
sudah satu bulan berlalu semenjak jalan jalan Rina dan boy ke Jogja. sejak itu pun Rina mulai di sibukkan kembali dengan pekerjaannya.meeting yang tiada henti,mengecek Beberapa pembangunan apartemen yang sedang dia rancang.terkadang harus pergi ke luar negri untuk berkunjung di mana ada hotel, apartemen dan beberapa meeting dengan para penanam saham atau pun kliennya.
Sementara boy sedang mengajukan gugatan perceraiannya,dia sudah memulai semuanya dengan mengumpulkan beberapa berkas utk perceraian nya dan meminta Edo utk membuat setiap rekaman perselingkuhan putri dan Dion dalam sebuah flashdisk.setelah semuanya terkumpul barulah boy melimpahkan semuanya kepada pengacaranya utk mendaftarkan gugatan perceraian nya di pengadilan agama.
Dilain sisi putri sudah mengetahui semua rencana boy utk menceraikannya.pikirannya sekarang sangatlah bingung satu sisi dia tidak mau kehilangan boy.karna sebenarnya dia dulu sempat suka pada boy jauh sebelum Rina datang dalam kehidupan boy.karna ayah boy adalah teman baik ayah putri.jadi putri sering bertemu dengan boy,jika putri berkunjung kerumah keluarga boy.tapi memang sejak dulu boy tidak pernah menyukai putri,sampai akhirnya dia tau akan di jodohkan oleh boy.tapi sayang nya saat itu putri sedang menjalin hubungan dengan Dion,dan mereka berdua sudah berpacaran cukup jauh bahkan dionlah yang sudah mengambil kesucian putri.tidak sampai di situ ternyata Dion pun tidak begitu saja mau meninggalkan putri,karna selama ini putri sudah banyak menghabiskan uang dion.dion yang semula berfikir utk menikahi putri berusaha bertanggung jawab atas semuanya,kecewa karna keputusan sepihak yang putri berikan padanya.akhirnya Dion meminta kembali semua uang bahkan barang barang berharga seperti handphone,cincin yang sudah Dion belikan dan beberapa kali putri memakai uangnya untuk membatu sang ayah membayar kontrakan rumah mereka.tentu saja putri tidak bisa karna itulah Dion meminta putri untuk tetap menjadi kekasihnya dan melayaninya seperti dulu mereka berpacaran.walau Dion tau saat itu posisi putri sudah menjadi istri orang lain.bahkan saat ini justru yang Dion rasakan hanyalah ingin membalas dendam pada keluarga putri juga boy.
saat Dion tau jika putri akan di ceraikan di satu sisi dia puas tapi di sisi lain dia ingin menghancurkan lagi ambisi boy,karna Dion tau boy sudah pasti akan kembali kepada kekasihnya yang dulu yakni Rina.karna dari itu Dion mempunyai ide yang cemerlang,yakni membuat putri hamil dan menyuruh wanita itu supaya boy mau bertanggung jawab.
" bagaimana mungkin Dion? boy saja tidak mau tidur dengan ku bagaimana ini aku bingung " kata putri saat ini mereka berdua sedang di kostan dion,hari ini putri sudah mengecek dirinya dari dokter dan dokter mengatakan putri sedang mengandung.dan anak yang ada di dlm kandungan putri adalah anak dion.ya Dion siapa lagi karna boy sama sekali tidak pernah menyentuhnya.
" buatlah dia mau tidur dengan mu walau hanya berpura pura " kata Dion " nanti akan aku belikan obat yg bisa membuat dia melayang dan tenang "
" tapi ?"
" sudahlah apa kamu mau di ceraikan oleh ladang uang ayahmu,kamu tau sendiri ayah.u tidak akan setuju dengan ku kan " Kat Dion lagi berusaha menyakinkan putri.lama putri berfikir akhirnya dia mencoba mengiyakan dan mulai menyusun semua rencananya dengan Dion.
✓ Hari ini adalah acara khitanan putra dari kakak boy yang laki laki,yakni mas Ryan.mas Ryan pun mengundang Rina,karna Ryan pikir selama ini dia dan Rina serta kedua kakaknya Dina dan dini berteman baik.jadi tidak ada salahnya jika Ryan mengundang Rina.
acara di adakan di rumah nya di kawasan Jakarta,boy pun ikut mengundang ketiga sahabat baiknya yakni Adrian,Edo dan william.sudah mulai banyak kerabat yang datang dan terlihat sosok Ardy di dlm acara dengan kedua org tuanya yang tak lain adalah kakak dari sang ayah boy. boy menghampiri Ardy dan saling mengobrol.
" sorry ya boy,bukan bermaksud diem diem tapi w hanya nepatin janji sama Rina " kata Ardy saat mereka sedang asik mengobrol sambil menghisap rokok.
" iya Dy w paham,Rina juga sudah jelasin semuanya hari ini dia juga mau Dateng ke sini mas Ryan ngundang dia " kata boy
Ardy pun mengangguk " iya dia wa w tadi pagi nanyain w jalan jam berapa takut gak ada temennya " kata Ardy sambil tertawa ringan " gimana urusan lu sama putri "
" berkas baru w serahin sama pengacara w Dy,semoga ajah cepet selesai " jawab boy lalu melihat ponselnya berdering.dan nama rina tertera di layar
" kenapa Rin ?"
" apakah mba Dina dan mba dini sudah ada ?" tanya Rina " agak gugup karna posisi kamu yang sedang masa seperti ini boy " kata Rina lagi.
" ada Ardy di sini..datang saja ada aku juga di sini mba Dina dan mba dini pasti akan nemenin kamu juga " jwb boy dia menatap Ardy sambil membuang rokoknya " kami SDH di mana ?" tanya boy
" sudah masuk komplek dan mau parkir mobil " jawab Rina.boy melihat tiga sahabatnya sudah datang dan sedang berjalan mendekatinya " kamu akan di jemput Ardy oke " jawab boy lagi.dan rina mengiyakan.lalu mereka berdua mematikan telpon masing masing.
" Dy tolong jemput Rina Donk,"
" sudah jadi tugas w emang..hahaha tenang saja boy w akan jaga dia buat lu " kaya ardy menepuk bahu boy
sebelum pergi Ardy menyapa ketiga sahabat boy yang dia kenal juga.
" loe mau jemput Rina Dy?" kata William
" Yoi mau ikut?" tanya Ardy
" boleh ahhh w udah lama gak ketemu dia GPP kan boy " kata William melirik boy
" hmhm awas kalo loe berani macem macem " celetuk boy membuat William tertawa
lalu Ardy dan William pergi untuk menjemput Rina.
" wow " kata kata pertama William saat melihat penampilan Rina sekarang.ya Rina mengenakan semi kebaya berwarna hitam di padu dengan rok berwarna merah tak terlalu pendek hanya pas selutut dan mengenakan wedges nya cukup 2 centi saja tidak terlalu tinggi.dan tas berwarna senada dengan wedges nya yang berwarna merah.tak lupa dia memakai cincin pemberian boy serta jam tangan nya.rambutnya di buat tergerai indah hitam dan yups tentu saja wangi.siapapun akan nyaman bila berdekatan dengannya.
" hy Will!" sapa Rina tersenyum ramah memperlihatkan gigi putihnya " apa kabar ?"
" cukup baik " jwb William..
" ayoo w laper " kata Ardy tertawa ringan Rina pun mengangguk dan melangkah dengan Ardy dan William ke tempat acara.sesekali Rina menggandeng lengan Ardy,karna Rina sedikit gugup dan Ardy tau itu.tapi tatapan boy sedikit tidak nyaman saat melihat wanitanya menggandeng lengan Ardy
Ardy sedikit berbisik kepada Rina " sepertinya ada yg cemburu "
Rina masih belum paham sampai akhirnya dia di sambut baik dengan mba Dina ,mba dini dan pemilik acara mas Ryan dan istrinya mba Astrid . tak jauh dari situ ada kedua org tua boy ibu dan Bapak soga.rina menyalami di dampingi Ardy dan mba dini.wajah pak soga terlihat sedikit tidak enak saat bertatapan dengan Rina,seperti tidak enak dan malu.entahlah mungkin hanya perasaan Rina saja.
" hy Rin " sapa Edo dan juga Adrian menghampiri Rina yang sedang mengobrol asik dengan Ardy dan william.rina tersenyum dan membalas sapaan kedua sahabat boy,ya sahabat Rina juga karna dlu Rini sering menghabiskan waktunya bersamaan.lalu dari sudut lain terlihat putri dengan kedua org tuanya,putri menatap sini Rina,benci sekaligus bingung kenapa semua orang sangat ramah pada wanita itu.
" boy " panggil Edo,boy sedang berbincang dengan beberapa tamu " sini boy " seru Edo seolah berpura pura tak tahu,padahal Edo sudah di perintahkan boy utk memanggilnya supaya dia bisa ikut Mengobrol dengan Rina.
putri memperhatikan saat boy melangkah mendekati Rina,Ardy,William,Edo Adrian,Dina dan dini.
" oohhh hai " sapa boy tiba tiba pada Rina tersenyum dalam Rina hanya membalasnya dengan senyuman biasa karna tiba tiba saja putri berdiri di belakang boy dan langsung merangkul lengan boy membuat boy terkejut.
" apa apaan haa ?" kata boy menatap sinis putri membuat tatapan teman2 nya Rina dan kedua kakaknya ikut terkejut " lepas "
putri menarik sedikit tubuh boy sambil tetap menggandengnya " aku gak salah ngandeng kamu yang akan jadi salah kalau kamu asik ngobrol di sini dengan mantan pacar kamu " bisik putri dan boy mendelik ke arah putri
" oohhh seperti nya ada yang butuh kaca " balas boy suaranya terdengar dingin " atau perlu w umumin kalo loe udah w talak secara agama ?" kata kata boy langsung membuat wajah putri berubah,antara malu dan kesal
" lepaskan dan menjauh jangan coba coba ngatur w,perempuan naif " putri melepaskan gandengannya dan melangkah menjauhi boy Rina yang melihat sedikit heran kenapa putri sebodoh itu,padahal boy adalah tipe laki.laki baik dan sabar bahkan dia sempat ingin memulai dari nol dengan putri tapi nyatanya malah putri yang mempermainkan boy dengan laki laki lain.
" ngapain tuh cewek gak tau malu " kata dini sebal menatap putri yang sekarang menghampiri kedua orang tuanya.
" gak usah di anggep " celetuk Dina
William dan Edo tertawa sambil menggoda Rina " sabar ya Rin sebentar lagi tamat " mba Dina dan mba dini tertawa seolah paham kemana arah pembicaraan Edo dan William.
" tamunya udah makan ?" sapa boy pada Rina,Rina mengangguk menunjuk piring yang ada di belakang bangkunya .
" dek kenapa tuh sama tuh cewe w agak sedikit jiji liat kelakuannya " tegur dini melirik putri yang sekarang sedang mengobrol dengan beberapa saudara.
boy hanya menggeleng " lupain doain ajah semoga duanya cepet selesai "
" ngomong ngomong Rin,udah ada gebetan belom ?" goda Dina menyenggol lengan sahabatnya itu Rina hanya tertawa mendengarnya " udah ada kok " jawab Rina membuat boy meliriknya tajam
" maksud dia apa? siapa gebetan dia awas ajah " kata boy dalam hati.
Rina pun sadar kalao boy sedang cemburu justru itu seru.
" oohh ya kenalin Donk bawa gitu sesekali " kata dini.