my destiny its you

my destiny its you
part 27


Rina sudah selesai memoles dirinya di depan cermin,hari ini dia akan hadir di acara pernikahan adik sahabat sekaligus org kepercayaannya Ardy. namun ada banyak hal yang mengganjal dalam hatinya,seolah tidak ingin pergi.bagaimana tidak di sana dia pasti akan bertemu dengan boy dan putri belum LG keluarga boy yang masih sangat baik kepada dirinya.di tambah dia tidak bisa mengajak putrinya yang sedang menghabiskan waktunya di London dengan kakeknya.rina bimbang apalg sekarang Kevin laki laki itu muncul di kota ini,kenapa harus saat seperti ini.rina tidak mau membuat semua hal menjadi berantakan apalagi semalam dia melihat jelas boy begitu cemburu menatap Kevin yang duduk di sebelahnya.tapi tiba tiba dia teringat pada pesan yang di kirim Evie untuknya


[ beb santai ajah GPP gak ada salahnya kok loe Deket sama Kevin toh saat ini boy lagi fokus sama tujuannya ] pesan Evie


[ gak begitu Vie,,gue gak mau boy nanti jadi salah paham ] balas Rina.


[ gak lah toh saat ini saja boy sedang melakukan hal yang sama seperti loe hanya bedanya dia melakukan untuk tujuan kalau loe melakukan biar hati loe gak hampa 😅😅]


balas Evie


entah apa yang ada di fikiran sahabat sekaligus sekertaris nya itu,bisa bisanya dia berfikir hati Rina sedang hampa.apa benar benar terlihat kalau dirinya sedang gundah atau bagaimana c ? batin Rina..tapi tidak dapat di pungkiri memang karna sejak Ardy menjelaskan semua duduk rencana boy Kepada Rina,Rina akhirnya harus siap mental untuk melihat semua kejadian nya nanti.terutama bagaimana kelakuan putri nanti.


" kuat kuat kuat you can do it Rin " kata Rina sambil menatap cermin yang memantulkan dirinya sudah berbalut kebaya modern berwarna pink. balutan kebaya nya terlihat sangat seksi mengekspos punggung indah nya dan leher jenjang Rina yang putih dan mulus.di bantu dengan beberapa orang salon yang dia sudah panggil sejak pagi tadi untuk membantunya berhias dan memakai kebaya.ya kali ini Rina akan berdiri pada keluarga Ardy dan tari,begitu juga dengan Evie dan boy dari pihak keluarga besarnya.


" nona tuan Kevin sudah datang " Cristin masuk ke dalam kamar Rina dirinya memilih memakai pakaian yang sopan karna dia pun di undang oleh tari sebagai tamu.walau nantinya dirinya bertugas untuk menjaga Rina.


" ok thanks cris " jawab Rina mengambil tas jinjingnya yang berlogo D berwarna biru gelap senada dengan sepatu.


sekali lagi Rina menatap dirinya di cermin,ia membiarkan rambutnya terurai indah hitam dan panjang sebahu." okey siap " Rina melangkah keluar kamarnya menuruni anank tangga dan menemui Kevin di ruang tamu.laki laki itu sangat tampan dengan setelah jas berwarna biru gelap dan sepatu hitamnya pakaian mereka seperti senada satu sama lainnya.mata Kevin tak bisa menghindari tatapannya dari wanita cantik di depannya itu.


" siap ?" tanya Rina membuyarkan lamunan kevin.kevin hanya tersenyum lalu mengangguk " ayo "


Boy sedang duduk di kursi belakang gedung tempat acara pernikahan tari di temani sebatang rokok dan kopi yang di buatnya tadi dia menikmati setiap hisapan rokok nya,menatap ke arah luar pikirannya sedang memikirkan ucapan putri yang tidak sengajak dia dengar semalam.ya boy semalam memang berpura pura tidur di dlm kamar,mereka sudah kembali tidur satu kamar demi memperlancar semua rencananya.saat tepat pukul 2 malam putri terbangun dan saat itu boy ternyata belum bisa tidur hanya saja boy masih merebahkan tubuhnya di kasur.saat putri terbangun boy merasakan pergerakan putri yang keluar dari kamar lalu tak lama kembali lagi,ternyata wanita itu mengambil cemilan untuk dirinya.tak lama boy mendengar ponsel putri yabg bergetar di dekat meja rias.awalnya boy hanya mendengar putri yang seperti berbisik bisik saat menelepon sampai pada akhirnya dia mendengar nada sedikit sinis dari suara putri.


" biar bagaimana pun anak ini anak kamu,kamu gak boleh seperti itu "


boy hanya mendengar samar samar namun jelas putri sedang membicarakan masalah bayinya.lalu tidak lama putri mengakhiri panggilannya dan kembali ke tempat tidur.


" boy " Edo yang tiba tiba datang menepuk bahu sahabatnya itu membuat boy sedikit terkejut.


" lu ganggu suasana banget c do " sahut boy dan di belakang Edo terlihat Evi yang sudah sangat cantik dengan kebayanya " Rina mana Vie ?"


" lagi otw katanya " jawab Evi mengambil duduk di sebelah Edo


" sama Kevin ?" tanya boy tanpa menatap Evie


Evie mengangguk lalu terlihat wajah boy yang menunjukan sekali ketidak sukaannya.


" sabar bro " kata Edo menepuk bahu boy pelan " dan jangan terlalu banyak merokok "


boy membuang rokoknya lalu menginjaknya dengan sepatu pantofel biru gelap nya.


" semalem gue denger obrolan putri tanpa sengaja " kata boy mulai menceritakan kepada Edo dan Evie dengan suara yang sedikit di pelankannya. Edo mengernyitkan dahinya saat mendengar cerita boy barusan.


Edo melihat ada pergerakan di dalam tatapan boy,boy menatap ke arah mobil yang baru saja tiba lalu keluar dari dalam mobil itu sosok wanita yang anggun,cantik dan seksi dengan balutan kebayanya.rambutnya tergerai bebas make up nya pun tidak terlalu menonjol sangat flawes.tapi satu sisi sosok pria yang berada di sebelahnya lah yang membuat tatapan boy memanas tidak nyaman sekali boy melihat wanitanya berdekatan dengan pria lain, apalagi pria yang pernah mengisi hatinya dulu.


boy melangkah hendak mendekati namun sia sia karna tiba tiba saja namanya di panggil oleh seseorang yang tidak seharusnya ada dalam hidupnya


" aku mual boy,pusing " keluh putri sambil bersandar di bahu boy,tepat saat Rina menatap ke arah boy,Edo,Evi dan juga putri.rasanya boy ingin sekali mendorong tubuh putri menjauh darinya,lalu dia menghampiri Rina di sana.


" suruh dia minum yang hangat hangat dek " sahut mba dini tiba tiba muncul " ayo put "


" gak mau maunya sama ayahnya ini !" kata putri sambil mengusap usap perutnya yang kalo di pikir pikir sudah mulai terlihat sedikit buncit.


" hii " sapa Kevin saat Rina dan dirinya sudah berada di antara mereka ( Evie,Edo,mba dini,boy dan putri ) dan Evi langsung menghampiri Rina untuk menyapanya begitu juga dengan dini yang termasuk sahabat nya. boy hanya bisa diam seperti mematung tidak bisa banyak bergerak,bahkan tidak menghiraukan putri yang masih merengek minta di temani mencari teh hangat.


" Cantik banget loe Rin " celetuk mba dini menatap takjub Rina yang masih terlihat bingung harus menunjukan wajah seperti apa tapi tiba tiba saja tangan Kevin merengkuh pinggang rina.membuat Rina sedikit terkesiap saat itu.lalu sedikit menatap tajam Kevin yang tidak menghiraukannya. boy pun langsung menatap tangan Kevin yang lancang,ingin bergerak namu Edo langsung membuyarkan kepanasan yang sedang terjadi saat itu.


" ayo Rin kita temui tari di ruang make up dia dari tadi nanyain loe terus " Edo menarik tangan Rina dan Rina pun tidak menolak mengikuti kemauan edo.kevin hanya tersenyum lalu mengikuti langkah Edo dan Rina lalu di susul oleh Evie.


" shit !!!" batin boy menatap kepergian Rina


" hi calon pengantin !" sapa Rina memasuki ruangan rias tari. tari tersenyum bahagia begitu cantik dan anggun,kebaya putih yang di pakainya sangat pas dan cocok untuk dirinya.


" kak juga nanti ngerasain lagi kok " sahut tari sambil mengusap lengan Rina,Rina hanya mengangguk dengan senyumannya." dan semoga laki laki itu adalah laki laki yg kakak sayangi juga menyayangi kak rina "


" aamiin " jawab Rina " yasudah kak mau lihat lihat ke tempat acaranya ya apa semua sudah ok " Rina berpamitan kpd tari lalu berlalu dari ruang Riana tersebut.saat Rina berjalan keluar dari ruangan rias itu tiba tiba saja ada yang menarik tangan Rina membuat dirinya terbentur dengan dada bidang seseorang,kemeja putihnya jadi tertempel lipstik merah nya lalu orang itu menutup pintu yang ada di sampingnya dan mengunci pintu tersebut.tangan kekar itu masih terus memeluk Rina dengan penuh rasa sayang,ada kerinduan mendalam yang bisa Rina rasakan.pelan pelan Rina mendengakan kepalanya untuk melihat siapa yang sedang memeluknya tapi tanpa harus melihat pun sebenarnya Rina tau,karna wangi musk yang sangat ia kenal ini hanyalah wangi yang selalu ia rindukan sejak dulu.rina membalas pelukan pria itu sambil tersenyum


" l Miss you " bisik suara berat boy di telinga Rina dan mengecup pucuk kepala rina,rambut Rina begitu memabukan dengan wangi rose yang sangat manis.dan itu adalah hal yang paling boy sukai juga boy rindukan dari diri Rina." kamu mau nyiksa aku sampai kapan hm dengan berdekatan sama cowok itu?"


Rina hanya tersenyum kecil dengan perasaan yang bahagia ternyata boy masih cemburu dengan Kevin." hey kenapa diam saja sayang "


boy melepaskan pelukannya dan menatap wajah Rina yang begitu cantik hari ini dengan lembut jari boy sudah mengusap pipi kiri dan kanan Rina." kamu cantik " kata boy manik matanya telah masuk menatap manik mata Rina


" gak ada niat apapun boy percaya sama aku seperti aku percaya sama kamu " kata Rina masih menatap mata huzzel boy.boy tersenyum sendu entah apa yang dia rasakan benar benar tak karuan,dia merasa tak rela Rina di sentuh bahkan berdekatan dengan laki laki lain selain dirinya.tapi bagaimana saat ini posisi mereka memang tidak bisa leluasa.di tambah boy yang sedang berperan untuk mendapatkan semua bukti bukti kelicikan putri.


boy kembali memeluk Rina dengan dalam,tak peduli bila ada make up Rina yang menempel atau pun lipstik Rina yang tertinggal di bagian kemeja putihnya.parfum Rina seolah menempel pada bagian kemejanya boy menghirup dalam wangi Rina yang begitu memabukan ya. boy merenggangkan sejenak pelukannya lalu mencium bibir Rina perlahan.boy menciumnya dengan sangat lembut,ada rasa rindu dan cemburu yang dia rasakan.rina pun membalas ciuman boy,Rina mengusap wajah lelaki itu sambil memejamkan matanya,ciuman boy mulai menuntut dan lebih posesif.hingga Rina mulai menyeimbangi ya boy pun bertambah memeluknya untuk dan sedikit mengusap punggung Rina dengan lembut.keduanya melepaskan ciuman mereka dan menarik nafas dalam dalam.boy mengusap bibir Rina yang membengkak sambil tersenyum " kau miliki ku " ucap boy terlihat lipstik Rina yang menipis akibat ciuman mereka berdua.rina mengigit bibir bawahnya dia merasakan kalau kata kata boy sukses membuatnya merona.


" kamu sukses membuat aku tidak tenang sejak kemarin " boy menyingkirkan rambut Rina yang menutupi sedikit wajahnya." ku mohon jangan pergi dari ku Rin "


Rina tersenyum dan membalas pelukan boy menyalurkan rasa dalam pelukannya rasa rindu nya " aku gak kemana mana aku akan selalu tunggu kamu " jawab Rina dan tanpa menunggu lama lagi boy langsung mencium nya kembali dengan sangat agresif.lidah mereka saling bertautan satu sama lain,tangan boy sudah meremas pelan bokong sintal Rina membuat Rina sedikit menggerang " please jgn seperti itu,bisa bisa aku hilang kendali nanti di sini " bisik boy sambil mencium leher jenjang Rina yang putih dan wangi.


" sorry " sahut Rina malu malu " riasan ku berantakan boy " boy menatap Rina dan mengecup di keningnya " lihat kemejaku " Rina melihat kemeja boy yang sedikit lecek dan ada noda lipstik di bagian dadanya


" itu karna tadi kamu langsung menarik ku " kata rina mencubit kecil perut boy,membuat boy tertawa geli " gak apa apa karna yang buat kamu " jawab boy sedikit menunduk dan menempelkan keningnya pada kening Rina " l love you " lalu boy kembali menciumnya.