Jeanne Aleeza

Jeanne Aleeza
Tuan Deonal


Hari ini adalah hari pertama Jea bekerja, di Toko kue Pria itu. Sampai sekarang Jea belum mengetahui nama dari pemilik Toko itu. Kemarin setelah diterima bekerja di Toko kue itu, Jea langsung pamit pulang, Jea belum menanyakan namanya.


(Namanya saja Jea malas tahu, apalagi kalau bertatap muka)


 


Jea yang sudah tiba di Toko itu langsung duduk sembari menunggu seseorang. tiba-tiba wanita muda yang seumuran dengannya, datang menghampirinya.


"Kamu? yang karyawan baru, Bapak Deonal Sekarang ingin bertemu dengan kamu diruangannya" kata gadis itu


"Iya, aku! Tapi ada apa Bapak Deonal memanggilku?" tanya Jea.


" Kalau urusan itu, maaf aku juga kurang tahu" jawab Gadis itu.


Mending sekarang kamu ketemu Bapak Deonal dulu, kalau kamu terlambat semenit saja, gaji kamu bisa-bisa dipotong olehnya. Jangan lupa, kalau kamu sudah tiba didekat pintu yang warna kuning itu, terus belok kanan, ruangan pertama itu merupakan ruangan Bapak Deonal. kata gadis itu kembali.


hehehe!! Terimakasih Mbak, sudah menjawab pertanyaanku, meskipun belum sempat aku tanyakan. kata Jea sambil tersenyum.


hahha..! cuman nebak-nebak saja, karena sudah pasti kamu belum tahu seluk-beluk ruangan ditempat ini." kata gadis itu membalas senyuman Jea.


Jea pun minta pamit dari tempat itu, dan berjalan sesuai petunjuk yang diberikan oleh gadis muda tadi.


Tok... Tok.. Tok.. suara dari pintu yang diketuk oleh Jea.


"Masuk saja." suara dari dalam ruangan itu.


"Baik Pak" suara jawaban Jea menanggapi.


Astaga Jadi Bos saya bernama Deonal, gimana ini, aku harus ngomong apa." Gumannya.


"Ngapain masih bengong?" kemarin gue sudah mengatakan kepada lho, kalau gue tidak suka karyawan yang suka bengong. "Kamu lupa atau pura-pura lupa?" Bentak Deonal


"Maaf Tuan!" a...ku ti..dak lupa Tuan." jawab Jea gugup


Deonal tersenyum, sepertinya ia berhasil menjadi Bos yang galak. Rasanya sangat bangga, ketika semua orang dihadapannya tunduk takut kepadanya, tapi tidak dengan orang itu.


Angry.... kenapa gue masih kepikiran orang itu. Batinnya.


"Tuan? kalau boleh tahu, ada apa Tuan memanggil aku kesini?" tanya Jea


"Oh itu, gue cuman mau kasih ini ke lho, untuk lho bawah pulang, tempel di dinding kamarmu, biar lho cepat ingat setiap peraturan di Toko ini." Pokoknya harus lho tempel, kalau gue masuk dalam kamarmu, lalu gue tidak menemukan tempelan itu. Awas saja, bulan pertama lho tidak mendapatkan gaji." kata Deonal dengan nada mengancam.


 


(sotoyy bangat sih ini Bos, mana berani dia masuk dalam kamar aku, emangnya dia tahu alamat rumahku dimana. Batin Jea memikirkan kata- kata Tuannya tadi)


 


Woiii... Bengong terus...


"Mau gue pecat?" kata Deonal malas


"Maaf Tuan!" kata Jea menyadari kesalahannya.


"Nama lho siapa sih?" tanya Deonal


"Nama aku Tuan, Jeanne Aleeza." kata Jea yang mengungkapkan namanya.


"Nama yang bagus, kalau begitu gue akan memanggilmu Alee." Kata Deonal


"Ha...! Tuan?? panggil saja Jea Tuan." Suara Jea yang tidak menerima nama panggilannya itu.


"Yang Bos itu siapa gue atau lho?"


Gue kan!! jadi yang berhak tentuin nama panggilan lho itu gue. kata Deonal yang mulai kesal.


°Asal kau Bahagia Tuan Aneh° Pikiran Jea mengelebu-lebu.


.


Sana keluar, lanjutkan kerjaanmu, atau masih mau pandang wajah tampan gue ini, sorry lho kurang beruntung, gue tidak tertarik dengan lho. kata Deonal yang kepedean.


"Baik Tuan! Terimakasih." Jawab Jea sebelum meninggalkan ruangan Bossnya itu.


Dasar Boss kepedean. Gumannya


Jea berjalan menuju tempatnya yang semula, sebelum ia dipanggil keruangan Bossnya itu. Disana ternyata masih ada gadis muda itu, duduk sambil menunggu pengunjung yang datang.


"Haloo Mbak" boleh aku gabung kembali? tanya Jea yang datang menghampiri.


"oh tentu Nona" Jawab gadis itu.


Nona perkenalkan nama aku Shasa, jadi nona tidak perlu memanggilku dengan sebutan Mbak. itu terlalu tua untuk diriku yang cantik ini. jawab Shasa tersenyum


Shasa ini lucu, dia hobby sekali menjawab pertanyaan yang belum sempat dilontarkan. batin Jea


"Oh Shasa! kalau aku Jeanne Aleeza. kamu dapat memanggilku Jea!" jawab Jea riang.


Shasa adalah sahabat Jea di Toko itu, mulai detik itu pula mereka bersahabat. Selama pekerjaan berlangsung, dan disela-sela istirahat, mereka sering kali bercanda-gurau, saling berbagi cerita. Jadi semua kisah hidup Jea, tentunya Shasa sudah tahu. Begitu pula dengan Jea, kehidupan dari Shasa iapun sudah mengetahuinya.


"Shasa? nama lengkap Bos kita itu siapa sih?"


Tanya Jea yang tiba-tiba saja penasaran dengan nama Bossnya itu.


"Aduhh! Jea, kalau nama lengkap Tuan Deonal, semua karyawan disini, tidak ada yang tahu." Sepertinya dia menutup identitasnya deh. Jangan-jangan kamu naksir yah, sama Tuan Deonal? ganteng sih, tapi sumpah galaknya itu super duper galak. Kata Shasa meledek Jea


" Tidaklah Shasa!! dan kamu tadi bilang, kalau identitasnya itu di tutupin. Bisa saja kan, dia sudah punya istri." Bantah Jea


"Jea.. Jea..! Kalau masalah istri, Tuan Deonal 100% belum punya. Kekasihnya pun belum pernah aku liat dibawahnya kesini. Padahal aku sudah bekerja di Toko ini selama 5 tahun.


"Jea?? sepertinya jam istirahat hampir selasai, balik yukkk. Nanti Tuan Deonal marah lagi." kata Shasa sekali lagi.


Mereka berdua pun berlalu untuk pergi kembali bekerja.


.


.


.


.


.


.


.


Halo Readers🤗


Mohon maaf, masih banyak typo yang bersebaran.


😇😇😇😇


Jangan Lupa, Like, Vote, Coment, dan kategorikan sebagai Favorit Guys🌻


.


SARANGHAE 💋