Sunsuhan Romance

Sunsuhan Romance
Sebelas


Pesta pernikahan yang dilakukan tidaklah terlalu besar. Hanya sebuah pesta biasa bagi rakyat biasa. Sebuah tenda yang didirikan di depan rumah dengan beberapa meja panjang yang saling berjajar. Hanya saja, karena yang menikah adalah salah satu orang terkaya di desa membuat pesta itu sedikit mewah dengan mendatangkan para penari.


Siwon baru sampai lalu ditarik oleh kepala desa untuk duduk di satu meja dengannya. Di sana ada beberapa pria yang tidak dia kenal sedang menatapnya penuh tanya. Siwon lupa, selama 2 hari dia di sini sama sekali dia tidak berkenalan dengan orang-orang desa.


"Pria ini namanya Choi Siwon. Dia baru pindah bersama istrinya 2 hari yang lalu dan sudah langsung bekerja di ladangku makanya kalian baru melihatnya. Nah, Siwon-ssi mereka adalah tetangga-tetangga rumah mu." ucap kepala desa memperkenalkan Siwon.


"Jadi dia penghuni rumah yang paling ujung itu? Aku Baekhyun. Rumahku tak jauh darimu, hanya selisih 2 rumah." Baekhyun, lelaki yang tampak lebih muda dari Siwon memperkenalkan diri. Begitu pun dengan yang lain.


Siwon harus mengingat semuanya. Karena kesan pertama yang dia lihat dari orang-orang itu adalah orang baik. Kemudian mereka terlibat dalam obrolan ringan seperti dari mana asal Siwon dan kenapa mereka pindah ke desa terpencil seperti desa mereka bukannya memilih tinggal di kota saja.


Kami hanya ingin mencari suasana yang tenang dan juga karena kami ingin mandiri. Tidak ingin terus bergantung pada orang tua.


Sungguh sebuah kebohongan yang apik. Tak apalah berbohong sesekali daripada membongkar identitasnya. Sesekali berbohong karena selama hidupnya dia hanya pernah berbohong satu kali.


Siwon menatap ke sekeliling. Namun tak melihat keberadaan istrinya. Bukankah istrinya itu datang lebih dulu darinya?


"Mencari siapa?" tanya Jungsoo.


Siwon menoleh ke arah Jungsoo. "Istriku. Dia datang lebih dulu dariku. Tapi aku tidak menemukannya di sini."


"Istrimu yang namanya Yoona itu, 'kan?" tanya Baekhyun yang mendapatkan anggukan dari Siwon. "Dia sedang ditawan oleh istriku." beritahunya.


"Ditawan?" tanya Siwon bingung.


Bakehyun mengedikkan bahunya. "Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan. Tiba-tiba istriku masuk ke dalam kamar bersama Kak Hwang dan istrimu. Aku bahkan ditendang keluar oleh istriku dengan tidak berperikemanusiaan." jelasnya panjang lebar dengan wajah nelangsa. Teringat dengan kejadian sadis tadi.


"Yang penting kau masih hidup sekarang," ucap Jungsoo. "Tapi memang benar sih. Kenapa mereka belum datang juga?" tanyanya yang juga mencari keberadaan istrinya.


Kepala desa menunjuk ke arah dinding di mana ada 3 kepala yang muncul di baliknya sedang berjalan ke arah pintu masuk. "Itu mereka. Sepertinya mereka khusus merias diri untuk malam ini."


Tiga pria yang sedang mencari istri mereka itu mengikuti arah yang ditunjuk oleh kepala desa. Mereka menemukan tiga orang yang di cari mereka masuk ke halaman ini. Itu Miyoung, Taeyeon dan Yoona. Dan posisinya adalah Yoona yang di tengah dan ditarik oleh dua wanita itu.


"Ternyata mereka menculik istrimu untuk mendandaninya ternyata," celetuk Baekhyun. Kemudian pria itu melambaikan tangannya agar Taeyeon dan yang lainnya untuk mendekat ke arahnya dan duduk bersama mereka. "Di sini." katanya agak keras.


Baekhyun memutar bola matanya. "Harus sampai ditendang begitu, ya? Lebih baik aku tidak pulang saja setelah ini. Menginap di bar lagi."


"Suami!" Taeyeon menggoyangkan lengan Baekhyun. "Jangan. Nanti tidak ada yang memelukku saat tidur."


"Masa?"


Taeyeon mengangguk lalu berbisik di telinga Baekhyun, walaupun sebenarnya bukan berbisik karena yang satu meja dengan mereka pun dapat mendengar dengan sangat jelas, "Nanti malam keluar di dalam, ya?" dan langsung mendapatkan pelukan erat dari Baekhyun.


Dasar pasangan tak tahu malu.


Tingkah pasangan suami istri itu tak luput dari mata Yoona. Meski obrolan mereka berdua terkesan aneh dan sedikit vulgar, namun entah kenapa bagi Yoona itu begitu manis. Menunjukkan seberapa erat hubungan mereka sebagai suami istri.


Melirik ke arah lain dan nampak pula pasangan yang hampir sama seperti Taeyeon Baekhyun. Duduk bersisihan sambil mengobrol berdua. Tak ayal telinganya akan mendengar kata pujian dari sang suami yang memuji istrinya begitu cantik malam ini.


Kapan Yoona akan merasakannya? Apakah dia tidak cantik setelah didandani oleh Taeyeon dan Miyoung?


Begitu menyedihkan. Padahal Yoona sudah membuat semua skenario bayangan tadi saat didandani oleh mereka berdua. Bahwa Siwon akan mengatakan bahwa dia cantik setelah ia sampai di sini. Namun ternyata tidak. Bahkan Siwon hanya diam sambil meminum arak beras di sampingnya.


"Ku pikir kau datang lebih dulu."


Yoona menoleh dan melihat Siwon yang menatapnya sekilas sebelum kembali melihat ke arah pengantin baru yang sedang melakukan ijab kabul di depan sana. "Mereka berdua menarikku saat aku baru keluar dari rumah. Mereka bilang aku terlalu pucat dan tak pantas datang ke pesta tanpa riasan."


Siwon mengangguk. "Mau aku belikan beberapa alat rias?" tanyanya tanpa menoleh.


"Untuk apa?"


Siwon kini mengalihkan perhatiannya ke arah Yoona. Menatap wajah Yoona yang dihiasi rona merah dan bibirnya berwarna merah terang. Namun tidak berlebihan.


"Ku pikir kau membutuhkannya. Kau tampak cantik dengan riasan itu. Lebih cantik daripada saat kau dirias oleh para dayang istana," ucap Siwon. Sedikit tersenyum saat Yoona mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Tak ingin menatapnya. "Kau sangat cantik."


×××