my destiny its you

my destiny its you
Part 7


sesampainya di rumah Rina,boy di bantu oleh Juan menuju ruang santai keluarga.ruangan yg nyan serba putih dan menghadap ke arah sebuah kolam renang di batasi dgn kaca yg membatasi antara ruang keluarga dan halaman kolam renang.Boy merebahkan tubuhnya di sofa berwarna merah marun itu tiba tiba di kagetkan oleh sapaan mikeyla gadis cantik putri semata wayangnya Rina yg ternyata masih mengenal sosok laki laki itu.


" om boy !!" seru Keyla serasa tak percaya kalau laki laki baik itu ada di depannya


boy tersenyum dan senang bahwa gadis kecil nan cantik itu masih mengingatnya.mengulurkan tangannya meminta di peluk,dengan senang Keyla memeluk boy.ada rasa hangat yg sangat boy rindukan dalam peluka mereka,dan tanpa sadar air matanya menetes." apa kabar sayang " sapa boy perlahan melepaskan pelukannya.


" Aku baik om,,om bagaimana ada apa dengan ini !" tanya Keyla sambil menunjuk perban di dekat pelipis matanya.


" Biasa pembalap " sahut boy sambil tertawa ringan supaya Keyla tidak khawatir.


" euyyyy jangan banyak tanya sama om nya ayok key,,om nya masih pusing !" tegur Rina yg tiba2 datang sudah berganti pakaian memakai dres peach selutut dan lengan terbuka.keyla tersenyum PD mamanya itu


" mah apa om boy habis balapan ?"


" gak sayang om boy habis di cium aspal " celetuk Rina tersenyum sambil mengusap kepala Keyla yg sangat kepo.


" sudah sudah ayo kita makan " ajak Rina


" Rin kamu gak ada kaos utk.laki2 ya?" kata boy Rina lupa kalau boy masih memakai kemeja kerja nya.


" upsss lupa kamu masih pakai kemeja " kata Rina mengusap kepalanya " ada baju papa kok ayo aku antar kamu ke kamar tamu sekalian kamu mandi dan ganti baju " kata Rina membantu boy berdiri Rina dan boy jalan sambil menggandeng boy yg masih blm setabil ,lalu Rina mengajak boy ke lantai atas membawanya masuk ke dalam kamar tamu " itu sebelah kamar ini adalah kamar aku dan sebelum kamar aku ada kamar Keyla " kata Rina menunjuk tiga pintu yg berdekatan " kalo nanti ada apa2 jadi kamu mudah mencari aku ya "


" iya maaf ngerepotin kamu " kata boy dan melangkah masuk ke dlm kamar,Rina masih menemaninya " lengan aku sakit "


Rina langsung mengusap lengan kanan boy,mencoba meraba di mana dan bagian mana yang sakit " nah iya di situ agak sakit " kata boy " sepertinya harus di urut "


" yasudah kamu mandi ajah dlu nanti kita ke tukang urut,mandinya pakai air hangat ya aku nyalain dulu air di bathtub " Rina membuka pintu kamar mandi mengisi bathtub dengan air hangat dan memasukan sabun wangi mawar Yang ada di dlm kamar mandinya " Boy maaf gak ada sabun wangi cowok di rmh ini kec di lantai bawah kamar papa GPP kan " kata Rina setelah kembali dari kamar mandi.boy tersenyum " GPP kok aku mandi dlu ya makasih ya " senyum boy sambil membuka kancing kemejanya.tanoa ragu rina membantunya melepaskan pakaian boy,yg masih terlihat ringkih.


" ohh tuhan jadikan dia milikku " batin boy dalam hati menatap Rina dari bawah matanya yg sudah melepaskan pakaiannya dan menaruh di tempat pakaian kotor


" ok aku keluar ya kalo kamu butuh aku panggil ajah aku mau ambil baju buat kamu dulu " kata Rina dan berlalu dari kamar boy.


Rina turun ke lantai bawah dan memasuki kamar papa nya utk mencari pakaian.saat dia sedang memilih milih pakaian boy,tiba tiba Keyla menghampiri nya " mah ini hp siapa dari tadi bergetar " kata Keyla memberika ponsel PD rina,rina menerimanya sambil mengernyitkan dahinya.


" Kya nya ini punya om Boy deh "


" boy ini pakai udh aku siapin " Rina menletakan pakaian nya lalu ponselnya boy.rina keluar memberika waktu utk boy memakai pakaian nya.


saat Rina sedang berada di kamar nya,Rina mendengar boy sedikit berteriak dan Rina langsung berlari membuka pintu kamar boy.boy sedang berdiri menghadap jendela tangannya seolah mengepal emosi dan sebelah LG memegang ponsel nya.


" boy !" Rina menegur nya membuat boy terkejut dan menyadarkan dirinya yg masih terbakar. " ada apa??"


boy menoleh mata nya yg emosi tiba tiba sendu saat melihat rina mendekatinya.


boy duduk lemas di pinggir kasur " aku sudah tidak bisa melanjutkan hubungan ku dengan dia Rin,,aku tersiksa " keluhnya menatap lantai karpet di bawah nya,Rina yang sedikit sudah tentang bagaimana kisah hubungan boy dan putri,mencoba mengerti posisi boy saat ini.hanya saja saat ini dia tidak tau ada masalah apa lagi di antara mereka berdua.


" aku tadi berharap mati saat mobil itu menabrak ku " kata boy lalu Rina langsung mengusap bahunya berdiri di depannya.


" sabar semua bisa kamu lalui,jgn berfikir sempit boy " kata Rina " be positif thinking boy,,tenangin diri dlu baru kamu ceritain semua ke aku " tiba tiba saja boy memeluk pinggang rina yg masih berdiri di depannya..memeluk pinggang rina dengan erat seolah takut wanita itu akan pergi


" biarin seperti ini 5 menit ajah " kata boy merasakan rasa nyaman dalam pelukannya.rina menatap kepala boy dari bawah matanya yang sudah hampir menangis." Tuhan aku harus gimana?"


setelah selesai memeluk Rina,boy menyuruh Rina duduk di sebelahnya " kemarin malam aku habis gak sengaja liat putri keluar dari kostan cowoknya,aku tau itu dari Edo kamu masih ingat Edo gak?" kata boy


" iya masih bahkan aku sempet papasan sama edo,tapi dia gak kenalin aku LG " senyum Rina mengingat betapa anehnya sahabat boy itu padahal papasan di mall to Edo gak liat dia apa karna Rina sudah berbeda.


" ia lah kamu tambah cantik dia pasti hak kenalin kamu apalg mata dia empat " celetuk boy sambil tertawa, Rina senang melihat nya ada selingan tawa di bibir boy " Edo ngikutin putri gitu ?"tanya Rina.


" iya Edo gak sengaja pas pulang kerja di jalanan rame arah Kuningan lewat tempat kerja putri bener ajah dia ketemu putri di pinggir jln kantornya di jemput sama mobil jaz warna hitam platnya di fotoin dan di lacak Ama edo,tau sendiri Edo kriminal bgt dan Edo langsung tau siapa pemilik mobil itu,Edo putusin utk ngikutin mereka sampai di tmpt kaya kost kostan elit daerah Kemang saat sampai situ Edo bingung mau gmn akhirnya Edo nyogok security yg jaga di depan dan security itu langsung bilang kalo cowok itu baru kost di sini dan kadang pacarnya itu ikut" jelas boy dengan detail " cewek itu maksudnya putri "


Seperti ada yg menyiram air panas di hati rina,tak habis pikir serendah itukah wanita itu.


" kenapa kamu bertahan?" tiba tiba kata kata itu meluncur begitu saja dari mulutnya


boy menatap Rina " aku mau pisah dari dia,tapi ayah selalu tidak tega sama dia dan memohon utk memberika wanita itu kesempatan bahkan mengatakan bahwa harus ada bukti yg jelas jangan hanya sebuah kata2 perselingkuhan atau pun gambar foto selingkuh ya bukan hanya sekedar foto saat putri naik motor atau mobil bareng " jelas boy " aku gak bisa dapetin Vidio dan gak mungkin juga semuanya buat aku SDH jelas aku udh gak kuat,aku udh gak betah di rumah walau aku udah gak sekamar tp gak betah karna sering ketemu dia "


" apa kamu sayang dia "tanya Rina menatap tajam mata boy yang begitu dalam dan indah abu abu..


" aku lebih mencintai kamu " jwb boy tanpa ada Jedah atau pun pemikiran lain,semua kata kata itu meluncur begitu saja.