
semua percakapan putri seolah terekam jelas dalam fikiran Rina,entah dia harus bercerita kepada siapa?bahkan untuk memberitahukan masalah ini kepada boy pun putri tak tega.
bagaimana kehidupan laki laki itu sudah sangat di permainkan.apa tujuan putri dan Dion sampai melakukan semua ini,dan mengapa ayah ya boy sama sekali tidak berpihak kepada putranya sendiri.
Rina terus termenung di dalam balkon kamar nya,setelah menyegarkan diri dalam Beth up dengan aroma lavender dan air hangat.
Rina pun tiba tiba ingat bagaimana Kevin menyelamatkan dirinya saat putri hampir memergokinya.
lamunannya buyar saat ponselnya bergetar di atas meja di samping bangku santainya.terlihat nama Evie mengambang pada layar ponselnya,pasti Evie ingin mengingatkan segala hal yang harus dia persiapkan besok.
" kenapa Vie?" jawab Rina saat mengangkat panggilan dari Evi.
" Rin besok pesawat loe siap jam 8 pagi ya,baju dll sudah di siapkan Cristin besok jadwal pertama loe ketemu tuang Chuang lalu Mrs Emily ngajak loe makan malam sebelum besok paginya loe cek out jam 9 langsung ke Taiwan Ardy nunggu di sana "
" Ardy gak jadi bareng gue?"
" nope besok dia harus meeting dlu dan nyiapin beberapa berkas buat di bawa ke Taiwan " jawab Evie menjelaskan semuanya kepada Rina. Rina hanya menghela nafasnya panjang
" jadwal loe di Taiwan sudah ada sama Ardy semua oke " kata Evie
" oke Vie thanks ya " jawab Rina sambil mengusap pelan keningnya.
" by the way loe kenapa dari tadi selesai acara gue liat loe kaya orang bingung " ya tidak mungkin Evie tidak paham dengan wajah Rina,secara dia selalu ada di samping Rina.
" gak kenapa Napa kok Vie cuma lelah " jawab Rina entah kenapa dia blm bisa menceritakan semua yang dia dengar tadi di acara tari.
" kalo ada yang lagi gak nyaman loe ngomong jangan diem ajah ye " kata Evie
Rina hanya tersenyum mendengar perhatian sahabat sekaligus sekertaris nya itu " iya..iya bawel loe "
" yeee dasar di perhatiin malah ngeledek " sahut Evie kesal
" jangan fokus Ama gue Mulu cari cowok sonooo " ledek Rina sambil tertawa kecil dan di balas dengusan oleh Evie
" gue cari cowok nanti kalo loe udah move on "
" **** " gerutu Rina seolah melihat sendiri kalau Evie sedang meledeknya.
Evie tertawa puas di sebrang panggilan nya puas sudah meledek sahabat sekaligus atasannya.
# Singapura
entah kenapa Rina berusaha keras menyibukkan dirinya dalam semua pekerjaan.
dia merasa sangat butuh kesibukan lebih karna berkali kali dia masih mengingat bagaimana kata kata putri tempo hari yang tidak sengaja dia dengar.
Dan sampai detik ini juga belum bisa Rina ungkapkan kepada siapapun.termasuk boy dan teman temannya.
Rina menyandarkan tubuhnya saat dirinya telah selesai meeting,melihat jam besar yang bertengger pada dinding cafe tersebut.
" apa ada yang anda butuh kan lagi nona ?" tanya Cristin wanita yang menjadi penjaganya sekaligus asisten pribadinya sudah berdiri di depan Rina yang masih asik meminum coffenya.
" tidak cris mungkin aku mau spa sejenak " jawab Rina dengan meregangkan sedikit tubuhnya yang terasa kaku.
" baik nona akan saya hubungi pihak hotel untuk menyiapkan spa " Rina hanya mengangguk lalu berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan cafe.
#jakrta
" kamu ceroboh tau " seru Dion dalam sebuah ruangannya tepatnya apartemen miliknya.di situ terlihat putri sangat ketakutan dengan amarah laki laki itu.putri hanya bisa duduk meringis pada sofa ruang tamu,mendengar caci maki Dion berkali kali.
" ta..tapi..saat itu,tidak ada siapa siapa di sana Dion,,dan aku yakin Rina tidak.mendengarnya " jawab putri penuh rasa takut
Dion kembali memukul dinding apartemen nya sambil memijat pelipisnya Dion berfikir tidak mungkin yang cerdas tidak mendengarnya atau pun Rina dan Kevin hanya berpura pura tidak tahu di depan putri perempuan bodoh batin Dion geram.
dengan cepat dion mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang di sana.
" bisa kita ketemu " kata Dion
" ..."
" oke saya akan segera ke tempat mu fen " jawab Dion lagi.
putri langsung berdiri mendengar nama Feny di sebut lelakinya.
" kamu mau kemana ha ?" seru putri mulai berani menyerang Dion.
Dion hanya tersenyum sinis sambil merapihkan kemejanya " aku harus segera merapihkan kecerobohan mu " jawab Dion
" tapi kenapa harus perempuan gatel itu haa "
Dion mendengus kesal " karna hanya dia yang bisa melakukannya,apa kamu lupa di mana Feny bekerja ?"
" iya aku tau tapi kenapa harus dia,kamu tau aku gak suka sama wanita ganjen itu kan dia dari dulu suka sama kamu "seru putri lagi tak mau kalah dari Dion " kamu bisa suruh orang lain jangan dia "
Dion mendekatkan dirinya pada putri lalu mengusap pipi wanita itu sambil menyeringai membuat bulu kudu putri merinding.
" ini semua karna kebodohan kamu dan aku harus merapihkan semuanya supaya semuanya berjalan dengan keinginan ku kalau kamu mau aku tetap berada di sisi mu,,cukup diam dan turuti semua kemauan ku paham ?" entah kenapa putri langsung merasa takut dengan semua perkataan dion.membuat tubuhnya lemas dan terjatuh di lantai setelah itu Dion pergi keluar dari apartemen nya,meninggalkan putri dengan segala rasa was was.
#Dion
mobil sport milik Dion membelah ibu kota Jakarta dengan kecepatannya,dia sudah akan sampai pada tempat tujuannya.yakni apartemen milik feny,wanita yang dulu sempat menggilai nya namun,karna dulu Dion berfikir kalau cukup setia dengan putri tapi putri justru memilih menikah dengan boy yang justru tidak mencintainya sampai akhirnya putri kembali padanya.awalnya niat Dion hanya ingin merusak hubungan boy dan putri namun semakin ke sini Dion justru di buat takjub dengan keberadaan Rina yang tiba tiba hadir kembali,kehadiran Rina justru membuat Dion semakin besar ingin menghancurkan rivalnya itu yakni boy.dion ingin boy terpuruk dengan wanita bodoh pilihan sang ayah.sampai Dion pada titik saat ini membuat putri hamil dan seolah itu anaknya boy padahal itu adalah hasil cintanya dengan dion.tapi karna kebodohan putri yang terbakar cemburu saat tau Dion bertemu dengan Feny dan mengatakan hal bodoh lewat sambungan telpon nya mengingatkan Dion kalau dia sedang mengandung anaknya.
tanpa putri sadari kalao Rina ada di dekatnya,bisa saja rina mendengar atau bahkan memang mendengarnya,tapi dia belum sempat bertindak.
sampailah Dion di parkiran apartemen Feny,Dion memakai dulu parfumnya lalu melihat penampilannya pada kaca spion mobilnya
" oke Dion mainkan semuanya "
setelah mengunci mobilnya Dion melangkah masuk menuju apartemen Feny. dengan tujuan untuk meminta Feny menutupi semua kebodohan putri serta memperlancar urusannya sampai semua rencananya berhasil.
#boy
tak terasa sudah seminggu lebih boy tidak bertemu dengan Rina semenjak acara pernikahan tari sang sepupu,kali ini boy sedang berada di rumah sakit milik william.berdiskusi dengan sahabatnya itu bagaimana caranya untuk melakukan tes DNA karna, saat kemarin mereka melakukan pemeriksaan kehamilan pada putri entah kenapa usia kandungannya sesuai,bukan apa apa mba Dina sudah menghitung kalau memang putri langsung hamil setelah berhubungan maka usia kandungannya hanya baru hitungan Minggu dan dokter wanita itu benar benar tepat sekali,membuat boy dan mba Dina terkejut bukan main.boy sempat frustasi namun karna dukungan dari sahabat sahabatnya lah boy akhirnya harus terus bangkit demi memperjuangkan kebahagiaanya.
" gue sampe nanya berkali kali sama dokter Feny masalahnya dia baru di sini " kata William dia dan boy sedang berbincang di dalam ruangan kerja William " tapi loe tenang ajah kan masih ada harapan kita coba cek nanti dari hasil DNA "
boy mengusap kasar wajahnya,entahlah ada rasa bingung dan cemas.ada apa dengan semua ini,tapi satu sisi dia harus terus semangat supaya semuanya bisa terselesaikan.
" loe tenang boy jangan panik gitu deh " kata William sambil menyeruput kopi nya.
" cuma loe harapan gue Will " kata boy ada nada pasrah dalam ucapannya " gue gak tau lagi kalo seandainya tes DNA itu positif gue gak ngelakuin itu Will sama putri "
william mengangguk dia tau namun yang dia.khawatirkan saat itu boy sedang tak sadar atau bahkan dia takut ada permainan putri dan Dion tapi bagaiman bisa ini rumah sakit miliknya dan William mengenal semua.dokter dokter di sini.
" sabar boy loe tenang ajah gue sama Edo dan yang lain pasti bakal.bantu cari jalan keluar buat loe boy "