my destiny its you

my destiny its you
part 13


sudah hampir 2 jam Rina berada di acara keluarga boy,saat sebelum nya Rina melihat pesan wa masuk pada ponselnya.


[ kamu cantik mau malem mingguan sama aku ? ] pesan dari boy


Rina tersenyum kecil dan membalasnya


[ gak mungkin Donk ]


[ aku gak rela liat cowo cowo yang liatin kamu begitu ] blz boy lagi,lalu tak lama Rina membalas


[ boy jgn begitu kita hanya teman sekarang ]


jwb Rina.


boy yang sedang duduk di dekat Ardy hanya mengerutkan keningnya,bingung harus berkata apa lagi.rina benar benar ingin menganggapnya hanya teman.tidak ada pesan LG dari boy,Rina sedikit melirik boy yang sedang berbicara dgn Ardy tadi tp boy tidak ada di situ.bahkan Ardy malah menghampiri nya.


" enak kemana yak malming ?_ kata Ardy menyenggol Rina..


Rina yang aneh dgn hilangnya boy dari pandangan nya pun hanya menggeleng


" telpon Evie deh siapa tau dia nganggur !" kata Ardy Rina hanya menoleh " loe ajah Dy yg TLP " jwb Rina..tidak lama mas Ryan dan mba dini menghampiri Rina dan Ardy.


" udah makan Rin ?" sapa mas Ryan ramah.


" udah mas " jwb Rina


Ardy sedikit menjauh supaya bisa mendengar suara Evie karna suasana terlalu ramai.


" ciee c Ardy pake ngejauh gtu telpon siapa c ?" ledek mba dini mas Ryan pun memperhatikan


" Evie temen satu kantor,niatnya mau jalan pulang dari sini " jwb Rina


" oh iya katanya Rina satu kantor ya sama Ardy ?" tanya mas Ryan,


" iya udh mau satu tahun lebih kita satu kantor " jwb Rina " dan Ardy cukup cekatan orgnya "


" Rin " kata Ardy tiba tiba menghampiri Rina yang sedang mengobrol dengan mas Ryan dan mba dini." kata Evie main BL yuk "


" siapp " jawab Rina tertawa senang.


mas Ryan dan mba dini mengiyakan lalu boy berpamitan dengan Rina dan ardy.rina hanya mengatakan hati hati tapi entah kenapa dia memikirkan kepergian laki laki itu.laki laki yang sejak dulu mengusik pikirannya.


" jgn pergi sekrang nanti di kira loe janjian sama dia " celetuk Ardy padahal sebenarnya Ardy,william,Edo,Adrian dan.evie sudah mengatur semua tanpa sepengetahuan rina.rina mengangguk setuju dengan perkataan ardy.tidak lama boy pergi ketiga sahabat boy pun berpamitan utk meninggalkan acara,beralasan ingin malem mingguan.lalu Rina menghampiri meja yang di penuhi dengan minuman semacam softdrink.rina mengambil salah satu gelas yang berisikan green tea.saat hendak meminumnya tiba tiba saja ada yg berdiri di sebelahnya.


" jangan ganggu suami gue " org itu berkata membuat Rina langsung menatap nya tajam.ternyata putri lah orgnya,lina mengerlingkan kedua bola matanya


" butuh kaca ?" balas Rina santai suara nya sedikit berbisik di telinga putri.putri ya g mendengar perkataan itu seolah tak terima dan dia malah lebih mendekatkan lagi diri ya supaya Rina mendengar semua perkataannya


" jangan berharap boy bisa ceraikan w dengan mudah,karna apa karna masih banyak celah supaya dia bisa tetap terikat di samping w " kata putri " dan loe gak usah sok ke PD an kalau suami w baik,karna dia hanya merasa bersalah sama hidup lu bukan tulus sama lu "


rina sebenarnya emosi mendengar perkataan putri tapi bukan Rina namanya bila belum membuat wanita sinting dan tidak tahu malu ini mengakui dengan siapa dia berbicara sekarang.


" haaaaah gak ada niat ngerebut karna apa,karna loe pun dapetin bekas w kasian w liat loe,loe hanya di jadiin status sama suami yang loe anggap suami kalo w jadi loe wasih punya harga diri lebih baik pergi dari pada gak di anggap kecuali loe punya tujuan lain " perkataan Rina sontak membuat mata putri membulat total,seolah panah itu tepat sasaran.lalu Rina melangkah pergi,menghampiri Ardy dan mba dini.


Ardy yang ngeliat teman sekaligus bos nya itu habis berbisik bisik dengan putri langsun bertanya.mba dini pun melihat nya dan ikut menanyakan.tapi Rina hanya tersenyum.


" gak penting nanggepin omongan nya kok tenang ajah mba aku GPP " jwb Rina.


" awas ajah tuh perempuan macem macem sama kamu Rin,bisa w ikutan labrak juga " jwb mba dini sambil meminum air putihnya hingga tandas " perempuan gak tau malu,sampe bikin adek kesayangan w gak ada harga dirinya "


" kasian boy,Ardy gak kebayang mba kalo hidup tapi di selingkuhin " kata Ardy " semoga saja masalah boy cepet selesai "


" Aaminn " jwb mba dini " tapi gak tau kenapa firasat mba gak enak sama itu perempuan feeling mba sebagai wanita dan kakak dari boy mba bisa ngerasain sebenarnya ada yg dia manfaatin dari keluarga kita " kata mba dini


" jelas ada lah ayah kan udh kasih rumah utk org tua putri " celetuk Rina," wajar dia mau lebih karna boy anak terakhir "


Ardy dan mba dini pun mengganggukan kepala mereka bersamaan " bener Rin,padahal yang bikin adek mba sukses itu kamu,kalo bukan kamu yang batu dia cariin kerja dia gak akan bisa seperti sekarang "


Rina tertunduk ragu lalu tersenyum pada mba dini " tapi tetap mba org tua yg lebih banyak berkorban "


" hey Rin,ayoo Evie udh otw ke tempat BL langganan kita " kata Ardy memutuskan pembicaraan mereka bertiga.


lalu Rina dan Ardy berpamitan kepada anggota keluarga boy,termasuk PD kedua org tua Ardy yang juga ada di dlm acaranya.setelah berpamita Rina masuk ke dlm mobil nya bersama Ardy.


" bokap GPP nyetir sendiri ?" tanya Rina saat Ardy sudah mulai melakukan mobilnya menuju cafe tempat mereka janjian dengan Evie.


" aman dia bisa gak usah cemas yah mau gmn lagi w kan anak tunggal kalo ajah w punya adek mah enak kalo lagi seperti jnj bisa di andalkan " perkataan Ardy membuat Rina bingung.tapi gak lama sekitan 30 menit kemudian,Rina dan Ardy sampai di sebuah cafe di daerah Jakarta selatan.di cafe itu tepat di lantai tiga ada tempat utk bermain billiar.tapi Evie sedang asik duduk dengan minuman coklat smoothies nya.saat melihat Rina dan Ardy masuk Evie langsung melambaikan tangannya kepada dua sahabat baiknya itu.