Jeanne Aleeza

Jeanne Aleeza
Aku adalah ibunya


Namun langkahnya terhenti ketika ia melihat seorang pria yang menurutnya sangat tidak asing sedang terbaring lemah bersebelahan dengan ruangan tempat tujuan utamanya. Pikirannya semakin penasaran langkah kakinya semakin melangkah kearah ruangan itu. Betapa terkejutnya!! ia memegang kepalanya dan hampir saja terjatuh, untungnya ada Jhonny yang menopang tubuhnya.


"Jhonny? apakah aku tidak salah liat, kalau yang didalam itu adalah Vren!" suaranya yang masih terbawah shock


"Tenang dulu kak, mungkin hanya mirip!" Jawab Jhonny mencari alasan, padahal ia sendiri tahu bahwa pria yang terbaring didalam ruangan itu adalah keponakannya sendiri.


"Tidak...! suara penekanan Lenata. Firasatku mengatakan kalau itu adalah Vren!


Suster yang bertugas untuk mengecek kondisi kesehatan dari Vren melihat dua orang aneh mengintip dari luar ruangan Pria itu.


"Maaf? kalian siapa ?" Suster bertanya dengan curiga


"Aku ibunya" Lenata mengucapkan dengan sedih


Maaf ibu, jangan sekali-kali mencoba membohongi kami, kemarin pria ini diantar oleh kakaknya sendiri, dan ia juga mengatakan bahwa mereka sudah tidak memiliki ibu. kata suster itu, memandang aneh kedua orang dihadapannya


"Tapi suster! itu benar-benar anak saya, dan saya hanya memiliki anak satu! bukan dua!" Penuturan Lenata dengan kesal


"Maaf Buk..! sebaiknya anda berurusan dengan pihak yang berwajib saja." Jawab suster itu dengan nada kesal. Ia malas berurusan dengan wanita yang ada dihadapannya itu, menurutnya wanita itu hanyalah seperti yang kebanyakan difilm-film, yang hanya memanfaatkan kondisi seperti ini, apalagi pria yang terbaring ini adalah salah satu pria terkaya dinegara itu. Dengan malasnya suster itu meninggalkan mereka dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat ia tinggalkan tadi.


"Lenata? terus bagaimana dengan anak ini? jawab Jhonny menunjuk ke kamar ruangan anak dari Mountaise."


"Jangan pikirkan anak itu, biarkan saja anak itu mati. Sekarang tugas kita adalah mencari tahu mengapa Vren sampai bisa masuk dalam rumah sakit ini. Dan lebih mencurigakan lagi Vren diantar oleh seseorang dengan mengaku-ngaku sebagai kakaknya. Apakah orang suruhan dari Mountaise sudah tahu identitas dari Vren. Kata Lenata penuh selidik"


Rencananya hari ini gagal lagi untuk membawah pulang anak dari Mountaise. Sebenarnya ia sangat bosan terus menerus mengawasi dirumah sakit ini. Meskipun anak ini telah sadar, namun tetap saja ia masih mengawasi anak ini dirumah sakit, namun rumah sakit yang berbeda. Ia juga butuh kesenangan, berkumpul bersama dengan teman-teman nya. Berjumpa dengan wanita-wanita nya adalah tujuan utamanya.


.


.


โˆš


Dikediaman Rumah Mountaise


"Ma'? jangan sedih terus, kalau mama sedih terus itu akan menyulitkan kita untuk bertemu lagi dengan Freo." Kata Moun membujuk istirnya.


"Papa dari dulu janji mama, kalau dalam minggu ini, Papa akan membawanya pulang!" balas Mera dengan sedih


Anak buah, Papa sudah bekerja keras, namun jejak dari penculik itu tidak meninggalkan jejak sedikit pun.


"Itu karena Papa masih membela terus wanita itu, seandainya papa melaporkannya pada polisi pasti Freo sudah ada dirumah ini." kata Mera


"Ma'! kita tidak punya bukti kalau dia yang telah menculik Freo!" Jawab Moun agar istrinya tidak berprasangka buruk terus. Rasa curiganya terhadap wanita itu memang ada, tapi ia tidak memiliki cukup banyak bukti, karena diluar sana ada banyak orang yang menjadi musuhnya. Dan akhir-akhir ini wanita itu telah berubah, jadi mana mungkin dia berulah begitu.


Tapi apabila wanita itu yang melakukannya, aku tidak akan mengampuninya lagi! Gumamnya