
tak terasa sudah masuk di hari weekend,hari Jumat yg melelahkan menurut Rina,berkali kali dia sibuk dengan beberapa rekan bisnisnya.meeting dan menandatangin beberapa berkas,bahkan untuk jalan makan siang pun susah.akhirnua dia meminta Evi mengantarkan makan siangnya ke dalam ruangannya.Evi pun datang dengan membawa makanan yang sudah dia pesan kan untuk Rina.
" Bu ini makan siangnya " kata Evi meletakan makan siang Rina di meja yg biasa Rina pakai jika ada tamu untuk berbincang bincang.
Rina menoleh dgn tatapan yang nanar dan memohon.." Vie selesai ini w mau balik kepala mau pecah Kya gak di kasih napas sedikit w "
evi tersenyum PD sahabat sekaligus Atasannya itu. " HBS Cek berkas itu lu cuma harus kunjungan ke salah satu hotel di Jakarta pusat,tapi kalo lu gak mau nanti w bilang Ardy ya "
" iya iya..thanks ya..gak.penting bgt kan kunjungannya ?"
" Egk c cuma ngecek gmn kemajuan pembangunan di sana,soalnya kan lu naruh saham yg cukup lumayan Rin di sana " kata Evi " udah deh makan dlu nanti lu sakit "
Rina meletakan beberapa berkas yg sudah dia baca dan dia TTD lalu melangkah menghampiri makan siangnya,dgn Evi yg menemaninya.
" gue kaya nya butuh liburan Vie?"
" yaudah lu mau liburan kemana nanti biar w atur jadwal nya " kata Evi tapi Rina masih berfikir mau kemana.
" nanti deh tanya Keyla dlu dia ada ide mau kemana ?" kata Rina.
tak lama pun Evi pamit keluar ruangan Rina karna masih banyak pekerjaan yg harus dia selesaikan juga di mejanya.setelah menghabiskan makan siangnya.rina termenung sejenak entah kenapa dia teringat akan chat nya dengan Dini sahabatnya yg merupakan kakaka dari boy.saat chat itu dini menjelaskan bagaimana perilaku putri pada boy,dan bagaimana juga perselingkuhan putri yg pada akhirnya membuat keadaan di rmh mereka menjadi panas.rina mengingat bagaimana dahulu perlakuan manis boy pada diri nya,baiknya dia bahkan boy berani memperjuangkan Rina di depan kedua org tuanya..walau pada akhirnya Rina tak tega dan memilih pergi demi kebaikan dan kebahagiaan boy serta org tuanya.namun saat ini justru org yg dia relakan malah menderita.
" huftttt lebih baik w yoga habis itu pulang" kata Rina memakai kembali sepatu nya,merapihkan mejanya dan mengambil tas kerja melangkah keluar meninggalkan ruangannya.saat tiba di depan meja sekertaris nya Rina bilang PD Evi utk menghubungin supir nya supaya bersiap di loby utk menunggunya.lalu Rina masuk ke dlm menuju loby yg berada di lantai 1.
✓ Selesai melakukan Yoga rina merapihkan dirinya terlebih dahulu,menggantikan baju nya yg lepek dengan keringat lalu meminum air mineral yg tadi dia beli sebelum masuk.kelas yoga.setelah rapih dengan Celana laging hitam dan kaos putih serta sandal santainya..Rina berjalan membawa tas olahraganya meninggalkan kelas yoganya.
masuk ke dalam mobil Audi Hitam nya,
" pak langsung pulang ya saya capek " kata Rina saat di dlm mobil memberitahu sang supir yg merangkap sebagai penjaga nya.
" siap non "
mobil pun bergerak meninggalkan gedung Fitnes yg lumayan dekat dengan jarak kantornya.lalu berjalan menuju rumah Rina yg masih butuh waktu 40 menit lagi utk sampai.sepenjang jalan terliaht sangat ramai,karna memang sore itu sudah berbarengan dengan jam pulang kantor.Rina yg lelah sesekali menatap layar ponselnya.tapi tiba tiba melihat ke arah jendela yg menujukan ada keramaian di Dpn mobilnya.
" ada apa pak?" kata Rina karna terlihat ada org berkumpul yg membuat sedikit macet.
" sepertinya di depan mobil kita ini ada yg kecelakaan non " kata pak Juan
" ya ampun coba di lihat pak apa kita kenal ?kalo kenal siapa tau kita bisa bantu pak " kata Rian sedikit panik.lalu dengan cepat pak Juan keluar dari mobil sedikit berlari melihat org yg tertabrak mobil di depan mobil Rina.Rina yang penasaran pun ikut turun tak lupa mengambil kunci mobil nya lalu mengunci mobilnya.karna takut ada kejadian yg TDK di inginkan.rina berlari ingin melihat tapi sudah banyak org di situ ,namun pak Juan langsung berusaha melindungi nonanya dari keributan org di situ.
" laki lakinya sepertinya nona kenal deh saya seperti pernah melihatnya tapi entah di mana non,saya lupa " kata pak Juan.Rina semakin penasara takut salah satu karyawannya.Rina akhirnya berhasil Melawati kerumungan org yg penasaran dan betapa terkejutnya Rina saat meliahtanya sosok laki laki yang sejak tadi pagi membuatnya selalu melamun dan memikirkannya tergeletak dengan darah yg keluar dari pelipis matanya..langsung saja Rina menarik tubuh boy membaringkan di kakinya." boy sadar boy " seru Rina panik.
" ibu kenal org ini ?" kata seseorang yg tadi berusaha menolong boy
" iya pak saya kenal dia saudara saya " kata Rina " kenapa dia bisa begini pak?" suara Rina seperti bergetar karna kaget dan takut.
" pak Juan buka pintu mobil kita saya akan membawanya ke RS terdekat " kata Rina dan memberikan kunci mobil ya di bantu oleh warga boy di bawa masuk ke dalam mobil Rina di tidurkan di jok belakang.rina menghampiri yg menabrkanya memintanya utk ikut ke rumah sakit dengan dirinya sementara mobil c penabrak di tinggal di dekat warung pinggir jalan.sepanjang perjalanan Rina menutup darah segar yg mengalir di pelipis boy dengan tisu,sesekali memukul mukul kecil pipi boy supaya dia sadar,namun boy tidak mauembuka matanya membuat Rina bertambah panik.
" mba maaf kan saya ya mba,saya akan tanggung jawab asal jangan bawa masalah ini ke polisi " kata pemuda yg menabrak boy.
" pokoknya anda tanggung jwb saja dlu kalo anda TDK mau tanggung jwb saya gak main2 saya akan bawa kasus ini sampai selesai ".
tandas Rina dgn suara yg tegas." pak Juan cepat sedikit "
" iya non ini sudah mau sampai "
tak lama mobil Rina sudah terparkir di loby rumah sakit di daerah Kemang,pak Juan dengan cepat melapor ke bagian resepsionis meminta supaya pihak rumah sakit segera memberikan penanganan kepada boy.dan dgn cepat beberapa suster pun membawa boy dengan kursi roda,menuju ruang IGD.
Rina tak henti menemani boy,saat melihat boy di bersihkan luka di pelipisnya dan mendapat 6 jahitan.Tangan Rina terus mengusap usap jari jemari lelaki yg pernah sangat dia sayangi mungkin sampai saat ini perasaan itu masih ada.setelah selesai di tangani dokter memberitahu Rina kalau boy sudah bisa di bawa pulang,dan memberikan Rina resep obat utk di beli di apotik RS.saat itu rina menyuruh pak Juan utk menjaga boy yg masih terlelap walau td sempat bangun tp boy terlihat masih pusing efek dari benturan aspal di jalan.Rina sedang mengantri di apotik saat orang yg menabrak boy menghampiri rina " mba biaya RS SDH saya bayarkan biar saya yg Menganti kan obatnya mba nya kembali saja ke ruangan sdra nya nanti saya ke sana sekalian meminta maaf "kata pemuda itu,Rina pun mengiyakan dan berjalan ke ruangan IGD tempat boy terbaring di sana.saat Rina masuk,boy ternyata sudah siuman sedang di periksa oleh dokter dan pak Juan berdiri di samping boy.
" bagaimana dok,keadaan saudara saya?" kata Rina cepat,terlihat boy tersenyum kepadanya sambil menahan rasa sakit di bekas oprasi kecilnya.
" bersyukur anda segera membawa nya ke RS dan mendapat penanganan jd TDK terlalu banyak darah yg keluar dan kalo nanti sedikit pusing itu hanya efek bekas luka di pelipis anda,asal pusingnya tidak berbarengan dengan muntah." kata dokter Budi,dokter yg terbilang masih muda itu menjelaskan semuanya dengan detail.lalu tak lama dokter budi meninggalkan boy dan Rini sementara pak Juan menunggu di Dpn ruangan IGD.dan tak lama pemuda yg menabraknya datang.
" mba ini obatnya !" kata pemuda itu menyerahkan obat yg sudah dia beli di apotik atas resep dokter." mas maaf kan saya ya,saya td sedang melamun di mobil jadi kgt saat melihat mas tiba2 menyalip mobil saya " kata pemuda itu dengan rasa bersalah " saya mohon jangan panjangkan masalah ini ke pihak berwajib,saya akan ganti rugi semua dan membiayainya."
boy tersenyu " tidak apa2 mas,namanya di jalan pasti ada saja kejadian saya pun berterima kasih SDH di bawa ke sini "sahut boy dengan lemah.
" kalo tidak ada mba ini,mungkin saya sudah di hajar masa " kata pemuda itu menunjuk Rina yg sedang duduk memperhatikan luka di pelipis mata boy.
" ahhh saya?" tanya Rina terkejut " hehe saya td juga shok cuma kita harus segera ke rmh sakit karna darah kamu banyak yg keluar boy " kata Rina " oh iya nama anda siapa?" tanya Rina
" sampai lupa perkenalkan saya Rendy " kata Rendy mengirkan tangannya dan Rina menyambutnya " saya Rina dan ini boy " kata Rina
" saya tau mba kok,siapa yg gak kenal mba Rina " senyum Rendy membuat Rina bingung " mba yg punya hotel termewah di jakrta kan dan anak dari pengusaha sukses yg ayahnya tinggal di London " kata Rendy
Rina hanya tersenyum ramah," biasa ajah lah gak harus sebutin semua satu persatu "
" saya tau karna saya pernah ikut meeting di kantor mba Rina " kata Rendy " saat itu saya mewakili kantor Saya sebagai manager SDM dari perusahaan Hotel Alya di daerah Jakarta pusat "
Rina seperti mengingat ingat tapi biar gmn pun banyak org yg sering dia temui utk meeting.jadi Rina tak hapal wajah mereka satu persatu.
" saya gak inget hehe " kata Rina tersenyum malu " yasudah kalo begitu boy ayo aku antar kamu pulang soalnya motor kamu di bawa ke bengkel sama pak Rendy ya kan pak?" kata Rina menegur Rendy
" oh iya motor mas nya saya sudah suruh org kantor saya utk membawanya ke bengkel motor supaya bisa di perbaiki dan satu lagi ini utk jaga2 utk membeli obat " kata Rendy tiba2 menyodorkan amplop coklat kepada boy,boy berusaha menolak to Rendy memaksa akhirnya boy menerimanya..lalu Rendy mengantar boy dan Rina masuk ke dlm mobil Rina utk pulang,Rendy menyerahkan kartu namanya supaya Rina atau pun boy bisa menghubungi nya jika ada hal lain yg terjadi pada boy.rina mengiyakan lalu berpamitan dgn Rendy dan masuk kembali ke dalam mobil.saat mobil menyalah boy mengusap lengan Rina sambil berkata " aku tidak mau pulang ke rmh please !" kata boy,entah apa yg terjadi to seperti nya boy memohon dengan sangat pada rina.rina yg bingung masih menatap boy dengan dalam,ingin bertanya tapi ragu kemudian " pak Juan kita pulang ke rmh saja ok "
" siap non " kata pak Juan..lalu mengemudikan mobilnya menuju rmh Rina.