
saat Rina,Ardy dan Evie ke lantai atas untuk bermain Billiar ada org yg menyapa Rina dengan sapaan yang sangat bersemangat
" wowwww Rina " tegur William dari meja mereka.
Rina menoleh dan akhirnya melihat ada sosok william,Edo,Adrian dan boy.apakah itu boy?benar sekali itu boy.bukanya dia tadi pamit utk masalah kantor.kenapa sekarang bisa ada di sini.
" hi semuanya " sapa Rina balik dan Evie pun langsung menghampiri ke empat laki laki itu.rina dan Ardy mengikuti,tanpa ada kecurigaan kalao mereka semua sekongkol.
#Flasback
baik boy,Ardy dan Edo sedang berbincang tentang masalah pekerjaan mereka dan sesekali membicarakan masalah perceraian boy dan putri.saar itu boy terlihat sekali selalu mencuri pandang pada Rina yg sedang asik tertawa dan mengobrol dengan mba Dina mba dini juga William dan Ardian.
" loe gak jalan boy ?" tanya Edo " loe butuh referensi bro "
boy hanya tersenyum kecut " haaa jalan juga gak jauh jauh pasti sama loe bertiga doank "
" ajak Rina gih " kata Ardy
" gak bisa Dy,Rina gak mau terlalu deket sama w,secara urusan w bel kelar.w hargain keputusan dia secara dia juga mau nunggu masalah w selesai " jawab boy,terlihat sangat kecewa tapi dia menghargai semua keputusan Rina.
Edo menyenggol lengan Ardy " loe gak ada ide Dy "
Ardy menatap Edo lalu bergantian ke arah Rina yang sedang asik berbicara dengan mba Astrid istri dari mas ryan.lalu ide muncul dalam benaknya.dia langsung menghubungi Evi mengajak Evi ikut dalam rencana mereka dan Evi pun setuju dia tau Rina pasti mau kalau di ajak main Billiard dan sementara Edo,Adrian dan William mengajak boy ke sana.awalnya boy menolak tapi saat Edo menjelaskan boy akhirnya setuju.kalau.ada mereka semua Rina pasti tidak akan menolak nya karna mereka tidak jalan berdua.
#Flasback off
" ohhh gak sangka ketemu loe semua di sini,w kirain tadi pada balik " kata Ardy sambil mengedipkan sebelah matanya pada Edo,William,Adrian dan boy.
mereka tertawa kecuali boy yang sesang meminum softdrink nya.rina menghampiri bangku di depan boy, menatap beberapa cemilan yang ada di meja itu.
" masih laper boy?" ledek Rina boy tersenyum tulus sambil mengangguk " aku gak bisa nelen makanan di acara mas Ryan hehe " jwb boy.terlihat dia memesan burger dan kentang goreng.rina tersenyum paham maksud ucapan boy itu.
" loe tau boy tadi putri ngajak Rina berbincang " kata Ardy menunjuk Rina,Rina yang mendengar aduan Ardy hanya tertawa sinis.tapi boy tidak bahkan Evie sampe cengong begitu juga Edo,Adrian dan William.
" berani bgt dia Rin " kata Evie.
" dia bilang apa ?" tegur boy menatap Rina sedikit khawatir.rina hanya tersenyum dan mencoba menenangkan boy takut dia langsung mencari gara gara dengan putri.
" its ok boy,tenang saja dia hanya bicara biasa ajah kok "
" percaya sama aku ya,tunggu aku aku juga pengen semua cepet selesai " kata boy dan mulai mencurahkan sedikit pemikirannya.
" yang bikin w heran itu perempuan kok gak malu c boy " kata Evie dia mulai angkat bicara.
" yahh wajar c soalnya bokap w Deket bgt sama bokap dia di tambah bokap w begitu terlalu angkuh untuk ngakuin kalau dia udah salah sama w " jwb boy " tapi untuk yang kesekian kalian nya,akhirnya w nyerah dan gak kuat jadi bokap udah gak bisa lagi maksain semuanya "
" bagaimana kalau putri justru bisa buat kamu bertahan lagi " perkataan putri justru membuat mereka menoleh bingung.termasuk boy.putri hanya asik memakan kentang goreng yang sudah di pesankan lagi oleh Ardy.
" bertahan untuk apa Rin maksud kamu ?" tanya boy.
" jangan jangan dia punya rencana boy " kata Adrian menghentikan permainannya sejenak sambil berfikir." w yakin ada sesuatu yg dia rencanakan kalau begini "
boy tiba tiba mendekat kan diri pada Rina dan dia berdiri menghadapi Rina sambil menggenggam jemari Rina,wanita yg selama ini dia cari bahkan dia nantikan.
" please jangan sekali kali kamu percaya jika nanti memang ada kejadian yg tiba tiba saja terjadi tolong jangan mudah terhasut " kata boy entah kenapa mendengar cerita Rina itu,membuat hatinya resah.rina terpaku menatap boy begitu juga dgn teman temannya . mereka paham apa yang sedang boy perjuangkan pasti tidaklah mudah mereka tau bagaimana terpuruk ya boy saat kehilangan rina.adrian melangkah merangkul sahabat baiknya itu
" ada kita boy,kita yang ada di sini nyaksiin semua ini gak akan tgl diem kalo sampe perempuan licik itu berani nyolek loe apalg Rina " kata Adrian menguatkan boy yang sedang cemas.
" Yoi bro sebisa mungkin kita bakal jaga kalian " sahut Edo
" thanks " jawab boy bergantian dengan Rina.
boy merangkul Rina dengan hati yang was was.entah apa yang akan terjadi kedepan,karna semuanya sudah di mulai saat surat perceraian di TTD oleh pihak putri dan boy.hanya tinggal menunggu pemanggilan mereka ke pengadilan agama.
" duhhhh udah dah w mlz bahas tuh cwe ganti topik kek " celetuk Evie sedikit mencairkan suasana " rin mau sampe kapan loe katung di di situ ayoo lah main BL sama w "
Rina tertawa dan turun dari bangkunya,melepaskan genggaman boy.lalu mulai bermain Billiar dengan Evie dan edo.semenyata William,Ardy dan Adrian asik mengomentari dari bangku mereka.
✓ " ini obat nya kasih dua butir biar dia tambah lelap supaya rencana kita lancar " kata Dion menyongsongnkan sebuah plastik kecil berisikan beberapa butir pil " inget jangan ceroboh "
" iya sayang kenapa kamu cerewet banget c "
jwb putri merengkuh lengan Dion dengan posesif." kenapa kamu yang nafsu banget pengen aku tetep sama boy,apa kamu gak cemburu "
" apa kamu mau hidup di rumah petakan itu LG,dan di hina org sekitar kamu ?"
" apa kamu gak bisa cari uang yang banyak buat aku,kerja keras gitu gak ngandelin semua dari org tua kamu trus " celetuk putri.
Dion tersenyum kecut " huu buat aku udah cukup banyak aku kasih kamu segalanya dlu put,tapi kamu bodoh malah milih boy dari pada aku "
" tapi aku kan tetep balik lagi sama kamu " jwb putri
" setelah kamu tau kalo boy gak bisa lupain Rina " kata Dion " setelah kamu tau kalau laki laki itu gak suka sama kamu baru kamu cari aku "
putri merasa kesal mendengarnya tapi di sisi lain,itu memang benar kenyataannya.
" ywd kamu pulang ya biar rencana kita lancar malam ini " kata dion mengusap manja kepala putri.
" apa kamu gak mau anter aku?"
" gak takut nya di rmh mertua kamu itu ada keluarga yang lain nanti bisa berabe " jwb Dion sambil mengecup bibir putri,lalu putri membalasnya dengan sangat bernafsu.lama mereka berciuman dan akhirnya Dion melepaskan ciumannya supaya putri lekas pulang ke rumah.
putri pergi dengan menggunakan taksi yang sudah di pesankan Dion.
" loe dah hancurin gue dan sekarang w juga gak bakal biarin loe bahagia boy,loe harus tersiksa terus sama perempuan bodoh itu,perempuan yang udah mainin perasaan gue juga cuma demi lelaki seperti loe " kata Dion menatap jalanan yg kosong tempat putri tadi pergi menggunakan taksi.