
Mereka pergi di malam itu juga. Tak ada barang yang mereka bawa dan hanya pakaian sutra biasa yang mereka pakai. Semua karena perintah raja Kiho. Dan kepergian mereka untuk berbakti pun secara diam-diam. Tidak ada yang boleh tahu. Karena mungkin itu akan menggagalkan semuanya yang sudah direncanakan.
"Pangeran, jaga menantu Lim dengan baik-baik. Jangan pikirkan hal yang lain selain urusanmu saat ini." raja Kiho berpesan saat Siwon sudah naik ke atas kuda. Di depannya ada Yoona.
"Apakah Yang Mulia akan mengawasi kami?" tanya Siwon.
"Ya. Tapi ku jamin itu tidak akan mengganggu kalian dalam tugas. Mereka hanya akan mengawasi saja. Pergilah ke alamat yang sudah aku beritahukan."
Siwon mengangguk. Kedua Tangannya memegang tali kuda dan salah satu tangannya yang memegang tali juga memeluk Yoona. Takut gadis itu jatuh karena goncangan kuda yang berlari cepat.
Setelah kuda yang membawa Siwon dan Yoona telah menjauh, saat itulah raja Kiho menghela napasnya kasar. Sangat jarang untuknya melakukannya. Semakin banyak helaan napas semakin banyak usia yang berkurang. Tapi tak apa. Dari helaan itu dia sedang berharap apa yang dia rencanakan akan berhasil nantinya.
Ya. Semoga aja.
"Pangeran hanya belum mengerti tentang perasaannya."
"Maksudmu apa?"
"Dia hanya belum tahu dengan benar apa itu cinta dan kagum. Gadis bernama Park Min Young yang akhir-akhir ini ditemui oleh sang pangeran, mereka sebenarnya tidak dalam hubungan apa pun, Yang Mulia."
"Tunggu. Bukankah salah satu mata-mataku mengatakan kalau pangeran ke-2 selalu datang menemui gadis itu?" tanya raja Kiho penuh kebingungan.
Kepala kasim Kim menggeleng. "Saya adalah orang yang dekat dengan pangeran. Dan saya pula yang pertama kali menyaksikan pertemuan pangeran kedua dengan Park Mon Young. Dia janda yang ditinggal mati oleh suaminya 1 tahun yang lalu di saat usianya 18 tahun. Pangeran hanya kasihan dan kagum dengan sosok Park Min Young yang tampak dewasa di usianya yang masih muda." jelasnya panjang lebar. Seorang saksi yang melihat semuanya.
"Tapi Yoona berkata bahwa pangeran sudah tidur dengan gadis itu. Wewangian perempuan tercium jelas oleh Yoona."
"Sepertinya tidak, Yang Mulia. Wewangian itu, adalah wewangian dari kamar pangeran sendiri. Mungkin Yang Mulia tidak tahu karena siapa pun belum pernah memasuki kamar beliau. Tapi saya bisa jamin, itu adalah wewangian dari kamar pangeran, yang diberi wewangian yang sama yang digunakan oleh nona Lim," kepala Kasim Kim kemudian memandang ke arah kediaman pangeran dan terlihat pangeran sedang sibuk di berandanya untuk membaca. "Pangeran hanya tidak tahu bahwa dia jatuh cinta pada nyonya Lim sejak awal."
"Tapi kenapa pangeran tetap kukuh ingin menikahi gadis itu dan menceraikan Yoona kalau dia sudah jatuh cinta pada istrinya sendiri?" hampir frustasi raja Kiho memikirkannya. Ini kisah cinta anaknya. Tapi kenapa dia yang pusing memikirkannya?
"Mungkin Park Min Young sudah menerima lamarannya dan pangeran pun beranggapan kalau nona Lim tidak mencintainya."
"Lalu, Apakah kau ada saran?" tanya raja Kiho yang sudah menyerah. Urusan negara sudah membuatnya nelangsa dan ditambah urusan anaknya membuatnya sengsara.
"Di dalam buku itu. Setiap pasangan yang bercerai akan dikurung di sebuah ruangan selama sebulan. Mereka akan melakukan segala aktifitasnya hanya di ruangan itu."
"Itu berhasil?"
"Ya, Yang Mulia," kepala Kasim Kim mengangguk mantab. Meski itu hanya catatan tapi dia percaya itu ada dan mungkin cara ini akan membuat pernikahan pangeran dan nona Lim terselamatkan. "Tapi untuk pangeran, beliau pasti tidak akan mau melakukannya."
Raja Kiho mengangguk. Membenarkan ucapan kepala Kasim Kim. Sejenak kemudian sebuah ide masuk ke kepalanya dan membisikkanya sebuah jalan keluar yang mungkin akan berhasil. Menyelamatkan pernikahan pangeran kedua dan nyonya Lim.
×××
Perjalanan yang keduanya tempuh cukup jauh. Butuh waktu seharian bagi mereka untuk sampai di tempat yang ditunjukkan oleh sang raja. Sebuah desa tertinggal di sebelah barat kerajaan Joseon.
Siwon turun terlebih dahulu sesaat setelah mereka sampai di sebuah rumah kecil di dekat hutan. Itu adalah rumah yang sudah disiapkan oleh raja untuk mereka berdua. Siwon lantas membantu Yoona untuk turun.
Dari kemarin Yoona hanya diam. Rasanya sedikit aneh. Gadis itu selalu menanyakan apa saja yang dilakukan oleh Siwon selama seharian.
Rumah itu begitu kecil. Terlihat dari luar, mungkin rumah itu hanya berisi satu kamar saja. Dan sebuah dapur kecil yang terletak di samping rumah. Di teras terdapat sebuah amben.
"Kau tidak masalah tinggal di rumah seperti ini?" tanya Siwon, menatap Yoona penuh selidik yang tetap diam menatap ke arah sekeliling.
Yoona menoleh dan melihat Siwon, tapi sejenak kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Kenapa saya harus mempermasalahkan rumah ini jika saya bisa merasakan ketenangan di sini. Tempatnya begitu indah dan tenang. Tidak seperti istana, mereka selalu sibuk dan berisik serta mengikuti saya ke mana saja."
Siwon tahu apa maksud Yoona. Para dayang, kasim, prajurit, bahkan anggota kerajaan yang seakan bermusuhan satu sama lain. Dia pun sama. Merasa kalau istana terlalu ramai. Dan sebab itu dia keluar hanya untuk mencari ketenangan.
Tapi siapa sangka. Dia akan bertemu dengan Park Mon Young. Janda muda yang begitu mengagumkan untuknya. Hinga beberapa waktu lalu dia melamar sang gadis setelah berulang kali ditolak namun akhirnya diterima juga.