my destiny its you

my destiny its you
Part 22


Rina sampai tepat pukul 8 malam di Jakarta,dia langsung pamit pulang pada Ardy yang juga sudah menaiki mobil milik Rina yang lainnya utk mengantar Ardy pulang ke rumahnya.


Rina menatap langit malam yang penuh dengan lampu lampu jalan semua perasaan nya seperti hampa,tapi dia tidak bisa marah.kenapa harus marah wanita itu lebih berhak.rina menatap ponselnya yang tiba tiba bergetar ternyata boy menelpon nya.


" ohhh God " keluh Rina bingung.sambil menarik nafas dalam Rina mengangkat telpon dari boy.


" ya boy " kata Rina langsung menjawab nya


" apa aku ganggu Rin?" tanya boy suaranya terdengar sedikit frustasi.


" gak boy kenapa?" jwb Rina,ada sedikit kekhawatiran saat mendengar suara boy yang sedikit berat dan terdengar lelah." are you okay "


" no l'am not " balas boy " aku benar benar minta maaf sama kamu,semua karna kebodohan aku Rin " kata boy,Rina langsung menyenderkan dirinya di bangku mobil dia berusaha melupakan setiap kejadian yg ada di Vidio tak senonoh itu.


" boy aku gak akan marah bahkan aku gak berhak utk marah " jawab Rina,tatapannya tiba tiba sajah melamun entah kemana." dia masih istri kamu boy " Rina tau kata katanya pasti sedikit menyinggung hati boy,tapi mau bagaimana lagi memang itu kenyataannya.dan boy di sebrang sana hanya bisa diam sambil menarik nafas dalam dia tau bagaimana perasaan Rina saat ini.


" l love you " kata boy entah kenapa ha ya kata kata itu yang bisa dia ungkapkan utk menyampaikan semua isi hatinya.rina ya g mendengar pun langsung tersipu malu sambil menatap jendela mobilnya.


" tunggu aku,aku akan buktikan semuanya dan aku akan jemput kamu utk kembali sama aku Rin " kata kata boy membuat cairan bening di sudut mata Rina mengalir,Rina merasa entah kenapa boy masih selalu memperjuangkannya.bahkan tak pernah berhenti utk selalu memperjuangkan dirinya.


" kamu udh makan boy?" Rina mencoba mengalihkan rasa tak karuan dlm hatinya dan gak mau membuat boy lbh merasa bersalah lagi.


" belum aku kangen sama kamu " jwb boy


" mau makan sama sama ?" tanya Rina berusaha mengesampingkan semua rasa sesak yang sdg dia rasakan.


" dengan senang hati " jawab boy dengan senyum yang mengembang di bibirnya " mau makan di mana?"


" terserah kamu ajah " jwb Rina " aku pulang dulu utk.ganti baju ya gak nyaman aku msh pakai baju formal "


" ok aku jemput kamu ya "


" iya aku tunggu di rmh "


" oke bye Rin"


" bye "


Rina dan boy sama sama mematikan ponsel mereka,boy pun dengan cepat merapihkan meja kerjanya dan bergegas pergi dari kantor.langkahnya terasa seringan kapas seperti hatinya yang begitu bahagia karna akan bertemu dengan pujaan hatinya.


sementara Rina sudah tiba di rumah dia langsung membersihkan diri dan berganti pakaian.mengenakan celana pendek dan kaos berwarna putih polos.rina melangkah ke arah dapur melihat apakah ada yg bisa dia masak untuk makan malam mereka.tak lupa rina mengabari Keyla putrinya,yang saat ini sedang berada di London dengan kakeknya.lalu suara bel berbunyi tak lama masuklah boy yang masih memakai kemeja kerjanya,kemeja berwarna cream dan celana bahan hitam.kerah kemeja nya sudah dia buka satu dan menggulung lengan kemejanya ke atas lengannya.membuat dirinya terlihat semakin menggoda


" lelah ya?" sapa Rina saat boy menghampiri Rina di dapur yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.


boy tersenyum lembut " lelah ku hilang liat kamu " kata boy hatinya begitu ingin sekali memeluk Rina dan menciumi perempuan itu karna begitu jarangnya bahkan semenjak dirinya memutuskan utk mengajukan gugatan cerai pada putri,Rina mulai menjaga jarak.


" buat apa ajah asal kamu yang buat " ledek boy lagi masih asik melihat Rina berkutat dengan masakannya." Tuhan jadikan dia milik ku secepatnya " kata boy dalam hati.tiba tiba rina menghampirinya dan memberikan segelas air putih.


" minum dulu baru pulang kerja,kamu kan biasa minum air putih "kata Rina,boy yang menerima langsung tersenyum dan merasa benar benar Rina sangat perhatian layaknya seorang istri menyambut suaminya pulang kerja." kamu duduk di meja ya,pastanya udh Mateng "


" okey makasih ya " jawab boy sambil mengusap pucuk kepala rina.lalu boy mendudukan dirinya di kursi makan dekat dapur.mata boy masih asik menatap Rina dari tempatnya duduk saat ini,dia benar benar merasa seperti suami yang sedang di layani oleh sang istri.senyum nya masih terus merekah sampai saat Rina membawakan dua buah piring berisi spaghetti buatannya dan boy dengan sigap membantu membuatkan minuman dingin untuk mereka berdua.


" bagaimana kerjaan kamu hari ini ?" Rina mulai membuka pembicaraan mereka


" semuanya cukup berjalan baik dan sepertinya aku ingin mempelajari beberapa hal baru karna kemarin salah satu rekan bisnis di kantor ngajak aku utk membuka sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengamanan "jawab boy.


" oh yaaa...wow itu bagus boy aku yakin kamu bisa " seru Rina,begitu senang mendengar ada sebuah kemajuan baru pada diri laki laki itu.


" doain ajah karna cukup rumit utk membangun sebuah perusahaan pengamanan tapi aku yakin Bisa karna aku sudah mengenal banyak orang2 yang bisa membantu ku "


" semangat !!!" kata Rina tersenyum tulus boy yang melihatnya begitu bahagia karna Rina sejak dulu selalu optimis dengan setiap keputusan baiknya.


Setelah selesain makan malam bersama Rina mengajak boy ngobrol di dekat kolam renang milik nya,,suasana MLM terasa sangat tenang,beberapa pekerja sudah terlelap tidur di kamar mereka,hanya tinggal security saja yang masih terjaga.rina membuat kan kopi hitam hangat utk boy sementara Rina membuat teh hangat.


" maafin aku ya " kata boy sambil memegang tangan Rina dengan erat," aku terlalu bodoh "


Rina menatap wajah boy,melihat manik mata hazel itu menatap matanya dengan penuh rasa bersalah dan penyesalan." kenapa kamu minta maaf boy?"


" karna kebodohan aku kamu jadi terluka lagi " jawab boy mengingat betapa bodohnya dia bisa terjebak oleh putri


Rina mengusap wajah boy dengan lembut,terdapat bulu bulu halus di sekitar pipi lelaki itu dan itu adalah bagian yang paling dia sukai.rina tersenyum " lupain boy,aku GPP aku gak marah itu hak dia boy dia msh istri mu justru aku yang salah saat ini "


perkataan Rina membuat boy semakin menatapnya dalam dan mengambil tangan Rina yang berada di wajahnya.mengenggamnya sambil mengusap usap nya dengan lembut. " aku yang salah karna aku gak lebih berjuang untuk kamu saat itu,saat kamu pergi saat MLM aku dgn putri harusnya aku tidak sebodoh itu utk masuk ke dlm jebakannya,aku yang paling bersalah dalam semua ini " boy mengecup tangan Rina dan menatapnya LG berusaha tersenyum walau senyuman nya sangat kecut.


" apa kamu gak takut kalau putri hamil boy ?" pertanyaan Rina membuat boy terkejut,jadi Rina belum tau rencana putri atau Rina hanya pura pura tidak tau.


" maksud kamu ?"


" iya apa kamu gak takut putri hamil ?"


" aku bahkan tidak berhubungan lebih dengan nya bagaimana aku bisa hamili dia Rin,aku bersyukur kebaikan itu datang pada ku,karna aku langsung pusing dan tak sadar saat sedang melakukannya " jawab boy " hanya saja aku msh butuh keaslian Vidio itu,aku yakin Vidio itu hanya di potong separuh yang menunjukan kegiatan kami tapi aku yakin sekali aku tidak lebih dari itu "


" jahat sekali kamu putri,kamu sudah mengecewakannya bahkan sekarang kamu jebak dia dan manfaatkan dirinya untuk sesuatu yg entah apa sedang kamu permainan kan " kata Rina dalam hati


" sudah aku gak mau bahas masalah itu lagi ok " kata boy duduk lebih mendekat pada Rina dan meletakan kembali jari jemari Rina di pipinya membiarkan Rina mengusapnya lembut hingga membuat boy nyama.rina tersenyum melihat sikap manja boy hingga tak sadar bibir boy sudah menempel di bibir rina,melumatnya dengan penuh kelembutan dan menikmati sensasi manis dalam ciuman merekam berdua.rina meremas rambut boy sementara boy lebih menekan tengkuk Rina supaya mendekat kepadanya.tanpa sadar boy menarik tubuh Rina supaya duduk di pangkuannya.rina pun duduk menyilang di pangkuan boy kedua kakinya melingkar di pinggang laki laki itu.ciuman mereka semakin panas lalu Rina melepas ciuman mereka utk menghirup oksigen kening keduanya saling menempel tatapan mereka saling beradu.rina bisa merasakan hangat nya nafas boy di pipinya


" l love you,," suara boy terdengar sangat serak dan oohhh seksi kata Rina dlm hati sambil menggigit bibir bawahnya." jangan gigit kalau tidak aku yang akan menggigitnya " jari boy mengusap lembut bibir Rina yang sedikit membengkak akibat ciuman mereka.dan boy kembali mencium Rina,Rina pun membalasnya dengan sama panasnya.boy mengangkat tubuh mereka membawa Rina dlm gendongannya melepaskan ciuman mereka sejenak sambil melangkah menuju kamar Rina di lantai atas.


saat tiba di dlm kamar boy menutup pintu kamar dan menguncinya lalu kembali memeluk Rina dan menciuminya.