Jeanne Aleeza

Jeanne Aleeza
Rasa Kasihan dan Kepedulian, Sudah terkubur dalam-dalam!


.


Sinar cahaya matahari pagi menyinari jendela kamar seorang gadis kecil, kulitnya yang putih ikut tersinari oleh cahaya matahari itu, seolah membuat dirinya memancarkan cahaya. Namun cahaya itu tidak seratus persen terpancarkan, dari raut wajah gadis kecil itu seperti melamunkan sesuatu. Kerinduannya pada kedua orang tuanya selalu menyambutnya dipagi hari. Tangannya yang mungil mulai meraba-raba wajahnya yang dipenuhi oleh cairan bening. Dia adalah Jeanne Aleeza, saat ini dia berumur 4 tahun. Ditengah lamunannya tiba-tiba saja terdengar suara seseorang dari luar memanggilnya.


ย 


"Jea... bangunnnnn"


Suara Nenek Karti memanggilnya.


Nenek karti yang sudah merasa jengkel akibat orang yang dipanggilnya tidak menyahutnya sama sekali, saking jengkelnya ia pun langsung masuk begitu saja kedalam kamar Jea sambil berteriak.


"Jea.....?? Bangun, kenapa masih santai-santai disini"


kerutan nampak di wajah nenek Karti ketika Indra penciumannya mencium bau sesuatu.


"Tunggu dulu "kamu ngompol lagi?


Dasar anak bodoh!! " suaranya sambil mengerakkan tangannya mencubit paha Jea.


Jea hanya diam dan menunduk takut, ia berusaha untuk menahan air matanya agar tidak menangis dihadapan neneknya. Nenek karti kembali melototnya.


"Kamu itu sudah besar tidak pantas untuk ngompol lagi? cepat bersihkan.." Perintah nenek karti


"Baik nek" Jea masih menunduk takut


"Nek..? aku kan masih kecil, kata teman aku anak kecil masih wajar pipis malam. kata Jea kepada neneknya, agar nenek Karti tidak memarahinya.


"DIAM!!!..


Kamu itu tidak boleh manja, makanya dari Sekarang harus belajar. Dasar anak tidak tau diri. " Seru neneknya sambil meninggalkan Jea menuju ruang makan.


.


.


โˆšDi Ruang Makan


Seorang Pria paruh baya bernama Kakek Artono sedang menunggu. Ia duduk seorang diri saja. Tidak heran kalau seorang diri saja, karena dirumah itu hanya mereka bertiga saja. Berempat apabila siang, soalnya pembantu yang ada rumah itu hanya mulai bekerja pada jam 08:00 pagi hingga jam 04:00 sore saja. Sedangkan sekarang telah menunjukkan jam 07:00 pagi. Jam ini merupakan jam sarapan bagi keluarga Pak Artono.


Ditengah rasa kekesalan Pak Artono karena menunggu terlalu lama, muncullah nenek dan disusul oleh Jea.


"Kenapa kalian berdua lama sekali?" Marah kakeknya.


Kakek Artono mencium bau-bau seperti seseorang yang telah k*ncing celana.


"Etss... Huakkk"


"Jea? Jangan-jangan kamu ngompol lagi" Kata kakek Artono geram melihat Jea


"I.. ya "suara jea yang terbata-bata karena takut.


Secara cepat kakek Artono berdiri dan langsung mengambil rotan yang memang dari dulu rotan itu selalu ada, yang tiap saat digunakan untuk menghukum Jea. Tanpa pikir panjang Kakek Artono langsung menurunkan tangganya sambil terus memukul Jea. Jea yang malang berusaha menahan air matanya agar tidak keluar, apabila ia kedapatan menangis pukulannya akan lebih parah lagi.


Nenek Karti yang melihat hal itu, justru merasa senang, tidak ada niatan untuk membantu Jea.


Setelah kakek Artono merasa puas dengan hukuman yang telah diberikan kepada Jea.


"Jea?? "Dengar baik-baik sebagai hukuman kedua tidak boleh makan atau minum" kata kakek Artono.


"Baik kek." Jawab Jea langsung dan segera meninggalkan ruang makan tersebut. Baru selangkah Jea melangkahkan kakinya. Tiba-tiba nenek karti kembali memanggilnya.


"mau kemana.. ??


Sini dulu, kamu itu yahh belum juga disuruh pergi, langsung nyerobos pergi saja" marah neneknya.


"Jea minta maaf nek," kata Jea yang sudah ingin meneteskan air matanya yang telah terbendung dari tadi.


Kamu hari ini pokoknya harus bersihkan rumah, pakaian kotor yang ada di kamar saya, harus kau cuci juga!


"Pergi sana" bentak nenek Karti, lalu ia mencubit Jea sambil mendorong tubuh Jea, hingga tubuh gadis itu terjatuh dan terbentur di bawah lantai.


"Iya nek" jawab Jea dengan suara yang sedih.


Rasa kasihan atau kepedulian dari pasangan suami istri ini, sungguh tidak ada. Bagaikan telah dikubur dalam-dalam.


.


.


.


Maaf atas typo-typo yang masih bertebaran dimana-mana!๐Ÿค—


Jangan lupa kirim masukannya, biar Author dapat belajar ๐Ÿ™ dan jangan lupa juga untuk nyatakan dukungan terhadap Author melalui Vote, like dan Favoritkan. Terimakasih Semua ๐Ÿ’‹