
hari ini boy di sibukan dengan membantu keluarga sepupunya Ardy,yang habis mengadakan acara seserahan lalu besok di adakan acara akad nikah dan resepsi.
Ardy pun bilang kpd boy kalau dia mengundang rina.karna biar bagaimana pun Rina adalah boz nya.malam itu boy harus mengikuti kemauan sang ayah yang meminta boy untuk berbaik hati kepada putri,karna biar bagaimana pun putri sedang mengandung.
hari ini putri berkelit tidak bisa ikut memeriksa kandungannya dengan mba Dina karna ada pekerjaan yang mengharuskannya hadir padahal ini weekend.
malam itu pun Ardy tidak sendirian,ada Evie,Edo dan William sementara Adrian berhalangan hadir karna pria itu sedang mengurus bisnisnya.
sudah berapa kali Evie mengumpat di dekat Edo dan William,menatap jiji kearah putri.bagaimana tidak wanita itu menempel terus pada boy seperti lem aibon.edo yang mendengar umpatan Evie hanya terkekeh geli mendengarnya.berusaha menenangkan hati Evie.
" kak Rina belom Dateng ?" tanya tari adik dari Ardy yang menemui kakak pertamanya itu di ruang tamu,mereka sedang berkumpul sejenak sebelum acara di mulai karna calon suami tari belum datang
" tadi dia bilang sudah di jalan dek " jawab Ardy " tenang ajah dia pasti Dateng "
" gak tega kalo dia Dateng di suguhin pemandangan kek bgtu " celetuk tari menunjuk ke arah putri dan boy dengan dagunya.tari mengenakan kebaya peach yang cantik dan membuat dia terlihat sangat menawan.kebaya itu pun sama dengan Evie,ibunda Ardy dan juga Rina nantinya.yup karna kebaya itu pemberian dari Rina yang ingin memakai pakaian serasi.karna Ardy dan keluarganya sudah tidak asing bahkan di bilang tempat Rina mengadu dulu saat sedang galau galaunya.
" mau gimana lagi,tadi gue udah peringatan Rina supaya tahan banting " kata Evie
" besok suruh kak Rina bawa cowok kek siapa kek kasian nanti dia liat yang begitu lagi " celetuk tari dan terdengar oleh mba Dina dan mba dini.
" setuju " seru mereka berdua sambil tersenyum jahil.ardy,edo,William dan Evie pun tertawa mereka pun sebenarnya tak tega kalau sampai Rina harus melihat kemanjaan putri pada boy,walau wajah boy sangat datar tapi laki laki itu seperti tidak berkutik dengan permintaan ayahnya.dan mereka pun tau Boy melakukan semua itu karna ingin mengambil semua bukti yang masih ada dalam diri putri.
bukti Vidio mereka dan tes DNA jadi mau tidak mau boy harus berusaha tenang.
#flasback
" gue yakin kok do w gak ngelakuain hal itu sama putri,karna saat gue sadar punya gue gak kenapa kenapa gak ada lengket atau bau apapun bahkan tidak merasa sakit " kata boy saat dia mengobrol dengan Edo,William dan Ardy di sebuah cafe saat Ardy ingin mengundang mereka besok.
" berarti Vidio itu hanya segitu " kata Edo " kan emang di Vidio lu sama dia cuma yeahhh begitu ajah gak lebih dan langsung habis durasinya "
" karna itu dia hanya nunjukin itu apa mungkin memang tidak terjadi hal lain dan ada durasi lainnya yang di potong putri " sahut Ardy menyeruput kopi hitam nya.
boy berfikir keras dan berusaha mengingat tapi dia sia,karna malam itu dia memang tidak sadarkan diri.karna separuh dirinya sudah dikuasa oleh obat perangsang.
" gini ajah boy,gue yakin dan percaya sama loe " kata William " tapi loe harus tau berarti barang bukti terkuat masih ada sama putri "
lanjutnya dan menundukan sedikit duduknya terlihat sekali William sangat serius " loe harus berpura pura depan dia supaya dia lengah dan loe bisa dapetin bukti itu "
Edo dan Ardy saling tatap dan melihat ke arah boy yang terlihat sekali menahan rasa kesalnya.
" percaya deh loe pasti dapet bukti nya nanti " kata William menyakinkan " dan untuk Rina serahin sama kita biar Rina kita yang jaga "
Ardy mengangguk " gue setuju loe harus fokus cari bukti "
" dan Rina akan kita jelasin semuanya " kata Edo menyakinkan boy
boy mengusap rambutnya dengan kasar,tangannya sudah mengepal terlihat otot otot nya mengetat di lekukan kemeja kerjanya.lama boy berfikir karna biar bagaimana pun itu artinya dia harus acuh kepada Rina,dan itu tidak bisa dia lakukan.bagaimana mungkin dia cuek dengan Rina.
" gue akan bilang semua ke Rina boy tenang ajah " kata Ardy mencoba menenangkan boy yang memang terlihat jelas frustasi.
#flasbackoff
" dia udh di deket parkiran mobil Dy,ayo jemput " kata Evie menyenggol lengan Ardy lalu Ardy mengangguk dan diikuti oleh Edo.
Rina terlihat sangat cantik dengan kebaya yang di bawa sunggung anggun,dengan bagian atas yang sedikit terbuka pada bahunya ,kebaya berwarna peach dan berlengan pendek sementara tari dan ibu nya memakai kebaya berlengan panjang.
terlihat evie,ardy, dan Edo menghampiri nya dengan senyum yang sangat terpaksa karna tadi mereka sempat melewati putri dan boy yang cukup membuat mereka terutama Evie muak dengan sikap sok manja putri.
" loe cantik banget deh " kata Evie mengecup pipi kanan dan kiri Rina
" loe juga kebaya nya ok sama badan loe Vie " balas Rina dan menyapa Ardy juga Edo.
" acuh ajah ya Rin " kata Edo tiba tiba berbisik di telingan Rina,Ardy pun mengedipkan sebelah matanya mengingatkan Rina pada cerita mereka kemarin. Rina mengangguk paham lalu mereka mulai berjalan memasuki rumah Ardy. Rina menyapa mereka yang sedang duduk di bagian depan halaman rumah Ardy,terlihat beberapa saudara dan teman terdekat tari. saat Rina mau masuk ke dalam tari langsung menyapanya dengan sangat sumringah.
" ohh lihat yang mau nikah " ledek Rina tetap tersenyum bahagia walau ada rasa nyeri di hatinya melihat lengan putri sedang bergelayut manja pada boy. tari memeluk Rina dan mengecup pipinya tari memang cukup dekat dengan Rina,terutama saat Rina sedang berada dalam masa masa sulitnya.
" kak besok harus Dateng pagi liat akad aku " kata tari manja membuat yang lain takjub terutama keluarga boy tidak menyangka kalau tari dan Rina sangat dekat " jangan lupa bawa cowok " tambah tari sedikit mengencangkan suaranya supaya terdengar oleh sepupunya itu. Rina terkekeh geli dengan Evie mendengar perkataan tari " itu permintaan loh kak !"
" apa calon suami belum hadir ?" ledek Rina tak mau ambil pusing dengan perkataan tari.
" dikit lagi sampai " jawab tari dan sekarang wajah tari mulai terlihat gugup
" ayo masuk masa calon manten di luar c nunggunya " kata Rina dan mengajak tari masuk,tari pun mengiyaka mereka berjalan ke dalam untuk menemui keluarga Ardy saat ingin masuk tiba tiba putri menyapa Rina dengan memamerkan kemanjaannya pada boy. Rina bisa melihat ketidak nyamanan boy saat itu tapi dia berusaha keras menutupinya dan wajah ayahnya boy yang cukup datar saat bertatapan dengan Rina.
#Boy
" ohh tuhan aku ingin semua ini cepat selesai " batin boy saat menatap langkah Rina yang menjauh dari dirinya. ada rasa sakit di hatinya melihat tatapan Rina yang sedikit tertangkap sendu.dan itu membuat boy semakin merasa bersalah,ingin rasanya dia mengejar Rina tapi jika dia berbalik ke sana semua rencana nya gagal.
" aku harap kamu bertahan sayang,,aku harap setelah ini aku tidak akan lagi menyakiti perasaan mu " boy kembali menatap punggung Rina yang duduk tak jauh dari dirinya.
" kak apa benar kak Kevin sedang di Jakarta ?" tanya tari dan Rina terlihat mengangguk. boy terkejut saat mendengar kata kata tari,kalau Kevin sedang berada di jakarta.itu berarti Kevin bisa leluasa bertemu dengan Rina.
" coba telpon dia tari mau bicara,tari mau ngundang dia besok " kata tari bersemangat,awalnya Rina terlihat enggan tapi karna tari terus merengek akhirnya Rina menghubungi laki laki yang di maksud tari.bahkan melalui Vidio call.boy yang sedang duduk tepat di belakang Rina mau tidak mau boy harus melihatnya posisi duduk mereka memang membelakangi karna saat itu tari masih menemani Rina di ruang tamu keluarganya,Rina duduk sejajar dengan ibunda tari,ayah,Ardy dan beberapa om nya.sementara keluarga boy duduk di belakang keluarga inti Ardy.
tak lama terlihat sosok pria berwajah bule,dengan bulu bulu halus di pipinya tersenyum menyapa Rina dan tari.
" kakak...how are you " sapa tari terlihat kevin melambaikan tangannya dan membalas sapaan tari " kak besok harus hadir ya di acara nikahan aku tolong jemput kak Rina di rumahnya ya kak " lanjut tari
hati boy cukup panas melihat laki laki itu tertawa dan akhirnya mengangguk-angguk kepala nya tanda setuju.
" kamu mau aku jemput jam berapa ?" tanya Kevin senyumnya begitu menawan,dan hal itu cukup membuat boy iri.
" jam 8 pagi karna akadnya di adakan pagi kev " jawab Rina tak bisa menolak lagi
" oke Beby besok aku jemput " jwb Kevin
" Kaka jemput kak Rina pulang ke sini kak " seru tari tapi tepat saat itu ibunda tari memanggilnya untuk menyuruhnya bersiap karna calon suami dan keluarganya akan segera datang
" bye kak jemput kak Rina sekarang ya kasian malem Minggu sendirian " seru tari sebelum berlalu dan Rina terlihat Kevin tertawa lembut lalu Rina hanya mengucapkan kata bye setelahnya.
💖💖💖💖
acara sudah di mulai acara seserahan dan semuanya sudah beres sampai akhirnya malam pun tiba sekitar pukul 9 malam tamu sudah mulai berpamitan begitu juga dengan Rina yang ingin pamit tapi saat dia sedang berpamitan dengan kedua org tua tari dan Ardy ada seseorang yang menepuk bahunya.
" kak Kevin " sapa tari membuat Rina melongo begitu juga dengan evie,Ardy,Edo dan tak jauh terkejut adalah boy
" aku bawa mobil kev " kata Rina berusaha tenang walau sebenarnya dia sudah tidak nyaman di acara itu.
" its oke pak Juan gak akan marah kok kalau loe suruh dia pulang sendiri " kata Evie tersenyum jahil.
" issh " sahut Rina sebal jika Evie sudah mulai jahil pada ya
" kamu bisa bantu saya kan Vie " kata suara Barito Kevin yang selalu meluluhkan hati siapa pun termasuk hati Rina dulu dan itu dulu sekarang Rina sudah menutup rapat rapat hatinya utk mantan kekasih nya itu.tapi satu sisi Rina tidak bisa menolak di hadapan banyak orang seperti ini.
" long time no see kev " sapa Evie
" ya ada beberapa urusan di Jakarta yang mengharuskan saya stay di sini beberapa hari " jawab Kevin,keberadaan nya sungguh membuat beberapa mata memandang,terutama kaum hawa.laki laki blasteran Amerika dan Indonesia itu memang memiliki wajah yang menawan tampan bahkan di bilang sempurna belum lagi tubuh nya yang atletis membuat wanita tak bosan menatapnya.
" Rina besok kamu Dateng kan ?" tiba tiba mba Dina dan mba dini menghampiri Rina yang sedang mengobrol dengan tari,Ardy,Evie,Edo dan William dan juga Kevin.
" iya mba besok aku Dateng mba besok Dateng pas akad gak ?" jawab Rina
" semoga gak telat ya tar " ledek mba Dina kepada tari sambil mengedipkan sebelah matanya.tari tertawa kecil menanggapinya
" ngomong ngomong ini siapa?" tegur dini menyenggol lengan rina. Rina pun langsung menoleh kepada Kevin dan memperkenal kan kevin kepada mba Dina dan dini sahabatnya.lalu tiba tiba saja boy menghampiri mereka tanpa putri yang sejak tadi bergelayut dengannya.
" gue pamit ya " kata boy menyapa mereka semua mba Dina dan dini langsung menoleh
" besok Dateng ya kak " tari langsung menghampiri sepupu nya itu
" iya de besok aku pasti Dateng " jawab boy,lalu tatapan nya langsung tertuju kepada Rina,tak peduli walau Kevin menatapnya dengan tatapan yang gelap dan tajam.
" jangan tidur malam malam ya aku pamit dulu " kata boy sambil mengacak acak lembut pucuk kepala rina.membuat hati Rina sedikit lebih hangat.rina tersenyum dan boy pun membalasnya dengan senyuman.
" oke bye semua "
lalu laki laki itu melangkah dengan hati yang tak tenang,karna ada orang lain yang sudah berdiri di samping wanita tersayang nya.dengan berat hati boy harus menganggap putri sebagai istrinya di luar di hadapan semua orang,demi membakar kedok putri yang selama ini tersembunyi
Edo menatap kepergian sahabat nya ada rasa tak tega saat melihat senyum yang di paksakan oleh sahabatnya itu.dan Edo sangat tau kenapa?.
" yasudah aku pulang ya udah larut besok kita kan ketemu lagi " kata Rina dan mengajak Kevin untuk berpamitan kepada keluarga Ardy dan tari.setelah itu mereka menuju parkiran mobil yang terdapat mobil sport milik Kevin di sana.saat akan masuk ke dalam kevin membuka kan pintu terlebih dahulu untuk Rina,tepat dengan boy yang baru saja menyalakan mesin mobil di belakang mobil kevin.dengan jelas boy melihat sikap Kevin kepada Rina membuat hatinya memanas.tak seharusnya Rina dekat dengan laki laki itu,tapi apa daya nya dia juga tak bisa berbuat apa apa saat ini.hingga saat mobil Kevin pergi melaju boy masih termenung melihatnya.dan klakson dari mobil di belakangnya mengangetkan ya.
" shit !!" gerutu boy dan mulai menjalankan mobilnya.