
Vren yang sudah berusaha mencari Jea disepanjang jalan pelataran rumahnya. Setiap lorong-lorong sepanjang jalan ia telusuri, namun ia sama sekali tidak menemukannya juga.
Jea?? kamu dimana?? tanyanya sendiri pada dirinya. Mengingat sekarang matahari tidak lagi memancarkan sinarnya menandahkan bahwa matahari itu sudah terbenam membuatnya sangat kwatir.
Vren memengang celananya dan memasukkan tangan jemarinya kedalam kantong celananya itu lalu diambilnya lah telfon gengam nya. Ia menggerakkan jemarinya untuk mencari nomor yang menjadi tujuan utamanya sekarang.
"Akhirnya aku menemukan nomor ini." Suaranya yang begitu senang. Dengan senyumnya ia menekan ikon warna hijau untuk menghubungi nomor itu, ketika ikon warna hijau itu telah tertekan, hp nya langsung saja berubah warna menjadi gelap.
"Angry...!!! Lobett " suara gusar Vren
Hati dan pikirannya semakin kesal, untuk melampiaskan kekesalannya, Vren terpaksa pergi mencari suasana untuk bisa menghibur hatinya. Didalam mobil ia terus mengeluarkan kata serapah yang entah kata-kata itu ditujukan pada siapa.
Aku pikir kamu akan menunggu ku sebentar Jea. Seandainya kamu bersabar untuk sebentar saja. kita pasti sudah pacaran! umpatnya dalam hati
Matanya tertuju pada Pria yang dikenalnya sedang duduk menunduk menyandari mobilnya.
Pria brengsek itu, ngapain disitu? tanyanya dalam hati dengan penuh kebingungan
"Rupanya kamu sudah jadi gembel, atau jangan-jangan kamu diusir sama keluarga mu, sehingga kamu harus berteduh dijalan dengan mobil kamu ini!" kata Vren dengan nada mengecek
Deonal yang mendengarnya enggang untuk meresponnya.
Merasa kesal karena orang yang disindirnya, masih bisa menampakkan wajah yang santai-santai saja. Ia pun melemparkan uang koin kehadapan Deonal.
"Ini ambil pakai beli nasi basi disana!" kata Vren dengan maksud menyindir Deonal
Deonal yang tidak terima dengan kata-kata Vren, langsung melayangkan tinju kebagian perut Vren tidak lupa ia memberikan pukulan pada wajah Vren dengan menyimpan banyak luka pada tubuh Vren. Vren yang sudah tidak memiliki keberdayaan dan tenaga untuk melawannya, ia pun ikhlas namun ketika ia tidak sengaja bersandar pada kaki Deonal, tanpa sengaja tangannya memegang benda aneh di dalam kantong celana Deonal.
Benda itu adalah pisau tajam, yang tiap saat selalu disimpan disaku celana Deonal untuk digunakan apabila suatu saat tiba-tiba musuhnya datang menyerangnya.
Namun Deonal seolah sudah mengetahui jalan pikiran dari Vren, ketika Vren mengerakkan tangannya, Deonal langsung melihat benda tajam itu. Dan dengan terpaksa di baliknya kembali menghadap tubuh milik Vren. Dengan kondisinya yang lemah, Vren tidak terlalu kuat untuk melawan akhirnya pisau itu tertancap sendiri pada tubuhnya.
.
โ
Lenata kembali kesal, niatnya mengunjungi kediaman anaknya untuk melepas kerinduan namun tak juga berjumpa. Perjumpaan mereka berdua dalam sebulan cukup terhitung. Anaknya yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai CEO ditambah lagi anak semata wayangnya itu tidak ingin tinggal satu rumah dengannya. Jadi ketika Lenata rindu dengan anaknya, ialah yang menghampirinya Terlebih dahulu. Dan sekarang ini mau tidak mau, ia terpaksa menunda waktu untuk bertemu dengan anaknya.
.
Pagi hari dua seorang Pria muda sedang terbaring dirumah sakit yang sama. Namun yang membedakannya ialah hanyalah kamar ruangannya saja. Pagi itu juga Lenata kembali kerumah sakit untuk mengurus urusannya yang kemarin, yaitu untuk mengembalikan anak muda yang beberapa hari ini telah dirawat dirumah sakit ini. Lenata telah menyiapkan segala sesuatunya untuk membawah anak itu kembali kepada Mountaise dan didampingi oleh adiknya Jonny.
Namun langkahnya terhenti ketika ia melihat seorang pria yang menurutnya sangat tidak asing sedang terbaring lemah bersebelahan dengan kamar anak dari Mountaise. Pikirannya semakin penasaran langkah kakinya semakin melangkah kearah ruangan itu. Betapa terkejutnya!! ia memegang kepalanya dan hampir saja terjatuh, untungnya ada Jhonny yang menopang tubuhnya.
.
.
.
.
.
***Jangan Lupa untuk selalu dukung Author dengan cara Like, Vote, Favoritkan, terutama kirim masukan melalui kolom Komentar ๐๐๐ป
SARANGHAE๐***