
Siwon menatap langit di atasnya. Tampak sebuah bayangan cantik yang terhampar di sana. Wajah orang yang dia cintai. Begitu cantik dan manis. Orang yang dapat membuatnya jatuh terlalu dalam dalam sebuah cinta dan luka.
"Namanya Park Minyoung."
Siwon membuka cerita dengan menyebutkan nama kekasihnya. Nama yang sangat mudah untuk diingat dan diucapkan.
"Berapa usianya?"
"19 tahun. Dia lebih tua satu tahun darimu."
Sedikit melirik ke arah Yoona yang tampak memainkan rumput. Tidak melihat ke arahnya. Hanya telinganya saja yang ingin mendengarkan. Apakah Yoona benar-benar ingin mendengarkan ceritanya atau tidak?
"Aku bertemu dengannya di awal musim dingin kemarin. Dia adalah salah seorang penari di sebuah bar. Kesan pertama saat aku melihatnya adalah sosok yang misterius."
Siwon mengingat kembali pertemuannya dengan Min Young. Seorang penari yang dia temui di sebuah bar. Tidak seperti penari lainnya yang akan menggoda para pria agar mau menari dengannya atau pun memberikan uang saweran. Namun tidak untuk Min Young. Dia hanya fokus pada tariannya saja, tidak peduli dengan para pria yang mencoba mendekapnya dalam pelukan mereka.
"Kenapa?" tanya Yoona. Kini dia berani untuk menatap Siwon walaupun pada detik ketiga dia akan mengalihkan perhatiannya lagi ke arah rumput di bawahnya.
"Dia tidak pernah mau untuk didekati oleh para pria yang datang untuk melihat pertunjukannya. Dia selalu menghilang setelah dia selesai tampil. Ku pikir karena dia memiliki suami di rumah. Namun ternyata dia adalah janda yang ditinggal mati suaminya tahun lalu"
Yoona diam sambil memainkan rumput. Ada seseorang yang menjadi janda seusianya. Bahkan dia lebih muda lagi. Benar-benar tegar sampai tak mau mencari pria lain untuk dinikahi.
Mungkin Park Min Young itu sama sepertinya. Terlalu mencintai seseorang sehingga sangat sulit untuk menikah lagi.
Yoona pun pasti nanti akan demikian. Tidak akan pernah mencari pria lain setelah dia resmi berpisah dengan Siwon.
"Dan lama-kelamaan aku makin mencintainya. Aku memberanikan diri untuk mendekatinya. Awalnya dia menolak apalagi setelah dia tahu aku adalah pangeran kedua dan juga sudah menikah. Dia bilang, tidak ingin menikah lagi dan tak ingin menjadi perusak rumah tangga orang lain."
"Dia sangat baik." komentar Yoona.
Siwon tersenyum mendengar hal itu. "Ya. Dia sangat baik. Dan karena itu aku semakin mencintainya. Hingga beberapa waktu lalu, aku berhasil meyakinkan dirinya dan dia menerima lamaranku setelah berulang kali dia tolak."
Sudah sejauh itu ternyata. Ternyata banyak hal yang Yoona lewatkan selama ini. Tentang semua kegiatan Siwon di luar. Statusnya yang sebagai istri seorang pangeran membuatnya hanya berkutat di aula para ratu dan selir, perpustakaan, dan taman bunga yang putra mahkota hadiahkan sebagai hadiah pernikahan.
Bahkan dia pun tidak bisa ikut ketika Siwon pergi keluar untuk kunjungan para pangeran.
Yoona memegang cincin pernikahannya. Cincin pernikahannya sebulan sebelum malam pertama mereka. Cincin yang mengatakan bahwa mereka sudah benar-benar menjadi pasangan suami istri. Haruskah dia melepaskannya setelah ini?
Siwon terlihat sangat mencintai kekasihnya. Matanya yang bercerita. Karena ketika Siwon sedang menceritakan kekasihnya, Yoona sedikit mengintip dan telihat binar kebahagiaan yang terpancar di sana. Mata itu tidak pernah menatapnya demikian.
Keputusan Yoona dulu untuk menerima lamaran raja adalah sebuah kesalahan karena keegoisannya. Siwon tidak pernah bahagia dengan pernikahan mereka sampai mencari kebahagian di luar sana.
×××
Yoona merapikan pakaian yang dia gunakan. Mengikat rambutnya dengan rapi. Biasanya rambutnya akan dihiasi dengan berbagai perhiasan. Namun sekarang hanya sebuah tusuk konde yang dia gunakan. Pasti sangat jelek.
Yoona cantik pun tidak pernah dilirik.
"Kau mau ke mana dengan pakaian serapi itu?" tanya Siwon yang baru masuk sehabis mandi. Dia melihat Yoona yang memakai pakaian sangat rapi.
"Sebentar lagi upacara pernikahan diadakan. Orang-orang desa mengajakku untuk datang." jelas Yoona.
"Bukankah ini sudah malam? Kenapa bukan tadi siang."
"Karena pendetanya hanya 1 sedangkan yang menikah ada lebih dari lima pasangan. Dan karena yang akan menikah ini mendaftar terakhir jadinya mereka menikah di malam hari. Siwon-ssi mau datang juga? Kalau iya. Aku sudah menyiapkan bajunya di atas selimut."
Siwon mengangguk. "Hm."
"Aku akan berangkat duluan. Kakak Kim dan Kakak Hwang sudah menungguku. Kami berjanji untuk berangkat bersama." Yoona berkata lalu meninggalkan kamar itu. Dan benar seperti yang dia katakan, di luar pagarnya sudah ada Taeyeon dan Miyoung yang menunggunya.
"Kau tidak berdandan, Yoona?" tanya Taeyeon saat melihat Yoona datang tanpa riasan di wajahnya. Bahkan bibirnya tampak tampak berwarna pucat. Tak enak dilihat.
"Aku belum membeli alat perias." jawab Yoona jujur.
Miyoung menggeleng. "Tidak bisa dibiarkan. Biar pun kau dasarnya lebih cantik dariku tapi apabila kau datang seperti ini mau akan lebih jelek dariku. Tidak bisa. Ayo, Tae. Kita culik dia sebentar."
"Kau benar." angguk Taeyeon dan setelah itu menarik Yoona menuju rumahnya untuk mendandani Yoona. Tidak baik datang ke pesta pernikahan tanpa riasan.
×××