Sunsuhan Romance

Sunsuhan Romance
Lima


Ayahnya pasti sedang mengajaknya bercanda. Siwon yakin dengan hal itu. Kenapa ayahnya melarangnya untuk membeli perabotan rumah tangga jika perabotan di sini kurang? Itulah yang menjadi pertanyaan Siwon setelah membuka pintu kamarnya.


Di kamar itu hanya ada sebuah lemari kayu kecil yang berisi pakaian mereka. Sebuah rak buku yang penuh dengan buku-buku. Dan sebuah selimut dan sebuah bantal. Ini adalah kamar hanya untuk satu orang sedangkan mereka berdua.


Apakah salah satu harus pergi dari kamar ini?


Tidak. Ide itu terlalu buruk. Ayahnya sudah menyiapkan banyak mata-mata dan pasti kabar jika dia tidur di bar atau tempat penginapan akan terdengar dengan cepat ke telinga ayahnya.


"Lebih baik Anda mandilah dulu, sudah lebih dari seharian kita dalam perjalanan. Pasti Anda sangat lelah. Akan saya siapkan tempat istirahat Anda." ucap Yoona memecahkan keheningan yang terjadi. Dia pun sama terkejutnya dengan Siwon.


Apakah ini yang ingin dilakukan ayah? Seperti yang ada catatan perjalanan Wang Beok Ro? Tentang sebuah negeri di mana ada peraturan pasangan suami-istri yang ingin bercerai akan ditempatkan dalam satu ruangan dengan semua perabotannya hanya satu.


Yoona pernah membaca catatan itu saat ia sedang menunggu kepulangan Siwon setelah kegiatannya. Memang tidak jelas apa yang terjadi sebenarnya, tapi menurutnya hal itu begitu romantis. Ketika dua orang yang sudah merasa tidak cocok satu sama lain lalu terkurung dalam satu ruangan dan membuat mereka mau tidak mau harus berbagi dan perlahan kembali mengerti satu sama lain.


Tapi Yoona ragu ini akan berhasil. Siwon sudah menemukan tambatan hatinya dan ingin melepaskan dirinya yang tak pernah menempati satu sisi di hati Siwon.


Namun, bolehkan jika Yoona berharap bahwa setelah ini Siwon akan berubah pikiran? Karena bagi Yoona hidup hanya satu kali begitu pun mencintai hanya boleh pada satu orang saja. Dan jika di kehidupan yang baru dia lahir kembali dia pun akan sama, mencintai sosok reinkarnasi Siwon.


×××


Siwon membuka kamarnya setelah mandi dengan air dingin dari gunung. Airnya begitu jernih dan menyegarkan tubuhnya yang penuh keringat. Serasa semua kelelahannya terangkat begitu saja.


Sesaat tadi dia keluar dari kamar mandi, Yoona berkata bahwa kamarnya sudah disiapkan sehingga Siwon hanya tingal tidur saja. Dan tak ada kata lagi karena Yoona langsung berlalu tanpa menatap wajahnya. Yoona pergi ke arah kamar mandi yang ada di sebelah dapur.


Tapi apakah maksud Yoona dengan menyiapkan kamar untuknya adalah kamar yang benar-benar hanya untuk dirinya? Siwon hanya mendapati satu selimut dan satu bantal yang tergelar di tengah ruangan. Letak bantal pun di bagian paling panjang dari selimut.


"Apa dia ingin aku menempati selimut ini sendirian?"


Siwon ingin bertanya bagaimana caranya mereka tidur. Namun Yoona tak kunjung kembali dan kantuk sudah menyuruhnya untuk cepat-cepat tidur karena hampir dua hari tidak tidur. Jadilah Siwon tidur di selimut itu.


Yoona mendekati Siwon. Duduk bersimpuh di sana dan menatap wajah tidur seseorang yang selalu dia inginkan untuk tidur bersamanya dalam satu kamar. Tangannya terulur ingin mengelus, namun ditarik kembali.


"Jika saja dari dulu kita bisa satu kamar seperti ini." bisik Yoona.


Berada di satu kamar dengan Siwon adalah sesuatu yang selalu ingin Yoona lakukan. Dan semuanya akan terwujudkan. Dia akan tidur dalam satu ruangan dengan Siwon 30 hari ke depan. Dan setelah itu mereka akan bercerai dan terpisah untuk selamanya.


×××


Panggilan alam memang menyebalkan. Tidak hanya untuk sebagian kecil, tapi untuk semua orang. Ketika sedang nyenyak-nyenyaknya tidur tiba-tiba saja ada keinginan untuk buang air kecil.


Terpaksa Siwon bangun saat itu juga. Kebutuhannya untuk mengeluarkan air seninya membuatnya berdiri dan langsung berlari ke luar guna menuju kamar mandi. Sudah di ujung. Bahkan dia sempat mimpi mandi si sungai. Untung dia cepat bangun.


Saat dia kembali ke dalam kamar, barulah dia menyadari bahwa Yoona tidak tidur di sebelahnya. Melainkan istrinya itu tidur agak jauh darinya dengan beralaskan pakaian hanbok milik istrinya itu. Tanpa selimut dan hanya berbantalkan lengan kurus.


Siwon mendekati Yoona dan perlahan menepuk lengan kurus itu agar si pemilik segera bangun. Benar saja, Yoona langsung bangun dan menatapnya penuh kebingungan.


"Ada apa, Yang Mulia? Apa amda membutuhkan sesuatu?" Yoona bertanya sambil mencoba untuk duduk. Mengusap keduanya matanya agar sepenuhnya terbuka.


Siwon menggeleng. "Kenapa kau tidur di sini?" tanyanya kemudian.


"Tak apa. Bukankah hanya ada satu selimut saja di sini? Lebih baik Anda yang menggunakannya karena besok Anda sudah mulai untuk bekerja seperti yang diperintahkan oleh Yang Mulia Raja. Saya tidak ingin Anda kelelahan."


"Lalu bagaimana denganmu? Jika kau hanya tidur beralaskan dua lembar bajumu, tubuhmu akan sakit besok."


"Sudah saya katakan. Saya tidak masalah." karena hampir setiap malam aku tidur di lantai tampa alas setelah melihatmu pulang dari kegiatan. Hanya untuk merasakan kelelahan yang kau rasa. Yoona melanjutkannya dalam hati.


Siwon berbaring di selimut itu namun menyisakan setengahnya yang kosong. Lalu menepuk sisi yang kosong itu sambil memejamkan matanya. "Tidurlah di sini. Masih ada tempat yang kosong untukmu."