
resepsi pernikahan tari dan Hendra pun berlangsung,,setelah acara akad nikah tadi pagi pukul 9 dan jam 11 siang. dan sejak tadi boy terus menatap tajam Rina yang sedang duduk dengan Kevin juga Edo,Ardy dan Evie.
posisi boy sangat tidak nyaman baginya,bagaimana tidak dia harus menahan rasa kesalnya karna kelakuan putri yang tidak berhenti manja padanya,bahkan sesekali putri meminta boy mengambilkan makanan yang katanya " maunya baby ".
suara musik mulai di mainkan di acara pernikahan,band pembuka dgn lagu lagu yang cukup romantis sesuai dengan permintaan dari mempelai.saat sang penyanyi menghampiri pelaminan tiba tiba saja tari berbicara menggunakan mic yg di pegang oleh si penyanyi wanita tersebut.
" kak Rina nyanyi Donk satu lagu saja buat aku sama Hendra " seru tari sambil melambaikan tangannya kepada sosok Rina yg sdg duduk sambil menikmati puding. Evie dan Ardy pun bertepuk tangan riuh mengucapkan hal yg serupa " nyanyi..nyanyi "
" come on " Kata kecil tersenyum
" ayo kak Rina ini mempelainya langsung loh yang minta " kata MC pernikahan tari dan hendra.
akhirnya mau tidak mau Rina berdiri di dampingi beberapa teman dekatnya seperti Ardy , Evie,Edo William dan Adrian pun ikut mengantar Rina sampai atas panggung kecil dekat dgn pelaminan
" nyanyi apa kak ?" tanya sang pemain gitar
" Ellie Goulding love me like you do " jawab Rina dan sang gitaris pun mengangguk mulai mengingat ingat lalu berkata " okey "
suara gitar mulai di mainkan dengan Nanda lagu yg di minta oleh Rina,Rina pun mulai menyanyikan lagu tersebut.
di satu sisi boy mendekat untuk melihat Rina bernyanyi,,dia tersenyum karna lagu yang di bawakan oleh Rina adalah lagu yg sejak dulu boy suka mainkan bersama rina.entah kenapa ada rasa hangat menjalar di hatinya menatap wanita yg selalu dan selalu menghargainya bahkan masih mencintainya.mata mereka berdua saling bertemu dan Rina menatap mata boy yang sudah sejak tadi mengunci pandangannya.
" so love me like you do
love me like you do
touch me like you do touch me like you do "
dalam ingatan keduanya sudah terbayang bagaimana kenangan mereka berdua,bagaimana perjuangan Rina dan boy dulu.rina yang selalu menjadi tempatnya bersandar bahkan tak sungkan dengan keadaan boy yg saat itu masih menganggur.hingga akhirnya membawa boy yang mulai berfikir untuk masa depan.
Evie dan Ardy saling bertatapan mereka berdua tau apa yang sedang di rasakan oleh sahabatnya itu dan menoleh tepat kebelakang tak kalah ada boy yg berdiri tak jauh dari mereka.
" biarkan mereka menyimpannya dalam hati sekarang " bisik Edo dari samping Evie,Evie hanya mengangguk kecil lalu lagu pun selesai saat Rina ingin berdiri tiba tiba teman temannya meminta lagi " one more song "
Rina tertawa kecil melihat kelakuan para sahabatnya,karena mereka tau kalau Rina memiliki suara yang cukup menyakinkan.
" okey okey " jawab Rina " ada yang mau request?" tanya rina,tiba tiba Evie berseru
" mantan terindah Donk "
Rina menatap tajam Sahabatnya itu,seolah tau kalau dia sedang menjahilinya.
" iya mantan terindah Donk " saut Edo ikut berseru.
" mungkin mereka lagi kangen mantan ya " celetuk sang MC tersenyum ramah. akhirnya mau tidak mau Rina menyanyikan lagu tersebut.lagu yang melow dan membuat siapa saja yang mendengar pasti jadi galau.termasuk yang sekarang sedang menyanyikan.di hadapannya terlihat boy yang masih menatapnya dengan teduh penuh rasa sayang.
Dan nyanyian pun selesai,Rina mendapat tepuk tangan yang cukup meriah dari beberapa kerabat dan tamu yang datang.saat Rina akan turun dari atas panggung Kevin sudah menunggunya di dekat tangga kecil tempat untuk turun dari atas panggung.
Rina tersenyum kecil dan menerima uluran tangan Kevin,lalu mereka jalan bersama menghampiri Evie dan Ardy juga Edo.
" rin gue baru inget kalo loe besok harus ke Singapura untuk melihat kelanjutan pembangunan apartemen di sana juga meeting dengan beberapa klien kita " kata Evi dia baru saja membuka handphone nya yg khusu untuk masalah pekerjaannya.rina hanya mengeringkan matanya jengah " baru happy happy sudah denger jadwal lagi " keluh Rina sambil berusaha tersenyum " dua hari cukup kan ?"
" cukup Rin,kalo untuk ke Taiwan bagaimana ?"
" loe ajah Dy yang berangkat deh " celetuk Rina menunjuk Ardy dengan matanya
" iya deh atur semuanya ya Vie siapa tau ajah Ardy kecantol cewek Taiwan " ledek Rina di sambut gelak tawa oleh sahabatnya.
" ehhh iya kev kamu sampai kapan di sini ?" tanya Rina pada Kevin yang duduk di sebelah nya
"sampai aku bosan " jawab Kevin santai
" sekali kali hang out bareng bro biar gak bosen di sini " sahut Edo mereka memang sudah mulai akrab sejak kemarin beretemu di acara pertunangan adiknya ardy.kevin mengangguk setuju " boleh mumpung lagi liburan di Jakarta "
Rina masih berfikir bingung,kenapa Kevin bisa berada di Indonesia dan dengan santai dia bilang sampai dia bosan.apa ada hal penting yang mengharuskannya menetap lama di jakarta.tapi lamunan Rina buyar kala melihat putri yang tiba tiba keluar dari pintu samping gedung secara sembunyi sembunyi.dia seolah olah menatap sekitar selagi boy masih berbincang dengan beberapa sepupunya lalu putri melangkah keluar.
" sorry gue ke toilet dulu ya " kata Rina dan di iyakan oleh yang lain yang sedang duduk bersamanya.pelan pelan Rina melangkah mengikuti arah kemana putri tadi melangkah.membuka pintu spring gedung dengan pelan ternyata itu bukan pintu menuju keluar melainkan menuju beberapa ruangan salah satunya adalah tempat tadi dia bertemu dengan boy.
Rina berjalan dgn pelan berusaha tidak mengeluarkan sedikit pun suara,apalagi dia tau putri sedang menerima telepon entah dari siapa yang jelas Rina mendengar adanya perdebatan dalam suara nya..
" aku gak ngerti sama kamu ya,,kenapa kamu jalan sama Feny aku gak suka " suara putri sedikit emosi terdengar jelas dari balik pintu.rina berdiri diam mencoba mendengarkan dengan lebih jelas.
" aku lagi hamil anak kamu Dion " tekan putri pada kata katanya membuat tubuh Rina kaku di tempat,seakan ada sesuatu yang menghantam tubuhnya " jadi benar dia sudah menjebak boy "
" oke jam 4 sore aku akan menemui mu " suara putri terdengar lagi dan sepertinya dia sudah akan keluar dari ruangan ganti pakaian pengantin.sementara Rina seolah masih kaget dia berusaha menyadarkan dirinya sebelum putri memergokinya.tapi Rina bingung harus lari atau kemana karna pasti kalau dia lari putri akan melihatnya namun sebelum Rina melangkah ada tangan yg menarik nya kencang membawanya masuk ke dalam dekapan seseorang dan memojokannya pada dinding samping pintu.rina terkejut bukan main saat sebuah tangan berbalut jas mahal menghimpit ya seolah sedang ingin menciumnya.
" Kevin ?!! " keluh rina menajamkan kedua matanya kepada mata huzel milik kevin.kecin tersenyum dan tak lama.
" wow..wow..wow..!!!" seru seseorang sari sebrang mereka yang tak lain adalah putri dia baru saja keluar dari ruangan ganti pakaian menatap sinis pada Rina sambil bertepuk tangan " hebat banget ya,,gue heran loe pakai apa c sampai bisa buat cowok cowok takluk sama loe " kata putri tatapannya jatuh pada Rina dan Kevin yang masih enggan merubah posisinya.
Kevin tersenyum tapi bukan senyum biasa melainkan sebuah seringai " kenapa selalu saja ada pengganggu " sahut Kevin sambil mengalihkan tatapannya dari Rina
" opps sorry cari kamar makannya jangan di balik pintu haha " jawab putri sinis " tapi ini bagus dan kalo bisa loe jangan serakah udh punya satu masih mau suami orang "
saat Rina ingin membalasnya tiba tiba saja pintu masuk kembali terbuka dan tepat sekali langsung saja suasana di lorong itu seperti panas mencekam.karna yang baru saja membuka pintu adalah boy,dengan rahang yang mengetat dan mulut yang tiba tiba terkantup rapat.matanya menatap tajam posisi Kevin dan Rina di hadapannya.
" ooh sayang kamu pasti cari aku ya??" seru putri menghampiri boy yang masih enggan mengalihkan pandangannya namun dia berusaha berpaling dari Rina dan Kevin.
Kevin merubah posisinya menjadi berdiri sebelahan dengan Rina,sambil merengkuh pinggang Rina dengan posesif dan itu membuat wajah boy memerah menahan rasa amarah dalam dirinya.
" kita keluar yuk sayang kita ganggu di sini " kata putri lagi,sambil menarik lengan boy dengan manjanya.rina berusaha acuh walau hatinya pun sakit tapi apa daya saat ini posisi mereka seperti impas.
" ibu dan ayah meminta kamu kembali duluan ke rumah,aku masih akan di sini sampai acara selesai karna tidak enak dengan keluarga ardy.
putri bersandar manja pada dada bidang boy,terlihat sekali boy yang sangat risih dengan kelakuan Rina dan itu di manfaatkan oleh putri karna dia tau boy tidak akan bisa menolaknya." duh baik banget mertua aku mereka takut aku sama calon cucunya kenapa kenapa ya " suara putri seperti di buat buat manja.
" sepertinya benar kata dia,kalau kita butuh kamar dear " tiba tiba Kevin berbicara dengan suaranya yang sangat menggoda suara Baritone nya.tangan Kevin mengusap lembut pipi Rina lalu turun kepada lengannya dan menggenggam lengan Rina. boy langsung melotot begitu juga dengan Rina,tapi Kevin langsung mengajak Rina keluar " permisi " kata Kevin kepada boy dan putri karna posisi boy yang berdiri seolah menghalangi pintu
boy masih bergeming seolah enggan minggir dan masih menatap tangan Kevin dan Rina.
Rina yang paham kalau boy sedang terbakar amarah pun bingung harus berbuat apa,dia hanya bisa menatap wajah boy tanpa bisa bicara apapun.dan tatapan Rina seolah ingin bicara,bicara kalau semua ini tidak seperti yang boy fikirkan.dan tak lama putri langsung saja memutuskan tatapan mereka berdua dengan menarik lengan boy supaya Rina dan Kevin bisa pergi,saat Kevin dan Rina melangkah tiba tiba saja Rina merasakan kalau tangannya yg kiri di genggam seseorang membuat langkah Kevin dan dirinya terhenti.saat Rina menoleh ternyata boy lah yang menggenggam tangan Rina.
" boy " akhirnya Rina membuka suaranya,pelan namun masih di dengar oleh boy.kevin pun menatap sosok laki laki yang memang menjadi saingan terberatnya.
" apa kamu tidak memikirkan perasaan istrimu " sahut Kevin yang langsung mendapat tatapan sinis dari boy
" apa kamu tidak tahu malu walau sudah di tolak " jawab boy tak kalah sinis membuat Kevin menampilkan senyuman sinisnya
" walaupun di tolak,tapi saya masih bisa meraihnya tidak terikat oleh apapun " jawaban Kevin seolah pukulan telak untuk boy,membuat laki laki itu menatap tajam ke arah Kevin.entah bagaimana lagi Rina harus meredam emosi milik boy,yang hanya Rina fikir saat ini adalah dengan pelan dia mengusap tangan boy dengan ibu jarinya yang masih dalam genggaman itu,menyalurkan segala perasaan supaya boy bisa lebih tenang tanpa harus mencolok perhatian putri ataupun Kevin. boy menatap lurus mata Rina,mengunci dan seolah merasakan apa yg Rina sorotkan dari tatapan serta usapan lembutnya.perlahan boy melepaskan genggamannya membuat senyum kevin mengembang sementara boy hanya bisa pasrah melepaskan tangan rina.yang akhirnya menjauh dari dirinya dan putri.