my destiny its you

my destiny its you
part 19


√√ boy dan Edo serta William sedang berdiskusi akan semua masalah yang sdg boy alami.edo menyarankan untuk mengikuti dulu permainan putri,karna pada akhirnya mereka tau siapa yg membantu putri.yah yak.lain dan tak bukan adalah Dion mantan pacar sekaligus selingkuhan nya putri.


tapi di sisi lain boy ragu,boy tidak mau sampai harus berlarut larut mengikuti semua ya,bisa bisa dia akan kehilangan rina.


" berapa lama Rina di new York ?" tanya William


" sekitar 4 hari " jwb boy " sedikit risih karna di sana Rina ketemu sama Kevin "


Edo dan William saling bertukar pandang


" Kevin?" tanya mereka berdua bergantian.


" yup Kevin cowok yg sempet dekat sama Rina walau hanya 5 bulan tetep ajah dia cowok yg posesif " jawab boy sedikit bernada kesal


" kenapa lu bisa bilang dia posesif boy?" tanya Edo


" lu cek ajah di IG nya semua foto Rina msh terpampang sementara di IG Rina semenjak mereka bubar Rina langsung hapus " jawab boy dan dengan iseng Edo membuka laptop nya lalu membuka IG nya dan menyelidikin nama Kevin dan benar sekali saat menelusuri mudah sekali melihat beberapa foto Rina yang masih ada di IG Kevin.


" mereka putus kenapa?"tanya William ikut melihat Edo yang sedang asik menstarkling IG Kevin.


" w gak terlalu mau tau juga Will " jwb boy,terlihat sedikit kesal di tanya masalah Rina dan Kevin


" bahaya ini cowo " kata Edo " bisa jadi saingan berat lu boy "


baik William maupun Edo tertawa kecil,mencoba menenangkan hati sahabatnya yang sedang cemas.


" w mau tidur di sini ahh do,males pulang " boy langsung merebahkan dirinya di sofa depan ruang tv Edo


" ya..ya..silahkan boy " jwb Edo " lu ganti baju dulu sana "


boy tidak mendengarkan karna detik berikutnya matanya langsung terpejam dia benar benar lelah dari fikiran dan badannya.


Edo dan William pun akhirnya ikut mengistirahatkan diri mereka juga.


✓✓ sementara Rina setelah kemarin di ajak makan siang dengan Kevin,hari ini setelah selesai meeting Kevin mengajak Rina makan malam bersama.tapi Rina menolak nya karna merasa sangat lelah dan juga tidak mau memaksakan dirinya utk terus berada di samping Kevin


tapi bukan Kevin namanya jika dia tidak bisa mengajak Rina makan malam bersama.tiba tiba saja laki laki itu sudah berdiri di depan kamar hotel Rina.


" ohhh Kevin aku benar benar lelah besok aku harus melakukan perjalanan pulang kev " kata Rina saat mempersilahkan Kevin masuk dan Rina mengajak Kevin bicara di salah satu ruangan tv Rina duduk di atas sofa empuknya,mengenakan dres santai berwarna merah di atas lutut


" GPP aku bisa membawa makanan itu datang ke sini dear " jwb Kevin matanya menatap Rina dari ujung kaki sampai kepalanya." cantik " kata kevin dalam hati.tak mampu mengatakan semuanya kepada Rina,karna takut Rina marah lagi pada diri nya.


Rina memutar kedua bola matanya dengan kesal,karna dia tau Kevin tidak pernah mau di tolak.


" kev please just Rina " kata Rina sekali lagi untuk menyakinkan Kevin dan Kevin pun mengangguk.laki laki ini begitu tampan dengan celana jeans abu abunya dan kaos v nek berwarna hitam penampilannya yang seperti itu saja sudah membuat semua mata wanita melotot.tapi sudahlah sudah ada boy di hati Rina saat ini.batin Rina


" oh ya bagaimana kabar malaikat kecilku?" kata Kevin memulai lagi pembicaraan yang sempat terhenti,Rina tersenyum biasa lalu menjawabnya " key baik baik saja,dia sedang liburan dengan papa di London setelah selesai dari sini mungkin aku akan menyusulnya " jwb Rina " tapi sebelum nya aku harus kembali ke Jakarta "


" apa sepenting itu laki laki itu utk mu ?" tiba tiba Kevin membicarakan boy,tanpa mau menyebut namanya.


" aku dan dia hanya sebatas teman,apa salahnya dengan teman kev?"


" salah karna kamu menunggu nya dan salah karna kamu harus menghampiri dia yg sudah berstatus suami org Rina " jwb Kevin Rina pun paham,


" cukup satu kesalahan utk ku kev,setelahnya aku benar benar membebaskan diriku,aku gak mau berharap pada siapapu dan jika memang boy mau berpisah dengan istrinya itu pun bukan karna diriku kev " bahkan tampan Rina jelaskan pun sebenarnya Kevin sudah tau,karna ada beberapa mata matanya yg sempat menyelidiki permasalahan boy dan istrinya.dan Kevin pun tau rencana licik dari dion.laki laki selingkuhan istri nya boy,Kevin hanya tidak mau sampai Dion menyentuh dan mengganggu Rina wanita yang begitu dia jaga selama ini secara diam diam.


" sudahlah kev aku lapar apa masih lama makanan itu datang?" Rina mencoba mengalihkan pembicaraan mereka,sebelum pembicaraan mereka menjadi lbh dalam LG.kevin mengangguk lalu menelpon resepsionis utk mengirim makan malam pesannya di antar ke kamar rina.kamar hotel Rina cukup luas,wajar saja ini hotel miliknya dia mendapatkan perlakuan spesial dari pihak hotel.tak lama beberapa pelayan hotel datang dan masuk ke dalam.kamar Rina membawakan beberapa makan malam serta menghias balkon Rina yang tadinya biasa menjadi seperti tempat makan yg romantis. setelah selesai Kevin memberika beberapa tips kepada pelayan hotel tersebut dan menghampiri Rina yang masih menatap takjub pada lili2 indah yg menghiasi meja makan nya.


" do you like it ?" tegur Kevin yang sudah berdiri di belakang rina.rina tersenyum melihat semuanya dan mendudukan dirinya memandang keindahan semuanya dgn takjub


Kevin duduk berhadapan dengan Rina dia mulai menghirup aroma wine merahnya.meminumnya sedikit demi sedikit,sambil menatap Rina yg sedang memakan steak nya.


" apa besok kamu harus pulang?" tanya Kevin seperti tidak mau jauh dari Rina,ya karna sudah lama sekali Kevin tidak pernah bertatapan seperti ini dengan Rina,biasanya dia hanya mendapat foto foto Rina dari org suruhannya yang biasa melapor padanya.


" iya masih banyak pekerjaan kev " jwb Rina " mau sampai kapan kamu diemin makanan itu ?"


" besok belum tentu aku bisa melihat mu seperti ini " jwban Kevin entah kenapa membuat hati Rina menghangat.


" jangan bgtu apa kabarnya dengan rose ?" tanya Rina tiba tiba menanyakan rose,model cantik yg saat itu kepergok sedang pergi dengannya.mata Kevin berubah menjadi lebih dalam saat Rina menanyakan tentang rose.


" kamu terlalu salah paham Rin,aku gak melakukan apapun dengannya dia hanya salah satu model mungkin yg menyukai ku tapi tidak dengan ku " jwb Kevin " dan malam itu _" ucapan Kevin terpotong karna Rina langsung memotong nya


" stts " kata Rina sambil menggelengkan kepalanya menandakan kalau dia TDK mau mendengarnya lagi." aku udh gak mau terlalu dengar semuanya kev "


" mau sampai kapan kamu salah paham kamu langsung menghilang tanpa mau mendengarkan penjelasan ku " kata Kevin tatapan matanya masih tertuju pada Rina.


" tapi seharusnya kamu tau kev,aku wanita yang memiliki trauma kev gak mudah menerima sesuatu yg seperti itu kev " jawab Rina lagi dia meletakan tangannya di atas meja.kemudian menatap keluar begitu indahnya pemandangan kota new York dari balkon Kaman hotelnya.tiba tiba handphone rina bergetar.rina mengambil handphone miliknya,Kevin masih terus menatap wajah Rina yang tiba tiba terfokus pada ponselnya yang berdering dan terlihat nama boy di layarnya.tanpa basa basi Rina langsung menganggarkan panggilan dari boy,mengacuhkan tatapan Kevin yang masih memperhatikannya.


" apa aku ganggu ?" tanya boy,


" gak kok boy kenapa?apa kamu gak kerja hari ini?'"


" kerja ini lagi di kantor,gak tau kenapa pengen denger suara kamu dulu sebelum jalan meeting " jawab boy,mendengar pengakuan boy yang seperti itu membuat Rina tersipu malu." kapan kamu pulang Rin?"


" kalau tidak ada halangan besok aku akan pulang " jwb Rina


" ok wait,,Rin aku harus meeting take care ya l Miss you " kata boy tanpa mendengar balasan dari Rina dan langsung matikan panggilannya.rina hanya tersenyum malu sambil mematikan ponselnya " Miss u to " blz Rina tanpa mau boy mengetahuinya.saat Rina berbalik betapa terkejutnya dia melihat Kevin sudah berdiri di belakangnya.


" kev " kata Rina penuh dengan keterkejutannya.kevin hanya tersenyum sambil menaikan sedikit sebelah alisnya.


" apa kamu masih terus berharap pada nya?"


Rina yang langsung lesu mendengar Kevin mulai ingin tahu lagi tentang masalah pribadinya pun tanpa ragu hanya mengangkat kedua bahunya enggan membahas nya.


" biarkan dia bahagia Rin dengan keluarga barunya " Kevin masih melanjutkan pembicaraannya.


" kev please aku juga gak berniat mau berbuat apa,aku pun mulai menjauhinya karna saat ini ada banyak hal yg sedang dia hadapi dan satu lagi bukan aku yang berusaha merusak hub suami istri itu tapi istrinya sendiri" balaz Rina dengan gemasnya karna mendengar ocehan Kevin terus menerus yang seolah olah memojokannya.


" aku hanya gak mau terjadi sesuatu sama kamu,gak mau kalau nantinya malah kamu yang di pojokan dear " kata Kevin mengambil tangan Rina dan mengusap punggung tangannya.mencoba menyakinkan wanita yang selama ini mengisi hatinya.


" putri tidak akan berbuat macam macam kev " jawab Rina " atau jangan jangan kamu menyelediki mereka ?" Kevin tidak menjawab nya dia hanya diam membisu sambil terus menatap Rina.


Drtt Drrt Drrt........


getaran handphone rina membuyarkan keheningan yang terjadi Rina menatap layar ponselnya.tak ada nama yg. tertera di layar hanya nomor yang tidak di kenal oleh rina.lalu panggilan itu berakhir tak lama masuklah sebuah pesan vidio.rina membuka pesan itu masih terus di ikuti oleh Kevin yang ikut duduk di samping Rina walau sebenarnya penasaran tapi dia mencoba mengalihkan penasarannya dengan membuka ponselnya juga.tapi tiba tiba saja Rina menjatuhkan ponselnya dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.kevin terkejut saat mendengar handphone rina terbentur dengan lantai." ada apa?"tanya Kevin sedikit khawatir " Rina kamu kenapa?" Kevin bertanya lagi tanpa di gubris oleh Rina,Rina masih tetap menutup wajahnya tapi terdengar rintihan di dlm tutupan wajah nya itu.kevin mengelus tangan Rina dengan lembut " dear ada apa?" kevin menatap ponsel di bawah nya yang sekarang berdering.lalu dengan cepat Kevin melihat nomer yang tadi menghubungi Rina,Kevin pun langsung mengambil ponsel milik Rina dan menggeser gambar berwarna hijau lalu mendengarkan suara yang menelponnya.


" gimana sudah lihat videonya janda gatel " suara c penelpon yang ternyata seorang wanita " kenapa gak bisa ngomong mendadak tuli ya Blay Vidio itu udh cukup ya memperingatkan loe supaya gak ganggu lagil suami gue oke janda gatel " seru wanita itu


" biar loe tau w ini istrinya masih istri sah dan w akan ttp pertahankan boy bagaimana pun caranya paham loe " putri seperti tersenyum puasa di balik panggilannya sementara tangan Kevin sudah mengepal kesal dan emosi mendengar makian wanita itu utk Rina.untungnya Rina tidak mendengarnya karna Rina masih terus menutup wajahnya.


" hey loe beneran hilang kekuatan ya hahaha " teriak putri sambil tertawa bahagia " satu lagi w hamil dan ini anak boy jadi jangan coba coba loe ganggu w dan suami w "


" Rina tidak perlu menggangu suami anda karna Rina sudah memilik pasangan,dan jika anda berani mengancam atau mengeluarkan kata kata kasar anda lagi terhadap pasangan saya siap siap saja Anda berhadapan dengan saya " jawab Kevin yang sudah tak tahan memendam amarahnya.lalu kevin mematikan panggilannya,dan dia pun menyimpan percakapan wanita td di dlm ponsel Rina.tak lupa dia mencari no boy dan mengirim rekaman suara putri tadi kepada pria itu.


" kev " rina memanggil Kevin dengan suara yang sendu,wajahnya sudah tidak di tutup lagi tapi matanya sembab dan pipinya sedikit basah.kevin tak bisa melihat Rina yang seperti ini,tanpa ragu dia langsung menarik Rina ke dlm pelukannya.memendamkan wanitanya supaya lebih tenang dalam dekapannya.dan benar saja Rina langsung pasrah dan menangis dalam dekapan Kevin.


sambil mengusap bahu Rina dalam dekapannya Kevin mencoba membuka Vidio yang di kirim putri.betapa terkejutnya Kevin saat melihat Vidio itu.vidio panas milik boy dan putri.


" God berengsek sekali perempuan itu berani menyakiti hati Rina " kata Kevin dalam hati.


" aku sadar kev,aku tau aku gak berhak seperti ini tapi entah kenapa hati ku sakit " Rina masih terisak dalam dekapan Kevin.kevin pun masih terus mendekapnya semakin dalam.


" ada aku,aku gak akan biarin kamu seperti ini Rin.kami wanita kuat aku yakin kamu kuat "


" aku gak berhak cemburu,gak berhak marah dan gak berhak sakit hati aku sadar diri tapi semuanya bener bener buat aku sakit " mendengar semua perkataan Rina,membuat Kevin tak tega.walai Kevin tak mau ikut campur terlalu dalam tapi mendengar makian wanita tadi yakni putri membuat Kevin merasa harus menjaga dan tetap berada di samping Rina.


Kevin merogoh ponselnya lalu mengirim nomor ponsel yang tadi menelpon Rina kepada seseorang dengan pesan


[ cari tau nomor itu secepatnya ]