my destiny its you

my destiny its you
part 8


Entah kenapa hati Rina menjadi bingung dengan setiap perkataan boy,bingung apa yang harus dia lakukan?apa dengan sekarang berada di dekat boy adalah salah atau benar?


Rina melamun di dalam ruang kerjanya,berbohong pada boy dan Keyla kalau ada pekerjaan yg harus di selesaikan.padahal tidak ada perkerjaan penting utk nya.hanya beralasan suapaya Rina memiliki waktu sendirian.rina menatap ponselnya,beberapa kali dini mengirimin pesan wa padanya,bercerita kalau adiknya sedang tidak pulang dan membuat kedua org tua nya khawatir.rina hanya bisa membalas.


[ boy anak laki laki biarin ajah dulu dia sendirian mungkin dia perlu waktu ] chat Rina


[ iya emang w c berharap adek w pisah deh cepet cepet kasian dia dan malah bikin org tua jadi kepikiran ] chat Dini.


akhirnya Rina keluar dari ruang kerjanya,rina menghampiri kamar Keyla karna tadi kata pelayan di rumah,kalau Keyla sedang belajar dengan boy di kamar Keyla.


" hey masih belajar kah?" sapa Rina sambil membuka pintu kamar Keyla,Keyla terlihat sangat serius sampai akhirnya sang mama datang dan membuat suasan menjadi santai lagi.


" key lagi minta di ajari matematika mah sama om "


boy pun terlihay senang bisa bersama dengan Keyla," kamu sudah pintar sayang om hanya tingal kasih tau sedikit "jwb boy sambil mengusap kepala keyla.hati Rina terenyuh menatap kebahagiaan yg mungkin hanya sesaat itu.lalu Rina memdekatin boy dan Keyla.


" sudah malam om nya biar istirahat ya,soalnya kan om boy habis kena musibah " kata Rina


" ok mah,," Keyla pun mengiyakan karna memang sudah jam 9 malam,Keyla langsung merapihkan meja belajarnya dan berlari ke atas kasurnya,Rina menyelimuti Keyla dan mengecup keningnya " good night dear "


" Night mah "jawab Keyla tersenyum " Good night Om boy "


boy hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya,lalu Rina dan boy keluar setelah Rina mematikan lampu kamar Keyla dan menyalakan lampu tidurnya.


Rina ingin sekali mengajak boy berbicara lebih banyak lagi namun Rina tidak tega takut kepala boy menjadi sakit lagi.saat berhenti di depan kamar boy,tepatnya kamar tamu


" apa kamu sudah mengantuk?" tanya boy PD Rina.


Rina menggeleng " kenapa?"


"aku temenin aku sebentar gak?aku belum ngantuk banyak hal yg pingin aku ceritain "


akhirnya Rina mengajak boy masuk ke dlm kamar Rina,mereka memutuskan berbicara di balkon depan kamar rina.sebelum mulai obrolan,Rina membuat secangkir teh hangat dan beberapa potong cheesecake utk.menemanin mereka mengobrol.


" kamu sudah minum obat?" tanya Rina pada boy,yang sudah mulai menyeruput teh hijau nya.


" ok aku anter gmn?"


" kalo kamu gak kerepotan?" jwb boy


" gak kok besok aku ajak Keyla juga,besok kan Sabtu aku dan Keyla tidak banyak kegiata. "kata Rina


" sekalian malem mingguan " celetuk boy sambil tersenyum


Rina menggeleng " jangan begitu boy,kamu masih ada istri "


" aku mau pisah dari putri,dan jangan salah paham semua ini sudah menjadi keputusan lu semenjak aku tau dia berselingkuh bukan karna datang nya kamu kembali dalam hidup aku " kata boy tidak mau Rina salah paham


" putri selingkuh sudah sangat lama,semenjak 3 bulan setelah hari pernikahan kami,semenjak saat itu aku sudah jengah dengan nya bahkan saat malam pertama kalau tidak karna aku mabuk aku TDK akan mungkin menyentuhnya karna saat itu yang aku lihat adalah kamu Rin " pengakuan terbaru boy setelah semuanya terjadi " dan saat itu pun aku tersadar bahwa itu bukan kamu,bukan dirimu sampai akhirnya aku tidak melanjutkan nya dan putri mengira aku marah Karan mengetahui bahwa dirinya sudah tidak perawan lagi saat malam pertama itu " mata boy menatap langit malam yg sedikit mendung tak ada bintang atau pun cahaya bulan." perawan atau tidak bukan lah masalah utk ku,tapi buat aku hanya ada satu wanita yg gak akan bisa aku lepasin,wanita yg selama ini nemenin susah nya aku,nyadarin aku kalau hidup hanya sekali maka berusahalah untuk membuat orang yang kamu sayang bahagia " Rina merona saat mendengar semua kata kata boy,Rina menundukan wajahnya menatap cangkir teh nya.ia sadar semua itu adalah kata katanya dahulu saat dirinya menyemangati boy yg mau mulai bekerja.


" Aku gak akan bisa menjauh dari semua perasaan ini,dan aku selalu nunggu kamu utk kembali berusaha cari kamu di medsos ataupun di beberapa tempat yang aku tau kamu biasa datengin."kata kata boy dan dia teringat bagaimana akhirnya dia melalaikan pekerjaannya bahkan hampir drop tapi untung nya dia memiliki tiga sahabat yg selalu memberikan masukan baik utk dirinya.kalao dia harus tetap berusaha siapa tau saat berjalan nya waktu Rina akan kembali dan bangga dengan semua kerja kerasnya.


" saat gak lama aku pergi dari kamu,aku ketemu papa takdir baik membawa pertemuan kami,om Iwan yg mengabari ku kalau ada yg mau dia bicarakan gak tau nya papa sudah lama melacak ku dan akhir nya dia sudah merasa yakin kalau aku adalah anaknya " kata Rina menceritakan kisah pertemuan nya dengan sang papa kandungnya. " papa sangat bahagia dia gak tau pada saat itu betapa sedang kacau nya perasaan ku,tapi akhirnya perlahan aku bisa sangat terbuka dengan papa,sampai akhirnya papa menyuruh ku utk kembali melanjutkan kuliah,memberikan ku banyak ilmu pengetahuan tentang bisnis dan akhirnya aku mulai belajar utk menjalankan perusahaan papa,dari semua itu aku bisa pelan2 menghilangkan rasa sakit nya "


boy menatap mata Rina yg mulai berkaca kaca ada rasa bersalah dalam hatinya,kenapa dia harus kehilangan wanita sebaik Rina.


" kenapa kamu menyerah ?" tanya boy kali ini tanpa sadar boy menggenggam jari jemari Rina


Rina hanya menunduk menatap karpet berbulu yg sedang mereka duduki di teras.boy menyentuh dagu rina mengangkatnya utk menatap wajah nya.mata mereka saling bertemu " aku rela kehilangan semua keluarga ku demi kamu !" kata boy


Rina berpaling dari tatapan boy mencoba menghindarinya " aku tidak akan pernah sanggup meliahat org tuamu kehilangan kamu boy " jwb Rina " biar bagaimana pun aku sudah menjadi org tua saat itu "


tiba tiba boy mengusap kepala Rina,dia tersenyum senyuman nya begitu menyakitkan utk di lihat.matanya berkaca kaca seolah menahan banyak rasa yg dia pendam.rina menyentuh tangan boy,saat Rina merasakan rasa panas di tangannya Rina langsung berpaling pada kening laki laki itu.


" boy kamu demam " kata Rina.. boy menggeleng " gak akan apa apa kok,nanti juga baikan "


" gak boy udh ayo istirahat,aku anter kamu ke kamar " tiba2 saat ingin berdiri Rina merasakan kalau tubuh boy memang tidak sedang baik baik saja,mungkin efek dari beberapa tubuh yg memar membuat badan laki laki itu terasa panas dan sedikit menggigil.


" tunggu di sini " kata Rina menyandarkan boy di atas tempat tidurnya " aku akan ambilkan obat utk kamu," Rina langsung berlari keluar kamar dan tak lama kembali dengan plastik obat di tangannya.dengan cekatan Rina mengambil obat demam dan menyuruh boy utk meminumnya." ini air putihnya " kata Rina sedikit cemas dengan keadaan laki laki itu." sudah kamu istirahat saja dlu ya di sini,apa ada LG yg mau kamu makan atau kamu sesuatu ? tanya Rina meletakan gelas di atas meja sebelah tempat tidurnya.boy mengganggung " tolong temenin aku ajah dlu aku cuma butuh tangan kamu " boy menyuruh Rina duduk di sampingnya di atas kasur.rina sangat paham sekali maksudnya,sejak dulu saat mereka masih menjadi sepasang kekasih kalau boy sakit,demam pasti Rina selalu ada di sampingnya,mengusap kepalanya dan meletakan telapak tangannya di atas kening boy.kalo menurut boy telapak tangan Rina sangat menyejukkan ya.Rina tak bisa menolak permintaan boy saat ini,karna dia sedang benar benar membutuhkan sebuah perhatian.Rina beranjak ke atas kasur dan duduk bersandar,mengusap usap kepala boy pelan merasakan panas tubuh laki laki itu.boy memejamkan matanya berusaha menyamankan dirinya,Rina terus menatap wajah boy,wajah lelah,kecewa,bingung semua tersirat tapi saat beberapa kali mulai merasakan usapan tangan rina.wajah boy mulai berubah nyaman dan terlelap dlm tidurnya.rina beranjak dari tempat tidurnya,berjalan mendekati lemari pakaian nya lalu mengganti bajunya dgn baju tidur kaos oblong putih dan celana pendek.biasanya Rina hanya memakai celana dalam saja,tapi berhubung ada org lain di kamarnya jadi Rina memutuskan utk TDK terlalu fulgar.rina melangkah kembali ke atas kasurnya.di bersandar tak langsung tidur,Rina kembali mengusap kepala boy hingga akhirnya Rian pun ikut terlelap.