
15 tahun telah berlalu, dan selama itu pula Jea mendapatkan luka dan siksaan. Seolah-olah bahwa siksaan yang dia alami selama ini, adalah makanan sehari-hari baginya. Dan diusia Jea yang ke 19 tahun ini. Penderitaannya seakan menghilang.
Ibu kandung Jea yang bernama Ibu Vercae datang menjemputnya untuk mengajaknya kembali pulang bersama adiknya Jionn dan Papanya. Ibu Vercae mengajak Jea kembali bersamanya dengan sebuah alasan, karena sebenarnya ia baru mengetahui kalau selama Jea tinggal bersama kedua mertuanya, Jea tidak diperlakukan dengan baik.
Seandainya waktu boleh diulangi bahkan diputar, namun waktu bukanlah seperti telapak tangan yang dengan mudahnya untuk dibalik. Ia ingin memulai dari awal lagi, ia ingin merawat bayi Jea yang kecil di dalam pelukannya sendiri, suara tangisan bayi Jea kecil sangat dirindukannya. Ingin sekali memaki-maki suaminya yang telah membawa bayi mungilnya pergi terpisah darinya.
Rasanya sesakk mengingat mengingat hal itu.
"Mama?" suara dari seberang sana seakan terdengar ditelinga Vercae.
"Mama...! Mama..?" Suara Jea kembali memanggil Mama nya. Jea merasa aneh sekaligus bingung melihat Mamanya yang sama sekali tidak menyahutnya.
"Jea?" Maafkan Mama Nak," hanya suara itu lah yang berhasil keluar dari mulut bibir Vercae.
"Jea?" Dengar ibu nak! Jea harus ikut pulang ke rumah. Vercae kembali membuka suara takut-takut. Namun mendengar jawaban dari Jea membuatnya sangat bahagia hingga meninggalkan sebuah senyuman.
"Iya Ma," Jawab Jea dengan sangat bahagia
(Bilang tidak yahh, bilang... tidak... bilang deh.. Gumannya yang penasaran)
"Ma? Jea mau ngomong? Apa boleh?"
Tanya Jea kepada Mamanya, dipikiran Jea sekarang ada banyak pertanyaan yang mengganjal hatinya, mengenai mengapa orang tuanya baru sekarang datang mengunjunginya.
"Jea? Katanya mau ngomong?" Suara Vercae yang menghentikan lamunan anaknya.
"Mama... Sebenarnya Jea mau ngomong, kalau Jea sayang Mama." kata Jea
(Mulut gua kok tiba-tiba ngomong ini, ah sudahlah, toh sebenarnya juga aku sayang Mama, kapan-kapanlah aku nanya Mama kembali. Guman nya kembali).
Vercae yang mendengarnya tersenyum bahagia. sambil berkata Terimakasih Sayang.
.
.
✓Diruang Tamu
Oh.. Jadi, Perempuan j*lang itu mau mengambil anaknya yang tidak becus itu, bagus deh, jadi uang saya tidak perlu terkuras lagi, gara-gara anak bodoh itu. kata Kakek Artono mendengus kesal.
"Tapi Pa." ngimana? kalau Anak bodoh itu kembali. Jadi siapa yang akan mau bersihkan rumah lagi, mana mungkin pembantu kita, dia kan kerjanya cuman masak, bukan bersihin-bersihin rumah kita." jawaban Nenek karti sebagai tanda tidak setuju
"Ma'? nanti Papa Carikan Pembantu." kata Artono kepada istrinya, sebenarnya sejak dari dulu ia ingin sekali memulangkan Jea, karena setiap kali ia melihat Jea, mengingatkannya pada Tony yang sudah berani-beraninya melawannya.
"Baik Pa." Jawab Nenek karti singkat.
.
✓Keesokan paginya, tibalah waktunya untuk Jea Pulang, tapi sebelum meninggalkan rumah, ia pamit dulu kepada kakek dan Neneknya itu. Tapi nihil, Nenek dan kakeknya sama sekali tidak menghiraukannya.
Jea sebenarnya merasa sedih, meskipun ia sering tidak diperlakukan dengan baik, tapi ia sudah terlanjur sayang pada nenek dan kakeknya itu. Toh, kan mereka berdua lah yang telah membesarkan Jea selama beberapa tahun ini.
Tidak memerlukan waktu sehari, hanya cukup dengan beberapa jam saja. Sampailah mereka dikediaman Rumah Tony.
Ah inikah rumahku, ternyata sangat sederhana dan lumayan kecil. Jea memelankan suaranya, agar tidak terdengar oleh ibunya.
(Jea bukannya sombong, tapi You know lah, selama ini Jea tinggal dirumah besar).
"Jea? Ngapain masih melamun?"
"Ayok Masuk!" Ajak Vercae sambil menggandeng tangan anaknya.
Jionn yang mendengar suara yang tidak asing ditelinganya, segera menghampiri suara itu.
"Mama? Sudah balik?" tanya Jionn
Jionn sudah tidak heran, dengan gadis yang bersama mamanya, toh dia sudah tahu kalau Mamanya akan pergi untuk menjemput kakaknya. sebelumnya Mamanya juga, sudah mengatakan kepadanya terlebih dahulu.
"Iya sayang! Ini kakak kamu Jea." Jawab Vercae
"Sayang? Sini, jangan malu-malu." Jionn bantu kakak kamu tuh, angkat barang-barangnya." Perintah Vercae Kepada Jionn.
"Jionn?" Papa kamu, masih dibengkel yahh
Tanya Vercae
"Tidak Ma." jawab Jion
"Terus papa kamu dimana?" Tanyanya lagi
Itu Ma' Papa lagi cari kerjaan baru, kemarin itu Papa dipecat Ma." Kata Jionn
"APA... Jadi Papa kamu dipecat." Suara Vercae yang kaget
"Papa dipecat, soalnya bengkel yang Papa tempati kerja, mengalami kebangkrutan Ma." Jaab Jionn
"Mama? sudah." sekarang kita duduk dulu," suara Jea yang menghentikan percakapan mereka.
Mereka pun bertiga, meninggalkan tempat tersebut dan melanjutkan untuk masuk kedalam rumah dan beristirahat.
.
.
Suara kicauan burung yang berterbangan kesana-kemari. Seakan menjadi alarm dirumah ini. Wow indahnya." Suara Jea yang sangat takjub melihat pemandangan dihadapan kamarnya. Suara pintu membuat mata Jea memalingkan pandangannya. Saat pintu terbuka terlihatlah wajah Mamanya.
"Jea ? Sudah bangun sayang." Kalau sudah bangun, mandi dulu terus kita sarapan dulu sama Papa dan Jionn." Kata Vercae
"Baik mama! Jea mandi dulu yah Ma" nanti Jea nyusul. Kata Jea.
Waktu terus bergulir, tidak terasa Jea sudah 3 bulan tinggal bersama kedua orang tua dan adiknya. Jea yang sedang memasak di dapur, tiba-tiba mendengar suara seseorang yang sedang berteriak-teriak didepan rumahnya. Jea pun langsung menghampirinya.
"Pak? Ada apa yah?" Tanyanya kepada orang itu.
"Begini dek, ibu Anda ditabrak oleh seseorang, tapi orang itu tidak bertanggung jawab." Jawab Bapak itu.
"Apa Pak?" Suara Jea yang mulai panik
Jadi ibu saya, ada dimana Pak? Tanyanya lagi kepada orang itu.
Ibu Adek sekarang dibawah kerumah Sakit. Kata orang itu.
Kalau begitu saya pamit dulu dek
Orang itu beranjak pergi, namun Jea menghentikan langkah Bapak itu.
"Pak?" Kalau boleh tau Rumah sakit mana yah? Soalnya saya belum tahu, sekitaran daerah sini." Tanya Jea
Oh di Rumah Sakit @@@ dek, jawab Bapak itu.
Terimakasih Pak, tidak lupa Jea mengucapkan terimakasih kepada orang itu.
Sebelum berangkat rumah sakit, Jea sudah menghubungi Papa dan Adiknya. Untuk segera pergi ke Rumah Sakit @@@, agar mereka bertiga bertemu disana.
Haloo Readers 🤗
Maaf yahh, Masih banyak Typo 🙏
***Jangan Lupa untuk Like, Vote, Favoritkan, dan Coment 😇
Saranghae 💋***