Sunsuhan Romance

Sunsuhan Romance
Sembilan


"Hei, Yoona. Kau mau ke mana?"


Yoona yang sedang melangkah keluar dari rumah dengan membawa sebuah keranjang pun menoleh. Dua temannya yang mengobrol dengannya lah yang bertanya padanya. Namanya adalah Kim Taeyeon istri dari Byun Baekhyun.


Usia suaminya lebih muda dari wanita itu. Beda sekitar 4 tahun dan kalau tidak salah Yoona ingat usianya sama dengannya.


Taeyeon yang waktu itu memegang sapu. Sedangkan temannya yang satu lagi namanya Hwang Miyoung. Usianya beda 4 tahun juga dari Yoona dan suaminya namanya Park Jungsoo.


Lebih tua 10 tahun dari Miyoung.


"Aku ingin ke ladang, mengantarkan makan siang untuk suamiku," Yoona menjawab sambil menunjukkan keranjang di tangannya. Kemudian menatap Taeyeon. "Kau juga mau ke mana, Kak Kim?"


Taeyeon terlihat menghela napasnya. Terlihat kelelahan. "Menjemput suamiku yang tidak pulang semalam." katanya.


Yoona mengedipkan matanya tidak percaya. "Kenapa bisa dia tidak pulang?" tanyanya heran.


"Dia menginap di bar lagi. Dia sedang marah padaku," Taeyeon menunduk dengan tatapan sedih. "Sebenarnya kami sedang bertengkar."


"Bertengkar kenapa?"


Taeyeon menatap Yoona dengan wajah hampir menangis. "Dia ingin cepat-cepat memiliki anak. Tapi setiap kami melakukannya aku selalu memintanya keluar di luar. Dan dia marah karena itu. Karena dia pikir aku tidak ingin memiliki anak dengannya."


"Kenapa kau tidak mau suamimu keluar di dalam?"


"Karena aku tidak mau dia memiliki anak di usianya yang masih muda. Dia saja masih seperti anak kecil sudah mau menambah anak kecil lagi. Bisa-bisa aku semakin kurus karena mengurus dua anak kecil."


Yoona yang tadinya ingin sedih langsung mendatarkan wajahnya. Alasan Taeyeon benar-benar membuatnya terkejut bukan main. Yoona mengira kalau Taeyeon tidak ingin memiliki anak dulu karena Taeyeon takut hamil. Tapi tenyata takut memiliki dua anak kecil.


"Hei, Yoona. Kau dan suamimu bagaimana? Apakah kalian sudah mau memiliki momongan? Ya, walaupun kau bilang kalau kalian baru menikah beberapa waktu yang lalu."


Yoona terdiam di tempatnya. Menutup rapat mulutnya. Memiliki momongan ya? Memang siapa yang tidak memiliki anak terutama dari orang yang dicintai? Bahkan ibu suri dan selir Byun pun sudah menanyakan apakah dia sudah isi apa belum.


Tapi, mau mengisi bagaimana kalau Siwon pun tak pernah mendatangi kamarnya selama di istana?


Dan sekarang pun Siwon sudah mencintai orang lain. Kecil kemungkinan atau mungkin ke arah mustahil untuk Yoona dapat memiliki anak.


"Pestanya nanti malam, 'kan? Kita datang bersama ya," ucap Yoona mengalihkan perhatian. "Aku pergi dulu untuk mengantarkan makanan setelah itu aku siap-siap. Sampai jumpa, semoga kakak bisa mengajak suami kakak pulang."


Karena Yoona tidak ingin terlalu berharap untuk memiliki anak. Meski itu mungkin kenangan terbaik yang berwujud nyata yang ditinggalkan Siwon untuknya.


×××


Keringat sudah membasahi seluruh tubuhnya. Sudah setengah hari Siwon berkecimpung dengan ladang ubi yang dia garap. Setelah memberantas semua gulma kini Siwon sedang memasang perangkap untuk para rusa. Kepala desa bilang kalau banyak rusa berkeliaran yang suka merusak ladang.


Siwon duduk di bawah pohon besar sambil mengipasi diri dengan dedaunan. Dia sangat kelelahan. Setelah ini Siwon berjanji akan berbicara dengan ayahnya untuk menaikkan harga beli hasil panen para petani. Banyak resiko dan keringat yang keluar.


Siwon melihat ke arah ladangnya. Kata kepala desa, sebentar lagi ubi-ubi itu panen. Dan tugas Siwon berikutnya adalah menjual hasil panen itu di pasar antar desa.


"Apakah aku terlalu lama datangnya?"


Menoleh ke arah suara dan Siwon menemukan Yoona yang sedang datang mendekat. Siwon menggeleng untuk menjawabnya. Membiarkan Yoona untuk duduk di sampingnya.


Yoona menuangkan air untuk Siwon di gelas lalu memberikannya. "Apakah aku boleh membantumu untuk berkebun?" tanya Yoona saat Siwon sedang meminum airnya hingga tandas sampai akhirnya Siwon sendiri yang menuangkan air untuk diri sendiri.


"Tidak perlu," Siwon menjawab. "Sebentar lagi juga sudah selesai." lanjutnya kemudian.


Yoona hanya dapat mengangguk. Membuka keranjang yang dia bawa. Mengeluarkan makanan yang ada di dalamnya. Hari ini Yoona membuat nasi isi yang dia kepal-kepalkan dan ditutup dengan daun.


Hanya hening di antara mereka setelah itu. Siwon yang sibuk memakan makanannya dengan rakus sedangkan Yoona sedang menatap ke arah ladang. Pikirannya benar-benar dipenuhi dengan pertanyaan Taeyeon tadi.


"Siwon-ssi."


"Hm?"


"Apakah aku boleh bertanya?" Yoona mengalihkan perhatiannya ke arah Siwon yang sedang menatapnya bingung. "Bisakah kau ceritakan, seperti apa kekasihmu itu?"


Siwon nampak terkejut dengan pertanyaan itu. Untuk apa Yoona menanyakannya? Apakah Yoona ingin menemui kekasihnya dan meminta kekasihnya untuk meninggalkannya? Tidak. Sejauh dia mengenal Yoona, wanita itu bukanlah sosok pencemburu.


"Aku hanya ingin tahu saja, sosok yang bisa mendapatkan hatimu." yang lebih beruntung daripada aku. Yoona membatin kemudian. Hanya ingin tahu dan membandingkan dengan dirinya. Apa yang kurang darinya hingga Siwon tidak bisa mencintainya?


×××