Jeanne Aleeza

Jeanne Aleeza
Kedatangan Keluarga


Author minta maaf yahhh 🙏


Chapter pertamanya ada banyak typo nya 🙏


soalnya Jenn baru belajar Nulis Novel.


Selamat membaca kembali🌻


Malam hari, Jea berjalan ke kamarnya untuk beristirahat. Langkah kakinya terhenti mendengar suara berisik diruang tengah.


Ia pun segera kearah tempat sumber suara tersebut, ternyata ada banyak keluarga yang datang dirumah neneknya. Entah kenapa Jea malah merasa sedih, padahal ketika seseorang berkumpul bersama dengan keluarganya harusnya sangat bahagia.


Tidak dengan Jea, gadis kecil itu justru makin menderita. Ia sering disiksa, di perintah, bahkan dipukul walau hanya kesalahan kecil yang diperbuatnya. Disela-sela penglihatannya matanya tertuju pada Putri anak dari pamannya yang sedang bermanja-manja pada neneknya. Raut wajah dari neneknya nampaknya sangat bahagia, wajahnya penuh senyuman kepada Putri, mereka bercanda gurau bersama. Rasanya Jea ingin kembali menangis. Rasa iri kecewa semuanya menyelimuti hati dan pikirannya.


Jea kecil pun menangis mengingat Mama.. dan Papanya... Tidak pernah datang untuk menjenguknya.


Putri yang sedang bermain mendengar suara tangisan itu, ia pun segera mencari dan menghampirinya. Didapatinya Jea yang sedang menangis.


"Jea? Kamu kenapa??" tanya Putri penasaran.


"Aku tidak apa-apa Putri" jawab Jea dengan sedikit mengalihkan matanya agar tidak ketahuan dia habis menangis


"Mommy.. Daddy...." teriak Putri memangil kedua orang tuanya


Tente Ana dan Om Jeremy menghampiri anaknya. Takutnya terjadi sesuatu pada Putri. Matanya tertuju melihat Putri dan Jea bersamaan ditempat itu.


"Jea ?? Kamu apakan putri?" Kesal Tante ana


"Mommy? Jea tidak Ngapain-ngapain Putri." Putri menjawab dengan bermaksud membela sepupunya itu. Karena ia tau Mommy nya pasti akan memarahi Jea.


"Mommy?" Seru Putri


Putri panggil Mommy dan Daddy karena aku tadi liat Jea nangis. Kata Putri kembali untuk meneduhkan amarah Mommy nya.


"Putri sayang?" Kalau Jea nangis tidak usah panggil Mommy yah, Jea kan bukan anak mommy sayang dan Jea udah besar, bisa diam sendiri! Kata Tante ana sambil melirik sinis Jea.


"Jea? Awas yahh kalau kamu ganggu anak tante, tante akan pukul kamu." Ancam tante Ana


"Ma?? sudah! Jea kan masih anak kecil."


Tidak baik marah-marah sama anak kecil. Jeremy menghentikan amarah istirnya.


Ana langsung meninggalkan tempat tersebut, kemudian disusul oleh suaminya Jeremy. Tapi sebelum ia menyusul istrinya, dia terlebih dahulu berkata kepada Jea.


"Jea sayang?"


"Jangan sedih yahh, jadi anak yang baik dan kuat, Om disini, Om tidak akan pernah marah sama Jea." dan tidak lupa Om Jeremy juga mengelus kepala Jea sambil tersenyum memeluknya.


"Jea om pergi dulu.."


Da-dahh kata Om Jeremy meninggalkan Jea dan Putri.


"Putri? kamu duduk saja yahh."


Aku takut kalau mommy dan Daddy mu tahu. kata Jea kepada Putri.


"Astaga Jea." Mommy sama Daddy bakalan tidak tahu, ayok ? kita sama-sama bersihinnya, biar cepat selesai terus kita main Boneka lagi deh." suara antusias Putri yang tidak sabar main boneka kesukaannya itu.


"Jea? dirumah ini kan tidak ada kakek, Nenek, Mommy, dan Daddy. Kita main boneka dulu yuukk." ajak Putri


"Putri?? aku tidak mau, aku takut nanti Nenek marah." Suara penolakan Jea.


"Jea? pokoknya kita main dulu, nanti sore kan baru mereka Pulang." Masih sempat kita main dulu, sebentar saja Jea". Putri berusaha membujuk Jea.


Dengan terpaksa Jea pun mengiyakan ajakan Putri mereka pun beranjak pergi. Namun Putri terjatuh karena lantai yang diinjaknya masih sangat basah dan licin. Kepala Putri terbentur cukup keras di tembok lantai dan mengeluarkan cairan darah.


(Jangan Heran yahh, kalau temboknya licin.


maklumlah Anak kecil yang ngepel).


"Putri.. Putri.. Putri." Bangunn..... Aku takut, kepala kamu berdarah. Jea terus memanggil nama Putri sambil menangis.


Bibi Nore yang kebetulan lewat situ habis pulang belanja persediaan makanan.


"Astaga... Ampunn.." Matikalah kau Jea


"kamu apakan Putri." kata Bibi Nore yang masih terbawah suana kepanikan


" Bibi Nore." bukan aku, Putri jatuh sendiri. Jawab Jea dengan jujur.


"Jea?? nanti kamu yang jelasin ke Nona langsung deh, tapi harus jujur yahh sayang, biar Nenek dan Mommy nya Putri Tidak marahin kamu." Kata Bibi Nore.


"Sekarang Jea ikut Bibi yahh?" kerumah sakit. kita bawah Putri, biar Putri cepat sembuh.


Mereka berdua pun, meninggalkan rumah dan membawa Putri kerumah Sakit dengan taksi yang lewat didepan rumahnya. Diperjalanan tidak lupa Bibi Nore menghubungi orang Tua Putri. bahwa mereka pergi membawa Putri kerumah sakit, namun tidak mengatakan kalau Putri dibawah kerumah sakit, akibat kepalanya yang terbentur dan mengeluarkan banyak darah.


.


.


.


***Hallo Para Readers 🤗


Jangan Lupa untuk Vote, kategorikan sebagai Favorit, terutama Coment yahh😊


setiap coment yang kalian berikan, niscaya akan menjadi pelajaran bagi Author🙏


SARANGHAE 💋***