Jeanne Aleeza

Jeanne Aleeza
Kita putus!


Malam harinya Vren mengemudi mobilnya sendiri, perasaannya terasa kurang baik, beban pikirannya makin kian bertambah. Perasaannya terhadap Jea benar tulus adanya, namun kelihatannya Jea lebih menyukai Deonal daripada dirinya. Saat sekarang dia mau benar berjuang mempertahankan perasaannya, justru mama nya sendirilah yang menentang hubungannya. Dibawah suasana yang mebingunkan Vren terus memainkan klason mobilnya, sampai ia mendapat teguran dari sopir-sopir pengendara lainnya. Ia mengendarai mobilnya entah dengan tujuan kemana, yang penting tangannya tidak berhenti memegang stir mobil.


Ia yang awalnya berkendara menuju alamat rumahnya, kembali memutar stir mobilnya untuk segera pergi ke sebuah clup malam. Yah, tempat itulah yang sering dijadikan oleh pria dewasa melampiaskan segala beban pikirannya. Ia terus meminum minuman beralkohol itu tanpa henti, dihadapannya botol itu sekarang berhamburan terlena diatas mejanya, bahkan di sudut-sudut tempatnya duduk.


Ia terus bergurau; "Aku mencintaimu Jea, tapi mengapa kau tidak pernah mendengarkan kata-kataku, kenapa kau menyakiti perasaan mamaku! " Vren terus bergurau gusar disela-sela kemabukannya.


Seorang wanita datang kearahnya dengan berniat membantunya. Wanita ini dibuat kebingungan, entah bagaimana harus menolong pria yang malang ini, tidak ada cara lain, ia membawa Vren masuk kedalam kamar yang kosong. Ia merangkul tubuh Vren meskipun itu sedikit berat, tapi ia terus memaksakan dirinya untuk memboyong tubuh Vren. Dalam kemabukan yang cukup parah, Vren tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Ia menarik tubuh wanita itu hingga tubuh wanita itu benar ditindihnya. Wanita itu semakin mulai panik, ia terus berusaha untuk menyadarkan Vren, tapi tingkat kemabukan Vren mengalahkan kenormalannya. Wanita itu menangis " mungkin ini adalah resiko yang harus aku terima, karena telah bekerja ditempat ini " Wanita polos itu memalangkan nasibnya selama setengah tahun ia bekerja di club ini, baru pertama kalinya ia ditiduri oleh seorang tamu yang datang berkunjung di clup itu.


Akhirnya malam itu, terjadi pergulatan antara Vren dan wanita polos yang tidak ingin mengungkapkan namanya. Suara deringan hp wanita itu membangunkan Vren terlebih dahulu daripada wanita itu.


" Apa-apaan ini, kenapa bisa kau tidur bersamaku?" Pertanyaan Vren mencoba mengingat kejadian semalam yang sempat ia lakukan, betapa kagetnya ketika otaknya berhasil mengingat kejadian ketika berada didalam kamar itu.


Aku benar-benar melakukannya! Guman Vren


" Kau? bagaimana bisa aku tidur denganmu?"


Vren tidak dapat mengingat bagaimana awal pertemuan mereka.


Wanita itu tidak sekalipun mengeluarkan sepatah kata pun, matanya terus mengeluarkan cairan bening tanpa henti ketika ia melihat dengan jelas ada noda darah menempel diseprei mereka. Vren juga melihatnya, ia mengerti arti noda darah itu.


" Maaf, kau jangan pernah membocorkan kejadian ini pada siapapun, ambillah ini setidaknya ini dapat membantumu suatu kelak." Vren memberikan sebuah cek kepada wanita itu, cek yang sebelumnya telah diambil didalam dompetnya.


Hatinya berdebar kencang ketika ia melihat nominal uang yang tertera di lembaran kertas itu. Meskipun uang itu sangat lebih baginya, dan meskipun lagi sebenarnya ia bukan wanita yang terlalu gila dengan uang, tapi ia tidak bisa menolak uang itu. Dengan adanya uang itu, ia sekarang sudah bisa berhenti dengan pekerjaannya sebagai pelayan diclup ini.


Akhirnya Vren lah yang terlebih dahulu keluar dari dalam kamar itu, sedangkan wanita polos itu masih membersihkan diri dikamar mandi.


Bagaimana ini, akulah yang sebenarnya telah mengkhianati Jea. Guman Vren


Setelah kejadian itu, Vren ternyata telah melupakannya begitu saja. Buktinya sekarang ia baik-baik saja, pikirannya pun sama sekali tak terbayang dengan wanita polos itu.


Jea masih mencari pekerjaan, dengan tetap ia menyusuri jalan kota itu. Putri menawarkannya pekerjaan kepadanya, tapi ia menolaknya karena pekerjaan itu menjadi seorang pelayan di sebuah clup malam.


Ia melihat seorang wanita sedang bertengkar di sudut jalan itu. Yah, wanita itu adalah Lenata dan Jhonny yang sedang bertengkar, entah mereka sedang mempertengkarkan masalah apa. Sudah pasti masalah itu adalah ketidak kebecusan Jhonny dalam mengawasi Freo.


Jhonny terlihat sedang murka dengan mendorong Lenata hingga terjatuh, nyawanya masih tertolong karena tidak satupun kendaraan yang terlintas disitu, hanya saja tangannya menampakkan luka pada pergelangan tangan bekas goresan aspal jalan. Jea berlari kearahnya dengan maksud membantu Lenata berdiri, namun tubuh Jea lebih duluan ditangkis oleh Lenata, Lenata tidak tahu berterimakasih, ia justru masih menyempatkan dirinya untuk berdiri dan berlalu mendorong kembali tubuh Jea. Untunglah tidak ada sedikit pun luka pada Jea.


Lenata benar sangat membencinya!


Dengan tujuan mengarah jalan kantor Vren mengenali setiap wajah yang berdiri disudut jalan itu. Matanya tertuju pada luka dipergelangan tangan mamanya, meskipun ia melihatnya dari kejauhan, namun luka itu sangatlah jelas, luka itu lumayan lah parah. Vren mengehentikan mobilnya tepat dihadapan mereka.


" Mama? kenapa mama terluka?"


Tanya Vren ketika turun dari mobil yang dikendarainya. "Siapa yang telah mencelakai mama" Vren mulai menatap kearah Pamannya Jhonny dan Jea.


" Pacarmu yang telah mendorongku!" Jawab Lenata bohong.


Ia memanfaatkan keadaan ini sehingga Vren makin membenci Jea. Tidak berani juga ia mengatakan kalau ulah ini sebenarnya adalah ulah dari Jhonny. Takutnya Jhonny akan marah dan membongkar semua rahasianya pada Vren. Ia tidak mau mengambil resiko.


" Jea? kau..! berani-beraninya kau melukai mamaku. Ternyata kau adalah seorang munafik yang memanfaatkan wajah kepolosanmu itu." Kata Vren mengerang rahangnya, menampakkan bagian giginya.


" Tunggu Vren, aku tidak melukai mamamu, tapi ini ulah orang itu, aku melihatnya sendiri dia mendorong mama mu hingga terjatuh." Tunjuk Jea pada Jhonny


Plak...


Suara tamparan keras yang diterima dari Jea.


" Berani-beraninya kau menuduh pamanku sendiri. Dia adalah pamanku, mana mungkin berani melukai adiknya sendiri."


" Tapi aku melihatnya sendiri Vren!" Kata Jea memegang kedua tangan Vren untuk meminta kepercayaan.


" Jea!! sudah cukup. kau membuatku benar-benar kecewa. Lebih baik kita putus saja, aku tidak mau, kau akan semakin berulah menyakiti mamaku lagi!" Kata Vren menjauhkan tangannya dari Jea.


Luar biasa kebahagiaan yang dialami oleh Lenata. Sungguh menakjubkan katanya.


Wow!! Lenata benar-benar wanita licik, Sekarang wanita ini menjadi korban kelicikannya. Vren bersabarlah kau memiliki ibu yang begitu licik. Perusak rumah tangga orang! Guman Jhonny


Jadi wanita ini yang aku temui di kafe tempo lalu, benar kekasih dari Vren. Cantik juga! Guman kembali dari Jhonny, memperhatikan wajah dari Jea.


" Tapi Vren, kita bisa membicarakannya baik-baik, kenapa kau langsung memutuskan hubungan kita.!" Jea berusaha mendekati Vren yang menjauh darinya


" Aku tidak percaya lagi padamu Jea, ini adalah bukti kemunafikan mu. Aku lihat mamaku sendiri terluka karena kau. Pergilah bersama Deonal, aku tidak akan mengganggumu lagi, kecuali kau dan Deonal berniat mencelakai mamaku." Kata Vren mengeras


" Sudah Vren kau tidak boleh memarahinya, tidak baik terlalu kasar pada wanita!" Pembelaan keluar dari mulut Jhonny


Ekspresi kepanikan mulai terasa diwajah Lenata. Apakah dia mau membongkarnya.! Batin Lenata begitu kacau. Ia berusaha menetralkan ekspresinya, agar Vren tidak menaruh curiga padanya.


"Mungkin dia tidak sengaja mendorong mamamu, apakah kau tidak kasihan padanya?" kata Jhonny melirik Jea yang terus tertunduk


Untunglah Jhonny tidak berkata ya sebenarnya! Guman Lenata bahagia


" Paman tidak usah membelanya, mana mungkin aku kasihan dengan wanita yang munafik seperti dirinya. Sekarang aku tidak lagi mengenalnya." Vren pun mengandeng tangan mamanya untuk pergi dari tempat itu. Namun sebelum ia benar meninggalkan tempat itu,ia menyambar tubuh Jea, hingga Jea terpengkal diaspal itu.


.


.



Maaf yah kakak-kakak 🤗kalau ceritanya sangat karuan🙏 Updatenya juga tidak beraturan. Aku benar-benar pusing harus memilih mana yang didahulukan.


Kalau "I'M SORRY MY LOVE" Update itu artinya "JEANNE ALEEZA" no update begitu pun dengan sebaliknya. 😇😇


Tapi aku akan selalu berusaha untuk kedua-duanya bersamaan update 🤗


Terimakasih mau dengar ocehan saya yang tidak jelas ini❤️Love you❤️