa yang harus aku lakukan Sar ?" ucap ayahnya dengan tatapan terpaku di tempat sang menantu pergi.


boy menyegarkan dirinya dengan menikmati air hangat,dia membutuhkan kesegaran setelah berdebat sengit dengan ayahnya.dia tau ibu dan kakak nya sedang duduk di depan menunggu dirinya selesai mandi.


saat sudah selesai mandi dan memakai pakaian nya,boy langsung menghampiri kakak dan ibunya yang menunggu boy di sofa dekat jendela kamarnya.


" tahan emosi kamu dek " kata mba Dina lalu boy kedudukan dirinya di dekat kedua orang terdekatnya itu.


" boy heran ma kenapa ayah sangat membela putri "kata boy ada rasa kecewa jauh dlm lubuk hatinya melihat perlakuan ayahnya " apa karna putri orang tak mampu dan TDK memiliki ibu atau apa ?"


ibunya hanya tersenyum lembut dan mencoba menenangkan putranya itu.memintanya untuk sabar dan tidak selalu berteriak di depan ayahnya.


" yasudah besok biar mba yang bawa putri cek up " kata mba Dina " apa cek up di RS William saja ?"


" iya mba biar di sana saja,karna kalau di sana putri gak bisa macem macem " jawab boy


" untuk sementara waktu kamu temani dulu putri boy,biar bagaimana pun dia sedang hamil " kata ibunya


boy mensyugar rambutnya " apa harus berbuat baik dengan org selicik dia " kata boy lagi.


beberapa menit kemudia ibu dan kakak Dina pergi keluar dari kamar boy,karna sudah cukup larut dan boy juga ingin istirahat.


💖💖💖💖💖


Rina membawa troli belanjaannya dengan santai, sambil melihat lihat kebutuhan apalg yang masih dia perlukan.lalu dia teringat kalau habis ini dia harus mencari sebuah kado dan gaun untuk dia pakai di acara pernikahan adik nya Ardy. haha Ardy di langkah oleh adiknya sendiri yup adik perempuannya sudah keburu di lamar orang lain sementara kakak nya masih asik pilah pilih.


Rina memasukan lagi beberapa susu ke dalam troli mengingat kalau putrinya sangat suka meminum susu.


" nona butuh apa lagi ?" Cristin sudah kembali dengan trolinya yang berisi beberapa kebutuhan rumah juga dia adalah orang kepercayaan sang ayah yang di utus untuk menjaga Rina.


" hmhm apalagi ya ?" fikir Rina sejenak lalu membuka lagi catatan nya." sepertinya sudah semua deh ayo kita ke kasir " lalu pak Juan menghampiri mereka berdua ikut membantu membawa belanjaan.


" Cristin aku harus mencari kado " kata Rina saat mereka kembali ke dalam mall sehabis menaruh belanjaan mereka di dlm mobil.


" baik nona,saya akan temani " jawab Cristin wanita itu bertubuh tinggi tegap dan sangat pintar bela diri,kalau lagi bertugas entah kenapa sangat berbeda dia lebih tegas dan protektif dengan Rina tapi kalau mereka sedang makan atau terkadang Rina minta di temani hang out Cristin lebih seperti sahabat bagi Rina.


" bagaimana kalau tiket bulan madu saja nona " kata Cristin mengusulkan saat mereka berenti di sebuah restauran sejenak untuk mengisi perut mereka.


" ohh iya itu ide bagus oke aku akan membooking kan tiket honeymoon untuk mereka berdua, " Rina menghubungi evie untuk memesankan tiket honeymoon.dan meminta tolong Evie untuk mengkonfirmasi kepada Ardy supaya dia bisa memilihkan tempat bulan madu yang bagus untuk adiknya.


beberapa menit kemudia Rina dan Cristin sudah menyelesaikan makan mereka dan pergi keluar dari restaurant saat tak sengaja Cristin menabrak seseorang yang terlihat berjalan terburu buru.


Bruukkkk


" ouwhhhh " sahut c perempuan yang hampir terjatuh dan di topang oleh seorang laki laki di sampingnya " kalo jalan pake mata Donk " seru c wanita Cristin bergeming karna dia merasa tidak bersalah.sementara Rina terpaku dengan pemandangan di depannya, terutama perempuan dan laki laki di hadapannya itu langsung seperti mayat hidup melihat Rina.


" cris kamu GPP ? tanya Rina


" tidak nona saya baik baik saja " jawab Cristin lalu menatap sebal perempuan yang menabraknya." mari nona "


" dasar janda gatel " Sahut c perempuan suaranya memang pelan tapi Rina dan Cristin cukup mendengarnya.membuat Cristin mengehentikan seketika langkahnya menatap Rina yang juga terlihat kaget.


" coba ulangi !" kata Cristin berbalik menghadapi dua pasangan itu dengan wajah yang sinis


" janda gatel " sahut perempuan itu dan langsung saja Cristin melayangkan tangannya tapi di tahan oleh rina.tangan Rina sudah menahannya dengan sigap.


" jangan kotori tangan mu cris untuk hal yang tidak penting !" Rina menatap datar wajah putri dan Dion.siapa LG laki laki yang setia di sampingnya selain simpanan nya " ayo cris "


" gue hamil dan gue gak akan pernah pisah dari boy " seru putri menahan kepergian Rina lalu Rina hanya tersenyum sinis " itu bukan urusan saya "


" haa munafik loe,loe masih suka sama suami gue kan " balas putri lagi seolah dia tak mau kalah karna dia tau satu satunya wanita yang di cintai boy hanyalah Rina.


" saya memang suka bahkan jatuh cinta pada boy tidak munafik tapi saya tidak pernah bermain di belakangnya apalagi pergi dengan laki laki lain saat saya masih menjalin hubungan dengannya" kata kata Rina seolah tamparan indah di wajah putri dan dion.lalu Dion menarik tangan Rina " denger ya loe,gue hamil sekarang dan ini anak dari boy jadi biar loe paham kalo loe gak akan bisa pisahin gue dari dia "


" dan siapa yang mau ngerebut suami loe,loe yang harusnya mikir kenapa dia gak nyaman sama loe " kata Rina dengan penuh emosi yang tertahan dlm dirinya


" hey lepasin tangan anda dari nona saya " Cristin mencekram bahu Dion mungkin Dion tidak tau kalau Cristin adalah orang yang menjaganya bahkan Cristin jauh lebih kuat untuk masalah bela diri.


" apapun yang gue lakukan bukan urusan loe paham !" tunjuk putri tepat di depan muka Rina tapi tiba tiba ada tangan yang mencekram tangan putri lebih kencang.tangan yang kekar dengan tatapan yang mematikan muncul dari belakang Rina.


" jangan pernah menunjuknya dengan tidak sopan !" suara Barito itu sangat dingin dan bisa membuat siapa saja yang mendengarnya ciut. Rina membalikan tubuhnya " Kevin ??!" sahut Rina bingung kenapa bisa ada laki laki ini di disini,di sebelahnya Bahakan membelanya.


" sekali kalian berdua mencari masalah dengannya saya lah yang akan menghabisi kalian terlebih dulu !" Kevin menatap tajam Dion karna Kevin tau apa saja rencana Dion untuk Rina.


" pergi pergi " usir Cristin seolah mengusir dua ekor anak kucing yang menyebalkan.


Dion dan putri pergi dengan tatapan tajam kepada Kevin dan Kevin pun masih terus menatap kepergian mereka berdua.lalu menoleh kepada Rina yang masih bingung dengan keberadaannya.


" kamu gak apa apa ?" tanya Kevin tersenyum


Cristin yang melihat nya pun jadi sedikit segan karna ya dia tau kalau nonanya dan Kevin pernah menjalin sebuah hubungan.


" gak apa apa,,kamu sendiri bagaimana ?"tanya Rina sedikit bingung lalu Kevin hanya mengangkat kedua bahunya dan tersenyum santai.


" hanya sedang ada urusan di sini " jawab Kevin " masih mau berdiri saja di sini ?" tanya Kevin sambil mengajak Rina untuk melihat lihat di sekeliling mall. Rina hanya mengikuti saja di dampingi oleh Cristin di belakang mereka berdua.