Sunsuhan Romance

Sunsuhan Romance
Enam Belas


Menyerah adalah jawaban Yoona setelah sekian lama berpikir. Setiap kali ingin egois ada saja hal yang mengganggunya. Dan karena Yoona tidak sekuat itu untuk egois membuatnya memilih untuk merelakan. Setidaknya waktu yang tersisa yang dia habiskan dengan Siwon akan menjadi harta karunnya.


Maka permintaannya yang semalam pun dia lupakan begitu saja. Dia terlalu congkak sampai meminta sesuatu yang sangat mustahil untuk dikabulkan. Karena Yoona sadar, tanpa melihat pun dia tahu bahwa dia sudah kalah di tengah jalan. Tidak akan ada yang mengalahkan Park Min Young di hati Siwon.


Ketika ayam tetangga mulai berkokok, Yoona membuka matanya yang sedikit bengkak karena menangis dalam diam. Ayam itu sudah memberikannya tanda untuk cepat keluar dari kamar dan menyiapkan semua yang Siwon butuhkan. Lakukan saja seperti apa yang dia lakukan seperti sebelumnya.


Namun Yoona merasa berat di atas pinggangnya. Sesuatu yang panjang melilit pinggangnya. Apakah ada ular yang masuk ke kamarnya? Kemarin ada warga desa yang mengatakan bahwa dia menemukan ular besar di dapurnya. Yoona rasa tidak. Seingatnya, dia sudah menaburkan garam di sekitar rumah.


Yoona takut-takut mengintip ke arah pinggangnya. Berharap bahwa itu bukanlah ular. Dan ketika matanya mengetahui apa yang melilitnya, Yoona tak henti-hentinya terkejut dengan wajah menunjukkan banyak pertanyaan yang ingin terlontar.


Siwon memeluk tubuhnya dari belakang.


Rasanya seperti mimpi tapi berat dan rasanya sungguh terasa nyata. Ingin membuat Yoona menangis lagi. Karena merasa bahwa dia hanya berkhayal. Yang sebenarnya mana mungkin untuk Siwon memeluknya.


Siwon menikahinya karena terpaksa bukan sebuah kerelaan.


Yoona kembali membuka matanya dan tangan itu masih berada di pinggangnya. Semua nyata. Pelukan itu memang benar-benar nyata merengkuhnya.


Tubuh Siwon bergerak dan semakin rapat padanya. Pasti semalam Siwon kedinginan. Dan insting alami untuk menghangatkan diri, suaminya tanpa sadar memeluknya. Sudah Yoona katakan. Dia menyerah untuk mendapatkan hati sang pangeran kedua.


"Kenapa kau sudah bangun?" tanya Siwon dengan suara yang parau. Berbisik di telinga Yoona.


Penderitaan tanpa akhir.


Yoona mencoba melepaskan tangan Siwon dari pinggangnya. "Aku harus memasak dan membersihkan rumah, Siwon-ssi." balas Yoona, masih mencoba untuk melepaskan pelukan Siwon yang teramat erat.


Siwon mengindahkan apa yang dilakukan oleh Yoona. Sedikit mengangkat tubuhnya hingga kini posisinya setengah duduk dan miring ke arah Yoona. Tangannya menarik Yoona agar tidur terlentang. Selama beberapa saat, mereka saling berpandangan ditemani cahaya yang remang-remang dan suara ayam yang terus bersahutan.


"Nanti saja," tukas Siwon sambil tersenyum. Mengelus kedua mata Yoona sebelum menciumnya kemudian. Hal yang dilakukannya membuat Yoona tersentak dengan mata terpejam. Kedua mata itu dicium oleh Siwon.


Rasanya ragu untuk mempercayainya.


"Aku masih mengantuk. Temani aku tidur sebentar saja." ucap Siwon. Lalu menaruh kepalanya di atas dada istrinya. Menghirup dalam-dalam sebelum napasnya terdengar sangat teratur. Siwon sudah berada di alam mimpinya.


Sedangkan Yoona hanya dapat diam. Namun perlahan tangannya naik dan mengelus rambut Siwon. Sedikit bergumam, menyenandungkan lagu pengantar tidur.


Siwon mengabulkannya. Permintaannya yang paling egois. Menganggap Yoona sebagai istri dan memperlakukannya seolah Yoona adalah satu-satunya yang dicinta.


Sandiwara mereka akan dimulai dari sekarang.


×××