my destiny its you

my destiny its you
part 21


perjalanan new York Jakarta terasa sangat cepat bagi Rina,kenapa bisa terasa cepat bukan karna halu seperti hal yang sedang viral.tapi waktu terasa cepat karna Rina masih enggan menginjakan kakinya di Jakarta


Rina masih asik duduk menghadap jendela pesawat,memperlihatkan langit indah di malam hari fikirannya melayang ke mana mana,terutama pada laki laki yang saat ini sedang fokus dia fikirkan,siapa lagi kalau bukan boy.


Ardy yang terlelap tidur di kursi pesawat tak jauh dari Rina, menyelimuti dirinya dengan damai.


Rina mantap ponselnya ada pesan masuk dari boy tadi,boy menanyakan keadaan Rina setelah mendapat TLP dari putri.tapi Rina bingung karna dia tidak merasa menerima panggilan dari putri,bahkan dia melihat panggilan masuk pada ponselnya,tidak ada panggilan dari putri yang dia terima.dan lagi lagi Kevin,yang entah tiba tiba hilang saat Rina membuka matanya pagi tadi.kenaoa semua lelaki itu aneh aneh fikir Rina.


✓ di sisi lain Evie,Edo dan Adrian sedang mendiskusikan masalah kedua sahabat mereka Rina dan boy.evie menyempatkan waktu istirahatnya utk bertemu Edo dan Adrian di restaurant tak jauh dari kantornya.


" benalu itu berani beraninya ngatain temen w,rasanya pen w remes mulutnya pake sepatu w " kata Evie sambil menggemas kesal membayangkan wajah putri di hadapannya.


Edo geleng geleng mendengar emosi Evie itu dia menepuk bahu Evie dengan lembut


" berarti kalau sampai dia ngaku hamil ke boy mau gak mau sidang mereka di tunda?" tanya Edo pada Adrian yang ikut membantu proses perceraian boy dengan putri.adrian meminum air putih ya setelah menghabiskan makan siangnya " proses tetap tetap bisa berlanjut kok hanya saja Test DNA yang tidak.bisa dilakukan mau tidak mau kita harus menunggu benalu itu melahirkan " yup benalu nama panggilan baru utk putri.dari keempat sahabat Rina dan boy itu,awalnya Evie yang mencetuskan supaya tidak ada yang curiga kalau mereka sedang berbicara masalah putri.


" dan yang w takuti justru dari sisi keluarga boy lu semua tau sendiri kalau ayahnya bentang banget perceraian mereka kalau sampai ayahnya tau bisa ribet lagi " kata Edo sambil mengaduk jus jeruknya lalu meminumnya sedikit demi sedikit.


" oohhh shittt " celetuk Evie pandangannya menuju pada arah pintu masuk restaurant Edo dan Adrian ikut melihat kemana pandangan Evie,


" wow " celetuk Edo


" apa kita harus stay cool or Ngumpet?" tanya Evie menatap tajam Dion yang sedang menggandeng putri menuju ke dalam restaurant " oohh belanu sialan " celetuk Evie


" w akan ngumpet dan w bakal foto mereka lu berdua stay cool di sini " kata Edo karna memang dia akhlinya utk mematamatai.


baik Adrian ataupun Evie berpura pura asik makan siang sambil berbicara seolah olah mereka tidak melihat kedatangan putri dan Dion.


" Adrian rasa nya w PGN remes mukanya gak tau malu bgt udh punya suami " bisik Evie melalui suaranya sambip terus menatap wajah Adrian seolah olah tidak melihat putri dan Dion yang sudah mulai duduk tak jauh dari mereka hanya terhalang beberapa bangku saja,dan kebetulan posisi Evie dan Adrian yang membelakangi putri dan Dion.


Adrian tersenyum kecut " kasian w sama temen w " balas Adrian pelan " rasanya w PGN muter balik trus nampol muka itu cowok " Evie mengangguk setuju pada pendapat Adrian.


" kamu mau makan apa?" tanya Dion dengan suaranya yang Casanova sekali,sambil mrmbalik balik halaman menu.


" bagaimana kalau steak aku pingin steak Dede bayi pingin steak " celetuk putri sok manja


Dion mengusap lembut pucuk kepala putri sambil tersenyum manis.tak lama pelayan datang untuk mencatat pesana mereka berdua.


" dua steak terbaik di sini dan satu mineral water lalu satu kopi hitam " kata Dion lalu pelayan itu berlalu.


" jaga baby ini dengan baik,dia aset mu sekarang " kata Dion sangat pelan hingga yang mendengar hanya putri saja


" iya Dion aku paham " jawab putri tersenyum.


di sisi lain Evie dan Adrian melongo saat mendengar putri menyebut kata baby.


" what jadi dia benar tekdung Dian ?" kata putri berbisik lirih Adrian hanya menggeleng lemah seolah terkejut juga.


[ udah berhasil semua ] pesan dari Edo yang entah berdiri di mana manusia satu itu.


[ cepet Do w udah sumpek gak bisa nafas ]


balas Evie cepat.


[ tunggu dulu kita bikin mereka berdua tegang sedikit beb ] balas Edo membuat Evie menaiki sedikit alisnya what beb ? kata Evie dalam hati.


" suruh dia cepat keluar Vie e dah geregetan " bisik Adrian pelan


" baca " Evie menyodorkan ponselnya dan membaca pesan edo.adrian memutar bola matanya malas,entah kenapa Adrian pun merasa emosi dengan dua pasangan tak tau diri di belakang mereka.ignin sekali dia memukuli lelaki itu dan membuang jauh jauh benalu yang selalu membuat sahabatnya terpuruk.


" wow w kenyang sekali " seru Edo seolah tidak peduli dengan tatapan kanan dan kiri mereka terutama tatapan menyelidik dari sudut meja yang tidak jauh dari meja mereka bertiga ( Evie,Adrian dan Edo )


" yaudah ayo kita cabut w masih banyak kerjaan boz cantik w bisa ngomel nanti " jawab Evie tak mau kalah sedikit meninggikan suaranya.


Edo tak sengaja menangkap tatapan putri dan Dion dan putri sampai pucat pasi menatap ada Edo di restaurant ini bukan hanya Edo ada Adrian dan wanita yang selalu dekat dengan Rina.


" sudah?" kata Adrian berdiri dari duduknya dan sebelum berbalik Adrian bicara LG dengan pelan. " kita harus sapa do akan aneh dan janggal kalau kita gak sapa "


" what we have to say fucking hy to them!" celetuk Evie sebal sambil melipat kedua tangannya di depan dada


Edo mengangguk sambil mengedipkan mata ya pada Evie " nervous?"


" not nervous but more than angry Do " jawab Evie mencoba sabar dan mengikuti permainan kedua sahabatnya itu.


lalu mereka bertiga berbalik dan akan pergi ke luar restaurant,terlihat putri yang menunduk mencoba menutupi wajahnya tapi Dion seperti yang cuek dan tak tau malu.adrian menatap keduanya dan.


" loh putri " sapa Adrian langsung tanpa basa basi lagi,seolah baru benar benar melihat nya.putri yang merasa ada yang memanggilnya berusaha diam sejenak belum mau melihat ke pada Adrian,Evie dan edo.tapi wajah Dion seolah terkejut dan cuek.


" kamu di panggil kok diem ajah put " tiba tiba Dion menegurnya,membuat putri kaget begitu juga dengan Adrian,Edo dan Evi


putri mengangkat kepalanya sambil tersenyum kepada mereka bertiga " hi semua lagi makan siang juga?" sapa putri gugup


" loe makan siang sama siapa?" Evie tanpa basa basi langsung bertanya


putri terlihat lebih gugup lagi sambil menatap bergantian dengan Dion lalu melirik ke arah Adrian dan Edo


" temen kerjanya x Vie " kata Edo


" emang loe kerja di sekitar sini?" tanya Evie lagi dan membuat putri terpojokan.


" setau w,loe kerja di __"kata Adrian terpotong karna tiba tiba Dion membuka pembicaraan.


" hidup loe semua ngurusin banget orang " celetuk Dion membuat Evie Adrian dan Edo mendidih." apa masalah kalau dia jalan sama temen temennya?"


Adrian tersenyum sinis " well gak masalah juga c hanya saja istri orang jalan sama laki2 lain berdua "


tepat sasaran sekali ucapan Adrian membuat putri bertambah pucat " di tambah lagi status putri yang sedang mengurus masalah perceraian nya "


" so..sorry temen temen w hanya makan siang dan gak lebih dari itu " jawab putri akhirnya mendapatkan suaranya


" what temen?????" celetuk Evie suaranya seolah tidak suka di anggap teman oleh putri apalg wanita itu memaki Rina dengan kata kata tidak pantas yup Evie sudah tau dari Ardy.


" oohhh bukan ya,,maaf juga w juga gak kenal Loe " kata putri sedikit sinis pada Evie


" hahahaha " tawa sinis keluar dari wajah Evie berjalan sedikit menghampiri putri mata putri dan Dion sedikit waspada begitu juga Edo dan adrian.karna mereka berdua tau Evie sudah gemas dengan putri sejak tadi.


" Harga diri w masih lebih besar dari pada loe dan asal loe saja loe salah udah berani nyolek nyolek sahabat sekaligus Boz w " kata Evie nada suaranya begitu dingin Evie memotong steak daging yang masih utuh di meja putri. memotongnya lalu menyuapkannya pada putri dan wanita bodoh itu menerima suapan evie.lalu Evie menunjuk wajah putri bergantian dengan Dion mengunakan pisau utk memotong steak . " loe denger ya benalu,Loe pikir w dan temen temen boy gak tau lelaki ini siapa ha " kata kata Evie mulai menjurus kepada Dion


Adrian dan Edo langsung merangkul Evie yang sudah terlihat marah ingin meluap


" Vie slow Vie calm down beb " kata Edo mencoba menenangkan evie.dan Evie pun menuruti perkataan Edo sebelum pada akhirnya putri mengeluarkan kata kata lagi.


" bilang sama temen janda loe itu jangan coba coba gatel sama suami w "


Prangggnkkkkk


gelas yang berisi minuman sudah pecah tepat di bawah kaki putri yang hanya memakai wedges lalu evie menarik rambut wanita itu " Lebih baik Loe ngaca supaya loe bisa memilah kata kata untuk diri loe benalu "


" lepasin woy " seru Dion mencoba melerai Evie dan putri karna cengkraman Evin pada kepala putri semakin keras " kalo gak w laporin polisi loe semua "


beberapa pelayan datang dan semua mata tertuju pada mereka.


" Haaa lelaki pengecut loe ganteng tapi sayang otak loe gak secemerlang diri loe yang mau ajah sama batang rongsok.kek gini " kata Evie yang kini sudah melepaskan jambakanya pada putri lalu Edo merangkul Evie dengan kuat supaya Evie tidak lepas kendali lagi.


" Vie sabar ok loe gak selevel dengan mereka " kata Adrian mencoba menenangkan Evie lagi.


" loe liat ajah nanti boy akan tetap ada di sebelah gua walaupun berbagai cara dia buat " seru putri tak gentar


" Emang cuman loe perempuan yang gak tau diri cocok sama Cowok loe yang payah " balas Evie tak mau kalah


lalu Dion berdiri ingin menghadapi Evie Adrian dan Edo tapi tiba tiba cekalan tangan di belakangnya membuat Dion menoleh.


" Boy "


baik Evie,adria,Edo putri dan Dion terkejut melihat kedatangan boy di situ.membuay muka putri bertambah kaget dan kalut dia gelagapan seperti maling ketangkap basah.


" jangan berani ganggu sahabat2 gue " kata boy tanpa basa basi langsung mendorong Dion hingga laki laki itu terjatuh.dion yang terkejut tak punya kesiapan saat tangan boy mendorongnya membuat Dion terjatuh di samping kaki putri.


" cihhh Dateng juga laki laki boneka " kata Dion meremehkan.membuay tangan boy terkepal menahan amarah.


" ayo cabut " kata boy membuyarkan amarah mereka terutama Edo Adrian dan Evie.


Evie di rangkul oleh Edo menuruti perkataan boy begitu juga dengan adrian.boy sama sekali tidak mau melihat wajah putri yang sudah memucat.


" Loe gak akan dapetin semuanya boy,loe liat ajah nanti " seru Dion kembali mendapatkan kekuatannya mulai berdiri.menatap boy dengan tajam


boy berbalik dan menatap balik mata Dion,mata hazel boy begitu dalam dan menyala seolah menandakan dia sudah cukup lama menahan amarahnya.


" Sekali lagi Loe sentuh Rina Gak perlu berfikir panjang lagi w bakal buat hidup Loe dan ayah loe berakhir menjadi Gembel di jalan " kata boy pelan dan penuh amarah tertuju kepada putri yang hanya bisa mematung.


lalu Adrian mengajak boy untuk keluar dari dalam restoran.