Jeanne Aleeza

Jeanne Aleeza
Mana mungkin aku suka dengannya


Jea kembali melangkahkan kakinya dengan tujuannya yang semula yaitu untuk mencari tumpangan yang bisa mengantarkannya ke Toko. Namun benaknya masih saja kepikiran dengan sosok pria itu.


"Om my God! Aku pasti terlambat." Jea kembali berjalan begitu cepat, ia mengambil nafas panjang matanya melirik kearah setiap sudut jalan, sialnya ia sama sekali tidak melihat adanya ojek disitu. Suara klakson motor menghentikan langkah kakinya.


"Hi..? Ketemu lagi, jangan-jangan kita memang berjodoh!" gombal Vren


"Vren... "Suara Jea singkat.


Tanpa basa-basi Vren langsung mengajak Jea untuk ikut bersamanya. Demi hanya mengejar waktu terpaksa Jea tidak menolak. Selama diperjalanan tentunya mereka tidak hanya diam membisu seperti yang lakukan orang lain pada umumnya, mulut Jea dan Vren seakan seperti sungai yang terus mengalir tiada hentinya dalam mereka berkomunikasi. Hal ini yang membuatnya justru lebih akrab.


Sekitar 35 Menit, barulah mereka berdua tiba di Toko tempat kerja Jea. Jea yang ketika ingin menurunkan tubuhnya dari motor Vren, terdengar suara Deonal yang semakin mendekat kearahnya.


"Yang terjadi hari ini, gue tidak ingin lagi melihatnya" Kata Deonal sambil melirik sinis kearah dua manusia yang berada dihadapannya itu.


Jea heran dengan tutur kata yang dikeluarkan oleh Tuannya itu. Ia melirik jam kesayangan itu, "Astaga pantas saja dia begini, ternyata aku terlambat" Batin Jea


"Maaf Tuan hari ini aku terlambat, karena.."


"Gue tidak suka mendengar alasan." suara Deonal memotong suara Jea.


"Baik Tuan." Suara Jea sekaligus pamit dari tempat itu


Setelah Jea telah memasuki ruang kerja Toko kue itu.


"Heii Broo? kamu tidak usah sok galak dihadapan wanita itu tadi." Kata Vrenn kepada Deonal


"Vren..? yang bos disini itu aku dan bukan Anda." jadi VREN CAKRAWALA, silahkan angkat kaki dari Toko saya!" Marah Deonal


"Santai broo! dari dulu sampai sekarang, kamu tetap seperti ini sama sekali tidak ada perubahan. Dan aku peringatkan kamu jangan sekali-kali ganggu Jea, karena Jea adalah calon wanita ku." Suara peringatan dari Vren


"Aku tidak akan menganggu wanita itu, kalau dia tidak berulah diToko ku. Dan ingat dia hanyalah sebagai calon wanita kamu, belum tentu dia akan menjadi wanita kamu sepenuhnya, jangan terlalu berharap." Kata Deonal menyindir


"Oh jadi sekarang kamu juga telah menyukai Jea?" kata Vren


"Apa?? aku menyukai wanita itu, hhhahh kamu salah perkiraan, mana mungkin aku suka dengan wanita seperti dia yang tidak tahu disiplin sama sekali." kata Deonal tidak menyetujui kata-kata Vren tadi.


Tanpa pamit Vren langsung meninggalkan Tempat itu dan segera melanjutkan perjalanannya menuju kekantornya. Begitu pula dengan Deonal, ia langsung masuk ke ruangan Toko kuenya itu untuk mengecek setiap para karyawannya. Suara dering hp nya menghentikan aktivitasnya untuk mengecek setiap karyawannya,


"Hallo Boss?" suara dari seberang telfon itu.


"iya ada apa? cepat katakan?" kata Deonal


"Begini boss? maafkan kami, kami tadi sebenarnya menemukan orang yang Tuan maksud, tetapi ketika kami mengejarnya kami kehilangan jejak. Dan sampai sekarang kami tidak tahu orang itu pergi kemana." kata orang dari telfon itu.


"Terus buat apa telfon aku, kalau kalian tidak menemukannya. Jangan menghubungiku apabila kalian belum menemukannya." kata Deonal kesal


"Tapi Tuan..?" kata dari telfon itu


"Tidak ada kata tapi-tapian.! Deonal pun mengakhiri telfon itu.


Sial, sebenarnya selama ini dia kemana. Awas saja kalau ketemu dengannya. Aku tidak akan memaafkan mu, nyawa pun boleh menjadi taruhannya. Batin Deonal kesal


.


.


.


.


.


.


*Untuk Para Readers🤗 Terlebih untuk Indonesia, Selamat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75.


Berdoa buat Bangsa dan Negera, agar kedepannya menjadi yang lebih baik 🙏


#SekaliMerdekaTetapMerdeka