Jeanne Aleeza

Jeanne Aleeza
Bertemu dengan Putri!


Jea tidak lagi memiliki pendapatan lain. Entah dari mana lagi ia mendapatkan uang. Dan sebentar lagi tiba waktunya bagi Jionn untuk membayar uang sekolahnya. Langkah kaki Jea terus melangkah diimbangi oleh pikiran yang menghantui otaknya. Setelah hpnya dibuang oleh Deonal, hpnya tidak lagi berfungsi sebagai adanya. Terpaksa tidak ada pilihan lain, ia harus menyusuri jalan itu untuk mencari info mengenai lowongan pekerjaan.


Matanya tertuju pada sebuah kafe yang besar, ia melangkah masuk, tiba didalam ia seolah mengenal wanita yang duduk di bangku paling pojok.


Apakah itu Putri? Gumamnya dalam hati.


Tadinya berniat untuk mendaftarkan pekerjaan, karena melihat wanita yang mirip sepupunya itu, akhirnya rencana itu tertunda.


" Putri? "


Jea berjalan kearah Putri yang sedang duduk seorang diri, sembari sedang menunggu seseorang.


" Kau siapa? "


Putri mulai kwatir, apakah perempuan yang ada dihadapannya sekarang adalah anak dari Mountaise. Karena Mountaise pernah mengatakan pada dirinya bahwa ia sudah memiliki anak yang dewasa, tapi tidak menyebutkan jenis kelaminnya.


" Aku Jea sepupumu! "


Kata Jea heran melihat reaksi dari Putri.


Kali ini Jea yakin bahwa dia tidak salah mengenal orang, karena wajah putri tidaklah terlalu mengalami perubahan, hanya saja sekarang lebih dewasa.


Ada rasa gembira serta kaget, Putri benar-benar terpukau melihat Jea yang sekarang. Jea yang sekarang benar-benar cantik, sangat berbeda dari Jea yang dulu. Hanya saja gaya berpakaiannya yang menutupi aurat kecantikannya. Namun bila diperhatikan lebih jelas Jea sangatlah cantik.


" Kau benar Jea? "


Kata Putri sembari terus memperhatikan Jea.


" Ada apa? apa kau tidak mempercayaiku? "


Jea sedikit ragu dengan reaski Putri. Mungkin betul dia salah orang.


Setelah melihat wajah kesedihan yang tersirat di wajah Jea. Putri pun langsung memeluknya dengan erat.


" Kau sekarang ada dikota ini? "


Kata Jea, karena selama ini setahunya putri tinggal di negara xxx bersama dengan kedua orang tuanya.


" Iya aku mencari kebebasannku sendiri, aku malas terlalu dikekang oleh Mommy dan Daddy. " Kata Putri menarik tangan Jea untuk segera duduk bersamanya.


" Kau sendiri tinggal dimana? Daddy bilang paman Tony tinggal disini, tapi tidak memberitahuku alamatnya, jadi aku tidak pernah menjenguk kalian."


" Aku tinggal di jalan Matahari, sebenarnya Papa aku telah meninggal. Jea sudah bisa menahan kesedihannya.


" Jadi paman Tony telah meninggal! bagaimana bisa? terus tante Vercae sekarang, bagaimana kabarnya?"


Putri terus mengoceh tanpa tahu bahwa Jea benar-benar sedih bila bercerita tentang kematian orang tuanya.


Sebenarnya juga Mama ku sudah meninggal, Mama lebih dulu lebih tiada dari pada Papa.


Jea yang tidak bisa lagi menahan air matanya, tetesan-tetesan dari matanya berhasil keluar.


Anak mana yang tidak sedih, apabila mengenang orang tuanya yang telah tiada.


.


.


.


.


Disisi lain Vren semakin geram dengan lamanya ia menunggu Jea, namun Jea tak kunjung pulang.


Awalnya aku tidak percaya bahwa kau adalah wanita yang mama ucapkan! tapi sekarang sudah membuktikan bahwa kau benar wanita seperti itu. Aku tidak memaafkan mu!. Vren terus saja mengucapkan sumpah serapahnya pada Jea. Tanpa ia sadari Jea sekarang berdiri di sampingnya.


" Vren? "


Suara dari Jea yang heran melihat ada keanehan yang tersirat di wajah Vren.


" Kau dari mana saja? aku sedari tadi menunggu, apakah benar kau bertemu lagi dengan Deonal? " Kata Vren


Jea bingung harus jawab apa, dilihat dari ekspresi Vren sepertinya dia sedang marah.


" Iya! aku pergi untuk mengambil hp ku yang Deonal telah sita!." Jea akhirnya jujur, karena ia tidak punya alasan lain.


" Kenapa kau masih menemuinya, aku sudah pernah mengingatkanmu untuk tidak menemuinya lagi, kalau masalah hp, kasih tahu aku, biar aku yang menggantinya dengan yang baru." Vren mulai terbawah emosi.


" Kenapa kau terlalu sensitif begini? aku juga pernah bilang kalau aku tidak mau menikmati uangmu saja! " kata Jea terbawah sedih.


Seolah-olah ia dituduh sebagai wanita yang memanfaatkan uang pacarnya saja.


Mengingat perjanjian dengan mama nya kemarin, Vren berusaha menahan tingkahnya untuk tidak terus terbawah emosi. Dia harus membalaskan dendamnya. Tapi dia juga bingung dengan perasaannya, tapi dia lebih menyayangi mamanya.


.


.


.


.


.


**Hallo Readers 🤗 untuk memberi dukungan pada Author, jangan lupa untuk Like dan Vote. Agar kalian tidak ketinggalan dengan episode barunya, jangan lupa untuk favoritkan 😉


Dan jangan lupa juga untuk memberikan masukan berupa komentar🙏🌻


Terimakasih untuk waktu kalian🙏


.


.


Terimakasih Semua 💋**