my destiny its you

my destiny its you
part 16


hari ini benar benar hari yang melelahkan untuk boy,bagaimana tidak dengan segala pikiran dia yang sedang terpecah dia masih harus mengikuti meeting dengan beberapa client di kantornya juga berasa direksinya.


dia merasa tidak terfokus akan semua pembicaraan mereka,sampai akhirnya meeting selesai boy langsung kembali ke dalam ruangannya. boy membanting dirinya duduk pada kursi kerjanya, merilekskan pikirannya dan dirinya sendiri.


entah apa yang akan terjadi kalau sampai Rina tau semuanya,tapi mau gimana lagi dia memang tidak tau dan tidak ingat apa yang terjadi salam.bagaimana bisa putri ada di sebelah nya tanpa satu pakaian pun,dan bagaimana bisa dirinya juga begitu. boy mengurut keningnya,berusaha menjernihkan pikirannya.dia sangat yakin kalau dia sudah di jebak.


#Flassback


sesampainya di rumah sakit tempat William bertugas, boy langsung menemui William di ruangannya.yup William adalah dokter yg cukup ternama terutama di kalangan para perempuan,bagaimana tidak,dia tampan,tajir dan singel.jadi gak heran banyak perempuan yang suka dan di tambah dia pintar.


" ceritain semuanya boy " kata William saat boy sudah duduk di depannya,wajahnya terlihat cukup frustasi,boy menarik nafas pelan sambil meletakan barang bukti yg ingin ia periksa.william menerimanya lalu memanggil salah satu suster dan menyuruh susternya memeriksa cairan itu.walau sebenarnya baik William maupun boy sudah yakin bahwa ada obat yg tidak baik dlm air putih itu dan sudah tercampur.boy pun mulai menceritakan semuanya secara detail,William terlihat tercengang mendengarnya.


" kalau bener pasti putri punya tujuan boy,gak mungkin dia sampe berani masukin obat penenang atau pun obt yg bikin diri lu bergairah pasti ada tujuannya " kata William sambil berfikir " apa Rina tau?"


shit boy sama sekali gak berfikir utk kasih tau ke Rina,tapi mau bagaimana pun Rina harus tau dari dirinya sendiri." w lagi bingung mau bicara gimana?" jwb boy


" lbh cepat lu bicara dgn jujur itu lbh baik,w hanya curiga ada sesuatu yg putri rencanakan utk kalian berdua "


" okay Will,tapi please lu tolong selidikin dulu supaya w bisa ksh bukti yg kuat utk Rina " jwb boy.william langsung mengangguk mengerti tak lama kemudian boy pergi meninggalkan ruang william menuju kantornya.


#flasback end


hari ini adalah hari terlelahnya Rina,wanita itu sibuk dengan meeting dan beberapa berkas yang sedang dia periksa.lalu tak lama Ardy menghampiri Rina yang sedang menatapi laptopnya di dlm ruangan Rina.


" besok kita harus ke new York Rin " kata Ardy,membuat Rina menggeram kesal dia tau tujuan ke new York utk meeting dengan mr.nicholas.


" ohhh apa gak bisa di rubah,biar dia saja yang ke sini w lelah Dy " jwb Rina melepaskan kacamata minusnya.lalu menatap Ardy dengan tatapan yang lesu.


" dia mau nya kita yang k sana Rin, come on dia klient terpenting kita " kata Ardy menyakinkan Rina.


Rina menarik nafas panjang dan membuangnya dengan pelan,lalu dia menatap ponselnya.ada beberapa pesan masuk dari boy menanyakan keadaan Rina dan ada 12 panggilan tak terjawab dari boy juga lalu terakhir pesan masuk dari no tidak di kenalnya.saat Rina membukanya ternyata pesan itu dari sekertaris nya mr.nicholas lebih tepatnya LG Mr.kevin bryne nicholas.laki laki yang pernah dekat dengan Rina.


[ selamat siang Mrs adersson meeting sudah di jadwalkan hari Rabu pagi pukul 9 di kantor mr.nicholas di new York kami harap kehadirannya terimakasih ]


" Bella selalu perhatian sekali sama w " kata Rina tersenyum biasa dia memang tak kaget karna Bella adalah sekertaris kevin, dan Bella selalu menyukai Rina karna kebaikannya kalo kata Bella Rina berbeda dengan wanita wanita yang di sukai oleh atasannya.dan jika Rina harus ada pekerjaan di new York sudah pasti kevin selalu meminta Bella menemani Rina.


" cowok itu masih nguber lu Rin " kata Ardy tertawa kecil dia paham sekali bagaimana tidak Rina memang seperti tidak pernah menyadari betapa cantiknya dirinya,sejak dulu walau pun dulu dia bukalah org kaya seperti sekarang,tapi aura kecantikannya sudah terlihat.apalg sekarang dia sudah memiliki segalanya hanya butuh beberapa perawatan baginya supaya tetap segar dan cantik.


Rina tertawa juga mendengar perkataan Ardy


" masa lalu Dy,cukup gak mau di ulang lagi " jwb Rina


" tapikan dulu lu gak punya bukti kuat kalau Kevin selingkuh dari lu " balas Ardy menatap Rina dan kembali pada ponselnya


" buat w itu udh cukup Dy,w gak tau paling anti sama org selingkuh " kata Rina,membuka softdrink nya " minum Dy " tawar Rina,Ardy menggelengkan kepalanya " w msh kembung sama kopi tadi " jawab Ardy


lalu evie masuk ke dalam ruangan rina,membawa beberapa berkas.


" cukup Vie,kepala w mau pecah " kata rina,melirik apa yang Evie bawa dan letakan di mejanya.


" hissshhh w bawain berkas yang besok mau lu bawa ke new York Rin,dan besok pesawat lu stand by jam 8 pagi okay " jawab Evie menjelaskannya " lu ikut Dy?"


" seharusnya gak harusnya lu yg ikut Vie " kata Ardy memang benar secara Evie adalah sekertaris nya.tp Rina lbh tenang jika ada Ardy di negara yang jauh itu.karna biar bagaimana pun Ardy seperti keluarga baginya.


" GPP Evie juga paham masalah kantor kok Dy " kata Rina.


Evie mengangguk " seperti nya ada yang bakal kangen kangenan Dy " ledek Evie menggoda Rina.


" udah lah jgn bgtu " kata Rina


" iya kok Rin,kita paham tenang ajah " jwb Evie tersenyum " boy tadi wa w katanya lu gak blz blz chat nya "


" udh w bales tadi,tadi w kan sibuk bgt " jwb Rina


" dia bener bener bertekad bgt utk mulai LG sama lu ya Rin " kata Ardy


" w juga gak ngerti Dy,boy selalu bisa buat w tenang dan ngerasa di lindungi kalau sama dia " jawab Rina mendudukkan kembali diri ya di kursi kerjanya lalu memutar kursinya utk menghadap ke jendela luar yang menunjukan hirup pikuk kota Jakarta. " mungkin boy bisa sampai di permainkan kek gini sama putri karna kebodohan w juga dulu,andai w gak pergi tiba tiba boy gak akan seperti sekarang laki laki gak ada harga dirinya karna ulah putri "


" jadi lu ngerasa bersalah ?" tanya evie Rina hanya mengangkat kedua bahunya lalu menaikan jemari tangan kanannya,terlihat cincin pemberian boy terpasang rapih dan indah di jari manis Rina.


" untuk saat ini w hanya mau ikutin kata hati w ajah dulu,makanya w juga gak mau terlalu deket sama boy karna Biar bagaimana pun status dia msh suami org " kata Rina lalu memalingkan wajahnya dari jendela " Vie masih ada urusan penting lagi gak rasanya w PGN pulang siap siap.packing sama tidur " kata rina,menatap ponselnya karna tiba tiba ada pesan masuk dari edo.


[ Rin bisa ngobrol gak nanti sore sepulang kerja ] chat Edo.


Evie melihat jadwal Rina di tab nya


" gak ada lagi meeting udh selesai tinggl lu periksa beberapa dokumen ajah Rin " jawab Evie.


Rina mulai membalas pesan utk Edo


[ ok do Caffe kopi yg Deket kantor w ya do,soalnya LG gak mau jauh2 besok harus terbang lagi do ke NYC ] balas Rina.


tak lama Edo pun membalas


[ ok ]