Sunsuhan Romance

Sunsuhan Romance
Dua Puluh Dua


Merebut takhta adalah niatan terbesarnya.


Membunuh putra mahkota adalah tugas ibunya.


Dan membunuh Siwon adalah rencananya.


Namun membunuh hal yang paling berharga bagi Siwon, itulah yang dia lakukan.


Choi Minho. Seorang pangeran dari seorang selir. Yang takkan menjadi apa-apa jika tidak memiliki takhta. Menjadi jendral sudah didapatkan oleh Siwon sejak saudaranya itu masih kecil. Dan satu-satunya jabatan yang diberikan pada mereka, para pangeran tanpa masa depan, adalah sebagai prajurit.


Yang harus siap mati di barisan paling depan. Melindungi jenderal dan juga putra mahkota, raja, dan ratu.


Benar-benar menyedihkan.


Choi Minho tidak mau menjadi yang seperti itu.


Ibunya berkata, dia sudah menambah kadar racun yang diberikan kepada putra mahkota. Membuat efek itu akan semakin cepat terasa, bahkan sekarang putra mahkota tak berguna itu sudah terbaring lemas di atas tempat tidur.


Pelayan yang bekerja untuk ibunya itu memang benar-benar cerdas. Dapat menyembunyikan semua bukti sehingga tidak ada yang curiga kalau putra mahkota sudah diracuni. Minho akan berbicara pada ibunya nanti. Untuk memberikan bayaran yang lebih bagi pelayan itu.


Kini yang harus dia lakukan adalah menyingkirkan Choi Siwon dari jalannya. Karena jika saudaranya itu masih ada, maka dia tidak akan pernah bisa mendapatkan takhta yang selalu dia idamkan sejak kecil. Dipuja oleh semua orang. Dan namanya akan tercatat di dalam sejarah. Bukan hanya disebut namanya saja. Namun juga akan diceritakan semua kisah hidupnya.


Tentu dengan bumbu kebohongan tentang kudeta yang dia lakukan.


Minho melangkahkan kakinya keluar dari pintu rahasia yang dia buat selama bertahun-tahun. Mengambil kuda yang sudah disiapkan oleh bawahannya. Memacu kudanya untuk mencapai tempat rahasia.


Di mana semua ambisi yang dia rencanakan tertata rapi di sana.


Jalan yang dia tempuh adalah hutan yang lebat, yang kadang akan muncul kawanan serigala. Jika tidak beruntung. Namun syukur patut Minho ucapkan malam ini. Dia tidak bertemu dengan serigala sepanjang perjalanannya.


Minho turun dari kudanya. Menyerahkan kudanya pada bawahannya yang langsung mengikat kudanya di pohon pinus. Sedikit membungkuk saat memasuki sebuah gua buatannya. Di dalam sana ada sebuah ruangan yang tertutup di balik lemari kayu dan sebuah meja besar dan juga beberapa kursi.


Inilah gua. Gua yang dia gunakan untuk melancarkan strategi dalam upaya kudeta yang dia lakukan. Bersama beberapa menteri dari partai yang mendukungnya.


"Kalian sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan kekasih Siwon yang baru?" tanya Minho pada dua orang suruhannya.


"Maafkan kami, tuan. Kami tidak bisa mendapatkan informasi yang lebih dari sekadar namanya. Namanya Min Young dari hwangsa Park." jawab yang satu.


"Pangeran kedua sepertinya benar-benar berhati-hati untuk menyembunyikan kekasihnya. Sepertinya dia tahu kalau ada yang mengawasinya." tambah yang satunya lagi.


Minho mengangguk. Siwon benar-benar sudah berbeda dibanding saat dulu. Dia lebih berhati-hati dalam menyembunyikan kekasihnya setelah tragedi 2 tahun silam yang membuat Siwon mengurung diri di dalam kamar selama seminggu untuk berduka.


Calon selir yang akan Siwon nikahi untuk partai pendukungnya, Hyun-ah dari hwangsa Kim, ditemukan tewas di hutan sebagai korban pemerkosaan.


Tentu itu perbuatan Minho. Takkan dia biarkan Siwon semakin kuat dan mempersempit jalannya untuk mendapatkan takhta. Sekecil apa pun itu.


Karena jika Siwon sampai menikahi calon selirnya saat itu maka peluang Siwon untuk menggantikan putra mahkota semakin besar.


"Ya, tuan. Saya sudah tahu di mana tempat pangeran kedua berada." ucap sang bawahan. Beberapa hari yang lalu, saat orang kepercayaan raja yang disuruh untuk mengawasi pangeran kedua datang ke istana, dia mengikuti orang itu sampai ke tempat di mana Siwon kini berada.


Minho tersenyum. Tangannya terulur untuk memberikan sekantong uang. "Bunuh Siwon secepatnya, tapi jangan sakit istrinya. Kau mengerti?" perintahnya yang diangguki oleh orang suruhannya.


Dia akan membunuh Siwon. Karena baginya sudah cukup untuk membunuh kepercayaan pria itu sejak lama. Jangan sampai kepercayaan itu tumbuh. Itu akan membuat Minho meraih apa yang Siwon miliki.


"Hei, Minho. Apakah kau tahu siapa gadis itu?" tanya Siwon pada Minho di sampingnya. Menatap seorang gadis kecil yang sedang membaca buku di samping putra mahkota. Sangat jarang ada orang yang diperbolehkan duduk di samping putra mahkota saat pembelajaran dilaksanakan.


Pasti dia gadis yang sangat hebat.


"Memangnya kau belum tahu?" tanya Minho. "Ah, aku ingat. Kau tidak berangkat selama seminggu ini."


"Jadi siapa dia?"


"Anak dari bangsawan Lim. Dia adalah gadis yang paling hebat di sini. Pengetahuannya setara dengan pengetahuan yang sudah Putra Mahkota pelajari. Kenapa memangnya?"


"Tidak hanya ingin bertanya saja."


Sebuah ingatan muncul di kepalanya. Itu adalah ingatan saat dia dan Siwon membicarakan Lim Yoona. Orang yang dia cintai. Namun apa, beberapa hari kemudian Siwon mengirimkan lamaran melalui raja untuk menikahi Lim Yoona, bersaing dengan putra mahkota yang juga menaruh hati pada Lim Yoona.


Dan Minho hanya bisa menghajar pohon di belakang kamarnya.


Dia sudah menyukai Lim Yoona lebih dulu, tapi kenapa lamarannya yang dia ajukan kepada ayahnya ditolak? Karena dia hanya seorang pangeran dari selir kelas rendah saat itu?


"Aku tidak tahu harus mengatakan hal ini atau tidak. Tapi ku rasa kau harus mengetahuinya."


"Apa?"


"Kemarin. Aku melihat putra mahkota memberikan sebuah tusuk konde untuk istrimu. Bahkan beliau memasangkannya."


Tusuk konde bagi wanita adalah lambang cinta. Karena tusuk konde akan digunakan oleh wanita itu untuk mengikat rambut mereka untuk kekasih hati mereka.


Siwon mengepalkan tangannya. Itukah alasan kenapa dia melihat Yoona memakai sebuah tusuk konde baru?


"Sepertinya Putra Mahkota belum merelakan Nyonya a Lim karena menjadi istrimu. Dan Nyonya Lim, sepertinya juga menaruh hati pada putra mahkota."


"Jangan berbicara sembarangan!"


"Maafkan aku, saudaraku. Tapi beberapa hari ini aku sering melihat nona Lim keluar masuk ke kamar putra mahkota." Minho memberitahukan apa yang dia lihat sambil menunuduk. Menyembunyikan sebuah senyum penuh arti.


Tentu dia tahu alasan kenapa Lim Yoona sering pergi untuk menemui putra mahkota. Untuk menyiapkan hadiah ulang tahun untuk Siwon yang akan diadakan beberapa hari lagi.


×××