Jeanne Aleeza

Jeanne Aleeza
Peluklah Aku


^\_Jangan sesekali menunda kebaikan, Karena hari esok kita tidak tahu, apa yang akan terjadi. Jenn🌻\_^


.


.


°Rumah Sakit


Jea terus sibuk kesana-kemari mencari ruangan Mamanya, sekitar 5 menit ia berputar-putar, barulah ia menemukan ruangan inap Mamanya.


"Mama?" Suara Panggilan Jea


"Sayang? Kamu disini, Papa dan adik kamu mana?" Tanya Vercae.


"Mama?" Jangan banyak ngomong dulu, Mama harus istirahat dulu, Papa dan Jionn akan segera tiba, mungkin sebentar lagi mereka sampai. Kata Jea


Sebenarnya sebelum Jea masuk kedalam ruangan itu, Mamanya sudah sadar. Jadi tidak heran kalau Vercae langsung menyahut saat Jea memanggil namanya.


"Mama..." Suara Jionn dari seberang pintu.


"Kenapa bisa begini?" Suara Jionn dan Papanya secara bersamaan.


Mama tadi tidak sengaja menyebrang jalan, terus Mama kurang memperhatikan jalan. Dan ternyata ada mobil yang melaju sangat cepat. Maklumlah anak muda sekarang, bawah mobilnya itu ugal-ugalan. Kata Vercae kepada anak dan suaminya.


"Tapi untunglah, Mama tidak kenapa-kenapa." Kata Tony yang melihat keadaan istrinya, memang hanya luka goresan kecil saja ditangan dan kakinya. Namun kepala istrinya nampak bekas luka benturan."


"Jadi kalian tidak perlu kwartir." kata Vercae


Sini mendekatlah pada Mama, Mama Sangat merindukan kalian, Mama ingin kalian memeluk Mama." Kata Vercae


Yang entah Mengapa dia merindukan pelukan itu.


"Iiiihh Mama lebayy deh." Kata Jionn yang menganggap seolah-olah permintaannya Mama nya itu lucu, atau hanya sekedar bercanda.


"Jionn!!" Jadi kamu tidak mau peluk Mama sekali saja, selama kamu besar, kamu belum pernah Peluk mama, apalagi cium pipi Mama. Suara Vercae yang bernada sedih.


"Mamaku sayang" jangan lebayy deh, besok Jionn janji akan Peluk Mama sepuasnya. Sampai Jionn akan ngeluarin air mata, biar Mama puas mendapatkan pelukan dari anakmu yang ganteng ini. Jawab Jionn dengan nada bercanda.


"Jea? Kalau Kamu, mau kan peluk mama? Cium Mama juga." Kata Vercae


"Mama... Besok aja yah," soalnya sekarang Jea pikir bukan moment yang pass deh Ma'" jawab Jea yang menolak.


"Ma? Jangan suruh aku yahh, anak-anak saja pada menolak, apalagi aku." Pinta Tony


Pikirannya sudah menebak kali ini, gilirannya lagi yang akan ditanya seperti itu.


Ah baiklah, besok Mama akan menunggu kalian Memeluk aku. kata Vercae kepada ketiga orang tersayangnya itu.


.


Paginya, Vercae terbangun, ia melihat kearah sekitar, ternyata anak-anaknya dan suaminya belum juga bangun. Secara kebetulan Vercae ingin buang air kecil, namun kepalanya masih agak pusing, Vercae merasa kasihan apabila ia membangunkan anak dan suaminya. Vercae pun pergi sendiri.


Dalam kamar Mandi, entah mengapa Vercae merasa sedih. Mengingat kata-kata anaknya dan suaminya kemarin, akan tingkah mereka yang menolak permintaan pelukan itu. Vercae sempat meneteskan air mata, namun tiba-tiba kepalanya terasa pusing, semuanya serba gelap-gulita. Ahk Teriaknya keras.


Brukkkh..


ketiga orang yang masih terlelap tidur. semuanya terbangun akibat suara tersebut.


"Papa... itu suara apa?." kata Jea yang kaget.


"Mama kamu kemana?" tanyanya yang bingung.


"Apa, jangan-jangan suara itu, adalah suara Mama." Suara Jionn yang mulai panik.


Dengan terburu-buru Tony langsung beranjak pergi untuk melihat tempat sumber suara itu, dan didapatinya istrinya yang tengah terkesimpuh darah.


"Jionn...!! Cepat panggil Dokter." Teriak Tony


"Mama.. Sadar.. " Suara Tony yang mulai takut dan panik melihat keadaan istrinya. Datangalah Jea menghampiri mereka. Jea yang melihatnya pun sangat kaget.


"Mama... Bangunn." Isak tangis Jea


Selang beberapa waktu, Dokter Pun datang.


"Pak? Silahkan istri Anda tinggalkan dulu." nanti kami yang menangani.


Namun Dokter itu tidak membiarkan Tony untuk tetap disini. Karena Tony keras kepala tidak mau meninggalkan tempat itu.


"Pak? Kalau Bapak tidak ingin keluar, jangan salahkan kami, kalau istri anda kenapa-kenapa nantinya." Ujar Dokter itu yang mulai kesal.


Dengan terpaksa Tony mengiyakan perkataan Dokter itu dan berlalu meninggalkan ruangan itu.


.


•Ruang Tunggu


Hiks. hiksss.. hikss... suara tangisan Jea, yang yang mengema diruangan itu.


"Kak Jea? aku takut." kata Jionn yang berada disampingnya.


"Sayang... kalian berdua, harus berdoa buat Mama." kata Tony yang ingin menghibur anaknya, meskipun ia sendiri sedih akan kejadian itu.


Beberapa menit kemudian, datanglah Dokter menghampiri ketiga orang itu. "Mohon maaf, Ibu Vercae tidak dapat diselamatkan." Dokter itu berkata dengan wajah yang berkerut, ia sebagai Dokter juga merasa sedih. Namun ia sadar bahwa ini bukan kehendaknya, tetapi kehendak-Nya (MahaKuasa).


Jionn dan Jea langsung berlari kearah Mamanya yang telah kaku dan tidak bernafas itu. setelah itu disusul oleh Tony Papanya.


Jionn dan Jea bersamaan mengeluarkan kata-kata yang persis sama.


"Mama.... Mama.. kami mau peluk Mama, kami sayang Mama." Kakak.. Aku kemarin cuman bercanda pada Mama, kalau pagi ini, baru aku mau peluk Mama. Itu boong kak, aku hanya bercanda. Suara Jionn yang terisak tagis.


"Mama.... Jea juga sangat sayang Mama.. Jea butuh pelukan Mama." Suara kecil Jea


Tuhan, aku Belum bisa menerima ini.


Baru sebentar aku merasakan hangatnya kasih Ibu, sekarang ..... hiks hiks hiks.. Suara Jea ditengah-tengah tangisnya.


Tony mendekati anaknya, lalu memeluknya.


Ma' lihatlah, betapa Jionn dan Jea sangat terpukul. Jea yang selalu kau sebut dalam doa, tiap waktu kau selalu menanyakan dimana keberadaannya. Jea belum sepenuhnya merasakan kasih sayang seorang Ibu. Aku tidak bisa menggantikan semua itu. Batin Tony


"Sayang? Sekarang kita doakan Mama, dan harus berusaha untuk ikhlas." Suara Tony untuk menguatkan anaknya.


Padahal Tony sendiri pun, sangat terluka. Rasanya ingin menangis sekeras-kerasnya. Namun ia mengingat kedua anaknya, sebagai orang Tua, ia berusaha untuk menutupi kesedihannya. Kalau ia bersedih, pasti anak-anaknya akan lebih terpukul.




.


.




**Author curhat dikit yahh 😇


sebenarnya Author juga ngalamin kek gini, orang yang paling berharga dalam hidup Author, pernah berkata pada Author gini " "Nak, Peluk aku" terus Author dengan entengnya malah menolak dan pergi.


Jujur yahh, Sampai sekarang Author menyesal dan sangat menyesal. Rasanya ingin mengembalikan dunianya yang dulu, dan memulai hidup awal.


Semoga kalian tidak merasakan apa yang Author pernah rasakan.


Tetap semangat menjalani kehidupan ini, tetap lakukan yang terbaik, tunjukkanlah kebaikanmu kepada orang-orang yang kalian anggap berharga. Hari esok kita tidak tahu apa yang akan terjadi 🌻**


.


.


.


Nyatakan dukungan kepada Author, dengan like, vote, coment, dan Favoritkan!!


Setiap Coment dan masukan, yang kalian berikan, adalah pelajaran yang berharga bagi Jenn 🌻 Thank u🍁


.


SARANGHAE 💋