Jeanne Aleeza

Jeanne Aleeza
Kemarahan Lenata!


Sesampainya di rumah Vren mendapat telfon dari ibu Lenata.


Tumben sekali mama menelfonku! Batinnya melirik nama yang tertulis dilayar Hpnya.


" Halo ma! " suaranya dengan melanjutkan menggantung switer jacket kulitnya yang ia gunakan sehabis berjalan bersama Jea di sudut dinding kamarnya.


" Mama ingin bertemu dengan mu sayang?" kata Lenata dari balik telfon


" Ada apa ma! " suara penasaran Vren


" kata pamanmu Jhonny sekarang kamu sudah memiliki kekasih? Apa itu benar? " kata Lenata menyakinkan


Paman Jhonny tahu darimana, aku belum pernah mengenalkan Jea pada orang lain ! Batin Vren


" Benar ma! " Kata singkat Vren


Jadi betul Vren sudah memiliki kekasih! wanita seperti apakah dia, bisa-bisanya dia membuat Vren dengan mudahnya jatuh cinta. Guman Lenata.


Besok kamu harus bawah kekasihmu kerumah mama! mama juga harus tahu hubungan kalian! kata Lenata


Sebagai anak yang berbakti Vren mengiyakan perkataan mama nya, ia tidak pernah tidak menaati kata-kata mamanya. Pikirannya selalu terpikirkan bahwa setiap perbuatannya mama nya adalah benar.


Cahaya sinar matahari belum sepenuhnya mencerahkan bumi. Vren sudah terlihat dihalaman depan rumah Jea.


" Tok..Tok!! " suara ketukan pintu yang diketuk oleh Vren.


Jea yang merasa paginya terganggu dengan suara ketukan yang ada, membuatnya tidak tinggal diam saja. Segera ia menghampirinya, wajah Vren yang sumringah melebarkan senyuman ketika Jea membukakan pintu rumahnya.


" Vren? ada apa kamu kemari, ini kan masih terlalu pagi. " Jea melebarkan pintunya hingga terbuka lebar.


" Aku mau ngajak kamu ketemu dengan mama aku! " Vren menjawab dengan melangkahkan kakinya masuk hingga duduk di sofa minimalis yang ada dirumah itu.


" Tapi ini masih terlalu pagi? " Jea ikut melangkahkan kakinya mengikuti Vren dari belakang tubuhnya.


" Aku tidak bisa kalau sore, karena aku banyak pekerjaan di kantor! " kata Vren


" Tapi sepertinya aku tidak bisa, kamu tahu aku juga sebagai karyawan di Toko Tuan Deonal, beberapa hari ini aku tidak masuk!" Jea menatap Vren


" Kamu tenang saja, setelah kamu menikah denganku, kamu tidak perlu lagi bekerja ditokonya, uang aku banyak untuk menafkahi kamu! " tatapan Vren menyakinkan


" Aku tidak mau hanya sebagai penikmat uang mu saja, aku juga perlu bekerja keras!"


Mereka terus melakukan perdebatan hingga akhirnya Jea menurut dengan kata-kata Vren.


" Baiklah aku bersiap-siap dulu! " Jea melangkah pergi kedalam kamarnya untuk segera bersiap-siap.


Ketika sudah dirasa dirinya telah cantik, dengan polesan make up yang natural membuatnya benar sangat terlihat cantik. Vren tersenyum lebar dengan penampilan Jea kali ini.


" Sangat cantik! " bisiknya ditelinga Jea.


Vren menelfon Lenata bahwa mereka akan segera kesana.


.


.


.


Lenata yang mendapat kabar dari anaknya, langsung begitu antusias untuk menjamu anak dan calon mantunya itu. Suara klakson mobil pun terdengar ditelinganya, dilihatnya Vren turun terlebih dahulu setelahnya membukakan pintu untuk Jea. Jea menyimpan rasa kebahagiaannya karena dilakukan istimewa oleh Vren.


" Kamu? suara Lenata menghampirinya dengan memberikan satu tamparan keras di pipi sebelah kanan Jea.


" Mama? ada apa? " Kebingungan Vren akan tingkah dari mamanya yang tiba-tiba berubah.


" Mau saja kamu dibodohi oleh wanita ini! " ibu Lenata mulai mengungkapkan ketidak sukaannya pada Jea


" Maksud mama? " Vren masih sangat terbawah suasana kebingungan.


" Mama tidak bisa menceritakannya padamu sekarang! " Kata Lenata memandangi sinis Jea


Jea berusaha mengingat dengan wanita paruh baya ini, wanita ini sangat tidak asing baginya, pikirannya karuan ketakutan ketika ia sudah tahu bahwa wanita ini yang pernah datang di toko Tuan Deonal yang membuat kegaduhan.


Jadi wanita ini adalah Ibu kandung dari Vren! Batin Jea


" Suruh dia pulang! " Perintah Lenata kepada anak Vren


" Tapi ma! " Suara dari Vren


" Kamu pilih mama? atau wanita munafik itu?"


Lenata dengan pedenya memberikan pilihan pada anaknya.


" Oke baik ma! karena mama yang menyuruhku harus memilih, maka aku memilih Jea!" kata Vren tersenyum memandang Jea


" Plak! " suara tamparan yang dilayangkan oleh Lenata pada pipi Vren


Senyuman Vren kembali muncul! "terimakasih ma! untuk pertama kalinya mama menamparku! " Vren mendekati Lenata dan membisik ditelinga


"Tunggu apa yang terjadi".


Dasar anak durhaka! Emosi Lenata makin meluap mendengar bisikan dari anaknya.


Bisa-bisanya dia mengancamku! Gumamnya dengan suasana emosi


Vren tidak mau lagi merespon ibunya, segera ia meninggalkannya dengan mendekati Jea, lalu mengajaknya untuk masuk kembali kedalam mobilnya dan mengantarnya pulang.