my destiny its you

my destiny its you
part 18


Rina tiba di new York sekitar jam 3 pagi kota new York setelah landing dengan jet pribadinya Rina dan Ardy sudah di jemput dengan mobil Pribadi milik perusahaan Rina di sana.yup Rina memiliki beberapa bisnis di new York ada hotel dan apartemen.dan selama kurang lebih 3 hari di new York pun Rina tidur di hotel miliknya.


setelah sampai di hotel Rina dan Ardy langsung masuk kamar masing masing ingin benar2 merebahkan tubuh mereka karna lelah


dengan perjalanan yang cukup jauh ini.


√ " apa Rina sudah sampai?" tanya seorang laki laki kepada salah satu org kepercayaannya.


" sudah tuan,tadi malam pesawat jet pribadi nona Rina sampai dan mereka langsung beristirahat di hotel "


" mereka ?" tanya laki laki itu


" iya nona Rina dan Mr Ardy org kepercayaan nona Rina " jwb pengawalnya


" ok kamu bisa keluar "


pengawal itu keluar dari ruang kerja bosnya.sementara laki laki itu tersenyum sambil menatap wajah perempuan di layar ponselnya


" l Miss u dear "


✓✓ boy menatap nanar semua hal yg terjadi bahkan Vidio yg di kirim seseorang pada dirinya dengan tulisan.


" ikutin permainan w kalau loe gak mau Siapa pun tau tentang hal ini " tulisnya di atas sebuah kertas kecil dgn isi flashdisk


boy melihat Vidio dia dengan putri malam itu.tanpa menunggu lama boy langsung menghubungi ketiga sahabatnya.


" lu ke rmh w ajah boy " kata Edo saat dia dan boy melakukan panggilan telepon.


" ok nanti malam ya do, masih ada kerjaan w " jwb boy lalu mematikan panggilannya.


entah apa yang di rencanakan putri dan siapa yang merekamnya,apa ada org yg membantu putri?tapi bagaimana kalau Vidio ini sampai pada Rina,apa dia harus memberitahukannya.


semua hal bercabang di dlm fikiran boy,kenapa jadi serumit ini.boy mengambil ponselnya dan mengirimi Rina pesan utk menanyakan kabarnya.


[ hi bagaimana kabar kamu di sana Rin?]


setelah itu boy meletakan ponselnya dan melanjutkan pekerjaannya supaya dgn cepat dia bisa bertemu dgn Edo.


✓ sementara Rina sedang berada di dlm mobil Mercedes Benz nya,menuju Nicholas corporation ( Nicholas Corp ) perusahaan milik Kevin,lelaki yang dulu pernah dekat dengan Rina bahkan sempat menjalin hubungan dengannya.tapi berhenti di tengah jalan karna Rina melihat Kevin pergi dengan wanita lain yakni seorang model di new York.dalam perjalanan Rina asik bertelepon dengan Keyla putrinya yang sekarang sedang di London bersama ayahnya Rina.


" ok dear mamah matikan dulu ya,karna mama sudah sampai di tempat meeting " kata Rina


" okey mamah bye bye "


" bye bye dear "


Rina mematikan panggilannya lalu melihat ada pesan masuk dari boy.


[ hi boy aku baik bagaimana dgn mu di sana?semangat ya boy ] balas Rina.


" Ayo " kaya ardy karna mereka ternyata sudah sampai di tmpt tujuan mereka.rina menarik nafas dalam seolah tegang Ardy yang melihatnya hanya tersenyum


" jangan bilang loe tegang mau ketemu kevin?" ledek Ardy langsung di cubit oleh Rina .


" biasa ajah Dy please deh gak mungkin w tegang " jwb Rina


mereka masuk ke dalam kantor Kevin yg sangat mewah,besar dan modern.rina dan Ardy di sambut oleh beberapa rekan kerja Nicholas crop lalu mengantarkan rina menuju ruang meeting.


[ aku pun sehat dan akan selalu semangat utk kamu Rin ]


entah kenapa Rina terenyuh membayangkan semua perjuangan boy utknya sampai tak sadar dia menatapi pesan itu sambil tersenyum tulus.tepat saat Kevin masuk ke dlm ruang meeting dengan sekertaris nya Bella.tatapan Rina masih tertuju pada ponselnya sampai akhirnya Ardy berdeham mencoba memberitahukan Rina,dan benar Rina langsung menoleh padanya dan melihat Kevin sudah datang.


" morning Mrs adersson "sapa Kevin dan saling bersalaman,lama Kevin memegang tangan Rina lalu melepaskannya.


" hi Mr Nicholas " balas Rina lalu Kevin pun berjabatan tangan dengan Ardy.


" ok silahkan duduk " kata Kevin sopan


prian itu sangat tampan dengan jas mahalnya tubuh atletis nya mata hazelnya yg berwarna abu abu.wajah Kevin sedikit di tumbuhi bulu bulu halus,dan tatapan Kevin yang belum berubah yakni tatapan penuh gairah pada rina.rina pun bisa merasakan itu,karna dia akan selalu merasa terbakar jika di pandang oleh kevin.entahlah,apa artinya ini.fikir Rina dlm hatinya.


lalu Ardy mulai membuka pembicaraan nya utk masalah bisnis mereka,mereka akan bekerja sama dalam bidang perhotelan yang cukup mewah.rina hanya sesekali menjelaskan,karna Ardy tau saat ini apa ya g sedang sahabatnya rasakan.


" okey semuanya sudah kita sepakati,besok kita akan bahas semuanya LG dengan beberapa org org yg perlu saya libatkan " kata kevin menutup pertemuan mereka yang tidak memakan waktu cukup lama.ardy dan Rina berdiri hendak meninggalkan kantor Kevin tapi tiba tiba saja kevin mengajak Rina makan siang secara pribadi.ardy yang paham langsung berpamitan untuk pergi mengecek apartemen milik perusahaan Rina.


" hati hati Ben " ledek Ardy sambil mengedipkan matanya pada Rina,dan Rina melototinya.lalu Ardy pun berpamitan dengan Kevin dan bergegas pergi meninggalkan Kevin dan Rina di dlm ruangan meeting.


Rina berbalik menatap Kevin " jadi makan siang di mana?karna aku gak bisa lama lama masih mau istirahat " kata Rina tapi Kevin justru tersenyum manis padanya " oohhh shit jangan bgtu bahaya buat jantung w " kata Rina dalam hatinya


" kamu mau makan apa?" bahasa Kevin langsung nerubah menjadi lebih intim.


" cukup kev,aku gak mau buang buang waktu lama ok " jawab Rina sambil berdiri dan merapihkan tasnya tapi tiba tiba saja lengan kekar itu sudah melingkari perutnya dan bertambah erat


" please sebentar aku mau begini " kata kevin memeluk Rina dengan penuh kerinduan tapi Rina sadar kalau dia tidak boleh merasakan hal yg sama lagi dengan Kevin.


" stop kev,hubungan kita sudah berakhir " jawab Rina ketua berusaha melepaskan pelukannya


" apa karna kamu kembali bertemu dengan dia kamu jadi berubah begini dear ?" kata kata Kevin membuat Rina terdiam,kenapa Kevin bisa tau masalah dia bertemu dengan boy fikir rina.atau jangan jangan Kevin masih mengawasinya seperti dulu.rina membalikan tubuhnya utk bisa melihat Kevin.


" kamu awasin aku lagi?" tanya Rina sambil mengangkat salah satu alisnya.


" kamu miliki dear " jawab Kevin tatapan nya penuh dengan hasrat yang terpendam dan tak butuh waktu lama Kevin mencium bibir Rina.


bibir wanita yang selalu dia rindukan,manis dan Candu baginya.rina awalnya menolak tapi dia merasakan ciuman hangat Kevin yang berbeda yang tidak penuh dengan pemaksaan.


" oohh shit " Dalama hati Rina mengumpat pada dirinya sendiri


" l Miss you dear " kata Kevin berbisik di telinga Rina,Kevin masih memeluknya bahkan lebih erat mata mereka saling beradu.tapi tiba tiba saja Rina teringat akan semua kejadian dulu di mana dia memergoki Kevin berkencan dengan model nya.dengan usaha keras akhirnya Rina berhasil mendorong tubuh Kevin dan melepaskan pelukannya.


" stop kev,bisa kan kita hanya membahas masalah bisni " kata Rina


Kevin mau tak mau mengalah " banyak hal yang harus kamu tau Rina,kamu salah paham dan entah kenapa kamu lebih memilih pergi di bandingkan harus mendengarkan penjelasan ku " jwb Kevin


" please kev,aku sudah bukan milikmu dan saat ini aku lebih memilih menunggu org lain di banding harus memperbaiki hubungan kita yang sudah berkahir dulu " seru Rina berusaha menjelaskan kepada kevin.tapi Kevin tidak mau kalah,dia tidak mau kehilangan wanita yang dia selalu mimpikan dan dia rindukan ini,


" untuk apa kamu menunggu sesuatu yang tidak pasti,dia suami org sementara aku bukan milik siapa pun " seru Kevin mulai emosi jika mengingat bahwa saat ini Rina sedang menjalin hubungan lagi dengan boy,laki laki yang pernah membuat Rina tenggelam dalam cinta dan para hatinya.kevin mengambil kedua tangan rina menggenggam nya " semua yang kamu laku kan hanya akan sia sia dengan nya Rina , dan satu lagi kamu salah paham dengan Rose model yang kamu kira perempuan yang ku tiduri malam itu " Kevin menjelaskan dengan nada yang lemah saat ini,Rina pun belum bisa mengeluarkan suaranya.dia masih sibuk berfikir tentang semua hal yang terjadi


" kenapa saat itu kamu diam?kenapa saat itu kamu hanya diam menatap ku pergi?" tanya Rina lagi dan pertanyaan itu tidak mampu di jawab oleh Kevin,dia hanya menatap Rina dengan lembut,tapi Rina tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini utk pergi meninggalkan Kevin namun sebelum Rina sempat pergi tangan kevin menarik lengan rina." Rin aku mohon kasih aku kesempatan "


rina menarik nafas dalam dalam mencoba melebur semua amarahnya dan kepusingannya karna semua masalah yang sedang dia hadapi.


" dan ku mohon jadilah teman ku saja kev itu kesempatan nya " jwb Rina.


walau terlihat berat tapi akhirnya Kevin tersenyum dan mau menerima.