
Rina dan Dewi kembali ke tempat acara ultah yg sudah mulai akan selesai,saat mereka datang langsung saja kedua Dewi di panggil oleh kakek dan nenek nya,serta di temani juga dgn ibunya yakni kak Dina terlihat sekali,Dewi langsung di cerca banyak pertanyaan dari keluarganya.saat Rina sedang menatap ke arah Dewi dan keluarga,tiba tiba Rina di kejutkan oleh suara yg sudah cukup lama tak ia dengar memanggil namanya.
" Rin,!!"
Rina menoleh ternyata boy yg sudah memanggilnya,laki2 itu berdiri tepat di belakangnya.Rina tersenyum dan melihat ada rasa kecewa di mata laki laki itu.entah apa yg saat itu boy rasakan,di kecewakan berkali kali mulai dari kedua org tuanya kemudian pasangannya sekarang.
" Kabar kamu gmn?" tanya boy berusaha menutupi kegugupannya karna sudah lama sekali tidak bertemu.
" aku baik..kamu sendiri?"
" Aku Jauh lebih baik " jwb boy tersenyum
" gmn kerjaan kamu sekarang ha?"
" ya bersyukur dulu kamu pernah masukin aku ke kantor itu sekarang aku sudah jauh lbh memahami semua nya di kantor " jwb boy dan memamng benar Rina lah yg memasukan boy bekerja di salah satu kantor saudaranya.dan saat ini jabatan laki laki itu jauh lbh baik di banding waktu pertama kali boy masuk sekarang boy menjabat sebagai Manager Keuangan.
" kalo bukan karna kamu,mungkin aku udah jadi Sampah " kata boy sambil meminum softdrink nya.dia melihat kalao Kaka dini dan kak Dina memperhatikan mereka berdua.
" jangan bilang bgtu,,kamu itu cerdas boy kami tinggal belajar trus utk meningkatkan pengetahuan kamu di kantor itu" kata Rina , Rina berusaha menghilangkan rasa gugupnya dgn memainkan minuman di tangannya.
Rina berfikir dalam hati kenapa boy tidak membicarakan masalah dirinya dengan putri bahkan seolah masalah itu tidak penting saat ini.apa yang terjadi dengan kehidupan nya dengan istrinya? pertanyaan itu bergema dalam fikiran rina.lalu tiba2 kak Dinda dan kak dini menghampiri Rina dan boy.
" Rin mampir yuk ke rmh ibu?" kata Dini
" sorry ya Din,bukannya gak mau mampir aku ada urusan habis ini mau ada perlu sama sekertaris aku,soalnya besok mau ada meeting sama beberapa org penting di kantor " kaya Rina sambil mengusap bahu sahabatnya itu " lain kali kita ketemuan LG yak, lu dah save no w kan Din "
" iya dah w save,,kangen w sama lu udah lama gak ngobrol bareng " kata dini
" sekarang tinggal di mana c Rin?" tanya kak Dina
" masih di sekitar Jakarta Selatan kok arah Pejaten " kata rina " kak Dina masih tinggal di rmh yg lama?"
" masih,masih nyaman hehe " jwb kak Dina
lalu tiba2 ponsel Rina berdering,Rina permisi utk mengangkat panggilan nya.
" kenapa Evi?" kata Rina berbicara PD sekertaris nya.
" Bu semua data sudah saya siapin apa LG yg ibu perlukan buat meeting besok?"
" ywd nanti janjian di cafe coffe tempat biasa ajah ya Vie,,saya lagi ada di acara temen saya " jwb Rina berdiri di luar ruangan restorant.
" oke Bu siap.." kata Evi
" oke..sampai ketemu nanti ya Vie "
" oke Bu "
ponsel di tutup dan di taruh di saku jeans nya.rina kembali ke dalam dan menatap jam tangannya sudah menunjukan pukul setengah lima sore.rina buru buru untuk pamit kepada semua keluarga dini.sampailah ia berpamitan dgn boy. boy tersenyum sendu lalu berkata dia akan mengantarkan Rina sampai depan.saat mereka berdua melangkah kak Dina,kak dini,ibu dan ayah menatap mereka berdua " sedih w liat Ade w..ternyata Rina masih singel dan lebih milih pekerjaan dri pada langsung Deket sama Cowok " kata Dini
" dini tau dari mana kalo Rina blm punya pasangan ?" tanya ibu
" Rina yang bilang pas kemarin dini telponan"jwb dini " hari ini kita malah liat putri jalan lagi sama itu cowok,ayah mau gimana lagi sekarang?"
Ayah terdiam entah harus gimana lagi
" kasian boy yah kaya begini jangan karna putri anak temen kecil ayah ayah jadi korbanin anak sendiri " kata Dina.
terlihat ayah yang sedang melamun dan bingung harus bagaimana lagi.
✓ Rina berjalan bersama dengan boy sampai tempat parkir mobilnya tertawa,dan membahas masalah yang tidak jelas utk menutupi kecanggungan mereka.saat sampai di dpn mobilnya rina,terliaht sang supir yg berbadan tegap membukan pintu utk Rina.
" aku pamit ya boy,jaga kesehatan "
" kamu gak mau kasih no wa kamu ke aku?" kata boy berharap Rina memberikan contak nya agar mereka TDK lost contak lagi.rina tersenyum " gak usah aku gak enak sama istri kamu boy "jawab Rina pelan entah mengapa hatinya sakit saat berkata istri.
" yasudah kalo bgtu hati2 ya "
" kamu harus sabar ya " kata Rina berusaha menyemangatin boy. boy tersenyum " cuma kamu yang bisa buat aku semangat dari dulu sampai saat ini "jwb boy dan mendengar perkataan itu Rina tersenyum lirih.lalu masuk ke dalam mobil,membuka kaca jendela nya utk berpamitan lagi dengan boy,laki laki yg sampai detik ini masih membuatnya berdebar.
" bye hati2 ya " kata boy melambaikan tangannya
saat mobil Rina pergi menjauh wajah boy sudah tidak terlihat tersenyum seolah hati ya remuk " sampai sekarang pun aku masih sakit,dan kenapa engkau pertemukan aku dengan dia di saat hati ini sedang sesakit ini Tuhan " kata boy dalam hati.lalu melangkah menuju restauran.
✓ KANTOR RINA.
" oh tuhan kepala pengen pecah deh rasanya seharian meeting gak kelar2 " kata Rina memijat sedikit keningnya.saat dia sedang berjalan meninggalkan ruang meeting.
" Vie w mau balik jadwal w apaan lagi habis ini?" tanya Rina pada Evi sekertaris nya.
Evi melihat tab nya " ketemu sama Mr.Nicholas utk membahas masalah penaruhan saham di perusahaan nya "
" GOD ... bisa gak di gantiin sama Lu Dy " kata Rina saat sampai di dlm ruang kerjanya,di ikutin oleh Evie sebagai sekertaris nya dan Ardy sebagai tangan kanannya.
" GPP kalo lu capek bgt Rin " jwb pria tampan itu
" bisa kan Vie?"
" Saya atur Bu "
" Hedehhh Vie jam kerja udh kelar udh c gak usah pake manggil ibu " keluar Rina..melepas High Hells nya dan mengganti dgn sandal biasa yg lebih ringan utk menyegarkan kakinya.Evie tertawa kecil dan menepuk bahu ardy." Ywd Dy lu sama w ajah gmn kita ketemu tuan Nicholas "
" okey " Jwb ardy. yg sedang asyi dengan ponsel nya.." eh Rin kemarin lu ketemu sama kak dini lagi ya?sama semua juga?" tanya Ardy,gak salah kalo Ardy tau secara Ardy adalah salah satu sepupu dari boy.ardy menunjukan postingan kak dini di IG nya yg terdapat foto Rina dan kak dini
Rina mengangguk " iya dan lu tau kemarin banyak kejadian aneh " kata Rina mengingat bagaimana dia melihat istrinya boy pergi dengan laki laki lain.
" mantan cowok lu itu Rin?" kata evie.evie sebenarnya adalah salah satu kakak kelas di kampus Rina yg akhirnya di ajak bekerja oleh Rina di perusahaan nya.jadi Evie pun tau semua kisah antara Rina dan Boy.
" iya.."
" kejadian apaan Rin?" tanya Ardy menaruh ponselnya di atas meja yg di sediakan di dlm ruangan milik Rina,mereka sedang duduk santai di sofa merebahkan diri sejenak sebelum kembali meeting.
" Huftttt....w liat istrinya boy jalan sama cowok lain dan ponakannya c Dewi bilang kalo selama ini boy udah banyak di mainin sama putri "
" tapi w gak denger ada kabar parah Rin dari keluarga?" kata Ardy
"gak tau c Dy,yg jelas Dewi bilang boy sampe pisah kamar gak mau sekamar lagi sama putri " jawab Rina melamun di balik laptop nya." yah sekali lagi itu udah jadi pilihan Ayahnya,berarti perempuan itu yg terbaik utk anaknya di banding w "
kata kata Rina terdengar pelan tapi seperti melayang entah kemana.pemikiran nya sedang tertuju pada ingat nya saat boy tersenyum sendu pada nya.ardy dan Evi yg melihat nya pun bisa merasakan masih ada rasa sakit dan rasa sayang dlm ucapan Rina.
" heee meeting sana..kok lu malah pada bikin w curhat c !!!" seru Rina sambil cemberut menatap dua sahabatnya
" hahahahaaaaa...Galau Yee " ledek Ardy " Kalo masih sayang jangan ragu Rin "
Rina tersenyum sinis " W gak mau jadi pelakor "
" lah lu bukan pelakor lah kalo ternyata boy cerai dan mau balik sama lu gmn?" pertanyaan Ardy membuatnya termenung sejenak dan seolah berfikir hal yg sama seperti kata2 Ardy.
" kalo menurut w mah boy bakal ninggalin tuh cewek " celetuk Evi " gila ajah Kya gak ada harga diri ya laki2 apalg suami sampe berkali kali di bohongin bgtu "
Rina menatap kedua sahabatnya dgn tatapan sinis dan kedua ya paham itu tanda ko Rina TDK mau membahas lagi masalah pribadinya.lalu Ardy dan Evi memutuskan utk keluar dari ruangannya Rina dan menuju ruang meeting.
di dalam ruangan nya Rina termenung membalikan kursinya ke arah padangan jendela yg menunjukan langit yg hampir sore
dalam hatinya masih ada rasa sakit,rasa sayang dan rasa rindu yg berbekas.bagaimana tidak boy adalah laki laki yang datang di saat hati Rina sedang rapuh dan hancur.boy datang dengan harapannya mengubah warna dalam hidup Rina,seolah menunjukan bahwa ada Dia yg masih mau berjuang untuk rina.Rasa trauma Rina yg membekas di hati nya seolah sirna oleh kelakuan baik boy,membuat Rina berani membuka hatinya kembali.sampai akhirnya Rina memutuskan utk menyerah saat mendengar perkataan dari org Boy.
" kamu harusnya tau mana yg di bolehkan dan mana yg di larang !!! " kata kata ayah boy yg membuat hati Rina sakit bahkan sampai tega mengatak status yg di miliki oleh Rina..tapi Rina tidak bisa membenci boy karna biar bagaimana pun boy tidak bersalah.
ponsel Rina berdering di atas mejanya di layar ponselnya terdapat nama yang menelponnya.
" princes ku "
" haloo sayang " sapa Rina pada putri semata wayangnya
" mama hari ini Keyla dapat nilai bagus ma pas ulangan tadi " seru bahagia mikeyla dari sebrang panggilannya.
" oh ya dear..bagus Donk belajar yg rajin yak,hari ini mama mau Yoga dulu HBS itu pulang kita makan sama sama ya sayang "
" ok mama.."
" bye bye dear " kata Rina dan mematikan panggilannya lalu meletakan ponselnya dan mulai merapihkan meja kerjanya.bersiap pergi meninggalkan kantor.