Sunsuhan Romance

Sunsuhan Romance
Dua Puluh Enam


Kebodohan Yoona adalah diam saja saat itu. Tidak mengatakan yang sebenarnya. Tapi, bukankah Yoona memang demikian? Begitu pengecut untuk mengatakan sesuatu?


Andaikan Yoona cepat-cepat menemukan kunci untuk membuka mulutnya, pasti semua tidak akan menjadi seperti ini. Setiap hari dirundung kegelisahan. Karena kebingungan mencari ke mana Siwon pergi.


Sudah 3 hari, Siwon tidak pulang ke rumah. Yoona pun sudah mencoba untuk mencari. Namun dia tidak menemukannya. Bertanya pada Baekhyun dan Jungsoo pun percuma. Hanya tatapan marah dan kecewa yang mereka berdua layangkan padanya.


Desas-desus bahwa dia disukai oleh seorang sarjana bangsawan dari desa sebelah sudah menyebar luar. Entah siapa yang pertama kali membocorkan. Hingga ke mana pun Yoona melangkah, pasti telinganya akan dibisiki oleh setan-setan yang tak tahu apa pun tentang apa yang terjadi.


Yoona sudah bertekad, jika dia bertemu dengan Siwon, dia akan mengatakan semuanya. Tentang dia mencintai Siwon sejak lama. Tentang dia yang tidak pernah selingkuh. Tentang hadiah yang diberikan putra mahkota kepadanya. Dan tentang semuanya.


Meskipun itu tidak akan dapat mengubah keputusan Siwon untuk menceraikannya.


Karena Yoona sudah ikhlas untuk merelakan Siwon pergi dengan wanita yang dicintai dan mencintai Siwon lebih besar darinya.


Cukup dia tahu bahwa Siwon pernah mencintainya. Itu sudah cukup untuknya. Sungguh.


×××


Yoona membawa sekeranjang pakaian yang sudah tidak dia cuci selama seminggu. Menyusuri kebun yang lebat, Yoona melangkah menuju sungai yang dekat dengan kebun milik kepala desa.


Saat Yoona sampai di sungai yang penuh batu-batu yang besar, dia dapat melihat ada banyak orang di sana yang sedang melakukan kegiatannya masing-masing. Ada ibu dan anak yang sedang mandi di bawah pancuran dan beberapa wanita yang sedang mencuci di batu-batu besar. Sambil bercanda.


Yoona melangkah kakinya pada sebuah batu. Membasahi baju-bajunya lalu memukulinya dengan batang bambu yang dia bawa. Sayup-sayup dapat terdengar bagaimana orang-orang di sana membicarakannya.


"Kau lihat, dia tampak baik-baik saja meski suaminya pergi meninggalkan rumah."


"Kau benar."


"Ku dengar, pemuda itu masih suka mengunjungi 3 hari ini."


"Memang apa yang dilihat oleh pemuda itu sampai-sampai tergoda dengan istri orang?"


"Heeeh, pasti wanita itu yang menggodanya. Mana mungkin seorang sarjana mau menggoda istri orang."


"Pasti dia ke dukun dan mengguna-guna pemuda itu. Kasihan sekali karena harus diguna-guna."


"Aku lebih kasihan pada suaminya."


"Benar."


Yoona benar-benar ingin merobek kain lalu menutup telinganya dengan itu. Semua yang dikatakan oleh mereka tidak benar. Tapi meski demikian, Yoona sudah sering mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya. Namun mereka tidak mendengarkan dan malah semakin menuduhnya yang macam-macam.


"Tapi, bagaimana kalau dia tidak pulang? Aku sudah berbuat jahat kepadanya."


"Jika dia benar-benar mencintaimu, pasti dia akan kembali. Seberapa marah pun dia padamu," ucap Taeyeon menenangkan. "Baiklah. Aku kembali dulu. Aku belum memasak sarapan untuk Baekhyun."


×××


Siwon berjalan menuju rumah setelah 3 hari menginap di bar di desa sebelah. Selama 3 hari ini dia sudah memikirkan semuanya. Dia akan mengajak Yoona kembali ke istana. Mengabaikan perintah sang raja yang mengatakan bahwa mereka hanya boleh kembali setelah masa bakti selesai.


Siwon tidak ingin mengikat Yoona terlalu lama lagi. Biarkan wanita itu bebas. Asal tidak mendekati putra mahkota lagi. Itu akan merusak citra Yoona di mata masyarakat.


Janda dari pangeran kedua adalah kekasih Putra Mahkota.


Cukup dia saja yang tersakiti. Jangan Yoona.


"Akhirnya kau pulang, kakak," Baekhyun berkata saat Siwon hampir membuka pintu pagar rumahnya. Dia menoleh dan mendapati Taeyeon dan Baekhyun yang sedang membawa keranjang yang berisi pakaian basah. Sepertinya dia baru saja menjemput istrinya yang mencuci di sungai. "Beberapa hari ini kau ada di mana?"


"Aku hanya menginap di bar."


"Kak Lim mencarimu. Bahkan ku lihat beberapa hari ini dia sering duduk di luar saat malam hari. Sepeti sedang menunggu seseorang. Dia menunggumu sepertinya."


Siwon diam. Tak yakin dengan tebakan Baekhyun. Dalam pikirannya sudah tertanam bahwa Yoona sedang menunggu Jungkook. Namun tak ayal, bayangan Yoona yang menangis sesaat sebelum dia pergi mengusiknya. Seolah ada yang salah.


"Mungkin dia hanya-"


"Kak Choi!"


Suara teriakan di belakangnya membuat Siwon menghentikan percakapannya. Berbalik dan menemukan Kyuhyun yang berlari dengan sangat kencang. Setelah sampai di depannya, dapat dilihat bahwa ngantik baru itu sedang mencoba untuk mengambil napas sebanyak-banyaknya.


"Hosh... hosh... hosh.." Kyuhyun bertumpu pada dua lututnya. "Kak Choi... bahaya... bahaya..."


"Ada apa? Kenapa tuan berlari seperti itu?" tanya Taeyeon keheranan.


"Kak Lim... Dia dalam bahaya," ucap Kyuhyun, Masih berusaha mengatur napasnya.


Siwon menatap penuh perhatian pada Kyuhyun. Menuntut pemuda itu untuk mengatakan maksud dari bahwa istrinya sedang dalam bahaya. Bahaya apa maksudnya?"


"Jungkook... Jungkook merencanakan sesuatu..."


×××