
Edo menatap ponselnya tak lama kemudian terlihat William datang menghampiri bangku Edo dengan dua gelas coffe panas dan coklat panas di temani dua cheesecake
" loe gak pesenin minuman buat Rina sekalian?" tanya Edo mengambil coklat hangatnya
" nanti salah lagi,w kan gak tau selera dia " jwb William sambil duduk lalu dia mengambil tas kerjanya." w gak sangka c putri bener bener punya niat jahat banget ke boy "
" apa Dion terlahir dari keluarga yang sorry biasa biasa ajah gitu,sampe putri pun ragu kalau Dion gak mampu bahagiain dia "
" bukan keluarga biasa c,kalau menurut w keluarga Dion pun bisa di bilang org berada hanya saja seperti ada motiv lain yg w liat " kata Edo mencoba menelaah semua kejadian yang sudah dia dengar dari boy,dan saat ini niat Edo dan William mengajak Rina utk mengobrol dan menceritakan semuan.
" hey nunggu lama gak?" tiba tiba saja Rina muncul di temani Ardy dan Evie
" kok w gak di pesenin edooo " celetuk Evie meledek Edo yang super pemalu.
" lu mau apaan Vie?" tanya Edo langsung berdiri siap utk memesan Rina dan Evi juga Ardy tersenyum melihat tingkah malu malu Edo.
" oh come on Do,,Evie cuma becanda " kata Rina menepuk bahu Edo supaya dia duduk lagi." Dy pesenin w Coco hazelnut to yg di blande ya,,sama sandwich satu,lu pesen apaan Vie "
" w temenin Ardy ajah deh " jwb Evie lalu Rina menyerahkan beberapa lembar uang kepada Ardy utk membayar pesanan mereka.
" kenapa Will sepertinya semuanya serius bgt apa ada masalah ?" tanya Rina karna tadi baik Edo maupun William menghubunginya.
" karna boy gak bisa jelasin langsung ke lu Rin,soalnya dia kan udh mulai ada pemanggilan sidang pertama nya jadi dia mau jaga jarak dulu sama lu "
entah kenapa perkataan William sedikit membuat Rina bingung,ada masalah apa sampai boy tidak bisa menjelaskannya sendiri.
" okey trus " jwb Rina.
tapi perkataan Edo terpotong oleh kehadiran Evie dan ardy.yg membawa beberapa minuman serta makanan mereka.rina meminum coklat dinginnya sambil mencoba menenangkan hatinya yg entah kenapa jadi sedikit tegang.
" apa yang terjadi seminggu ini Will?"tanya rina menatap serius wajah William
" Jadi gini lu masih inget kan waktu putri ngancem lu dengan kata2 dia di acara nya mas Ryan?" Edo memulai nya karna William sedang menikmati cheesecake nya.rina mengangguk Ardy dan Evie ikut mendengarkan dengan tenang.
" dan perempuan itu gak main main Rin " lanjut William
Rina sedikit mengangkat alisnya,terliaht kaget mendengar perkataan William kalau.putri serius ingin tetap boy di sisinya.
" dia ngejebak boy dengan memasukan obat perangsang ke dlm minumannya ngebuat boy jadi aneh karna malam itu yg dia liat bukan putri tapi lu " tanpa perlu Edo jelaskan panjang lebar lagi,Rina mulai paham kemana arah pembicaraan mereka.
" what's ?" seru Evie tercengak.evie menatap Rina yg diam dan seperti boom terkejut
" tapi untungnya boy sedikit sadar dengan pelan pelan mengingat semuanya " lanjut Edo " karna dia pun bukan nya gak pernah minum obt2 bodoh itu jadi dia msh mengingat kalau dia tidak sempat berbuat jauh dengan putri just like One night stand ajah "
brukkk kata kata Edo seolah menancap di dada Rina,entah kenapa walau hanya kesialan yg menimpa boy tapi itu cukup menyakitkannya.dan apa harus dia membayangkan semua nya.
" jahat banget itu cewek c !! kenapa serakah bgt " kata Evie kesal.
" w cuma takut ada rencana gak.baik dari dia dia bener bener pengen jebak boy " kata ardy mencoba memikirkan semua hal yg terjadi dengan sepupunya itu.
" w lebih ngeri sama dugaan w Dy " celetuk William sambil melepaskan kacamatanya,Rina,Ardy,Evie dan Edo menatap William dengan ingin tahu kelanjutan omongannya.
" kebetulan banget w lagi di rumah sakit tempat w tugas,dan gak sengaja w lihat putri habis buat janji dengan dokter kandungan "
" holly shit " geram Edo dan Ardy bersamaan.
Rina menatap William dgn keseriusan apa yg sebenarnya terjadi.
" boy gak bisa nemuin Rina karna Dewi ponakan boy bilang dia denger sendiri putri tlpan sama seseorang katanya kalau sampai dia liat boy atau pun Rina ketemuan dia bakal bikin ribet semuanya maka dari itu boy menjaga semua reputasi lu Rin " jawab William.
" oohhh sebegitu nya dia pingin w di jaga " kata Rina dalam hati terenyuh mendengar boy masih saja memikirkan tentang dirinya.dari pada keadaannya sendiri.
" w gemes pengen rasanya w ajah duel tuh c putri " kata Evie sebal
" ya dari situ ajah kita udh tau arah permainan dia mau kemana " kata Edo.
" iya w juga paham pasti dia mau pura pura hamil or something dan buat boy gak jadi cerain dia " tambah Ardy
" but dia lupa kalo w ini dokter " kata William
" maksud lu Will?"
" dia gak pernah tau kalo w dokter Dy,dia fikir w hanya pekerja kantoran jadi dia ngerasa bisa bebas mau gimana ajah.kalo.pun tiba tiba perempuan itu hamil w akan tes DNA nya dulu di rumah sakit milik keluarga w." kata William dia sepert sudah muak melihat sahabatnya di permainkan.
" oh God " kata Rina yg akhirnya mau buka suara keempat sahabatnya langsung menatap nya.rina yg sadar akan tatapan mereka hanya bisa tersenyum pasrah.
" rumit " jawab Rina lalu tak.lama ponsel Rina berdering terlihat nama boy yg tertera di layar ponselnya.rina mengangkatnya
" iya boy "
" apa kamu sudah di jelasin semuanya sama Edo dan.william " tanya boy
" kamu di mana?"
" aku msh di.kantor gak ada niat utk pulang rasanya " jwb boy yg sedang menatap jalan dari atas kantornya tepatnya di jendela ruangan kerjanya.
Rina terdiam sejenak mendengar ucapan boy,dia gak tega membiarkan boy terus menerus seperti ini tapi siapa Rina dia.bukan siapa siapa.hanya sosok wanita yg di cintai oleh boy dan status mereka sudah tidak bisa di ganggu.yakni boy yg masih berstatus suami org.
" semua karna aku yg bikin perempuan itu makin panas boy,karna kedatangan aku andai waktu itu aku gak dtng ke tempat mba dina atau pun mas Ryan pasti semua ini gak bakal nimpa kamu " kata Rina.
" walau.kamu gak Dateng pun,semua kekacauan ini udah terjadi sejak aku nikah sama dia sayang " kata boy menjelaskan berusaha menyakinkan.rina kalau dia bukan lah sebuah kesalahannya.andai Rina di depannya ingin rasanya dia langsung memeluk wanita nya dan mengecupnya supaya Rina tenang begitu juga dengan dirinya.
" boy gak tau kenapa aku ngerasa aku bakal kalah " kata kata Rina langsung di tatapin bingung oleh Evie,Ardy,William dan edo.dan boy pun menjadi bingung
" kamu harus percaya kalau aku bisa selesain Rin " kata boy di sebrang telpon
" tapi dia terlalu gila,sampai berani mencampur segala macem obt di minuman kamu,bahkan sampai buat kamu " kata kata Rina terputus seolah tak sanggup melanjutkan perkataan selanjutnya." boy nanti hub aku lagi ya aku,aku masih sama temen temen gak enak "
" okey bye "
" bye "
Rina mematikan ponselnya lalu mengusap wajahnya Evie mengelus bahu Rina seolah menenangkannya.
" w gak tau harus gimana,w cukup paham rencana putri akan kemana tapi yang jadi pertanyaan w adalah apa kalian yakin boy tidak melakukan hal yg lebih pada putri malam itu ?" tanya Rina
" kenapa lu jadi ragu Rin?" tanya Ardy
" karna saat itu yang dia lihat w,wajar w jadi bingung w gak masalah dia mau berbuat apapun Dy dengan putri itu hak nya tapi kalau seandainya saja putri benar hamil anak dia gimana?apa w tega biarin itu anak tanpa bapak " jwb Rina mencoba menjelaskan kebingungan nya pada sahabatnya itu.
" kalau dia mau mengaku dia harus hadapin w dulu Rin " kata William " tes DNA "
" tapi kan kita belum tau Giman rencana putri rin,jadi lu tenang ajah dulu " kata Evie mencoba membuat Rina tenang dari fikiran fikiran yang tidak baik.