
Deonal masih terbawah suasana perasaan jengkel dengan niatnya tadi pagi yang tidak tercapai. Seorang pria berseragam hitam mendatanginya tidak lain ialah anak buahnya sendiri.
"Kalian...!! Saya sudah mengingatkan kepada kalian, jangan sekali-kali memunculkan wajah kalian ditempat ini.!" Emosi Deonal makin bertambah dengan kedatangan anak buahnya itu.
"Maaf tuan, kami tadi menghubungi tuan, tapi tuan tidak mengangkatnya. Oleh sebab itu kami datang menghampiri tuan disini." Jawab para anak buahnya menunduk takut.
"Langsung to the point!!" Bentak Deonal
"Begini tuan, kami telah menemukan anak dari Wanita itu. Rumahnya di XXX dan katanya lagi anak itu akan segera pindah. Jadi sebelum dia pindah rumah, ada baiknya tuan, kita hampiri orang itu supaya kita dapat mengenal wajahnya." Suara dari salah satu anak buahnya
"Untung saja hari ini libur, jadi terpaksa kalian saya maafkan. Dan berita itu sama sekali tidak berguna bagi saya. Kalian pergi sana! Usir Deonal kepada anak buahnya itu.
Tapi yang dikatakan oleh mereka itu ada benarnya juga. Aku harus segera pergi mencarinya sebelum dia betul-betul pindah. Sampai sekarang aku belum mengenal sosok anak dari wanita tidak tahu diri itu. Satu-satunya tanda supaya aku dapat mengenali wajah anak itu, aku harus kesana. Wanita p*rusak itu ternyata selama ini telah menyembunyikan identitas anaknya. Suatu saat aku akan menemukan bangkai itu sendiri dan melemparkannya kepada Wanita p*rusak itu. Geram Deonal mengingat Wanita itu yang telah membuat keluarganya menjadi hancur berantakan.
Deonal melirik setiap sudut ruangan tokonya itu sepertinya semuanya sudah terkunci dengan baik. Dengan tenang Deonal menancapkan gas mobilnya untuk melaju kealamat yang diberikan oleh anak buahnya tadi.
Semakin jauh ia melaju, semakin sepi jalan terlihat. Iya mengendarai begitu pelan-pelan sembari menikmatinya pemandangan pepohonan dan setiap bunga-bunga yang tertatah rapi di sudut-sudut jalan itu. Matanya tertuju pada gadis cantik yang terlihat berjalan disana.
"Woh, ternyata tanaman dijalan ini, ada yang rawat. Gumamnya
Ia semakin mendekat kearah wanita itu, ia sangat penasaran dengan wanita yang menurutnya sangat rajin itu. Ia pun memarkirkan mobilnya dan mendekati wanita itu.
"Alee? Kamu ngapain disini?" Deonal kebingungan ternyata wanita yang berdiri disitu adalah wanita yang dikenalnya.
"Tuan sendiri ngapain disini?" Tanya Jea penasaran dengan tuannya itu. Yang tiba-tiba menghampirinya begitu saja.
"Seharusnya kamu jawab dulu pertanyaan aku baru bertanya?" Deonal merasa jengkel yang tiba-tiba Jea bertanya padanya
Apa iya, aku harus jujur kalau aku disini itu gara-gara Vren meninggalkan saya begitu saja! Guman Jea
"Aku tadi tidak sengaja lewat sini, terus aku mampir deh ditempat ini. Karena kelihatannya tempat ini sangat indah! Kata Jea
"Beberapa hari yang lalu, kamu mengatakan kalau rumahmu itu dijalan Matahari dan ini kan sangat jauh dari tempat itu." Kata Deonal tanpa mengubris pertanyaan dari Jea.
Tuan ini seenaknya saja, ketika saya yang bertanya padanya sama sekali ia tidak merespon. Giliran dia yang nanya maksa kita untuk jawab. Guman Jea merasa jengkel akan bosnya itu.
Apa jangan-jangan Alee ini, anak dari wanita itu! Kalau memang ia, aku harus membuatnya merasakan apa yang telah dirasakan keluarga ku selama ini. Batin Deonal bertanya-tanya
"Iya tuan, rumah saya memang sangat jauh dari tempat ini. Tapi apa salahnya kalau aku berjalan-jalan kesini." Kata Jea
Seratus persen dugaanku benar, kalau Alee adalah anak wanita tidak tahu diri itu. Kemungkinan ini adalah jalan kerumahnya, tetapi dia berusaha untuk mengelak. Aku harus bisa mendekati Alee lebih dekat, supaya rencanaku berhasil. Batin Deonal
"Owh iya, aku hampir lupa menjawab pertanyaanmu. Aku disini karena kebetulan salah salah satu rumah bagian sini, telah memesan kue. Karena ditoko tidak ada karyawan terpaksa saya yang antar langsung."
Kata Deonal mencari alasan.
"Sini aku antar pulang!" Deonal mengajak Jea untuk pulang bersamanya. Tidak lupa ia menggenggam tangan dari Jea berjalan bersamanya masuk kedalam mobilnya.
.
.
.
.
Jangan lupa untuk Vote, like, favoritkan dan Coment 🤗Saranghae 💋
🌻