Sunsuhan Romance

Sunsuhan Romance
Dua Puluh


Batu, batu apa yang paling keras dan paling menyakitkan di dunia? Jawabannya adalah batu kenyataan.


Ya, Jungkook hari ini dapat merasakannya. Seberapa sakit batu itu menghantamnya. Lebih sakit dari sabetan rotan dari sang ibu saat dia kecil karena ketahuan mencuri uang ibunya.


Bagaimana tidak. Dia dengan begitu beraninya mengakui diri sebagai calon kekasih Yoona di depan orang yang mengaku sebagai suami dari Yoona? Jungkook sudah malu, bahkan tidak tahu mau ditaruh di mana wajahnya setelah ini.


Sungguh, dia tidak percaya dengan kejadian di pasar tadi siang. Mempermalukan diri dengan cara konyol. Dan pria yang mengaku menjadi suami Yoona itu mengatakannya dengan senyuman.


Senyuman mengejek atas kekalahannya sebelum berperang.


Jungkook tentu akan menganggap kalau pria itu berbohong, hanya mengaku-ngaku saja. Tapi Yoona membenarkan bahwa pria bernama Siwon itu adalah suaminya. Jungkook tidak tahu apa yang terjadi berikutnya karena ia langsung pergi tanpa kita.


"Wajahmu tampak buruk." Taehyung berkata sambil meringis. Melihat bagaimana Jungkook begitu rakus meminum arak. Mereka saat ini sedang berada di sebuah rumah bordil dengan ditemani oleh banyak wanita-wanita pekerja **** yang dapat mereka sewa sepuasnya.


Taehyung awalnya tidak mau pergi ke rumah bordil. Namun Jungkook tiba-tiba saja datang ke rumahnya sambil menunggangi kuda. Mengancamnya jika tidak mau ikut akan diikat di kuda dengan wajah menghadap tanah. Taehyung masih sayang dengan wajah tampannya.


Jungkook meneguk kembali botol yang penuh dengan arak buatan pedagang Jepang. Dia benar-benar sudah mabuk namun tangannya tidak berhenti untuk meminta arak kembali. Dia benar-benar dibuat pusing dengan seorang wanita.


Lim Yoona.


"Sebenarnya ada apa? Kenapa kau minum banyak arak seperti ini? Tidak seperti kau yang biasanya," Taehyung berujar setelah merebut arak dari tangan Jungkook. Namun temannya itu malah mengambil arak lain. Benar-benar tidak bisa dihentikan. "Kalau kau tidak mau bercerita, lebih baik aku membawa mereka ke kamar untuk memuaskanku."


Jungkook menahan tangan Taehyung yang hampir berdiri meninggalkannya dengan menggandeng beberapa wanita. Tangannya yang lain mengibas, memberi tanda untuk wanita-wanita itu pergi dan meninggalkan mereka berdua saja.


"Kalian pergilah, nanti aku akan memanggil kalian lagi." Taehyung berkata, mengusir mereka secara halus. Salah satu matanya memberikan kedipan menggoda. Membuat wanita-wanita itu keluar sambil berlenggak-lenggok, menguatkan birahi Taehyung yang harus ditahan karena temannya ini.


"Yoona sudah bersuami." Ucap Jungkook setelah semua orang pergi dan menyisakan mereka berdua.


"Ku pikir dia belum menikah."


"Bukankah dari cara dia menata rambut sudah sangat jelas?"


Jungkook menatap Taehyung dengan matanya yang sudah sayu. Berat karena arak yang diminumnya. Namun tetap mencoba untuk terbuka. "Kau sudah tahu?"


"Tidak ada wanita yang belum menikah akan mengikat rambut mereka? Hanya orang yang sudah menikah saja yang boleh menata rambut seperti itu hanya untuk menjadi tanda."


"Kau sudah tahu kenapa kau tidak memberitahuku?" Jungkook tampak marah. Sialan untuk seorang Kim Taehyung yang tidak memberitahunya lebih awal.


"Untuk apa? Kau tahu dia menikah atau belum apakah itu penting? Mereka hanya orang-orang desa. Kita mau merebut istri-istri mereka pun mereka takkan bisa melakukan apa pun," Taehyung kemudian menyeringai. "Yang kau inginkan adalah Yoona, bukan statusnya."


Taehyung memang tampak tampan dengan wajah rupawan. Tapi otaknya lebih bejat dari para menteri yang menguras harta dari keringat rakyat. Semua karena hukum dari zaman dulu. Sejak manusia belum mengenal yang namanya hukum.


Istrimu dikawini oleh tetangga, istri tetangga boleh dikawini olehmu. Dengan begitu dendam lunas.


Sama halnya dengan hukum yang saat ini berlaku. Bangsawan dan petinggi kerajaan boleh mengambil istri atau suami orang lain tanpa sebuah permasalahan yang berarti.


Hukum yang membahagiakan para bangsawan tapi menyengsarakan para rakyat kecil yang hanya tabah pada sebuah peraturan.


Taehyung benar. Untuk apa Jungkook pedulikan tentang status Yoona yang sudah bersuami. Yang dia butuhkan adalah Yoona dan jasadnya. Bukan status yang dapat diubah kapan saja. Jungkook hanya perlu melakukan sedikit tindakan dan Yoona akan jatuh dalam pelukannya. Untuk selamanya.


Karena ketika Jungkook sudah bertekad untuk memiliki sesuatu, maka dia akan melakukan semuanya sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Jangan bayangkan apa yang akan dia lakukan. Karena Jungkook akan melakukannya secara perlahan hingga takkan ada yang tahu apa yang tengah dia lakukan.


×××