
Semenjak kejadia perselingkuhan putri istri ya,boy lbh banyak diam di dkm kebisuannya.di rmh pun dia TDK banyak bicara,hanya saja saat malam itu dia pulang ke rmh rumah sudah ramai,semua kakaknya berkumpul di ruang keluarga terlihat sedang asyik memasukan beberapa anak2 utk anak2 besok PD acara ultah alm Mira yg ke 3 THN.
boy menyapa ketiga kakaknya,terlihat kakak lelakinya yg tgl sedikit jauh dri rmh mereka tepat nya di Jakarta Timur sementara kak dini dan kak Dina mah di sekitar Jakarta Selatan dekat dgn rmh org tua mereka yg juga di tempati oleh boy.
tidak terlihat sosok putri di dlm ruangna itu,hanya keempat kakaknya dan ibu serta beberapa keponakan mereka yg dgn gembira melihat kedatangan om nya.membawa sebuah bungkusan donat yg cukup banyak utk cemilan malam mereka.boy menyapa semua saudara kandungnya di situ lalu membuka sedikit dasi yg msh terpasang di kemejanya.setelah melepas kan dasi boy membuka satu kancing kemejanya dan membuka kancing di lengan kemeja tangan panjang nya.menggulungnya hingga seatas siku memperlihatkan lengah kekarnya dan otot di kemejanya..boy merebahkan kepalanya bersandar di sofa menatap keceriaan keponakan keponakannya.dan salah satu keponakannya membawakan segelas air putih utk om nya.
" makasih Ya dew " kata boy kepada keponakannya yg dtng membawa minuman itu,segera boy meminumnya sambil melihat ke arah pintu masuk ruang keluarga terlihat sosok putri berdiri di sana,ingin masuk to ragu.para keponakan yg masih kecil tidak pernah tau dan di beritau tentang kelakuan buruk sang Tante hanya Dewi yg SDH sedikit dewasa anak perempuan dari kak Dina itu SDH sedikit paham atas apa yg terjadi.
" boy mau makan lagi ?" tanya putri sembari menghampiri boy yg sedang menghabiskan sisa minumannya.
boy hanya menggeleng kan kepalanya.tanoa mau membuka mulutnya..tiba2 ruang itu sunyi dan hanya terdengar suara plastik yg SDH mereka masukan beberapa snak utk acara besok.
" om Chika mau ya donat nya " seru Chika keponakannya yg msh duduk di bangku SD klz 1 wajahnya terlihat polos dan menggemaskan.boy mengangguk tersenyum manis pada ponakannya..lalu kak Dina bicara mengalihkan perhatian mereka PD putri san boy.
" besok pake baju apaam kita warna yg sama yuk,"
" w gak punya kemeja pink mba " kata kakak laki2 nya boy yg sedang duduk dgn sang istri sambil menghitung jumlah anak yg SDH rapih siap utk di masukan ke dlm kardus besar.
" putih ajah deh buat keluarga " celetuk suami dari kak Dina yakni mas Rachmat.
" iya BNR putih ajah gmn?" kata dina,meminta dukungan.
mereka semua mengangguk kec putri yg hanya terdiam merasa di kucilkan..lalu boy berdiri dari duduknya " mau mandi dlu PGN tidur capek " katanya sambil berlalu putri berusaha mengekor di belang boy tp saat tiba di Dpn pintu kamarnya boy menoleh ke arah putri " menjauh saya mau istirahat jgn ganggu " kata boy yg sekarang lbh memilih TDR di kamar terpisah dgn putri.boy hendak menutup pintu sebelum akhirnya putri menahan gagang pintunya " Boy aku udh minta maaf apa masih belum cukup "
boy terlihat emosi " maaf enak bgt ya tgl bilang maaf huh" delik boy dgn kesalnya lalu menarik gagang pintu kamarnya dan menutupnya dgn keras..
" Shit " celetuk putri dlm hati kesal.