Sunsuhan Romance

Sunsuhan Romance
Sembilan Belas


Siang ini begitu panas. Bahkan para penjual di pasar sudah mengipasi diri dengan kipas ataupun piring untuk mereka makan. Bahkan beberapa kios memilih untuk tutup lebih cepat karena pembeli pun tampak jarang.


Ini sudah hari ketiga Siwon dan Yoona berjualan di pasar.


Hari pertama mereka berjualan, mereka benar-benar harus melakukan apa karena itu adalah pertama kalinya mereka berjualan. Dan berakhir dengan mereka pulang tanpa membawa uang satu keping pun.


"Kalian ini niat untuk berjualan atau tidak? Untung saja ini ubi, bukan sayuran. Pasti sudah busuk jika dijual besok."


Begitulah Jungsoo yang berkoar-koar marah karena kerja Siwon dan Yoona yang tidak becus.


Pada hari kedua, Jungsoo membantu mereka berdua dengan mengajarkan bagaimana caranya berjualan dan menaruh harga. Dan sebuah keuntungan karena mereka pada hari itu berhasil menjual dua keranjang besar ubi sampai hanya tersisa tanahnya saja.


"Kalian lihat itu. Itu karena aku yang menjualnya. Kalian berdua harus mencatatnya. Apa saja yang harus dilakukan saat berjualan. Kalian mengerti? Kalian beruntung karena tidak perlu menggajiku." ucap Jungsoo dengan gaya sombong dan memasuki rumahnya.


Omongannya itu antara benar dan tidak. Benar karena cara berjualan yang Jungsoo ajarkan pada mereka berhasil menarik para pembeli. Dan tidak, karena sebagian orang yang membeli tertarik karena visual dari Siwon dan Yoona. Jangan katakan itu pada Jungsoo.


Dan hari ini hanya ada Siwon dan Yoona yang berjualan. Selama setengah hari ini, sudah terjual 1 keranjang. Tinggal 1 lagi dan mereka dapat pulang dan beristirahat.


"Siwon-ssi. Aku akan mencari makan dulu. Kau tunggulah sebentar." ucap Yoona saat tak ada pembeli yang mendekati mereka. Segera pergi untuk mencari bar dan membeli makanan untuk Siwon dan dirinya. Dirinya lupa untuk membawa bekal, padahal semalam sudah berniat membawa.


Tak lama kemudian Yoona mendapatkan bar yang dia cari. Meminta si pemilik bar untuk membungkuskan beberapa bakpao. Bar itu belum memasak makanan berat karena kokinya belum datang karena sakit, kata si pemilik bar.


Yoona kembali dengan membawa lima bakpau isi daging ayam. Seharusnya mereka makan nasi. Tapi semoga saja Siwon menyukai bakpau ini.


"Yoona-ssi."


Yoona yang merasa terpanggil namanya pun menoleh. Mencari asal suara. Setelah menemukannya dia pun tersenyum menyapa Jungkook yang berjalan mendekatinya. "Jungkook-ssi." sapa Yoona.


"Sudah beberapa hari kita tidak bertemu. Apa yang kau bawa?" tanya Jungkook sambil menunjuk ke arah besek yang sedang dipeluk oleh Yoona.


"Baru saja bertemu dengan teman-teman dan sekarang mau pulang. Awalnya aku ingin bertemu denganmu nanti tapi ternyata kita bertemu di sini."


"Apa tentang puisi?"


Jungkook menggeleng. "Tidak. Aku hanya ingin kau membantuku untuk mencari buku. Mencari buku seorang diri itu tidak menyenangkan dan teman-temanku tidak ada yang mau menemaniku karena mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Jadi ku pikir kau bisa membantuku."


"Mencari buku ya? Sebenarnya aku mau saja. Tapi saat ini aku sedang sibuk. Kami baru saja panen dan harus menjualnya. Maaf, aku tidak bisa membantumu." ucap Yoona penuh sesal, padahal dia sebenarnya ingin ikut. Karena jujur saja, Yoona sudah bosan untuk membaca buku yang sama berulang kali yang ada di kamarnya itu.


"Kau sedang berjualan sekarang? Mau aku bantu?"


"Tidak perlu. Itu akan merepotkanmu." Yoona menolak sambil menatap pakaian sutra yang dipakai oleh Jungkook. Jika pemuda itu membantunya orang-orang akan berpikir bahwa dia adalah orang miskin yang tak tahu diri sampai seorang bangsawan membantu mereka.


Jungkook yang mengerti ke arah mana Yoona menatap dia pun tersenyum. "Jangan khawatirkan aku. Lagipula ada nilai jualnya. Orang-orang akan datang karena tertarik dengan ketampananku."


Yoona terkekeh mendengarnya. Akhirnya dia mau menuruti keinginan Jungkook. Toh menolak pasti pemuda itu punya banyak cara agar bisa ikut. Jadilah mereka berdua berjalan bersama menuju kios yang tinggal beberapa langkah lagi.


"Yoona, kenapa kau lama sekali?" tanya Siwon setelah Yoona datang.


"Maafkan aku. Tadi banyak orang yang membeli bakpao. Jadi harus antre," Yoona memberikan alasan. Kemudian berbalik untuk menunjukkan Jungkook yang mengikutinya. "Dan aku bertemu dengannya. Dia bilang mau membantu kita."


Jungkook maju untuk menjabat tangan Siwon. Dari melihat keakraban antara Yoona dan Siwon, dia berpikir bahwa pria yang usianya mungkin tak jauh darinya itu adalah kakak Yoona. "Jeon Jungkook, calon kekasih Yoona."


Siwon membalas jabat tangan itu dengan sebuah senyuman, yang sedikit mengejek. "Choi Siwon. Suami Yoona."


×××